HASIL INVENTARISASI GAS RUMAH KACA NASIONAL
A. Kategori Sumber Emisi GRK dari Sektor Energi
Gambar 3-5. Sumber Emisi GRK Dari Sektor Energi 1. Pembakaran Bahan Bakar
Emisi GRK yang berasal dari pembakaran bahan bakar termasuk emisi yang dihasilkan oleh industri energi, manufaktur, industri (tidak termasuk konstruksi), transportasi, dan sumber-sumber lainnya seperti rumah tangga, komersial, dan ACM (Agriculture, Construction, and Mining), sebagaimana Gambar 3-6. Pembakaran bahan bakar dari konstruksi tercakup di dalam sub sektor ACM (1A4 Other Sources). Pada sub sektor ACM untuk pelaporan ini masih belum dapat dilakukan disagregasi data untuk masing-masing komponen sub sektor tersebut, dan menjadi bagian dari rencana perbaikan jangka panjang.
Gambar 3-6. Sub Kategori Sumber Emisi GRK Dari Kategori Pembakaran Bahan Bakar
Pembakaran Bahan Bakar di Industri Energi
Emisi GRK dari kategori ini mencakup semua emisi yang dihasilkan selama pembakaran bahan bakar pada produksi listrik dan panas, industri minyak bumi, dan manufaktur bahan bakar padat. Produksi listrik termasuk listrik yang dihasilkan oleh PLN, pembangkit listrik mandiri, dan pembangkit listrik swasta. Emisi GRK yang berasal dari produksi panas dan gabungan panas dan listrik, dimana biasanya terjadi di industri, sudah dihitung sebagai emisi GRK dari pembakaran bahan bakar pada industri manufaktur.
Industri minyak bumi mencakup industri hulu migas, penyulingan minyak, produksi LNG dan LPG.
Energy
1A. Fuel Combus on
1B. Fugi ve emissions from fuels produc on 1C. CO2 Transport and Storage (related to CCS)
1A1EnergyIndustry
1A2ManufacturingIndustryandConstruc on 1A3Transporta on
1A4OtherSources:residen al,commerce,ACM FuelCombus on
Gambar 3-7. Cakupan Sumber Emisi GRK Dari Pembakaran Bahan Bakar Di Industri Energi
Pembakaran Bahan Bakar di Industri Manufaktur
Industri manufaktur mencakup semua jenis industri yang diketahui menggunakan pembakaran bahan bakar sebagai sumber energinya. Sebetulnya hampir semua industri masuk di dalam kategori ini. Di Indonesia, data konsumsi bahan bakar industri dikumpulkan dari data penjualan bahan bakar ke industri-industri tersebut, dimana merupakan data agregat. Emisi GRK dari pembakaran bahan bakar di industri manufaktur dihitung dari agregat data konsumsi bahan bakar tersebut. Hal yang perlu menjadi catatan adalah emisi GRK dan pembakaran bahan bakar pada pertambangan mineral dimasukkan ke dalam kategori ini. Bagaimanapun, GRK dari pembakaran bahan bakar pada kegiatan pertambangan bahan bakar yang tercakup dalam ACM akan dijelaskan pada sub-bab selanjutnya.
Gambar 3-8. Sumber Emisi GRK Dari Pembakaran Bahan Bakar Pada Industri Manufaktur
Perbaikan/improvement signifikan yang dilakukan pada perhitungan emisi sektor energi yang dilaporkan pada laporan ini adalah disagregasi data pembakaran bahan bakar pada industri manufaktur (Kategori 1A2). Pada laporan-laporan sebelumnya emisi sektor energi hanya dibitung berdasarkan penggunaan energi di industri secara agregat. Pada laporan ini, emisi dilaporkan penggunaan energi pada industri:
FuelCombus onin EnergyIndustry/
Producers
1A1ai ElectricityGenera on(PLN,IPP,Cap ve) 1A1aii CombinedHeat&Power(CHP)
1A1aiii HeatPlant
1A1aElectricityandHeatProduc on
1A1bOilandGasIndustry(upstreamproduc on,oil refining,LNGliquefac on,LPGproduc on) 1A1cManufactureofSolidFuels
1A1aElectricityand HeatProduc on
ManufacturingIndustry andConstruc on
1A2aIron&Steel 1A2bNon‐FerrousMetals 1A2cChemicals
1A2dPulp,PaperandPrint
1A2eFoodProcessing,BeverageandTobacco 1A2f Non‐MetallicMinerals
1A2gTransportEquipment 1A2hMachinery
1A2i Mining(excludingfuels)andQuarrying 1A2j WoodandWoodProducts
1A2kConstruc on 1A2l Tex leandLeather 1A2mNon‐SpecifiedIndustry
1) Besi dan baja (1A2a),
2) Industri kimia : ammonium fertilizer, EDC/VCM, carbide, Ethylene oxide, and others (1A2c)
3) Industri pulp, paper dan print (1A2d)
4) Industri Food Processing, Beverages, and Tobacco (1A2e) 5) Industri Non-metallic mineral : cement, ceramic dan glass (1A2f)
6) Industri lainnya selain 5 subkategori di atas : Non-specified industry (1A2m), dimana data aktifitas yang digunakan adalah berdasarkan penggunaan energi yang dilaporkan oleh industri pada level pabrik kepada Kementerian Perindustrian.
Pembakaran Bahan Bakar Sektor Transportasi
Menurut panduan IPCC 2006 emisi dari sektor transportasi mencakup emisi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar penerbangan sipil, transportasi darat, kereta api, navigasi air, dan transportasi lainnya (jalur pipa dan off road). Emisi yang dilaporkan pada inventarisasi kali ini menggunakan data konsumsi bahan bakar agregat. Data konsumsi untuk sektor transportasi dikelompokkan sesuai jenis bahan bakar. Sebagai contoh avgas dan avtur hanya digunakan pada penerbangan sipil, maka emisi dari penerbangan sipil dapat dihitung dari data konsumsi avgas dan avtur. Namun perhitungan emisi tersebut tidak dapat dibedakan antara penerbangan domestik dan internasional karena data konsumsi yang ada merupakan data agregat keduanya. Semua jenis bensin (RON 88, RON 92, RON 95, Bio-RON 88, dan Bio-RON 92) hanya digunakan untuk transportasi darat (mobil dan motor). Untuk bahan bakar seperti gas dan solar, perhitungan emisi GRK tidak dapat dibedakan berdasarkan jenis transportasi karena data konsumsi solar merupakan data agregat. Bahan bakar solar termasuk diesel 51, ADO/HSD, IDO, MFO, dan Bio-solar. Transportasi bahan bakar melalui jalur pipa seperti minyak dan gas serta transfer material industri sudah termasuk dalam industri terkait.
Gambar 3-9. Cakupan Sumber Emisi GRK Dari Pembakaran Bakar Sektor Transportasi
Pada subsektor transportasi, improvement signifikan yang dilakukan pada perhitungan emisi yang dilaporkan pada laporan ini adalah disagregasi data pembakaran bahan bakar pada transportasi (Kategori 1A3), dimana pada laporan-laporan sebelumnya hanya menyajikan emisi dari penggunaan energi pada transportasi secara agregat. Pada laporan ini telah dapat dilaporkan disagregasi emisi dari penggunaan energi pada:
1A3Transport
1A3aCivilAvia on 1A3bRoadTransport 1A3cRailways
1A3dWater‐borneNaviga on 1A3eOtherTransport
1) Emisi GRK pada Civil Aviation (1A3a)
2) Emisi GRK pada Land transportation (yang terdiri dari Road Transportation (1A3b) dan Kereta api (1A3c). Perlu dicatat bahwa data pembakaran bahan bakar pada transportasi darat belum dapat dipisahkan antara transportasi jalan raya dan kereta api.
3) Emisi GRK pada Water Borne Navigation (1A3d).
Sementara kategori Other/non-specified (1A3e) merujuk pada subsector yang tidak termasuk ke dalam kategori yang telah disebutkan sebelumnya (1A3a-d), seperti pembakaran bahan bakar pada agriculture, construction, dan mining (ACM). Pada pelaporan ini, belum dapat dipisahkan perhitungan emisi pada ACM karena keterbatasan ketersediaan data yang dapat merinci penggunaan bahan bakar untuk ketiga subsector tersebut (ACM). Untuk mendisagregasi data ACM dibutuhkan kegiatan survey yang sangat kompleks dan besar yang mempunyai konsekuensi kebutuhan anggaran dan sumberdaya manusia yang besar, sementara nilai emisi GRK yang dihasilkan dari ACM relative rendah.
Pembakaran Bahan Bakar Sektor Lainnya
Emisi GRK dari kategori ini mencakup pembakaran bahan bakar yang dihasilkan di perumahan, komersial, dan ACM (Agriculture, Construction, and Mining). Emisi GRK dari perumahan dan komersial dihasilkan dari pembakaran bahan bakar LPG, gas pipa, dan minyak tanah. Emisi GRK dari ACM tidak dapat dibedakan sesuai dengan sub sektor, yaitu pertanian (termasuk perikanan), konstruksi, dan tambang, tapi dapat dibedakan berdasarkan jenis bahan bakar. Bensin, ADO, dan minyak tanah digunakan pada peralatan bergerak di kegiatan pertanian termasuk perikanan. Minyak bakar digunakan pada aktivitas perikanan. ADO dan IDO digunakan di sub sektor tambang dan konstruksi.
2. Emisi Fugitif dari Produksi Bahan Bakar
Emisi fugitive dari produksi bahan bakar hanya termasuk gas CH4 yang dihasilkan dari fasilitas produksi migas (hulu), penyulingan dan proses, dan distribusi. Semua pertambangan batu bara Indonesia merupakan tambang terbuka (permukaan), oleh karena itu emisi fugitive dari pertambangan batu bara hanya mencakup emisi selama kegiatan pertambangan.
Gambar 3-10. Cakupan Emisi Fugitive Dari Produksi Bahan Bakar
1B Fugi ve emissions
1B1 Solid Fuels
1B2 Oil and Nat. Gas
1B3 Other emissions from energy produc on
1B1a Coal Mining and Handling 1B1b Spontaneous combus on
1B2a Oil 1B2b Nat. gas
1B2ai Ven ng 1B2aii Flaring 1B2aiii All other
1B1ai Underground mines 1B2aii Surface mines 1B2aiii All other
1B2bi Ven ng 1B2bii Flaring 1B2biii All other
1B1a Coal Mining and Handling
1B1aii1 Mining 1B2aii2 Post Mining