BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
2. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif. Jadi kehadiran peneliti mutlak dibutuhkan, karena peneliti dalam lokasi berperan dalam keseluruhan penelitian di lapangan. Kehadiran peneliti bukan ditujukan untuk mempengaruhi subjek penelitian, tetapi untuk mendapatkan data dan
28Husein Umar, “Desain Penelitianm, SDM danPerilaku Kariyawan”, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2013), h. 54.
informasi yang akurat. Untuk mendapatkan data yang akurat dapat digunakan beberapa metodeyaitu metodeo bservasi, interview/wawancara, dan dokumentasi.
Dalam pelaksanaannya, peneliti hadir di lapangan mulai sejak diizinkan untuk mengadakan penelitian yaitu pada tanggal 7 Desember s/d 10 Desember 2019, dengan cara mendatangi lokasi penelitian pada waktu tertentu dan tidak terjadwal secara formal. Tujuan utama kehadiran peneliti di lokasi penelitian ini yaitu untuk melakukan upaya pencarían dan pengkajian data yang berhubungan Analisis Problematika pembelajaran IPS Bagi Siswa Kelas VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri. Guna mendapat data yang lebih valid dan akurat seperti yang diinginkan atau diharapkan oleh peneliti, baik itu data yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan permasalahan yang diangkat oleh peneliti sebagai judul skripsi.
a. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri. Alasan peneliti memilih lokasi tersebut adalah untuk memudahkan peneliti dalam mendapatkan data dilapangan dan untuk menghemat tenaga, serta biaya karena lokasi penelitian tersebut (SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri) mudah dijangkau.
b. Sumber Data
Menurut Suharsimi Arikunto, yang dimaksud sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh.29 Artinya bahwa apabila peneliti menggunakan wawancara dan observasi dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden/informan.
Sumber data dalam penelitian ini diambil dari para informan yang ada. Yang terdiri dari siswa, kepala sekolah, guru IPS serta beberapa pihak yang berkaitan langsung dengan penelitian ini. Disisi lain sumber data ini didukung dengan dokumentasi dan catatan lapangan serta sumber data ini diperoleh dari hasil wawancara dengan para responden. Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah:
a. Informan utama yaitu:
1) Guru IPS
Dalam penelitian ini guru IPS dijadikan sebagai sumber data utama untuk memperoleh data spesifik tentang keadaan siswa, bentuk problematika pembelajran bagi siswa kelas VIII.
2) Kepala sekolah
Kepala SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri dijadikan sebagai informan untuk memperoleh data tentang gambaran umum SMP Islam Ihya Ulumuddin mengenai problematika pembelajaran,
29Suharsismi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 172.
keadaan siswa serta yang paling penting adalah untuk mengetahui fungsi dan tugas guru
3) Siswa
Untuk memperoleh data tambahan tentang latar belakang siswa.
c. Teknik Pengumpulan Data
Peneliti mengunakan sejumlah metode yang dapat membantu dalam mendapatkan data-data yang di perlukan. Adapun metode tersebut adalah sebagai berikut:
1. Metode wawancara
Metode wawancara adalah suatu metode pengumpulan data atau informasi dengan cara mengajukan pertanyaan secara lisan kepada responden untuk dijawab secara lisan juga oleh responden.
Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon.30
Yang menjadi terwawancara atau informan dalam penelitian ini adalah:
a. Subjek utama yaitu:
1) Guru IPS yaitu untuk memperoleh data secara spesifik tentang problematika pembelajaran siswa,
b. Informan
30Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D) (Bandung: Alfabeta, 2009), h. 194.
1) Kepala SMP Islam Ihya Ulumuddin yaitu untuk memperoleh data tentang gambaran umum dari SMP Islam Ihya Ulumuddin, khususnya tentang fungsi dan tugas guru IPS
2. Metode observasi
Observasi atau pengamatan merupakan suatu alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki.31 Macam-macam observasi menurut Sugiyono yaitu:
a) Observasi Partisipatif
Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari dengan orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.
b) Observasi terus terang atau tersamar
Dalam observasi ini, peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang pada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian.
c) Observasi Tak Berstruktur
Adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi.32
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi terus terang atau tersamar. Peneliti langsung mengatakan terhadap sumber data kalau
31Supardi, Bacaan Cerdas Menyusun Skripsi (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta, 2011), h. 117.
32Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2012), h. 311-313.
sedang mengadakan penelitian. Sambil mengamti, peneliti juga ikut berbaur dengan sumber data.
Dengan melakukan observasi,peneliti bisa tahu seluk beluk objek yang diamati, Peneliti juga terjun langsung ke lokasi penelitian untuk mengamati tingkah laku siswa pada saat mengikuti pelajaran atau ketika sedang berada di luar kelas dan mengamati pembelajaran yang dilakukan siswa.
Metode observasi dilakukan untuk mengetahui bagaimana Solusi Dalam Mengatasi Problematika PendidikanIPS Terpadu Kelas VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin
3. Metode Dokumentasi
Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya barang- barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya.33 Dalam penelitian ini, metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh informasi tentang SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri, dan melihat problematika pembelajaran.
d.Teknik Analisis Data
Data yang telah diperoleh dalam penelitian ini, selanjutnya akan dianalisis dan diinterpretasikan untuk menentukan hasil dari penelitian yang dilakukan. Dalam melakukan analisis data ini, hal yang perlu
33Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), h.158.
diperhatikan adalah mengenai variabel-variabel yang ada pada penelitian itu. Oleh karena itu, peneliti menggunakan teknik analisa data yang disesuaikan dengan rumusan masalah yang diajukan.
Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data di lapangan model Miles and Huberman, ini dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancrai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu, diperoleh data yang dianggap kredibel.34
a. Data Reduction ( Reduksi Data )
Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti telah dikemukakan, semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan. Reduksi data dapat
34Ibid, h.241.
dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer mini, dengan memberikan kode pada aspek-apek tertentu.
b. Data Display (penyajian data)
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori dan sejenisnya. Yang sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.
Penelitian kualitatif biasanya difokuskan pada kata-kata, tindakan- tindakan orang yang terjadi pada konteks tertentu. Konteks tersebut dapat dilihat sebagai aspek relevan segera dari situasi yang bersangkutan, maupun sebagai aspek relevan dari sistem sosial dimana seseorang berfungsi (ruang kelas, sekolah, departemen, keluarga, agen, masyarakat lokal).
Penyajian data diarahkan agar data hasil reduksi terorganisirkan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga makin mudah dipahami dan merencanakan kerja penelitian selanjutnya. Pada langkah ini peneliti berusaha menyusun data yang yang relevan sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan dan memiliki makna tertentu.
Prosesnya dapat dilakukan dengan cara menampilkan data, membuat hubungan antar fenomena untuk memaknai apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang perlu ditindaklanjuti untuk mencapi tujuan
penelitian. Penyajian data yang baik merupakan satu langkah penting menuju tercapainya analisis kualitatif yang valid dan handal.
c. Conclusion Drawing/verification
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat serta mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya, tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan dta, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.