Dalam kajian penelitian ini membahas Pandemi dan konsep Hifdz An-Nafs dalam menghadapinya menurut penafsiran tekstual studi atas tafsir ahkam. Sebagai objek formal penelitian ini berkaitan dengan tafsir tekstual, sedangkan objek materialnya adalah Tafsir Ahkam. Terkait objek formal penelitian, ditemukan berbagai tulisan, baik itu dari kitab, buku, jurnal, ataupun Tesis dari peneliti terdahulu yang membahas ataupun berkaitan dengan Hifdz An-Nafs dan Pandemi, dalam interpretasi tekstualis, di antaranya :
1. Desertasi yang berjudul “Budaya Kerja Madrasah Tsanawiyah Pada Masa Pandemi Covid 19 Di Kota Bandar Lampung”, yang ditulis oleh Mansur (Program Doktoral Universitas Islam Raden Intan Lampung).
Dalam hasil penelitiannya tersebut penulis menjelaskan tentang pentingnya memperhatikan kinerja dan prosedur kerja pada masa pandemi yang khusus penulis teliti di Madrasah Tsanawiyah Lampung. Selain itu, penulis juga menjelaskan tentang cara pencegahan dan pengobatan akibat virus covid 19.33 Penulis menilai desertasi tersebut walaupun membahas lebih dominan sesuai Prodinya
33 Mansur, Budaya Kerja Madrasah Tsanawiyah Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Bandar Lampung (Universitas Islam Raden Intan Bandar Lampung, 2022).
23
yaitu manajemen pendidikan, tetapi penting desertasi tersebut dijadikan bahan bacaan serta dilengkapi oleh penulis dalam penelitian Tesis ini, ditambahkan Konsep Hifdz Nafs dalam al-Qur’an yang relevan untuk dijadikan sarana atau acuan dalam menempuh proses pencegahan, pengobatan, dan kelancaran pekerjaan dimasa pancemi.
2. Tesis yang disusun oleh Eva Muzdalifah yang berjudul“Hifdz Nafs dalam Al-Qur’an,” Studi dalam tafsir Ibnu ‘Asyur (2019), Mengungkapkan bahwa salah satu ayat Hifdz An-Nafs adalah Al- Isra ayat 31, terkait larangan membunuh anak karena takut kemiskinan, dan penulis menjelaskan bahwa menurut ibnu ‘asyur ayat tersebut bersifat umum, dan sipenulis tidak menjelaskan relevansinya situasi dalam ayat tersebut dengan kondisi masa kini.34 Berbeda dengan penulis dalam penelitian ini, selain akan dijelaskan beberapa penafsiran selain ibnu ‘Asyur, maka akan di jelaskan juga relevansinya ayat-ayat yang dijelaskan dengan kondis terkini.
3. Artikel penelitian yang “Berjudul Living Qur'an Di Tengah Pandemi Covid-19 Dalam Pembelajaran Al-Quran Daring Perspektif Neurosain” yang ditulis oleh Rina Sarifah dan Suyadi pada Jurnal, (2021), memaparkan akibat dari adanya musibah pandemi terhadap efektifitas belajar mengajar Al-Qur’an, baik dimushola, TPA, maaupun majlis lainya, penulis hanya meamsukan penjelasan dengan data survei yang menunjukan living Al-Qur’an dalam belajar mengajar bukanlah masalah sehingga dimasa pandemi seharusnya tidak di daringkan, karena belajar Al-Qur’an harus bertalaqqi, walaupun memperhatiakan protokol kesehatan, penulis seakan
34 Eva Muzdalifah, ‘Hifdz Al-Nafs Dalam Al- Qur’an : Studi Dalam Tafsir Ibn 'Asyûr’, 2019, 87 <https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/48064/1/EVA MUZDALIFAH FUF.pdf>. Tesis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta., Diakses pada 23 Maret 2023 jam 09.13
24
keberatan dengan adanya peroses belajar mengajar dilakukan daring seperti beberapa tempat.35 Hal itu wajar-wajar saja asal didukung dengan alasan yang tepat, dan alangkah akan lebih baiknya jika dimasukan beberapa penafsiran terkait belajar mengajar Al-Qur’an ataupun hadits nabi, dan dalam penulisan penelitian ini, penulis akan menyajikan data survei pemerintah terkait kondis pandemi, tafsir ayat-ayat yang berkaitan dan solusi yang diajarkan Al-Qur’an.
4. Artikel penelitian berjudul “Wabah Pandemi dalam Perspektif Al- Qur’an” yang ditulis Uswatun Hasanah, Abdul Malik Ghazali, Ahmad Isnaeni, Pada Jurnal Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung, menjelaskan tentang pengertian wabah, tha’un dan istilah-istilah yang sama dengan pandemic, serta menjelaskan bagaimana sejarah wabah atau pandemic dimasa para nabi dan ummat terdahulu, disertai penjelasan dalam Al-Qur’an. Namun penulis tersebut tidak membahas bagaimana penjelasan menurut para mufassir selain Buya Hamka dan Quraiys Syihab terkait ayat-ayat pandemi, dan kurangnya penjelasan terkait sejarah pandemic serta solusi yang relevan untuk pandemic covid 19.36 Berbeda dengan penelitan ini, penulis akan memaparkan solusi yang sudah di laksanakan pemerintah, dan yang akan dilasanakan menurut kementrian kesehatan, serta akan di jelaskan juga solusi yang diberikan Al-Qur’an bagi manusa dalam kehidupan dimasa pandemi.
5. Artikel yang ditulis oleh Ivan Muhammad Agung, yang berjudul
“Memahami Pandemi COVID-19 dalam Perspektif Psikologi Sosial”
yang terbit pada Jurnal Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri
35 Rina Sarifah dan Suyadi Suyadi, Living Qur’an Di Tengah Pandemi Covid-19 Dalam Pembelajaran Al-Quran Daring Perspektif Neurosains, dalam Jurnal Pengabdian Al- Ikhlas, Vol 1, No. 2, 2021, h. 7.
36 Hasanah Dkk and, Wabah Pandemi Dalam Perspektif Al-Qur’an, dalam Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Vol 5, No. 3, 2021, h. 7.
25
Sultan Syarif Kasim Riau. Dalam jurnal tersebut penulis menjelaskan sudut pandang Ilmu Psikologi terhadap Pandemi, termasuk juga didalamnya dicantumkan pendapat pendapat yang dikemukakan oleh para ilmuan-ilmuan barat,37 dan pada penulisan Tesis ini penulis ingin lebih mengeksplor pandangan psikologi yang islami yang dikemukakan oleh ilmuan-ilmuan muslim baik dari para ulama melalui karya-karya nya ataupun melalui Tafsir al-Qur’an.
6. Artikel yang ditulis oleh Supriadi yang berjudul “Kebijakan Penanganan Covid-19 Dari Perspektif Hukum Profetik” yang terbit pada jurnal website fakultas hukum universitas tadulako palu. Jurnal ini adalah salahsatu jurnal yang memuat isi pembahasan pandemi dalam sudut pandang Hukum,38 dan penulis dalam Tesis ini ingin membedah dan melengkapi Jurnal tersebut dan jurnal-jurnal yang lainya untuk lebih Relevan dengan Tema dalam penulisan Tesis ini.
7. Artikel Riset dan Kajian Keislaman yang ditulis oleh Abdul Ghaffar Rozin (Rektor IPMAFA Pati) dkk, pada jurnal Intitut Pesantren Mathali‟ul Falah (IPMAFA) Pati, Jawa Tengah, menerangkan tentang keterkaitan antara keterkaitan Hifz An-Nafs sebagai implementasi dari undang-undang no 16 tahun 201939, dan penulis merasa bahwa ungkapan tersebut adalah kurang tepat, dan penulis daam penelitian ini ingin meluruskan, bahwa Undang-undang tersebut yang merupakan implementasi dari Hifdz An-Nafs.
37 Ivan Muhammad Agung, “Memahami Pandemi COVID-19 dalam Perspektif Psikologi Sosial”, dalam jurnal Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi, Vol. 1, No. 2, 2020., h. 5.
38 Supriyadi, Kebijakan Penanganan Covid-19 Dari Perspektif Hukum Profetik, Suloh Dalam Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 2020, h. 1,
39 Abdul Ghaffar Rozin, Jurnal Riset Dan Kajian Keislaman, ed. by Syamsul Ma‟arif dkk, 2020, h. 115.
26
8. Artikel yang berjudul “Implementasi Maqasid Syari’ah dalam Ikhtiar Memutus Mata Rantai Persebaran Covid-19 di Indonesia” Oleh Mahi M dkk. Pada jurnal tersebut dikemukakan bahwa Fatwa MUI adalah sebagai salahsatu pedoman dalam menjalankan aturan kegiatan ibadah selama pandemi40, menurut penulis fatwa MUI tidak harus hanya untuk prihal rutinitas ibadah, tetapi mencakup seluruh aktivitas dengan sudaut pandang kesehatan menurut al-Qur’an dan kemashlahatan kehidupan bersosial, dan penulis akan mencoba melengkapi kekurangan tersebut dalam penulisan Tesis ini.
9. Artikel berjudul “Peran Majelis Ulama Indonesia Dalam Mitigasi Pandemi Covid-19; Tinjauan Tindakan Sosial dan Dominasi Kekuasaan Max Weber”41 yang ditulis oleh Muhamad Agus Mushodiq dan Ali Imron pada Jurnal Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Jurnal tersebut berisi penjelasan yang dikolaborasikan bahwa MUI sebagai lembaga pemerintah yang fokus dibagian keagamaan dengan kesosialan, karena kegiatan keagamaan dominan dilakukan secara bersama-sama dimasayarakat, sehingga memotivasi penulisdalam penelitian ini untuk memperdalam pembahaan tersebut sebagai bahan pelengkap dalam penulisan tesis ini.
40 Mahi M. Hkikmat dkk, Implementasi Maqa>sid Syari>’ah Dalam Ikhtiar Memutus Mata Rantai Persebaran Covid-19 Di Indonesia, Dalam Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2020, h. 1–12.
41 Muhamad Agus Mushodiq dan Ali Imron, Peran Majelis Ulama Indonesia Dalam Mitigasi Pandemi Covid-19, dalam Tinjauan Tindakan Sosial Dan Dominasi Kekuasaan Max Weber)’, SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 2020, h. 1.
27
F. Metodologi Penelitian 1. Jenis Penelitian
Karena Penelitan ini bergantung pada data-data dari berbagai sumber literatur, baik itu kitab klasik, jurnal, buku, ataupun literaturyang lainnya, maka penelitian ini dikategorikan kedalam Library Research.42 Kemudian penelitian ini bersifat teoritis, karena objek ayat-ayat Al-Qur’an dan penafsirannya yang jadikan objek kajian pada penelitian ini.. Dengan demikian pula, penelitian ini digolongkan ke dalam katagori penelitian kualitatif, dengan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif baik itu berupa teks verbal maupun non- verbal.43
2. Sumber Data
Kemudian dilihat dari sumber data yang diambil, penelitian dikelompokan kepada dua katagori, yaitu : sumber data primer dan sekunder. Yang mana sumber data primer ini adalah kitab-kitab tafsir ahkam, seperti Tafsi>r Al-Ja>mi’Li Ahka>mi Al-Qur’a>n Al-Qurthubi, Tafsi>r Al-Muni>r Syaikh Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Mara>ghi>
Mustafa> Al-Mara>ghi>, yang bisa melengkapi dari sudut pandang kemasyarakatan, serta kitab sekunder yang khusus membahas tentang Maqashid Asy-Syari’ah, seperti Kitab Ahmad Ar-Raisu>ni, “Muha>dhara>t Fi> Maqa>shid Asy-Syari>’ah” Yu>suf Al-Qardla>wi>, “Awamil As-Syari>’ah’ah”
Al-Murunah Fi Asy-Syari’ah Al-Islamiyah”, Al-Muwaffaqa>t Ima>m As- Syathibi, Kitab karya Al-Qha>di Abdul Jabba>r, “Al-Mukhtasha>r Fi> Ushu>l Ad-Di>n, serta kitab yang menjelaskan Wabah ataupun Tha’un pada
42 Milya Sari, Natural Science Dalam Jurnal Penelitian Bidang IPA Dan Pendidikan IPA, 2020, h. 43.
43 Cecep Audah, Esoterisme Dalam Tafsir Al-’uts Aimīn, Dalam RepositoryIIQ, 2019, h. 19.
28
masa lampau Karya Ibnu Hajar, yaitu Kitab Badzlu>l Ma>’u>n Fi> Fadhli Tha>’U<n Ibnu Hajar al-Asqo>la>ni>, Adapun untuk data sekunder, penulis merujuk kepada beberapa kitab, buku, jurnal, disertasi dan karya ilmiah lainya yang berkaitan dengan pembahasan.
3. Teknik Pengumpulan Data
Pada penelitian ini, penulis fokus terhadap pengumpulan data dari dokumentasi karya tulis, seperti Tafsir, Kitab, dan karya akademik lainya yang dipandang relevan sesui dengan pembahasan tema penelitian ini.
4. Analisis Data
Dalam proses penelitian ini, penulis mengunakan Analisis Deskriptif yang mana didalamnya dibagi menjadi tiga unsur yang semuanya saling berkaitan satu sama lainnya, juga menjadi objek fokus pada kajian ini : Pertama, ayat-ayat yang berkaitan dengan tema pembahasan. Kedua, tokoh-tokoh Mufassir dan karya tafsir ahkamnya.
Ketiga, metode yang digunakan mufassir ketika menafsirkan ayat yang berkaitan dengan tema pembahasan.
Selanjutnya pada proses menganalisa data dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode yang bersifat interpretatif (interpretatif research) dengan cara mendalami karya-karya para tokoh yang dihasilkan dari hasil analisinya sesuai bidangnya. Kemudian penulis menempuh langkah-langkah tertentu untuk mengumpulkan data dalam rangka menyelesaikan penelitian ini,yaitu sebagai berikut :
a. Mengumpulkan dan menganalisis ayat-ayat ahkam yang ditatafsirkan secara tekstual yang berkaitan dengan temapembahasan, disertai problem-problem dan solusinya serta bukti relevansinya dengan masa sekaranag.
29
b. Mengumpulkan data-data ataupun informasi yang berkaitan dengan tema yang dibahas, baik itu dari Literatur kitab klasik, buku, jurnal, ataupun sumber lainya yang relevan dan dapat dipertanggung jawabkan.
5. Pendekatan
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan Maqashid Asy-Syari’ah, yang dipandang relevan dengan pembahasan. Hal tersebut dikarenakan analisis tafsir dalam penelitian ini menggunakan Tafsir Ahkan dan salah satu variabel peneitian inti yaitu Hifdz An-Nafs yang sangat erat kaitannya dengan Maqa>shid As-Syari>’ah