HASIL-HASIL OBSERVASI
B. KABUPATEN DAIRI
1. Daerah dan Penduduk :
Daerah Tk. II Dairi termasuk wilayah Propinsi Sumatra Utara. Sebe- lah Utara dibatasi oleh wilayah Kabupaten Karo, sebelah Selatan diba- tasi oleh wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, sebelah Barat dibatasi oleh wilayah Kabupaten Aceh Tenggara dan sebelah Timur dibatasi oleh danau Toba.
Daerah Dairi geografis terletak antara 2 ° - 4 ° L.U. dan antara 9 8 ° - 9 9 ° B.T. Kawasan itu sangat luas dan sebagian besar terdiri hutan belukar dan sebagian kecil hutan produksi seperti kopi, cengkeh, pinus dan la- in-lain. Fauna dan Flora hidup di daerah itu seperti babi, sapi, kam-
bing, kerbau dan floranya seperti di atas.
Penduduknya sangat jarang jika dibandingkan dengan luas daerahnya, sebanyak 336.258 orang, Stratifikasi menurut jumlah pemeluk agama sebagai berikut :
Pertama, pemeluk agama Kristen Protestan sebanyak 173.409 orang;
Kedua, pemeluk agama Islam sebanyak 36.497 orang;
Ketiga, pemeluk agama Katolik sebanyak 25.510 orang;
Keempat, pemeluk agama Hindu sebanyak 290 orang ; Kelima, pemeluk agama Budha sebanyak 552 orang.
Mayoritas penduduk memeluk agama Kristen Protestan.
Sebagian' besar penduduk bertani, sebagian lainnya karyawan perke- bunan, pedagang dan sebagian kecil pegawai Negeri. Masih terdapat suku terasing yang hidup berpindah dari satu tempat ketempat lain- nya dengan membuka hutan untuk berladang sementara. Menurut keterangan seorang Kepala Desa, mereka semua sudah termasuk me- meluk agama Kristen Protestan karena waktu diadakan sensus sudah dimasukkan memeluk agama itu. Dengan kata lain dianggap sudah tidak ada suku-suku yang hidupnya masih terpencil.
2. Bidang Keagamaan.
a. Pemeluk Agama :
Di atas telah dicatat bahwa jumlah pemeluk agama sama dengan jumlah penduduk. Masing-masing pemeluk agama :
Islam 36.497 orang.
Kristen Protestan 173.409 „
Katolik Hindu Budha
b. Rohaniawan Agama : Islam :
Ulama Mubaligh Khotib
Guru Pengajian Guru Agama Honor P3 NTR
Jumlah Kristen Protestan :
Pendeta
Pembantu Pendeta Guru Injil
Penatua Bibel Brow
Jumlah Katolik :
Pastor Kepala Pastor
Calon Pastor Biarawan/ Biara wati Penatua
Jumlah Hindu :
Tidak diperoleh data-data.
Budha :
Tidak diperoleh data-data.
c. Tempat Peribadatan.
Islam : Mesjid
25.510 290 552
370 orang.
119 „ 126 „ 118 „ 40 „ 31 „ 804 orang.
81 orang.
448 „ 2.763 „ H „ 3.303 orang.
3 orang WNI dan 1 orang WNA.
1 orang WNI, 1 orang WNA.
6 orang WNI, 1 orang WNA.
365 orang WNI.
375 orang WNI, 3 orang WNA.
138 buah.
33
Musholla 15 ,, L anggar/Surau —
Jumlah Kristen Protestan : Gereja
Rumah Peribadatan Jumlah Katolik :
Gereja K apel/Stasi
153 buah.
453 buah.
87 „ 540 orang.
4 buah.
117 „ Jumlah 121 buah.
Hindu :
Pura — buah.
Kahyangan — „ Sanggar - „ Budha :
Vihara 1 buah.
Kaica — ,, Jumlah 1 buah.
d. Lembaga Pendidikan Agama.
Islam :
1). Madrasah Ibtidaiyah jumlah 21 buah, jumlah kias 6 buah, jum- lah murid 1571 orang dan jumlah guru 76 orang (2 orang guru honor dan 7 orang guru Negeri). Status sekolah swasta.
2). Madrasah Tsanawiyah 1 buah. Status swasta, PGA Kias 1, 2, 3, jumlah kias 7 buah, jumlah murid 388 orang dan jumlah guru 17
orang (7 orang guru honor dan 3 orang guru Negeri).
3). Madrasah Aliyah/PGA, Kias 4, 5, 6, jumlah sekolah 1 buah, status Negeri, kias 3 buah, jumlah murid 138 orang dan jumlah guru 13 orang, pegawai administrasi 5 orang dan 4 orang guru honor.
34
4). Jumlah Pesantren, tidak ada.
5). I.A.I., tidak ada.
6). Bustanul Athfal, tidak ada.
7). Perguruan Tinggi, tidak ada.
8). Diniyah Awalaiyah 1 buah, status swasta, kias 3 buah, murid 75 orang dan guru 1 orang dan 2 orang guru honor.
Kristen Protestan.
a. PGAK/P, tidak ada.
b. S.T. Theoligia, tidak ada.
c. SD HKBP l buah, status swasta, kias 6 buah, jumlah murid 210 orang dan jumlah guru 10 orang.
d. S.M.P. HKBP, 1 buah, status swasta, klass 7 - 3 , jumlah murid 311 orang dan jumlah guru 13 orang.
e. S.M.A. HKBP, 1 buah, status Swasta, kias 7 - 3 buah, jumlah mu- rid-murid 248 orang dan jumlah guru 17 orang.
Katolik.
a. PGA Katolik, tidak ada.
b. Noviciat, suster tidak ada.
c. Seminan Menengah, tidak ada.
d. Noviciat Broeder, tidak ada.
e. Seminari Tinggi, tidak ada.
f. Akademi Kataketik, tidak ada.
g. Ak. Pen. Katolik, tidak ada.
h. ST Filsafat, tidak ada.
i. STK Katolik, 1 buah, status swasta, kelas tidak ada, jumlah murid 19 orang dan jumlah guru 3 orang,
j . SD Katolik 2 buah, status swasta, kelas 3 buah, jumlah murid 403 orang dan jumlah guru 14 orang. Pegawai administrasi 2 orang.
Hindu tidak ada.
Budha : tidak ada.
e. Organisasi Keagamaan.
Islam :
1). Mejelis Ulama, Cabang 1 buah, didirikan 1963, kegiatan sebagai juru bicara umat Islam dan dipimpin oleh H.M. Maha. i
35
2). Guppi, Cabang 1 buah, Ranting 8 buah, didirikan 1978, Kegiatan dihidang perbaikan pendidikan dan dipimpin oleh H.M. Idris Pan- tiangan.
3). M.D.L, Cabang 1 buah, Ranting tidak ada, didirikan 1971, kegiatan- nya dihidang Dakwah Islam dan dipimpin oleh H.M. Maha.
4).P.P.T.I., Cabang 1 buah, Ranting tidak ada, didirikan 1971, kegi- atannya dihidang pengembangan Tarikat dipimpin oleh Dj. Qimbang.
Kristen Protestan, tidak diperoleh catatan data.
Katolik :
1). Legio Maria, kegiatannya di bidang pendalaman Al Kitab.
2)- Wanita Katolik, kegiatannya di bidang masalah keluarga.
3). Muda-mudi, kegiatannya di bidang pembinaan.
Hindu : tidak diperoleh data.
Budha : tidak diperoleh data.
f. Kegiatan Khusus Organisasi Keagamaan.
Islam :
1). Majelis Ulama yang beralamat di Jalan Ujung, frekwensinya kegi- atan sebagai juru bicara umat Islam bertambah, rata-rata pengun- jung bertambah dan dipimpin oleh H.M. Maha.
2). Guppi yang berkantor pada DPD Golkar kegiatannya dalam pem- binaan pendidikan Islam frekwensinya naik. Rata-rata pengunjung 100 orang. Dipimpin oleh H.M. Idris Pantiangan.
3).M.D.I. kegiatan khusus da'wah Islam dan frekwensinya tetap. Rata- rata pengunjung 125 orang.
4). P.P.T.I. kegiatan khusus pengembangan Tarekat, frekwensi kegiatan tetap. Rata-rata pengunjung 50 orang. Dipimpin oleh Dj. Limbonjj 5). Al Wasliyah kegiatan khusus usaha sosial dan pendidikan, frekwensi
kegiatan tetap. Rata-rata pengunjung 50 orang. Dipimpin oleh K.
Menak.
36
Kristen Protestan.
Kegiatan khusus mamen koor, frekwensi kegiatannya tetap. Pe- ngunjung rata-rata 30 orang. Dipimpin oleh Bibel Bow. Perhari Kamis diadakan paduan suara dipimpin oleh guru/penatua.
Katolik.
a). Kegiatan khusus Kegio Maria, mendalami isi Al Kitab frekwensi kegiatan tetap. Pengunjung rata-rata 35 orang, dipimpin oleh Suster.
b). Kegiatan khusus wanita Katolik yang beralamat tiap gereja, adalah keluarga bahagia. Frekwensinya tetap. Rata-rata pengunjung 25 orang dipimpin oleh Moderator.
c).Kegiatan khusus muda-mudi adalah olah raga, frekwensi tetap.
Rata-rata pengunjung 120 orang. Dipimpin oleh Pat or.
Hindu — Budha -
g. Aliran Tarikat dalam Islam ialah Naksabandiy ah.
3. Kehidupan Beragama.
a. Klasifikasi Kehidupan Beragama.
1). Keadaan jumlah di tempat-tempat peribadatan jika dibanding- kan dengan kapasitasnya bertambah.
2). Kegiatannya banyak dan bervariasi.
3). Suasana kehidupan beragama pada bulan-bulan/hari-hari suci meriah dan khidmat.
4). Perkembangan Lembaga-lembaga Pendidikan Agama meningkat dan bertambah.
5). Cara pelaksanaan Dakwah dan penyebaran agama bersifat lang- sung dan tidak langsung. Sasarannya khusus pemeluk ybs. Per- kembangan kegiatannya meningkat.
6). Kegiatan organisasi keagamaan meningkat.
b. Kerukunan Intern Umat Beragama.
1). Intern Umat Islam :
37
a). Suasana kerukunan hidup umat beragama Islam di Kabupaten Dairi pada umumnya baik dan positif. Sebagai hasil penga- matan di kota dan di pedesaan nampaknya aman dan tentram.
b). Tidak ada masalah-masalah serious yang perlu diselesaikan.
Masalah pemeliharaan babi dan anjing liar serta pemotongan dan pengangkutan daging terbuka, mereka dalam hati hanya mengharapkan penertiban dari Pemerintah.
c). Adanya Tarekat dalam Islam dianggap wajar.
2). Intern Umat Kristen Protestan :
a). Suasana kerukunan Umat Kristen Protestan mantap, dalam menghadapi berbagai sekte dan aliran sangat toleransi.
b). Kegiatan mamen koor, paduan suara muda-mudi mendekat- kan rasa persatuan generasi muda umatnya.
c). Bentuk dan sistim pendidikan KHBP memperkuat suku Batak.
3). Intern Umat Katolik :
a). Persatuan dan kesatuan umat Katolik kokoh kuat dalam wa- dah satu organisasi tunggal dan universal.
b. Kesetiaan dan keta'atan pejabatan agama yang lebih rendah kepada yang lebih tinggi (hierarchy) merupakan pembinaan yang terus menerus sehingga melahirkan kerukunan dan soli- daritas yang tinggi.
4). Intern Umat Hindu.
Tidak ada catatan data.
5). Intern Umat Budha.
Umat Budha terdiri dari bangsa Indonesia keturunan Cina sangat rukun dan rasa solidaritasnya tinggi terutama mengenai strategi perdagangan.
Kerukunan Antar Umat Beragama.
1)- Suasana kerukunan antar umat beragama baik dan positif dan tidak ada masalah antar pemeluk agama yang perlu dimusyawa- rahkan.
2). Situasi dan lokasi tempat peribadatan bervariasi dari berbagai agama dan berjauhan.
3).Ada kegiatan bersama antar umat beragama dibidang sosial ke- masyarakatan dan seni budaya/Olah raga.
4). Tidak pernah terjadi terganggunya kerukunan hidup/pergaulan /hubungan antar umat beragama.
d. Kerukunan Antar Umat Beragama dengan Pemerintah.
1). Para Pejabat Departemen Agama dan para pejabat Pemda/Instansi Vertikal pernah disampaikan penjelasan tentang pelaksanaan Ke- putusan Menteri Agama No. 70 & 77 Tahun 1978 serta Kepu- tusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 1979.
2). Pernah diadakan perte mu an/konsultasi antara Instansi Departe- men Agama, Laksusda, Pemda dan Pimpinan Lembaga-lembaga keagamaan.
3). Pertemuan tersebut di atas membicarakan peningkatan pemeli- haraan kerukunan hidup antar umat beragama, dan kerjasama dalam menunjang Pembangunan Daerah.
4). Hasil pertemuan itu positif dan memuaskan.
oo