• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Teori

Dalam dokumen MOTTO DAN PERSEMBAHAN (Halaman 46-52)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Kajian Teori

1. Teori Fungsional Struktural

Teori sosiologi yang tepat digunakan untuk membedah persoalan pendidikan adalah teori Fungsionalisme Struktural. Lahirnya Teori Fungsionalisme Struktural didorong oleh karya-karya klasik dari Emile Durkheim, sosiologi Prancis.

Menurut Durkheim, masyarakat merupakan keseluruhan organis yang memiliki realita tersendiri. Keseluruhan tersebut memiliki seperangkat kebutuhan tertentu yang harus dipenuhi oleh bagian-bagian yang menjadi anggotanya, agar dalam keadaan normal, tetap langgeng. Dalam teori fungsional dikatakan bahwa sistem pendidikan baru dan meluas sebagai akibat berubahnya kebutuhan fungsional. Pendidikan harus diperluas agar memberi kepada orang-orang latihan untuk berfungsi secara efektif dalam dunia pekerjaan. Dengan demikian, pendidikan diharuskan untuk selalu mengikuti perkembangan yang terjadi, baik dalam pembelajaran, kurikulum, alat serta dukungan publik, termasuk para pemangku kepentingan. Jika tidak

demikian, pendidikan akan berjalan lambat, sementara perubahan terjadi sangat cepat, sehingga pendidikan selalu ketinggalan dan tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi pada masyarakat.

Sistem pendidikan juga dilihat sebagai suatu struktur yang mengisi persyaratan fungsional. Sistem okupasional (penempatan jabatan) memerlukan sejumlah tenaga yang memiliki keterampilan yang sesuai, pengetahuan dan komitmen dasar pada pola prestasi. Pendidikan memberikan keterampilan dasar yang dibutuhkan untuk mengambil bagian secara berarti dalam kehidupan masyarakat dengan suatu dasar yang lebih sistematis.

Untuk mengantisipasi kemajuan yang ada dalam masyarakat, termasuk dunia pendidikan, teori fungsional mengemukakan seperangkat empat persyaratan fungsional yang harus dipenuhi oleh sistem sosial.

Keempat persyaratan itu dalam teori fungsional dikenal dengan bagan A-G- I-L yang merupakan singkatan dari Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Laten Pattern Maintenance.

Adaptation, menunjuk pada keharusan sistim sosial untuk menghadapi lingkungannya, dengan harus mengadakan penyesuaian diri terhadap tuntutan kenyataan yang keras dan tidak dapat diubah (inflexible) yang datang dari lingkungan.

Goal Attainment, yakni bahwa setiap tindakan itu diarahkan pada tujuan bersama para anggota dalam sistem sosial, bukan tujuan yang bersifat

pribadi. Untuk mencapai tujuan itu diharuskan adanya pengambilan keputusan yang berhubungan dengan prioritas dari sekian banyak tujuan.

Integration, merupakan persyaratan yang berhubungan dengan interelasi antara anggota dalam sistem sosial. Supaya sistem sosial berfungsi secara efektif sebagai suatu kesatuan harus ada solidaritas antara orang- orang yang ada didalamnya.

Pendidikan harus menyesuaikan tujuan dengan kemajuan teknologi dalam masyarakat. Dalam pendidikan harus dirumuskan tujuan yang jelas, yang menjadi tujuan bersama, sehingga membutuhkan hubungan yang kuat antara komponen dalam sistem pendidikan. Hal ini penting untuk mempertahankan nilai-nilai yang dianut bersama. Jika tidak ada keinginan untuk mempertahankan nilai-nilai itu, maka pendidikan dihadapkan pada situasi yang tidak menentu, akan terjadi kekacauan dalam pelaksanaan pendidikan. Untuk mempertahankan hal itu, dibutuhkan upaya untuk menjaga dan melaksanakan pendidikan dalam bentuk peraturan perundang- undangan yang berhubungan dengan pendidikan, termasuk kegiatan pembelajaran.

Guru harus selalu mengikuti setiap perubahan yang berkaitan dengan tugasnya. Kalau tidak demikian, maka proses belajar mengajar akan mengalami hambatan, yang akan berpengaruh pada pencapaian tujuan pendidikan. Demikian pula halnya dengan teori fungsional dengan empat langkah yang menjadi ciri teori fungsional, maka lembaga persekolahan saat ini menghadapi kenyataan yang tidak dapat diubah atau dikendalikan sesuai

keinginan, yakni kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang amat pesat. Lembaga persekolahan sebagai sistem sosial mau atau tidak mau, jika ingin bertahan, harus menyesuaikan diri dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu komponen yang bertanggung jawab dalam sistem pendidikan, adalah guru.

Guru memiliki tanggung jawab yang amat menentukan kelangsungan pendidikan. Oleh karenanya, guru harus memiliki kompetensi agar dapat beradaptasi dengan kemajuan. Jika tidak, maka pendidikan tidak akan mampu menghadapi gelombang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang amat cepat. Selain itu guru harus sadar tentang tujuan pendidikan dan pembelajaran yang ada dalam tanggung jawabnya.

2. Gillin-Gillin “Revolusi Sosial”

Teori sosiologi yang tepat digunakan untuk membedah persoalan perubahan sosial adalah teori revolusi sosial. Lahirnya Teori Revolusi Sosial didorong oleh Revolusi industri yang terjadi di Pancis.

Menurut Gillin-Gillin, menafsirkan perubahan sosial sebagai cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan dalam geografi, materi, budaya, komposisi penduduk, ideologi dan karena difusi dan penemuan baru dalam masyarakat. Revolusi merupakan sebuah perubahan dari sosial maupun budaya yang berlangsung secara cepat dan memiliki nilai utama dari dasar kehidupan masyarakat. Dalam revolusi, perubahan dapat direncanakan atau tidak direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tampa kekerasan ataupun melalui kekerasan. Ukuran dari perubahan

kecepatan relatif sebenarnya karena revolusi juga dapat memakan waktu yang lama. Misalnya, revolusi industri yang membutuhkan waktu puluhan tahun, tetapi dianggap cepat karena dapat mengubah sistem pokok kehidupan seperti dengan masyarakat dan hubungan antara pekerja dan pengusaha yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Revolusi membutuhkan upaya untuk memecah, memecah, dan pembangunan sistem lama ke sistem baru sepenuhnya. Revolusi selalu dikaitkan dengan dialektika, romantika, logika, menjebol dan membangun.

Dialektika revolusi mengatakan bahwa revolusi adalah upaya untuk mengubah kepentingan rakyat yang didukung oleh berbagai faktor, bukan hanya pemimpin tetapi juga dari semua unsur materi dan perjuangan mereka. Logika revolusi adalah bagaimana revolusi dapat dilakukan berdasarkan perhitungan yang ditetapkan, bahwa revolusi tidak bisa dipercepat ia akan datang pada waktunya. Kader revolusi harus dibangun dengan kesadaran kelas dan kondisi nyata.

Adapun beberapa macan revolusi sebagai berikut:

Revolusi perubahan cepat (Revolusi). Perubahan cepat atau revolusi adalah bentuk perubahan sosial yang terjadi dalam waktu singkat dan berupa perubahan besar yang berdiri secara tunggal. Revolusi umumnya menimbulkan adanya konflik sosial karena sebagian masyarakat tidak menerima beberapa aspek pada perubahan-perubahan yang ada. Contoh dari bentuk-bentuk perubahan sosial ini pernah terjadi dalam fenomena revolusi industri pada abad pertengahan, revolusi kemerdekaan Indonesia, dan

peristiwa reformasi. Selain berdasarkan kecepatan berlangsungnya, bentuk- bentuk perubahan sosial juga dapat dibedakan berdasarkan ukuran perubahan yang ditimbulkan. Berdasarkan aspek ini, perubahan sosial dibedakan menjadi perubahan kecil dan perubahan besar.

Revolusi perubahan kecil. Perubahan kecil adalah bentuk perubahan sosial yang tidak membawa dampak yang langsung dan berarti bagi masyarakat. Kendati begitu, perubahan kecil biasanya terjadi secara berkesinambungan dan cepat. Contoh bentuk-bentuk perubahan sosial ini misalnya perubahan gaya rambut terbaru, model pakaian, desain rumah, dan struktur kehidupan kecil lainnya.

Revolusi Perubahan Besar. Perubahan besar adalah bentuk perubahan sosial yang membawa dampak langsung dan berarti bagi masyarakat karena menyentuh berbagai aspek kehidupan seperti sistem kerja, hubungan sosial, stratifikasi masyarakat, atau sistem kerja. Contoh perubahan besar misalnya terjadi pada fenomena industrialisasi yang dialami setiap negara.

Industrialisasi mendorong perubahan besar pada berbagai aspek kehidupan.

Contohnya dalam hubungan sosial. Bila kita lihat, masyarakat agraris umumnya memiliki ikatan antar sesama dalam sebuah kebersamaan.

Sementara masyarakat industri, hubungan sosial tidak ubahnya seperti hubungan dagang yang selalu mempertimbangkan untung rugi.

Realitas yang penting diperhatikan dalam teori revolusi adalah perubahan yang diakibatkan oleh Pandemi. Pandemi bukan hanya mempengaruhi sistem struktural Indonesia tetapi juga mempengaruhi sistem

pendidikan, dan budaya dan masyarakat belahan dunia secara cepat dan meluas dengan jumlah yang besar.

Dalam dokumen MOTTO DAN PERSEMBAHAN (Halaman 46-52)

Dokumen terkait