BAB I PENDAHULUAN
F. Kajian Pustaka
b. Display
Mengingat banyaknya data yang harus dianalisis dan untuk mengurangi tingkat kesulitan dalam pemaparan dan penegasan kesimpulan, maka perlu dibuat sketsa, matrik, atau grafik sehingga keseluruhan data dan bagian- bagian rincinya dapat dipetakan secara jelas.
c. Kesimpulan
Data yang telah dipolakan dan disusun secara sistematik, baik melalui penentuan tema maupun yang telah dibuat sketsa dan matriknya akan diambil kesimpulan sehingga makna data dapat ditemukan.
3. Teknik Penulisan Tesis
Adapun teknik penulisan tesis ini penulis mengacu pada buku pedoman penulisan Proposal, Tesis, Dan Disertasi yang diterbitkan oleh IIQ Press Jakarta tahun 2017 yang diterbitkan oleh Institut Ilmu Al-Qur‟an Jakarta.
KPR”.38 Tesis ini membahas tentang konsep kepemilikan rumah yang diterapkan dalan mekanisme murȃbahah pada bank syariah. Dimana didalamnya menguraikan tentang masalah yang terkait dengan akad murȃbahah, seperti dalam praktiknya apakah penerapannya akadnya sudah sesuai dengan hukum Islam dan fatwa DSN-MUI No. 04/DSN- MUI/IV/2000 tentang murâbaḥah.
Persamaan yang ditemukan dalam tesis ini adalah sama-sama membahas mengenai tentang akad murâbaḥah yang di dalamnya menguraikan apa pengertian akad murâbaḥah, landasan hukum, syarat dan rukun murâbaḥah, serta mekanisme operasional.
Sedangkan perbedaannya dapat ditemukan dalam fokus penelitian. Jika dalam tesis yang dibuat oleh Fithriyya Mawaddah yaitu lebih terfokus pada masalah-masalah mengenai bagaimana penerapan akad murâbaḥah dalam pembiayaan PPR. Namun pada tesis yang penulis teliti fokusnya terhadap imlpementasi fatwa yang terkait dengan akad murâbaḥah terutama fatwa tentang penyelesaian piutang murâbaḥah bagi nasabah yang tidak mampu membayar khususnya pada pembiayaan pemilikan rumah (PPR), dan menganalisa fatwa tersebut seperti sejarah munculnya fatwa, isi fatwa serta mekanisme murâbaḥah pada fatwa tersebut.
2. Dara Setianti Kania, dalam Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan Vol. 3 No. 3 Maret 2016: 235-248; dengan tema “Kesesuaian Mekanisme Pembiayaan murâbaḥah Produk PPR Menurut Fatwa DSN-MUI di Bank Jatim Syariah Surabaya Cabang Darmo”.39 Pada
38 Fithriyya Mawaddah, “Penerapan Akad Murabahah Dalam Pembiayaan KPR”, Tesis, (Jakarta: Pasca Sarjana Instiotut Ilmu Al-Qur‟an, 2015), Tidak diterbitkan (t.d)
39 Dara Setianti Kania, “Kesesuaian Mekanisme Pembiayaan Murabahah Produk KPR”, Dalam Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan Vol. 3 No. 3 Maret 2016.
jurnal ini penulis membahas lebih mendalam mengenai pengawasan dan penanganan pembiayaan bermasalah murâbaḥah pada produk PPR. Dari hasil evaluasi penelitian tersebut Pengawasan dan Penanganan Kolektibilitas Pembiayaan Murâbaḥah Produk PPR.
Menurut Fatwa DSN MUI di Bank Jatim Syariah bisa dilihat dari enam indikator yaitu, harga, denda, jaminan, penanganan pembiayaan murâbaḥah bermasalah dan pembiayaan macet. Dan hasilnya Bank Jatim Syariah telah sesuai dengan fatwa DSN MUI. Namun pada penetapan denda ada tidak sesuai dengan fatwa DSN MUI terkait besarnya jumlah denda yang berbeda tergantung dari besarnya angsuran.
Persamaan Tesis penulis dengan penelitian di atas, yakni sama- sama membahas mengenai penanganan pembiayaan murâbaḥah bermasalah pada fasilitas kepemilikan rumah. Perbedannya terletak pada pengawasan dan penanganan kolektibilitas pembiayaan murâbaḥah di Bank Jatim Syariah Surabaya Cabang Darmo sudah sesuai dengan fatwa DSN MUI atau tidak. Pengawasan disini meliputi persyaratan dan prosedur pembiayaan murâbaḥah dalam produk KPR.
Sedangkan penulis lebih terfokus pada imlpementasi fatwa yang terkait dengan akad murâbaḥah terutama fatwa tentang penyelesaian piutang murâbaḥah bagi nasabah yang tidak mampu membayar khususnya pada pembiayaan pemilikan rumah (PPR), dan menganalisa fatwa tersebut seperti sejarah munculnya fatwa, isi fatwa serta mekanisme murâbaḥah pada fatwa tersebut.
3. Tesis yang dibuat oleh Didi Suardi, Lc, MA., mahasiswa Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2016, dengan judul “Tinjauan Maqasid al-Shariah Terhadap Mekanisme Pembiayaan murâbaḥah
Pada Bank Syariah”.40 Tesis ini membahas tentang penerapan pembiayaan murâbaḥah pada bank syariah. Didalamnya menguraikan tentang masalah yang terkait dengan akad murȃbahah, seperti dalam praktiknya apakah penerapan akadnya sudah sesuai dengan Maqasid al-Syariah.
Persamaan yang ditemukan dalam tesis ini adalah sama-sama membahas mengenai tentang akad murȃbahah, yakni bagaimana penerapan akad murȃbahah di dunia perbankan.
Perbedaannya dapat ditemukan dalam fokus penelitian. Jika dalam tesis yang dibuat oleh Didi Suardi lebih terfokus pada masalah- masalah mengenai deskriftif nasabah dan penerapan pembiayaan murâbaḥah dengan menggunakan konsep maqasid syariah dengan mengaitkan poin ke-5 hifz al-din (menjaga agama). yang mana terjaga atau terlindungnya agama ini akan berkaitan erat dengan fikih muamalah dan hukum Islam. Namun pada tesis yang penulis teliti fokusnya terhadap imlpementasi fatwa yang terkait dengan penyelesaian piutang murâbaḥah bagi nasabah yang tidak mampu membayar khususnya pada pembiayaan pemilikan rumah (PPR) selain itu, penulis juga membahas tentang analisis fatwa seperti sejarah munculnya fatwa, isi fatwa, dan mekanisme murâbaḥah pada fatwa tersebut.
4. Azharsyah Ibrahim dan Arinal Rahmati dalam jurnal Iqtishadia kajian Ekonomi dan Bisnis Islam Volume 10 Nomor 1 2017 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh tahun 2017 dengan judul “Analisis Solutif Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah
40 Didi Suardi, “Tinjauan Maqasid al-syari’ah Terhadap Mekanisme Pembiayaan Murabahah Pada Bank Syariah”, Tesis, (Jakarta: Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2016), Tidak diterbitkan (t.d)
di Bank Syariah: Kajian Pada Produk Murâbaḥah di Bank Muamalat Indonesia Banda Aceh”.41 Pada jurnal ini penulis membahas lebih mendalam mengenai faktor-faktor penyebab terjadinya pembiayaan bermasalah di Bank Muamalat Indonesia (BMI) Banda Aceh dan kebijakan yang diambil untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Persamaan yang ditemukan dalam tesis ini ialah sama-sama membahas tentang penyelesaian pembiayaan bermasalah yang dilakukan oleh pihak bank pada produk murâbaḥah. Sedangkan perbedaannya dapat ditemukan dalam fokus penelitian. Jika dalam jurnal yang dibuat oleh Azharsyah Ibrahim dan Arinal Rahmati lebih terfokus pada faktor-faktor penyebab terjadinya pembiayaan bermasalah. Namun pada tesis yang penulis teliti fokusnya terhadap penerapan fatwa yang terkait dengan penyelesaian piutang murâbaḥah bagi nasabah yang tidak mampu membayar khususnya pada pembiayaan pemilikan rumah (PPR) selain itu, penulis juga membahas tentang analisis fatwa seperti sejarah munculnya fatwa, isi fatwa, dan mekanisme murâbaḥah pada fatwa yang diterapkan di perbankan syariah.
5. Tesis yang dibuat oleh Munadi Idris, mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar dengan judul “Implementasi Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) Syariah Studi Kasus Pada Griya Ar-Roya di Kota Makassar”.42 Tesis ini membahas tentang implementasi Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) Syariah pada Griya Ar-Roya.
41 Azharsyah Ibrahim dan Arinal Rahmati, “Analisis Solutif Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah di Bank Syariah: Kajian Pada Produk Murâbaḥah di Bank Muamalat Indonesia Banda Aceh”, Dalam Jurnal Iqtishadia Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam, Vol. 10 No. 1 2017.
42 Munadi Idris, “Implementasi Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) Syariah Studi Kasus Pada Griya Ar-Roya di Kota Makassar”, Tesis, (Jakarta: Pasca Sarjana UIN Alauddin Makassar, 2014), Tidak diterbitkan (t.d)
Adapun yang dijadikan objek penelitian Munadi Idris ialah developer non bank.
Persamaan yang ditemukan dalam tesis ini ialah sama-sama membahas tentang penerapan pembiayaan pemilikan rumah (PPR) syariah. Perbedaannya adalah objek atau tempat yang dijadikan penelitian. Jika dalam tesis yang dibuat oleh Munadi Idris lebih terfokus pada penerapan PPR Syariah yang diterapkan di developer non bank, selain itu akad juga berbeda. Akad yang diterapkan di developer non bank Griya Ar Roya Makassar menggunakan akad istishna‟. Namun fokus pada tesis yang penulis teliti fokusnya terhadap imlpementasi fatwa yang terkait dengan penyelesaian piutang murâbaḥah bagi nasabah yang tidak mampu membayar khususnya pada pembiayaan properti di BSM dan BNI syariah. Selain itu, penulis juga membahas tentang analisis fatwa seperti sejarah munculnya fatwa, isi fatwa, dan mekanisme murâbaḥah yang diterapkan di BSM dan BNI syariah.
6. Syafi‟i dan Agus Setiawan dalam jurnal Al-Tijary jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Volume 2 No. 1 2016 h. 17-24 dengan judul “Pemilihan Pembiayaan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) Dengan Akad Murâbaḥah h (Studi Kasus Di Bank Muamalat Tbk Cabang Pembantu Samarinda Seberang)”.43 Pada jurnal ini penulis membahas lebih mendalam mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi nasabah dalam pengambilan keputusan untuk memilih KPR iB Muamalat, Pada Bank Muamalat Tbk Cabang Pembantu Samarinda Seberang dalam produk pembiayaan kepemilikan rumah.
43 Syafi‟i dan Agus Setiawan, “Pemilihan Pembiayaan KPR dengan Akad Murâbaḥah (Studi Kasus di Bank Muamalat Tbk Cabang Pembantu Samarinda Seberang” Dalam Al-Tijary Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 2 No. 1 Desember 2016.
Persamaan yang ditemukan dalam tesis ini adalah sama-sama membahas tentang pembiayaan pemilikan rumah. sedangkan perbedaannya dapat ditemukan dalam fokus penelitian. Jika dalam tesis yang dibuat oleh syafi‟i dan Agus Setiawan lebih terfokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi nasabah dalam pengambilan keputusan untuk memilih KPR iB Muamalat pada produk pembiayaan kepemilikan rumah. Namun fokus pada tesis yang penulis teliti fokusnya terhadap imlpementasi fatwa yang terkait dengan penyelesaian piutang murâbaḥah bagi nasabah yang tidak mampu membayar khususnya pada pembiayaan pemilikan rumah (PPR) di BSM dan BNI syariah. Selain itu, penulis juga membahas tentang analisis fatwa seperti sejarah munculnya fatwa, isi fatwa, dan mekanisme murâbaḥah yang diterapkan di BSM dan BNI syariah.