• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan Bilateral Menteri PPN / Kepala Bappenas

Dalam dokumen LAPORAN DELEGASI REPUBLIK INDONESIA (Halaman 65-68)

VI. PERTEMUAN BILATERAL DAN MULTILATERAL

6.4 Kegiatan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional / Kepala

6.4.2 Kegiatan Bilateral Menteri PPN / Kepala Bappenas

a. Pertemuan dengan International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA)

Pertemuan Menteri PPN/ Kepala Bappenas dengan IIASA dilaksanakan pada 10 Desember 2018 bertempat di Hotel Monopol, Katowice. Kementerian PPN/

Bappenas merupakan focal point untuk kegiatan IIASA dengan pembiayaan berasal dari Jerman, terkait restorasi dan degradasi lahan kritis. Pertemuan

55

dimaksudkan untuk menerima laporan kegiatan yang dilakukan oleh IIASA dalam mendukung pembangunan rendah karbon di Indonesia.

Dalam laporannya, IIASA menyampaikan bahwa terdapat 3 (tiga) hal pendekatan yang dilakukan yakni: i) mengidentifikasi dan memetakan lahan terdegradasi dengan menggunakan berbagai definisi, termasuk mengikutsertakan aspek sosial dan ekonomi melalui crowd sourcing; ii) melakukan proses pemetaan dengan cara pemodelan biofisik (pertumbuhan ekonomi, produktivitas lahan, dan restorasi) sehingga dapat menghasilkan informasi mengenai interaksi antar- sektor; dan iii) melakukan assessment bioenergi yang relevan terhadap proses restorasi dan sistem energi secara keseluruhan.

Sebagai tindak lanjut, tools yang dikembangkan oleh IIASA dapat dimanfaatkan untuk penyusunan RPJMN 2020-2024. Studi tersebut berkontribusi dalam pemodelan lahan dan produktivitas komoditas padi dan jagung untuk Indonesia, sebagai bagian dari perencanaan pembangunan rendah karbon Indonesia.

b. Pertemuan dengan United Kingdom Climate Change Unit (UKCCU)

Pertemuan dengan UKCCU dilaksanakan pada 10 Desember 2018 bertempat di Hotel Monopol, Katowice, Polandia. UKCCU diwakili oleh Mr. Tom Owen Edmunds, UKCCU Country Director untuk Indonesia. Pertemuan bertujuan untuk mendiskusikan fase selanjutnya dari kerja sama pembangunan rendah karbon yang selama ini telah berjalan dengan baik antara Pemerintah Indonesia dan UKCCU.

UKCCU menyampaikan bahwa hasil penilaian dari UK terkait program pembangunan rendah karbon yang dilaksanakan oleh Kementerian PPN/

Bappenas dengan dukungan pendanaan dari UK mendapat nilai A+. Oleh karena itu, UKCCU menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan pemerintah Indonesia.

Di sisi lain, UKCCU menyampaikan bahwa terdapat komitmen UK pada saat pemerintahan Perdana Menteri Cameron sebesar 5.8 miliar poundsterling sampai dengan tahun 2020 yang saat ini mengalami underspend. Oleh karena itu, UKCCU mengharapkan ada diskusi lebih lanjut dengan Indonesia terkait kemungkinan program kerja sama dalam kerangka pembangunan rendah karbon yang dapat di dukung oleh UKCCU dengan potensi pendanaan berkisar 100 juta poundsterling.

Menteri PPN/ Kepala Bappenas menyampaikan bahwa UKCCU diharapkan dapat mendukung kegiatan yang lebih bersifat lokal, dengan inisiatif dan leadership yang tinggi dari pemerintah daerah. Beberapa hal misalnya terkait pembukaan lahan pertanian tanpa deforestasi lahan atau pengembangan energi terbarukan di kawasan terpencil. Idenya adalah mengundang pemerintah daerah untuk terlibat secara sukarela.

Sebagai tindak lanjut perlu dilakukan diskusi pendalaman untuk mendetailkan rencana kerja sama, termasuk jika diperlukan penyusunan concept note dan proposal kepada UKCCU.

56

c. Pertemuan dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Konservasi Alam, Bangunan dan Keselamatan Nuklir, Jerman (BMUB)

Pertemuan dengan BMUB dilaksanakan pada 10 Desember 2018 bertempat di hotel Monopol Katowice, Polandia. Pihak BMUB diwakili oleh Mr. Jochen Flasbarth, State Secretary BMUB. Pertemuan bertujuan untuk menindaklanjuti komitmen BMUB melalui program International Climate Initiative (IKI) untuk Indonesia.

Pertemuan belum dapat menghasilkan kesepakatan yang cukup solid, mengingat terdapat pergantian pejabat BMUB yang terkait dengan penyampaian komitmen dukungan terhadap pembangunan rendah karbon di Indonesia. Oleh karena itu, pertemuan ini menjadi titik awal komunikasi dengan pejabat BMUB baru tersebut.

Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan diskusi lebih detail mengenai IKI program untuk Indonesia pada saat Ministerial Conference UN PAGE di Cape Town pada tanggal 10-11 Januari 2019.

d. Pertemuan dengan International Finance Corporation (IFC)

Pertemuan dengan IFC dilaksanakan pada 10 Desember 2018 bertempat di ruang VIP Pavilion Indonesia. Pihak IFC diwakili oleh Mr. Hans Peter Lankes, Vice President IFC. Pertemuan bertujuan menjajaki potensi kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan IFC khususnya terkait pembiayaan energi terbarukan di Indonesia.

IFC menyampaikan bahwa selama ini, sebagian besar pembiayaan IFC untuk Indonesia merupakan proyek infrastruktur besar, antara lain pembangunan jalan.

Termasuk untuk sektor energi, portofolio IFC adalah membangun infrastruktur energi pada skala besar.

Menteri PPN/ Kepala Bappenas mengharapkan agar IFC dapat melihat potensi pengembangan energi terbarukan dengan skala yang lebih kecil. Dukungan ini diperlukan agar pengembangan energi terbarukan di Indonesia dapat dilaksanakan sesuai dengan komitmen pemerintah mencapai target bauran energi sebesar 23% pada tahun 2025.

e. Pertemuan dengan AFD (Bank Pembangunan Perancis).

Pertemuan dengan AFD dilaksanakan pada 11 Desember 2018 bertempat di ruang delegasi Perancis. AFD diwakili oleh Remy Rioux, CEO AFD. Pertemuan bertujuan menindaklanjuti Letter of Intent yang ditandatangani antara Menteri PPN/ Kepala Bappenas dan CEO AFD pada saat annual meeting IMF-WB di Bali pada Bulan Oktober 2018 terkait dukungan AFD untuk pembangunan rendah karbon.

Saat ini, Kementerian PPN/ Bappenas telah menyusun proposal untuk disampaikan kepada AFD dan mendapat dukungan pembiayaan melalui Facility 2050. Proposal tersebut fokus pada tiga sektor, yaitu air, polusi udara dan energi terbarukan.

57

f. Pertemuan dengan Lord Nicholas Stern (New Climate Economy/NCE) Pertemuan dengan Lord Nicholas Stern dilaksanakan pada 11 Desember 2018 bertempat di ruang pertemuan Kantor Delegasi Rep. Indonesia. Pertemuan bertujuan mendiskusikan progres dan capaian kerja sama antara Bappenas dan NCE dalam kerangka pembangunan rendah karbon (Low Carbon Development).

Menteri PPN/ Kepala Bappenas menyampaikan bahwa laporan final LCDI akan dirilis pada bulan Maret 2019. Langkah selanjutnya adalah mendorong inisiatif dari pemerintah daerah untuk melaksanakan pembangunan rendah karbon.

Menteri PPN/ Kepala Bappenas juga menyampaikan hasil diskusi sebelumnya dengan IIASA dan meminta agar disinergikan antara model yang dikembangkan IIASA dengan model pembangunan rendah karbon yang dilakukan oleh NCE, khususnya berkaitan dengan perspektif mengenai natural capital. Saat ini Bappenas memiliki dua skenario, Business as Usual vs climate action, dan dimungkinkan untuk muncul skenario ketiga dengan upaya ekstra yang dapat meningkatkan pertumbuhan lebih baik dalam jangka menengah dan jangka panjang.

Lord Stern menyampaikan pandangan mengenai dampak negatif dan kerugian yang diakibatkan oleh perusakan natural capital. Pemodelan yang lebih canggih diperlukan untuk meng-capture negative externalities yang muncul sebagai akibat dari perusakan lingkungan. Lord Stern juga menyampaikan perlunya skema pemberian reward kepada pemerintah daerah sebagai pengakuan inisiatif pelaksanaan pembangunan rendah karbon yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

Dalam dokumen LAPORAN DELEGASI REPUBLIK INDONESIA (Halaman 65-68)

Dokumen terkait