• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kawasan Teknologi Pendidikan

BAB II KAJIAN TEORI

D. Gaya Belajar

2. Kawasan Teknologi Pendidikan

Teknologi pembelajaran berupaya untuk merancang, mengembangkan, dan mamanfaatkan aneka sumber belajar sehingga dapat memudahkan atau mmfasilitasi seseorang untuk belajar dimana saja, kapan

saja, oleh siapa saja dan dengan cara dan sumber belaar yang sesuai dengan kebutuhannya.

Berdasarkan defisini AECT 1994, terdapat lima bidang garapan teknologi pendidikan, yaitu :

a. Kawasan Desain

Kawasan desain merupakan suatu perancangan yang mencakup penerapan teori, prinsip, dan prosedur dalam melaksanakan perencanaan atau mendesain suatu program atau kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara sistemis dan sistematis. E-modul yang dikembangkan melalui tahap ini yang merupakan proses untuk menentukan kondisi belajar dengan tujuan untuk mengembangkan e- modul ini.

b. Kawasan pengembangan

Setelah melalui tahap desain, tahapan selanjutya adalah pengembangan. Kawasan pengembangan berorientasi pada produksi suatu produk salah satunya e-modul pembelajaran. Berdasarkan kawasan pengembangan, e-modul termasuk pada teknologi berbasis komputer karena menampilkan materi dan informasi kepada mahasiswa melalui tayangan dilayar monitor.

E-modul ini digunakan sebagai sumber belajar yang memungkinkan mahasiswa dapat belajar secara mandiri dalam memahami materi perkuliahan dengan menampilkan beberapa operasi

dengan cara yang tepat, mengkombinasikan warna, animasi, suara dan video.

c. Kawasan Pemanfaatan

Pemanfaatan merupakan tindakan menggunakan metode dan model instruksional, bahan dan peralatan media untuk meningkatkan suasana pembelajaran yang meliputi pemanfaatan media, difusi inovasi, implmentasi dan pelembagaan, kebijakan dan regulasi.

d. Kawasan Pengelolaan

Menurut Seels & Richey pengelolaan meliputi pengendalian teknologi pembelajaran melalui perencanaan, pengorganisaian, pengkoordinasian, dan supervisi. Kawasan ini meluputi pengelolaan proyek, pengelolaan sumber, pengelolaan sistem penyampaian, dan pengelolaan informasi.

e. Kawasan Penilaian

Penilaian merupakan suatu kegiatan untuk mengkaji atau memperbaiki suatu produk. Perbaikan dilakukan bedasarkan masukan atau informasi yang diterima. Kawasan ini adalah proses penentuan memadai tidaknya pembelajaran dan belajar yang mencakup analisis masalah, pengukuran acuan patokan, penilaian formatif, dan penilaian sumatif. Pada penilaian ini e-modul yang dikembangkan akan melalui tahap validasi oleh empat orang validator untuk menilai apakah e- modul ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran.

3. Kompetensi Sarjana Teknologi Pendidikan

Miarso (2011:14) mengatakan bahwa kompetensi adalah kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas, sedangkan tugas diartikan sebagai kegiatan nyata yang dilakukan sebagai kegiatan nyata yang dilakukan sesuai dengan fungsi dalam bidang yang bersangkutan.

Deskripsi kompetensi ini dapat dilakukan dengan memakai dua pendekatan, pendekatan pertama adalah dengan bertolak dari kebutuhan nyata yang sudah ada, dan pendekatan kedua adalah bertolak dari analisis teoritis atau empiris. Dengan menggunakan pendekatan kebutuhan kita dapat mengetahui dari ilustrasi dan pernyataan yang telah diungkapkan pada bagian yang telah terdahulu bahwa diperlukan tenaga dalam bidang : a. Pengembangan program pembelajaran, baik pada tingkat sistem,

seperti sistem SMP terbuka, SD pamong, SD kecil, dan lain-lain, atau pada tingkat komponen sistem, seperti laboraturium bahasa, laboraturium microteaching, pusat sumber belajar dan lain-lain, maupun pada tingkat pembelajaran untuk penggunaan di kelas, (kelompok pendidikan formal), penggunaan di kelompok belajar, luar sekolah, dan penggunaan secara mandiri.

b. Pengembangan produk untuk keperluan belajar dan pembelajaran yang terutama bertanggung jawab dalam keseluruhan aspek produksi media pendidikan, dan mengembangkan teknik-teknik tertentu dalam memanfaatkan berbagai sumber belajar untuk keperluan anak didik.

Termasuk dalam kelompok ini penulis modul, penulis cerita dan

skenario untuk media (radio, film televisi, slides dan lain-lain), sutradara, produser, editor, tutor, monitor, fasilitator dan lain-lain.

c. Pengelolaan media dan alat, yang bertanggung jawab untuk melayani keperluan guru atau anak-anak didik akan sumber belajar yang diperlukan. Termasuk dalam tanggung jawab merawat peralatan dan media, mengoperasikan dan memperbaiki peralatan, menyimpan dan mengambil kembali (storage and retrieval) serta mendistribusikan kepada mereka yang memerlukan.

d. Penyebaran konsep dan pemanfaatan teknologi pendidikan.

Diharapkan semua calon guru, guru, dan tenaga kependidikan lain juga memahami konsep dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Oleh karena itu diperlukan tenaga pengajar dalam bidang teknologi pendidikan untuk sekolah-sekolah pendidikan guru dan tenaga kependidikan.

G. Mata Kuliah Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan

1. Pengertian Mata Kuliah Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan

Menurut Lenzen (dalam Mudyahardjo, 2012:9) mengemukakan bahwa ilmu pendidikan merupakan sebuah sistem pengetahuan tentang pendidikan yang diperoleh melalui riset. Pengetahuan yang dihasilkan oleh riset tersebut disajikan dalam bentuk konsep-konsep pendidikan.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta

didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak muia serta keterampilan yang diperlukan dirinya.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan pendidikan adalah sistem pengetahuan tentang pendidikan yang diwujudkan melalui suasana belajar, proses pembelajaran dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Mata kuliah Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan merupakan mata kuliah dasar kepedidikan (MKDK) dari keseluruhan kurikulum pendidikan tenaga kependidikan. Mata kuliah ini memberikan bahasan tentang pendidikan (Ilmu Pendidikan Teoritis). Materi yang disajikan meliputi hakikat ilmu pendidikan, pentingnya ilmu pendidikan, landasan dan asas pendidikan, pemikiran-pemikiran tentang ilmu pendidikan, pilar pendidikan, pendidikan sebagai suatu sistem, penyelenggaraan pendidikan nasional dan praktik-praktik pendidikan diberbagai negara.

Setelah mengikuti perkuliahan mata kuliah Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan tentang hakikat ilmu pendidikan, pentingnya ilmu pendidikan, landasan dan asas pendidikan, pemikiran-pemikiran tentang ilmu pendidikan, pilar pendidikan, pendidikan sebagai suatu sistem, penyelenggaraan pendidikan nasional dan praktik-praktik pendidikan diberbagai negara dan mampu mengaplikasikannya baik untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk pendidikan yang lebih lanjut.

2. Tujuan Mahasiswa Mempelajari Mata Kuliah Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan

Tujuan mahasiswa untuk mempelajari mata kuliah Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan adalah untuk memahami tentang hakikat pendidikan.

Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu menguasai semua materi yang telah dipelajari selama perkuliahan, dan dapat menerapkannya dalam praktek lapangan kependidikan.

3. Kedudukan Mata Kuliah Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan dalam Kurikulum Kependidikan

Dalam peraturan Akademik Universitas Negeri Padang (2015: 27) pengelompokan mata kuliah untuk bidang kependidikan digolongkan ke dalam 4 komponen, yaitu :

a. Kelompok Mata Kuliah Umum (MKU).

b. Kelompok Mata Kuliah Dasar Kependidikan (MKDK).

c. Kelompok Mata Kuliah Bidang Keahlian (MKBK).

d. Kelompok Mata Kuliah Keterampilan Proses Pembelajaran (MKKPP).

e. Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Pendidikan (MKPP).

H. Keterkaitan E-modul dengan Mata Kuliah Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan.

E-modul merupakan salah satu sumber belajar yang mempunyai kekuatan yang lebih dalam membidik penerima pesan. Penggunaan e-modul dapat melengkapi tujuan, materi, metode dan alat penilaian yang ada dalam

proses belajar mengajar. e-modul ini dikombinasi antara teks, suara, gambar, animasi dan video yang disampaikan dalam bentuk yang menarik dengan komputer secara digital. Sehingga penyampaian informasi dapat dengan mudah dipahami oleh penerima pesan.

Materi mata kuliah Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan yang dikembangkan dalam bentuk e-modul dibagi menjadi sebelas chapter diantaranya :

1. Hakekat manusia 2. Hakekat pendidikan

3. Landasan pendidikan dan azas-azas pendidikan 4. Pilar-pilar pendidikan

5. Pendidikan sebagai suatu sistem

6. Penyelenggaraan sistem pendidikan nasional 7. Pemikiran tentang pendidikan

8. Tokoh pendidikan yang berpengaruh di luar dan dalam negeri 9. Permasalahan pokok pendidikan di Indonesia

10. Upaya penanggulangan masalah pendidikan 11. Pendidikan di Era Globalisasi

Salah satu software yang dapat digunakan dalam membuat e-modul adalah dengan menggunakan software Kvisoft Flipbook Maker Pro karena dengan software tersebut dapat mengemas materi pelajaran dengan secara lebih menarik dengan menampilkan teks, gambar, animasi, video dan mudah untuk digunakan.

I. Validitas, Praktikalitas, dan Efektifitas

1. Validitas

Menurut Arikunto (2008:65-66) secara garis besar ada 2 (dua) macam validitas, yaitu :

a. Validitas Logis

Isitilah “validitas logis” mengandung kata “logis” berasal dari kata “logika”, yang berarti penalaran. Dengan makna demikian maka validitas logis untuk sebuah instrumen evaluasi menunjuk pada kondisi bagi sebuah instrumen yang memenuhi persyaratan valid berdasarkan hasil penalaran. Kondisi valid tersebut dipandang terpenuhi karena instrumen yang bersangkutan sudah dirancang secara baik, mengikuti teori dan ketentuan yang ada. Berdasarkan penjelasan tersebut maka instrumen yang sudah disusun berdasarkan teori penyusunan instrumen, secara logis sudah valid.

b. Validitas Empiris

Istilah “validitas empiris” memuat kata “empiris” yang artinya “pengalaman”. Sebuah instrumen dapat dikatakan memiliki validitas empiris apabila sudah diuji dari pengalaman. Validitas empiris tidak dapat diperoleh hanya dengan menyusun instrumen berdasarkan ketentuan seperti halnya validitas logis, tetapi harus dibuktikan melalui pengalaman.

Walker dan Hess (dalam Arsyad, 2013:219-220) memberikan kriteria dalam meriview perangkat lunak media pembelajaran yang berdasarkan kepada kualitas.

a. Kualitas isi dan tujuan 1) Ketepatan.

2) Kepentingan.

3) Kelengkapan.

4) Keseimbangan.

5) Minat/perhatian.

6) Keadilan.

7) Kesesuaian dengan situasi siswa.

b. Kualitas instruksional

1) Memberikan kesempatan belajar.

2) Memberikan bantuan untuk belajar.

3) Kualitas memotivasi.

4) Fleksibilitas instruksionalnya.

5) Hubungan dengan program pembelajaran lainnya.

6) Kualitas sosial interaksi instruksionalnya.

7) Kualitas tes dan penilaiannya.

8) Dapat memberi dampak bagi siswa.

9) Dapat membawa dampak bagi guru dan pembelajarannya.

c. Kualitas teknis 1) Keterbacaan 2) Mudah digunakan.

3) Kualitas tampilan/tayangan 4) Kualitas penanganan jawaban.

5) Kualitas pengelolaan programnya.

6) Kualitas pendokumentasiannya

Berdasarkan pendapat di atas, penelitian ini menggunakan validitas empiris untuk membuktikan validitas pengembangan produk penelitian.

Hal ini dibuktikan dengan cara validator ahli materi dan validator ahli

media dengan memberikan penilaian melalui instrumen evaluasi dengan melihatkan secara langsung bentuk fisik dari produk.

Aspek-aspek pertimbangan untuk menguji validitas produk dalam penelitian pengembangan ini yaitu :

(1) Aspek materi yang terdiri dari isi dan tujuan, penyajian materi, kualitas instruksional dan evaluasi.

(2) Aspek media yang terdiri dari tampilan, keterbacaan, kemudahan penggunaan dan evaluasi.

(3) Terdapat kesesuaian e-modul yang dikembangkan dengan KI, KD, dan indikator dengan materi.

(4) Desain multimedia interaktif yang dikembangkan menarik (5) Terdapat daya dukung dalam e-modul sebagai media belajar.

2. Praktikalitas

Menurut Sukardi (2012: 52) mengemukakan pertimbangan praktikalitas dapat dilihat dari aspek-aspek berikut :

a. Memiliki kemudahan administrasi yang di dalamnya mengandung unsur mudah diatur, disimpan dan digunakan sewaktu-waktu secara mudah.

b. Waktu yang diperlukan untuk proses administrasi sebaiknya singkat, cepat dan tepat.

c. Mudah diinterpretasi oleh guru ahli maupun guru lain.

d. Memiliki ekivalensi sama sehingga bisa digunakan sebagai pengganti atau variasi.

e. Memiliki karakteristik biaya yang murah dan dapat dijangkau oleh guru atau sekolah yang hendak akan menggunakannya.

Pertimbangan untuk menguji praktikalitas produk dalam penelitian pengembangan ini adalah aspek kepraktisan dengan yang

terdiri dari tampilan, kemudahan penggunaan, manfaat, penyajian materi dan evaluasi.

Indikator untuk menyatakan bahwa keterlaksanaan e- modul dikatakan “baik” dengan komponen-komponen e-modul dapat dilaksanakan oleh mahasiswa dalam proses pembelajaran. Dalam lingkup penelitian dan pengembangan ini, praktikalitas berarti keterpakaian e-modul dalam penggunaannya dapat membantu dan mempermudah pendidik maupun mahasiswa dalam pembelajaran di kelas.

3. Efektivitas

Efektifitas adalah kegiatan yang menunjukkan sejauh mana tercapainya suatu tujuan yang terlebih dahulu telah ditentukan.

Efektifitas menekankan pada perbandingan antara rencana dengan tujuan yang dicapai (Warsita, 2008: 287). Efektifitas menunjukkan taraf pencapainya suatu tujuan, suatu kegiatan dikatakan efektif bila kegiatan itu dapat diselesaikan pada waktu yang tepat dan mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu, efektifitas pembelajaran sering diukur dengan tercapainya tujuan pembelajaran, atau dapat pula diartikan sebagai ketepatan dalam mengelola suatu situasi.

J. Kajian Penelitian Yang Relevan

1. Soffi Widyanesti, Syariful Fahmi, Dwi Astuti. 2018.” Pengembangan E- Modul Berbasis Kvisoft Flipbook Maker dipadukan dengan Geogebra Sebagai Alternatif Pembelajaran Pada Mata Kuliah Program Linear”.

Penelitian ini menunjukkan hasil akhir dari produk yang dikembangkan dan dibuktikan dengan hasil sangat baik, sehingga dinyatakan layak untuk digunakan.

2. Taufik Solihudin. 2018 “Pengembangan E-Modul Berbasis Web Untuk Meningkatkan Pencapaian Kompetensi Pengetahuan Fisika Pada Materi Listrik Statis dan Dinamis SMA”. Pada penelitian ini produk yang dihasilkan layak digunakan sebagai sumber belajar yang efektif, efisien dan memiliki daya tarik untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Pengembangan e-modul menggunakan aplikasi Kvisoft Flipbook Maker Pro pada mata kuliah Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan berbeda dengan pengembangan e-modul yang dikembangkan oleh Soffi Widyanesti, Syariful Fahmi, Dwi Astuti dan Taufik Solihudin Perbedaannya terletak pada bentuk rancangan desain dari e-modul itu sendiri yaitu layout, video dan tes interaktif yang terdapat dalam e- modul, kemudian pada tujuan pengembangan. E-modul ini dikembangkan dengan tujuan agar e-modul dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang berfungsi untuk mensuplementasi perkuliahan.

Selain itu, e-modul dikembangkan pada mata kuliah Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan.

42 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang dikenal dengan istilah Research and Development (R&D). Menurut Sugiyono (2017: 407) menyatakan bahwa metode penelitian dan pengembangan digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut.

Menurut Gay, Milss, dan Airasian (dalam Emzir, 2012) menyatakan bahwa dalam bidang pendidikan tujuan utama penelitian dan pengembangan bukan untuk merumuskan atau menguji teori, tetapi untuk mengembangkan produk-produk yang efektif untuk digunakan di sekolah- sekolah. Produk-produk yang dapat dihasilkan oleh penelitian dan pengembangan ini mencakup : materi pelatihan guru, materi ajar dan media pembelajaran.

B. Model Pengembangan

Model pengembangan yang digunakan pada peneltian ini adalah model yang dikembangkan oleh Borg & Gall (dalam Emzir, 2015 ) mengemukakan bahwa terdapat beberapa langkah-langkah penelitian dan pengembangan yang bsersifat siklus yaitu :

1. Penelitian dan pengumpulan informasi 2. Perencanaan

3. Pengembangan bentuk awal produk 4. Uji lapangan awal

5. Revisi produk 6. Uji lapangan utama 7. Revisi produk operasional 8. Uji lapangan operasional

9. Revisi produk akhir

10. Diseminasi dan implementasi

Berdasarkan model pengembangan yang dijelaskan di atas, Borg &

Gall menyarankan untuk membatasi penelitian dalam skala kecil, termasuk dimungkinkan membatasi langkah penelitian. Dari beberapa langkah yang dijelaskan oleh Borg & Gall, dalam penelitian ini peneliti menyederhanakan langkah-langkah tersebut sesuai dengan kebutuhan peneliti, yaitu :

C. Prosedur Pengembangan

Penelitian pengembangan e-modul ini peneliti membutuhkan prosedut kerja yang sistematis agar proses pengembangan dapat terlaksana dengan baik yang dapat dilihat pada gambar berikut

Gambar 2. Bagan Prosedur Pengembangan dari Model Pengembangan menurut Borg & Gall

Penjelasan dari tahap-tahap di atas adalah sebagai berikut : 1. Tahap I Perencanaan

Pada tahap perencanaan ini dibagi menjadi 2 langkah yaitu, observasi lapangan dan studi pendahuluan. Tahap ini dilakukan untuk menentukan isi materi pembelajaran dan kebutuhan sasaran.

Tahap I Perencanaan

1. Observasi Lapangan 2. Studi Pendahuluan

Tahap II Pengembangan Produk

Tahap III Validasi Produk 4. Revisi 3. Validasi Ahli

Tahap IV Uji Coba

Tahap V Produk Akhir

Langkah pertama yang akan dilakukan adalah observasi lapangan.

Berikut hasil observasi lapangan terhadap analisis permasalahan dan kebutuhan sasaran observasi :

a. perlunya tambahan sumber belajar berupa e-modul untuk membantu mahasiswa memperoleh materi pembelajaran dalam proses perkuliahan

b. perlunya pengembangan e-modul sebagai upaya untuk mengefisiensikan perkuliahan dari segi waktu agar pembelajaran menjadi lebih bermakna

Langkah selanjutnya adalah studi pendahuluan yaitu penyesuaian antara materi perkuliahan yang ada pada silabus dasar-dasar ilmu pendidikan dengan materi dasar-dasar ilmu pendidikan yang akan dikemas dalam bentuk e-modul. Setelah melakukan 2 langkah ini langkah selanjutnya adalah menganalisis silabus dan pengumpulan materi perkuliahan dari berbagai sumber atau buku-buku yang membuat tentang materi yang berkaitan dengan dasar-dasar ilmu pendidikan yang sesuai dengan silabus.

2. Tahap II Pengembangan

Pengembangan produk dimulai dengan pengemasan materi perkuliahan ke dalam bentuk modul yang didapat melalui kumpulan berbagai referensi yang berkaitan dengan pokok bahasan yang akan dimuat dalam modul. Pembuatan modul mengupayakan memenuhi standar

penulisan modul yang sebelumnya telah peneliti telaah berdasarkan buku referensi.

Selanjutnya pengembangan produk dilanjutkan dengan mengubah modul ke dalam bentuk e-modul. Karena peneliti telah menetapkan pengembangan e-modul dilakukan pada aplikasi kvisoft flipbook maker, maka langkah kerja beralih kepada perancangan e-modul menggunakan aplikasi kvisoft flipbook maker Pro.

3. Validasi Produk

Setelah produk selesai dikembangkan, langkah selanjutnya adalah melakukan validasi terhadap produk yang telah dibuat. Pada tahapan ini dilakukan beberapa langkah yaitu:

a. Validasi oleh Validator.

Validasi dilakukan oleh empat orang validator, yakni dua validator materi dan dua validator media. Ahli materi pada penelitian ini adalah dosen mata kuliah Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, sedangkan ahli media adalah dosen KTP FIP UNP. Setelah melakukan langkah tersebut diharapkan diperoleh kritik dan saran yang jelas dan membangun untuk perbaikan produk.

b. Revisi

Revisi dilakukan sesuai dengan saran dan masukan dari validator ahli materi dan validator ahli media. Revisi ini dilakukan sebelum uji coba produk. Hasil revisi merupakan produk awal yang sudah

tervalidasi, hal ini perlu dilakukan agar produk dapat dikakatan layak digunakan oleh mahasiswa ketika masuk pada tahap uji coba.

4. Tahapan Uji Coba

Tahap ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan dan praktikalitas dari media yang dibuat, apakah e-modul yang dihasilkan memiliki kualitas yang layak dan kemudahan dalam penggunaannya. Jika uji coba terhadap praktikalitas dilakukan dengan mengisi lembaran angket maka uji coba efektifitas dilakukan dengan pemberian tes kepada mahasiswa

5. Tahapan Produk Akhir.

Hasil akhir dari pengembangan ini yaitu menghasilkan produk yang layak untuk dijadikan sebagai tambahan atau suplemen pembelajaran berupa e-modul menggunakan aplikasi Kvisoft Flipbook Maker Pro untuk dapat membantu mahasiswa memahami materi dan meningkatkan motivasi untuk mengikuti pembelajaran.

D. Instrument Pengumpulan Data

Menurut Arikunto (dalam Sudaryono, 2016) Instrument pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Adapun beberapa instrument pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, adalah :

1. Angket

Angket atau kuisioner merupakan suatu teknik atau cara pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung

bertanya jawab dengan responden) (Sudaryono, 2016:77). Angket ini berisi sejumlah pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab oleh responden. Tujuan dari penyebaran nagket ini adakah untuk menemukan informasi yang lengkap tentang suatu masalah dari responden tanpa merasa khawatir bila responden memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengisian daftar pertanyaan.

Berikut kisi-kisi instrument untuk mahasiswa dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1. Kisi-kisi Praktikalitas E-modul bagi Mahasiswa

Aspek Variabel Butir Instrumen

1. Kepraktisan 1.1 kemudahan Penggunaan

1. Apakah petunjuk penggunaan e-modul mudah dipahami ?

2. Apakah bahasa yang digunakan mudah dipahami

?

3. Apakah tombol navigasi e- modul mudah digunakan ? 4. Apakah pesan yang

disampaikan dalam e-modul dapat diterima dengan jelas

?

1.2 Manfaat 5. Apakah e-modul dapat meningkatkan motivasi belajar ?

6. Apakah e-modul berbasis

flipbook dapat

meningkatkan motivasi belajar ?

7. Apakah dengan e-modul yang disajikan dapat melatih kemandirian dalam belajar ?

1.3 Tampilan 8. Apakah teks pada e-modul dapat dibaca dengan baik ?

9. Apakah tampilan e-modul menarik ?

10. Apakah background sesuai dengan karakter mahasiswa

?

11. Apakah tombol navigasi mudah digunakan ?

12. Apakah video yang yng digunakan sesuai

13. Apakah audio sudah baik?

1.4 penyajian materi

14. Apakah e-modul berbasis flipbook mudah dipahami dalam proses pembelajaran

?

15. Apakah materi e-modul berbasis flipbook sudah lengkap?

16. Apakah sistematika e- modul sesuai dengan kompetensi mahasiswa ? 1.5 Evaluasi 17. Apakah soal pada e-modul

sesuai dengan materi yang dipelajari ?

18. Apakah soal tes pada e- modul sesuai dengan tujuan pembelajaran ?

2. Dokumentasi

Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik. Menurut Sudaryono (2016: 90) dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data lansgung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan- peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data penelitian yang relevan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan dokumentasi sebagai salah satu teknik untuk memperoleh informasi berupa foto-foto

kegiatan validasi materi maupun validasi media dari produk yang dihasilkan serta foto-foto pada saat kegiatan uji coba produk.

3. Format penilaian

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan format penelitian skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang kejadian atau gejala sosial (Sudaryono, 2016: 100).

Format penelitian skala likert meggunakan 5 poin respon. Pada skala likert penentuan skor memperhatikan pernyataan dengan aspek positif dan negatif. Berikut tabel penjelasan tentang penentuan skala likert :

Tabel 2. Penentuan Skor Skala Likert Pernyataan Positif Pernyataan Negatif

Pernyataan Skor Pernyataan Skor

Sangat bagus/Jelas/Tepat 5 Sangat bagus/Jelas/Tepat 1 Bagus /Jelas/Tepat 4 Bagus /Jelas/Tepat 2 Cukup

Bagus/Jelas/Tepat

3 Cukup Bagus/Jelas/Tepat 3 Kurang

Bagus/Jelas/Tepat

2 Kurang Bagus/Jelas/Tepat 4 Sangat

Tidak Bagus/Jelas/Tepat

1 Sangat

Tidak Bagus/Jelas/Tepat

5

Tabel 3. Kisi-kisi Angket Validitas E-modul Ahli Materi dan Ahli Media

Aspek

Variabel kriteria E-

Modul

Indikator Butir Instrumen

1. Materi 1.1 Kebenaran Konsep

1.relevansi tujuan dengan silabus

1. Apakah terdapat relevansi antara tujuan dengan

Aspek

Variabel kriteria E-

Modul

Indikator Butir Instrumen

2. Konsistensi penyajian materi

3. sajian materi pada e-modul sesuai dengan materi

silabus

2. Apakah penyajian materi dalam e- modul sesuai dengan tujuan ?

3. apakah sajian materi e-modul sesuai dengan materi

? 1.2 Penyajian

Materi

4. kedalaman Materi

5. Kemudahan untuk dipahami

6. sistematis

4. Apakah

kedalaman materi perkuliahan dalam e- modul cukup ? 5. apakah penyajian materi perkuliahan dalam e-modul mudah dipahami ? 6. Apakah penyajian materi perkuliahan bersifat sistematis ? 1.3 Instruksionl 7. Kelengkapan

Materi yang disajikan

7. apakah materi yang disajikan dalam e-modul sudah lengkap ? 8. Apakah cakupan materi dalam e-

modul sudah

memenuhi kebutuhan ?

9. Apakah penyajian materi e-modul dapat meningkatkan motivasi belajar ? 10. Apakah e-modul meningkatkan

Dokumen terkait