APKSDA,TI APK SLTPitr,ITS
4. Kendala dalam Pelaksanaan Program Wajib Bclajar Pendidikan Dasar di I'esisir Pantai Kumai Kecamatan Kumai
Program
wajib
belajar pendidikan dasar telah dilaksanakandi
Daerah Pesisir PantaiKumai
kecamatanKumai
namundalam
pelaksanaannya ada kendala-kendala yang dihadapi pemerintah.57
a
58
Seperti yang diungkapkan
KY:
Program
wajar dikdas
seb€narnya sudalr dilaksanakandi
daerahini tapi
dalam pelaksanaannya banyak hambatan yang membuat program tersebuttrelum
sepcnuhnyatuntas
dilaksanakan, mengingat daerah pesisir adalah daerah yang penduduknya bisa dikatakan tingkat saranadan
prasaranasebagai tempat belajar juga kurang dan
tingkatkepcdulian masyarakat masih kurang.e Kendala lersebut antara lain:
Budaya Masyarakal yang Masih Melekat
Peranan masyarakat dan pendidikan sangat penting, tanpa adanya
kerjasama antara pemerintah dan masyarakat maka
pelaksanaan pendidikantidak
akan berjalan sesuai dengan tujuan.Akan
tetapi dalam masyarakatsendiri itu
adayang
menganggapbahwa pendidikan
tidak penting. Karena budaya masyarakat yang masih kental.Masyarakat
pesisir
terbiasa mengawinkan anaknyayang
masih.usia
sekolah.Mereka
menganggap bahwaanak
perempuantidak
perlusekolah
tinggi+inggi
yang akhimya nantijadi
ibu rumah tangga juga.RS mengungkapkan:
Anak kami
sekolah semua ada seko, sekolah sanawiyah sudahkuka*.inkan hidupnya macam ituam. Kawalnya yang
kada sckolah hidupnya s€nang padahal susahya menyekolahkan anak bayaritu
ba1,arini
sudahcar duit uyuh
keperluan Saban Hari hanyak ditambah ongkos sekolahlagi
sckolahtinggi
bagawi kelaut juga, lihat ja di ripi itu banyak yang kada
bagawijadi
flcngangguran. ada yang
menjadi maling,
ngemis karcna kadidagarvian."' (Anak kami
se-kolah semua dan ada satu yang tamatM'Is.
Sekarang sudahkawin
tapi kehidupannya sepertiitu
sangatsusah. Sementara temannya yang tidak sekolah,
hidupnyabcrkecukupan. Buat kami mcnyekolahkan anak berat
sekal ikarena harus
merntrayar, padahalcari uang kan
susah, untuk kebutuhan sehari-hari saya sudahcukup
apalagi ditambah biaya'tWawancara dcngan
KY
pada tanggal l5 Desember 2008 arWawancaradengan RS tanggal 20 Desember 2009.
59
sekolah. Sering
kita lihat di televisi
banyak yang tidak kerja"sulit
mencarikerj4 jadi
pengemis dan gelandanganDN
menyatakan:Orang
desambak apa
gunanya sekolah, padahalkami
banyakgawian. Coba mbak liat apalagi musim
penaduh gelonbangnya haluskami kami
mbakai
terpaksake laut
kalau kada kaya apa.kami tidak bisa
mengandalkanpada kebun kelapa yang
kada seberapaini. Kami
harus siaptulak ke laut
makanya anak kami yanglagi
haluspundiajari
am ke laut dan kalau sudah besar bisa am bagawi s€orang atau umpat menumpangorang,
macanrini
am kamidi
desaini
sekolah kadajadi duit
tapai membuangduit
lebih baik bagawi.a6(Kami orang desa. apa perlu sekolah padahal kami
banyali pekerjaans€pe(i yang mbak lihat ini belum lagi kalau
musi teduh, ombak lautan tidakada Kami
dan anak-anak harus ke laut, kalautidak
bagaimana.Kami tidak
bisa mengandalkan dari hasil kebunini saj4
setiappagi kami
harus sudah siappergi ke
laut,kalau tidak makan apa kami, anak-anak kecil sudah dilatih bekerja agar dia
terbiasananti kalau
sudahesar bisa
bekerja sendiri atauikut
orang.Kami di
desa kebanyakan demikian mbak.Sekolah tidak menghasilkan uang tapi membuang uang lebih baik bekerja).
Kebiasaan oftrng tua di pesisir apalagi anak laki-lalii
selalu diarahkanuntuk
bekerjasejak kecil. Orang tua
bersikap begiru karenaapabila anak sudah besar diharapkan untuk membantu
sehingga kesempatanuntuk menuntut ilmu
sudahdisita
dengan pekerjaan yangrutin
dilakukan setiap harinya tanpa kenal waktu.Ini
biasanya oleh orang tuadi
pesisirdari waktu ke waktu
akhirnyamenjadi
kebiasaan. Merekatidak
merasa malu kalau anaknyatidak
sekolah tetapi mereka malu kalauanaknya tidak bisa membantu bekerja mencukupi kebutuhan
sehari- harinya.a6Wawancara
dengan DN pada tanggal 20 Desember 2008
60
Sikap orang tua terhadap anak menjadi masalah
dalam pendidikan. Banyalinya anak yang putus sekolah karena bimbingan dari orang tua yang carinaflah
bagi keluarganya.Menurut SY bahwa kebanyakan para orang tua
di
Pesisirini
sibukdengan peke{aannya masing-masing tanpa memikirkan
pendidikan anaknya-Memang ada
sebagianyang
mementingkanpendidikan
tapikebanyakan mereka sibuJi mencari uang untuk kebutqhan
hidup.Pertratian kepada anaknya sangat
kurang karena mereka sendiri dulu
banyak yang tidak sekolah.aTHal senada diungkapkan BS:
Wah kalau masyarakat
di sini
banyak yangtidak
menyekolahkan anaknya sampaiSLTA tanam SLTP saja tidak. Apalagi
kalau perempuarL merekatamat SD sudah
langsungdinikahkan. Ini
sudah menjadi tradisidi
daerah situ sejak dulu.18Tradisi atau
kebudayaansangat
berpengaruhbesar
terhadapprogram
pendidikan dasar.Ini menjadi
kendalayang harus dipikirkan oleh
pemerintah maupun masyarakatitu sendiri.
Masyarakat ada yang menganggapbahwa sekolah tidak terlalu penting karena apa
mereka beranggapan kalau sekolah toh akhirnya akanjadi
ibu rumah tanggajug4
apalagi untuk pcrempuan.
Hal ini
yang sehamsnya hams dihilangkan tapi menghilangkansuatu tradisi atau
kebudayaanbukan hal yang
mudahkalau
bukandari
kesadaran masyarakatitu sendiri.
pemerintah denganberbagai jalur perlu mengubah persepsi masyarakat terhadap
arti pentingnyawajib
belajar, orang-orangyang memiliki
pengaruh penting{TWawancara
dengan SY, tanggal 5 Januari 2009.
tsWawancara
dengan BS, tanggal 5 January 2009.
6l
dalam masyarakat perlu dilibatkan dalam mengubah
kesadaranmasyarakat akan arti pcnting pendidikan. Dengan cara seperti ini diharapkan akan berkembang sistem nilai sosial yang
memberikan prioritas pilihan terhadaparti
pentingnya pendidikan d"sar bagi anak-anakdari
keluarga seluruh strata sosial yang ada. Dengandemikian
akhimya masyarakat akan merasa malu danrisih jika tidak
menyekolahkan anak- anak merekaminimal
sampai ke tingkat pendidikan dasar.b.
Sarana Pendidikan yang tidak MemadaiSelain
kondisi
pesisir yzng masih kental, kendala yang dihadapi pemerintah adalah sarana pendidikanpng
tidaL memadai. Sarana pendidikan sangar penting untulimenunjang
program wajib belajar pendidikan dasar. Sarana yangmonadai
akan memperlaocarprors
kegialan belajar mengajardi
sekolah.Begthpun sebaliknya apabila sarana pendidikan yang tidak memadai
akan menghambat prose kegiatan belajar mengajar di sekolah.Berdasarkan observasi