• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan Belajar 2: DEFINISI ANGKATAN KERJA

Dalam dokumen KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN (Halaman 82-88)

5. Kunci Jawaban Test Formatif

4.2 Kegiatan Belajar 2: DEFINISI ANGKATAN KERJA

DEFINISI ANGKATAN KERJA 4.2.1 Uraian dan Contoh

Membicarakan angkatan kerja sebenarnya berhubungan erat dengan jumlah penduduk, karena ukuran besarnya angkatan kerja sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah penduduk yang sudah memasuki usia kerja.

Angkatan kerja dapat didefinisikan sebagai penduduk yang sudah memasuki usia kerja, baik yang sudah bekerja, belum bekerja, atau sedang mencari pekerjaan. Prof. Soemitro Djojohadikusumo mendefinisikan angkatan kerja (labor force) sebagai bagian dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau yang sedang mencari kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang produktif. Bagaimana pandangan pemerintah mengenai angkatan kerja ini? Pemerintah menetapkan bahwa penduduk yang sudah memasuki usia kerja adalah mereka yang berusia minimal 15 tahun dan di atas 65 tahun bukan merupakan penduduk usia kerja. Namun, tidak semua penduduk yang

Kependudukan dan Ketenagakerjaan

memasuki usia kerja disebut angkatan kerja sebab penduduk yang tidak aktif dalam kegiatan ekonomi tidak termasuk dalam kelompok angkatan kerja.

Angkatan kerja adalah kelompok pekerja dalam suatu pekerjaan. Hal ini umumnya digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang bekerja untuk satu perusahaan atau industri, tetapi juga dapat diterapkan pada wilayah geografis seperti kota, negara bagian, negara, dan lain-lain. Tenaga kerja dari suatu negara baik yang bekerja dan pengangguran. Tingkat partisipasi angkatan kerja, TPAK (atau tingkat kegiatan ekonomi, EAR), adalah rasio antara angkatan kerja dan ukuran keseluruhan kelompok mereka (penduduk nasional rentang usia yang sama). Istilah umumnya tidak termasuk pengusaha atau manajemen, dan dapat menyiratkan mereka yang terlibat dalam kerja manual. Ini juga berarti semua orang yang tersedia untuk bekerja.

Angkatan kerja dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu pekerja (employed) dan bukan pekerja atau pengangguran (unemployed). Pekerja adalah penduduk angkatan kerja yang benar-benar mendapat pekerjaan penuh, sedangkan pengangguran adalah penduduk usia kerja tetapi belum mendapatkan kesempatan bekerja.

Pekerja (employed) sendiri dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

Pekerja penuh (full employed)

Pekerja penuh adalah angkatan kerja yang sudah memenuhi syarat sebagai pekerja penuh yaitu jam kerja minimal 40 jam per minggu, dan bekerja sesuai dengan keahlian atau berdasarkan pendidikan.

Pekerja setengah pengangguran (underemployed)

Sedangkan setengah pengangguran adalah pekerja yang tidak memenuhi jam kerja minimal sehingga pendapatannya juga di bawah standar minimal. Pekerja seperti ini tingkat produktivitasnya rendah karena mereka bekerja bukan pada bidang keahliannya dan tidak sesuai latar belakang pendidikannya. Misalnya, sarjana yang bekerja sebagai tukang antar koran di pagi hari.

Selain jumlah penduduk, pertumbuhan angkatan kerja dipengaruhi pula oleh struktur penduduk berdasarkan jenis kelamin, usia penduduk,

dan tingkat pendidikan. Makin banyak komposisi jumlah penduduk laki- laki dalam suatu negara, semakin tinggi pula angkatan kerja di negara tersebut, karena ibu rumah tangga tidak digolongkan sebagai angkatan kerja.

Sementara usia penduduk berpengaruh terhadap jumlah angkatan kerja dalam suatu negara karena semakin besar jumlah penduduk yang berusia produktif maka semakin tinggi angkatan kerjanya. Selanjutnya, semakin rendah tingkat pendidikan suatu negara akan makin rendah pula angkatan kerjanya karena saat ini tingkat pendidikan dan keterampilan merupakan salah satu syarat untuk memasuki dunia kerja.

Distribusi penduduk usia kerja menurut pulau-pulau di Indonesia relative tetap dari waktu ke waktu. Dalam contoh ini untuk analisis perbandingan maka penduduk usia kerja menggunakan batasan usia 10 tahun ke atas dan bukan 15 tahun ke atas seperti pada SP 2000 maupun sakernas 2000.

Hanya mulai tampak adanya sedikit penurunan di Pulau Jawa yang dibarengi dengan peningkatan untuk pulau-pulau lain terutama untuk pulau Sumatra.

Hal ini berkaitan dengan perluasan program transmigrasi. Program Keluarga Berencana yang dilaksanakan sejak tahun 1970-an kiranya belum banyak berpengaruh terhadap jumlah penduduk usia kerja pada tahun 1980- an sebab adanya tenggang waktu 10 tahun untuk memasuki batas waktu minimum penduduk usia kerja, disamping itu distribusi potensi tenaga kerja di Indonesia tidak merata. Hampir dua pertiga dari penduduk usia kerja yang ada bertempat tinggal di pulau Jawa. Di samping itu lebih dari tiga perempat penduduk usia kerja di Indonesia berada di daerah pedesaan. Dengan demikian pada masa-masa mendatang akan terjadi migrasi tenaga kerja dari desa menuju kota.

Kurang dari separoh penduduk usia kerja tersebut tergolong bukan angkatan kerja. Mereka itu terdiri dari yang mengurus rumah tangga, sekolah, orang-orang cacat, orang-orang tua (jompo), dan orang-orang dengan kegiatan termasuk kegiatan tidak aktif secara ekonomi seperti pensiunan, penerima pendapatan dan lain-lain yang tidak jelas kegiatanya. Sebagai contoh hasil SP2000 dengan menggunakan usia 15 tahun ke atas yang termasuk dalam kelompok bukan angkatan kerja adalah 42,6 juta dari 140 juta atau sekitar 30 persen terdiri dari 21 persen mengurus rumah tangga dan sekolah sekitar 7 persen.

Kependudukan dan Ketenagakerjaan

Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada tahun 1971 sebesar 41,26 juta, dan pada tahun 1980 menjadi 52,43 juta. Jadi selama 9 tahun terjadi kenaikan sebesar 27 persen atau kurang lebih sebesar 2,7 persen pertahun. Ini lebih besar dari rata-rata kenaikan penduduk pertahun yang besarnya 2,3 persen pada periode yang sama.

Jumlah angkatan kerja dipengaruhi oleh jumlah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)’ dan jumlah usia kerja atau struktur umur penduduk.

Kalau diperhatikan dari waktu ke waktu, TPAK cenderung menurun, maka pertambahan angkatan kerja dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah penduduk usia kerja. Ledakan kelahiran yang terjadi pada tahun 1971- 1980. Penurunan TPAK disebabkan karena turunya tingkat partisipasi anak- anak umur sekolah dalam angkatan kerja karena membaiknya fasilitas dan keadaan pendidikan. Dalam masa-masa yang akan datang TPAK anak umur sekolah masih akan menurun, tetapi TPAK perempuan diperkirakan akan naik, sehingga secara keseluruhan TPAK tidak dapat diharapkan akan turun (Hananto Sigit, 1983).

Penurunan tingkat kelahiran karena keberhasilan program Keluarga Berencana sejak 1970 akan mulai terasa hasilnya pada dasa warsa 1980- 1990 sehingga diharapkan tingkat pertambahan penduduk usia kerja mulai menurun. Dengan demikian penambahan angkatan kerja pada dasa warsa 1980-1990 diharapkan tidak secepat dasa warsa sebelumnya.

Disamping masalah ketenagakerjaan di Indonesia yang sulit dipecahkan, menurut sukamdi (1996) Terdapat perubahan kualitas angkatan yang cukup menggembirakan selama periode 1980-1990, misalnya telah terjadi peningkatan kualitas angkatan kerja yang cukup mengembirakan (dengan dasar pendidikan formal). Hal ini dapat dilihat penurunan persentase angkatan kerja yang berpendidikan rendah (SD ke bawah) dan peningkatan angkatan kerja berpendidikan SLTP ke atas

Selama ini penekanan dalam diskusi mengenai kualitas angkatan kerja cenderung masih pada kualitas yang rendah, sementara itu semakin membaiknya kualitas angkatan kerja yang dikemukakan. Peningkatan pendidikan angkatan kerja dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, sebagaimana disebutkan Oleh Gardiner, dkk (1994) ada anggapan bahwa pembahasan yang terlalu menekankan pada tingkat pendidikan yang rendah dilakukan dalam

rangka untuk menarik inventasi asing karena mutu angkatan kerja yang berpendidikan rendah mempunyai tingkat kompetisi rendah, yang terlihat dari beberapa ciri yang kurang menguntungkan (Simanjuntak, 1994).

S Angka Partisipasi Angkatan Kerja

Angka Partisipasi Angkatan Kerja (APAK) adalah bagian dari penduduk usia kerja, 15 tahun ke atas yang mempunyai pekerjaan selama seminggu yang lalu, baik yang bekerja maupun yang sementara tidak bekerja karena suatu sebab seperti menunggu panenan atau cuti. Di samping itu, mereka yang tidak mempunyai pekerjaan tetapi sedang mencari pekerjaan juga termasuk dalam kelompok angkatan kerja. (Sensus Penduduk 2000, hal:

xxi). Sementara itu, penduduk yang bekerja atau mempunyai pekerjaan adalah mereka yang selama seminggu sebelum pencacahan melakukan pekerjaan atau bekerja untuk memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan selama paling sedikit satu jam dalam seminggu yang lalu dan tidak boleh terputus. (Sensus Penduduk 2000, hal: xxi). Indikator ini bermanfaat untuk mengetahui bagian dari tenaga kerja yang sesungguhnya terlibat, atau berusaha untuk terlibat, dalam kegiatan produktif yaitu memproduksi barang dan jasa, dalam kurun waktu tertentu.

Penghitungan APAK dapat dilakukan dengan membandingkan antara jumlah penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja dengan jumlah penduduk yang termasuk dalam usia kerja.

Contoh:

Berdasarkan data SP 2000, jumlah angkatan kerja sebanyak 97.433.125 orang dan jumlah penduduk usia kerja sebanyak 139.991.800 orang, maka APAK Indonesia pada tahun 2000 adalah; APAK = 97.433.125/139.991.800 x 100% = 69.6%

Kependudukan dan Ketenagakerjaan

89

Ta be l 1 A PA K m en ur ut K el om pok U m ur da n Je ni s K eg iat an se la m a se m in gg u y an g l al u B er das ar kan dat a S en su s P en du du k 2000 G ol ong an um ur

A ng ka ta n K er ja

APAK

B uka n A ng ka ta n K er ja

Tak terjawabJumlah% Bekerja thd AK% AK thd pddk usia kerjaBekerjaMencari PekerjaanJumlahSekolahLainnyaJumlah 15-195,967,7511,540,2307,507,98135.509,403,8574,235,44113,639,2982,23821,149,51779.4935 20-2411,116,7411,763,21012,879,95166.881,801,7204,574,3336,376,0532,09719,258,10186.3167 25-2913,244,340825,52714,069,86775.48277,5844,292,1334,569,7171,35318,640,93794.1375 30-3412,536,121313,47712,849,59878.3546,2503,502,7813,549,0311,09116,399,72097.5678 35-3911,765,207160,67511,925,88280.0221,6892,955,7592,977,44889614,904,22698.6580 40-4410,028,10794,67410,122,78181.1912,5992,331,8042,344,40366412,467,84899.0681 45-498,002,41863,4828,065,90083.539,5451,580,1101,589,6554509,656,00599.2184 50-546,013,87543,3486,057,22382.021,2121,326,1091,327,3214247,384,96899.2882 55-594,470,18831,9554,502,14379.289911,175,2111,176,2023195,678,66499.2979 60-643,919,99926,3583,946,35774.177431,373,5701,374,3133495,321,01999.3374 65+5,461,09141,3515,502,44260.348953,614,7383,615,6338739,118,94899.2560 tak terjawab2,6353653,000------2,8835,8578,74010711,84787.8325 jumlah92,528,4734,904,65297,433,12569.6011,579,96830,967,84642,547,81410,861139,991,80094.9770

Se m aki n ting gi A PA K m enunj ukk an s em aki n b es ar ba gi an d ari pe nduduk us ia ke rj a ya ng s es un gg uhn ya te rl ib at , a ta u be rus ah a unt uk t er liba t, da la m ke gi at an pr odukt if y ai tu m em pr odu ks i ba ra ng d an j as a, d al am kur un w akt u t er te nt u. D ar i da ta S P 2000 te rl iha t ba hw a pe nduduk ya ng be rus ia 15- 19 t ahun m em ili ki A PA K y an g te re nda h se da ng ka n m er eka y ang be rus ia 45- 49 ta hu n m em ilik i A PA K y an g te rti ng gi. 4. 2. 2. L at ih an 2 1. Je la ska n y ang di m aks ud de ng an ang ka ta n k er ja ? 2. Je la ska n y ang di m aks ud de ng an ke lom pok a ng ka ta n ke rj a? 3. Je la ska n ap a ya ng m em pe ng ar uhi ju m la h a ng ka ta n ke rj a? 4. Je la ska n y ang di m aks ud de ng an angka pa rt is ip as i a ng ka ta n ke rj a

Tabel 1 APAK menurut Kelompok Umur dan Jenis Kegiatan selama seminggu yang lalu Berdasarkan data Sensus Penduduk 2000

Semakin tinggi APAK menunjukkan semakin besar bagian dari penduduk usia kerja yang sesungguhnya terlibat, atau berusaha untuk terlibat, dalam kegiatan produktif yaitu memproduksi barang dan jasa, dalam kurun waktu tertentu. Dari data SP 2000 terlihat bahwa penduduk yang berusia 15-19 tahun memiliki APAK yang terendah sedangkan mereka yang berusia 45-49 tahun memiliki APAK yang tertinggi.

4.2.2 Latihan

1. Jelaskan yang dimaksud dengan angkatan kerja?

2. Jelaskan yang dimaksud dengan kelompok angkatan kerja?

3. Jelaskan apa yang memengaruhi jumlah angkatan kerja?

4. Jelaskan yang dimaksud dengan angka partisipasi angkatan kerja

Dalam dokumen KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN (Halaman 82-88)