BAB III PEMBAHASAN
B. Kendala Penerapan Teknik SEFT dan Terapi Puasa Pada Santri
Pendapat Konseli F setelah di lakukannya pen- erapan terapi Puasa terkait tentang fisik setelah melakukan terapi Puasa tersebut. Konseli F mencoba satu batang rokok, kemudian ketika mencoba pertama Konseli F merasakan hal yang sama dengan Konseli M merasakan rasa pahit kemudian rasanya aneh dan berdasarkan wawancara sebelumnya Konseli F tidak bisa menghabiskan satu batang rokok seperti sebe- lumnya. Kemudian ketika bangun tidur nafas menjadi tidak bau asap seperti sebelum di terapkan terapi Pua- sa tersebut.
3. Follow UP
Pada hasil akhir penelitian ini, untuk mendapat- kan data yang valid peneliti melakukan Follow up un- tuk memastikan perkembangan Konseli M dan Kon- seli F bahwa mereka benar-benar menerapkan terapi secara mandiri hingga mereka mampu untuk berhenti merokok selamanya, selama masih di dalam ruang lingkup Pondok Pesantren kemudian alangkah baiknya efek penerapan Teknik Spritual Emotional Freedome Tehnique (SEFT) dan Terapi Puasa untuk mengurangi kebiasaan merokok pada santri ini tetap terasa hingga Konseli M dan Konseli F melanjutkan pendidikan mereka di luar. Sehingga peneliti sendiri bekerja sama dengan pihak Pengasuhan dan bagian Taklim Organisasi Santri Nurul Haramain untuk memantau perkembangan spiritual dari santri konseli M dan konseli F selama di ruang lingkup Pondok.
B. Kendala Penerapan Teknik SEFT dan Terapi Puasa Pa-
harus menekankan kepada niat yang sungguh-sungguh untuk berhenti merokok. Jadi keinginan untuk berhenti merokok itu tergantung kesungguhan dari perokok itu, berdasarkan hasil observasi selama penanganan Sefter melakukan tip- ping pada konseli M yang pertama atau di totok sambil menghisap rokok, Konseli M merasakan efek mual dari pen- erapan tipping tersebut. Sehingga Sefter atau peneliti terus mengulangi. Pada peroses tapping berikutnya Konseli M me- rasa mual di perut, ketika menghisap rokok lidahnya merasa sangat pahit. Begitu juga dengan Konseli F, perubahan fisik yang di perlihatkan sama, respon tubuhyang diperlihatkan sama dengan konseli M dan apa yang mereka rasakan sama, rasa pahit di lidah. Dari hasil pengamatan tersebut kendala yang Nampak hanyalah terletak pada kemauan diri sendiri untuk berhenti merokok.
Berdasarkan analisis pada pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa kendala yang mendasari sikap per- ilaku santri terhadap penerapan SEFT di Pondok Pesantren adalah sebagai berikut :
1. Karena factor ketakutan santri tersebut untuk mengungkapkan keinginan berhenti merokok pada pihak Pengasuhan santri.
2. Karena factor kurangnya kesadaran diri santri tersebut untuk berubah dan berhenti merokok.
3. Di pengaruhi oleh lingkungan pergaulan santri tersebut sehingga santri yang sudah pernah di berikan terapi terpengaruh kembali untuk mengulangi kebiasaan bu- ruk tersebut.
4. Factor kontrol diri dan kurangnya kesadaran terhadap santri untuk berhenti atau menghilangkan kebiasaan merokok.
5. Kendala ketakutan setiap santri utuk mengakui bahwa santri tersebut merokok dan ingin berhenti merokok
berdasarkan keinginan dari masing-masing individu santri tersebut.
Dari hasil analisis diatas dapat peneliti simpulkan bah- wa penerapan tehnik SEFT dan Terapi Puasa di dalam ruang lingkup Pondok Pesantren sudah di terapkan kepada santri yang memiliki kebiasaan merokok dan sesuai dengan langkah langkah yang ada. Pernyataan tersebut juga sesuai dengan hasil kutipan wawancara konseli M yang menya- takan bahwa dirinya memang sering merokok kemudian Konseli M sendiri mau berhenti merokok berdasarkan pengakuan Konseli M bahwa awal terbentuknya kebiasan merokok mulai kelas 2 SD, dan awalnya Konseli M diajak oleh teman kelasnya untuk merokok. Sehingga lama kelamaan konseli M menjadi terbiasa merokok. Berdasarkan pengakuan Konseli M takut mendapat hukumana di Botak karena kesalahannya, dan Saya di suruh mengikuti Terapi (SEFT) sama Ustad A Pengasuhan santri. Berdasarkan wa- wancara dengan Konseli M peneliti dapat menyimpulkan bahwa permasalahan timbulnya kebiasaan merokok timbul pertama kali ketika Konseli M masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
Pernyataan terkait pelanggaran disiplin kebiasaan mero- kok pada santri kelas XII MA NW Putra Narmada sesuai dengan hasil kutipan wawancara konseli F yang memaparkan tentang bagaimana timbulnya kebiasaan merokok pada kon- seli F “Dulu saya mulai merokok sejak klas 3 SD, rokok yang dulu yang terkenal itu rokok surya kalau saya merokok orang tua saya juga perokok. dulu saya merokok sering keti- ka mau tadarusan atau sebelum sholat isa untuk mengisi waktu luang. Biasanya 1-2 batang rokok sambil menunggu teman-teman datang. Namun lama kelamaan saya sadar ada keinginnan berhenti merokok tapi saya takut nanti di hukum.Berdasarkan kutipan wawancara di atas bahwa kon-
seli M dan F memiliki latar belakang mulai merokok sejak kelas dua dan tiga Sekolah Dasar. Itu membuktikan bahwa kebiasaan merokok yang timbul pada santri klas XII MA NW Putra Narmada berasal sebelum santri tersebut belum menjadi santri di Pondok Pesantren MA NW Putra Nurul Ha- ramain Putra Narmada.
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian paparan data dari BAB I hingga BAB III dan temuan-temuan di lapangan terkait kesimpulan, maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hal terkait dengan hasil penelitian ini antara lain :
1. Selama Peroses Penerapan Terapi SEFT di kalangan santri, peneliti menyimpulkan bahwa Latar belakang timbulnya kebiasaan merokok pada santri Pondok Pe- santren Nurul Haramain kelas XII MA NW Putra Nar- mada. Itu muncul rata-rata karena pergaulan di ru- mahnya. Kemudian berdasarkan hasil penelitian santri tersebut sudah mulai merokok sejak mereka masih Sekolah Dasar (SD), sehingga peneliti bersama Guru BK bekerjasama untuk menerapkan teknik SEFT untuk mengurangi kebiasaan merokok pada santri. Dan dapat disimpulkan bahwa santri berinisial M dan F sudah ada niat baik untuk berhenti merokok dengan ikut menjalani terapi Spritual Emotional Freedome Tehnique (SEFT) dan Terapi Puasa dengan Sabar dan Ikhlas dan selama peroses penerapannya dari beberapa tahapan mulai dari tahap Set Up kemudian di lanjutkan dengan tahap Tun In di combinasikan dengan terapi Puasa kemudian tahap terakhir yaitu tahap Tapping konseli M dan F men- jalaninya dengan sesuai arahan Guru BK dari tahapan yang di lalui peneliti menyimpulkan bahwa dengan teknik SEFT dan terapi Puasa ini santri berinisial M dan F sudah mengurangi kebiasaan merokoknya kemudian dapat di simpulkan bahwa sanya teknik SEFT dan terapi Puasa ini sangatlah efektif untuk menangani permasala- han kebiasaan merokok pada santri.
2. Kendala dari penerapan Teknik Spritual Emotional Freedome Tehnique (SEFT) dan terapi Puasa untuk mengurangi kebiasaan merokok adalah kurangnya con- trol diri dari para santri sehingga kebiasaan buruk terse- but susah untuk di tanagani, kemudian dalam peroses penerapannya kendala yang paling mempengaruhi dari kebiasaan merokok tersebut merupakan kendala ling- kungan serta teman sepergaulan santri M dan F yang ser- ing kai mempengaruhi santri tersebut untuk mengulangi kebiasaan tersebut. Akan tetapi peneliti sendiri me- meberikan upaya Follow Up kepada santri M dan F supaya penerapan terapi sebelumnya tetap di pantau perkembangan santri tersebut. Berdasarkan Wawancara, Observasi dan Dokumentasi. Dan setelah di lakukannya penanganan oleh Konselor atau Sefter terhadap santri yang terbiasa merokok. Banyak upaya yang sudah di ikhtiarkan oleh Pimpinan Pondok dan para Staf Pen- didik Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Putra Narmada untuk menangani kebiasaan merokok para santri yang ikut terbawa dari luar sehingga menjadi ke- biasaan buruk di dalam ruang lingkup Pondok Pesantren B. Saran-Saran
Adapun pesan sederhana yang ingin penulis sampaikan melalui skripsi ini adalah :
1. Untuk para santri Kelas XII MA NW Putra Nrama- da, supaya tetap Istiqomah mengamalkan Teknik Spritual Emotional Freedome Tehnique (SEFT) dan Terapi Puasa ini dapt diaplikasikan secara mandiri agar nanti bisa untuk berhenti merokok.
2. Untuk para santri pada umumnya semoga dapat mengamalkan Teknik SEFT dan Terapi Puasa ini sebagai wadah pengobatan alternatip untuk me- nyembuhkan kebiasaan merokok.
3. Untuk para penggiat pendidikan semoga dari penyusunan skripsi ini dapat menjadi rujukan re- frensi bagi kariya illmiyah berikutnya, apabila ada salah penyampaian dan yang lainnya mohon di koreksi.
4. Bagi para Guru atau tenaga pendidik teruslah men- didik para santri dan teruslah memberikan sikap teladan kepada para santri, agar kelak mereka mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan berkah.
68
Asroruddin,”Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Jurnal al-Amin Vol.5, no1, (2020).
Anggito,Algi dkk, Metodology Penelitian Kualitatif, Sukabumi, 2018.
Ali. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik, Jakar- ta: PT Bumi Aksara, 2011.
Andar , 2016 Spiritual Emotinal Freedom Technique se- bagai Terapi dalam Konseling, Volume 2 Edis XI. Jurnal Madaniyah.
Agus Prasetiyo, “Pengertian Penelitian Deskriftif Kuali- tatif”, dalam https://www .linguistikid.com /2016 /09 /pengertian- penelitian-deskriptif-kualitatif. html 07,Agustus 2016.
Bola.com, 30 Kata Mutiara dalam Bahasa Arab beserta artinya bermakna dan melembutkan hati dalam https://www.bola.com/ragam/read/4268635/30-kata-kata-mutiara- dalam-bahasa-arab-beserta-artinya-bermakna-dan-melembutkan- hati 2 Juni 2020.
Corey, Geral. Teori dan Praktek Konseling dan Psikotera- pi, Bandung: PT Refika Aditama, 2013.
Dadan Sumara .“ Kenakalan Remaja dan Penanganannya.”
Penelitian dan PPM, Vol 4, no: 2(2017): 442-448.
Document Media Center Pers and Jurnalis, Nurul Haramain NW Narmada Document tanggal 20 Desember 2020.
Etika,Arif Nurma.” Pengaruh Terapi Spritual Emotional Freedom Tehnique (SEFT) Terhadap Intensitas Merokok Pada Siswa, Vol. 3, no.3,(2015).
Elsy, Putri.” Pengaruh Merokok Pada Perokok Aktif Dan Perokok Pasif Terhadap Kadar Trigliserida, STIKes Surya Mi- tra Husada,2018.
Fajar, Rahmat. Bahaya Merokok, Jakarta: Saranan Bangun Pustaka,2011.
Ifazatu, Andar.” Spritual Emotional Freedom Technique Sebagai Terapi dalam Konseling, Volume 2, Edisi XI,(2016).
Murni J. 2018. Skripsi:Terapi Spritual Emotional Fredome Technique (SEFT) Dalam Upaya Menghilangkan Kebiasaan Merokok (Studi Kasus Seorang Remaja Pasca Rehabilitasi Di Plato Foundation Surabaya) (Surabaya : SAS).
Muhammad Zakiyyah,2013. Pengaruh Terapi Spritual Emosional Freedome Tehnique (SEFT)Terhadap Penanganan Nyeri Dismenorea, 5(2).
Nur Indah R, 2017. Skripsi : Terapi Jiwa dan Pembentukan Sikap Positif “Wara” Melalui Puasa Sunah, Mts Islamiyah, Kemus Boyolali, Indonesia.
Nur Indah R, 2017. Terapi Jiwa dan Pembentukan Sikap Positif “Wara” Melalui Puasa Sunah, (Mts Islamiyah, Kemus Boyolali, Indonesia). Vol.1, No. 1, Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling.
Rosida Insani Fisabila, ”Upaya Membantu Proses Ber- henti Merokok Pada Jamaah Perokok Aktif Usia Dewasa Lanjut/
Tua Di Masjid Nurul Iman Gatak Sukoharjo”, (Skripsi,FUD IAIN Surakarta, Surakarta, 2019).
Sumara,2017. Kenakalan Remaja dan Penanganannya PPM, Vol 4, No:2 hl:129-389.
Suroso,2014. Efektifitas Terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedome Technique).untuk Mengurangi Perilaku Merokok Remaja Madya, Volume 9, No.(1), 86-95.
Suroso, 2014. Efektifitas Terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedome Technique).untuk Mengurangi Perilaku Merokok Remaja Madya, Surabaya. Volume 9, No. 1,: 86-95. Jurnal Psikologi Tbularasa.
Volkow,N.2015.Addiction is a disease of free will.
http://www.drugbuse.gov/ab out-nida/noras- blog/2015/06/addiction-disease- free-will (diakses tanggal 6 Ok- tober 2020).
Helo Sehat Com. 2019. Hidup Sehat Berhenti Merokok ba- haya pada daya tahan tubuh.
https://hellosehat.com/hidup-sehat/berhenti-merokok/bahaya- merokok-pada-daya-tahan-tubuh/, (diakses Tanggal 8 Oktober 2020).
Blog.ruang Guru.com, Teknik mengumpulkan data pada penelitian kualitatif.
https://blog.ruangguru.com/teknik-mengumpulkan-data-pada- penelitian-kualitatifMei 23 2018 (diakses tanggal 25 Oktober 2020).
Republika.co.id, 2019. Berita gaya hidup info sehat Indone- sia hadapi ancaman naiknya perokok anak dan remaja.
https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-
sehat/19/07/11/pugtm9459-indonesia-hadapi-ancaman-naiknya- perokok-anak-dan-remaja, (diakses tanggal 10 Oktober 2020).
Depkes.go.id 2019. Jangan biarkan rokok merenggut napas kita.
http://www.depkes.go.id/article/view/19071100001/htts-2019- jangan-biarkan-rokok-merenggut-napas-kita.html. (diakses tang- gal 10 Oktober 2020).
Kompasiana.com, 2015. Tren rokok di kalangan remaja.
https://www.kompasiana.com/zindyregita/54f92f4da33311d33b8 b4ed3/tren-rokok-di-kalangan-remaja (diakses tanggal 20 Ok- tober 2020).
Ciputrauceo.net.blog, 2016. Metode pengumpulan data da- lam penelitian
http://ciputrauceo.net/blog/2016/2/18/metode-pengumpulan-data- dalam-penelitian (diakses tanggal 3 Agustus 2020).
Raras wurimiswan daru.blogspot.com.2014 uji keabsahan data dalam penelitian.
http://raraswurimiswandaru.blogspot.com/2016/04/uji-keabsahan- data-dalam-penelitian.html (diakses tanggal 25 Oktober 2020).
Kesehatan. Sumatra Utara, Medan, Fakultas Ushuludin dan Study Islam.
Linguistikid.com Agus Prasetiyo,
https://www.linguistikid.com/2016/09/pengertian-penelitian- deskriptif-kualitatif.html 07,Agustus 2016. (diakses tanggal 15 November 2020).
Kompas.Com 2008. Stop Rokok dengan terapi SEFT.
https://nasional.kompas.com/stop.rokok.dengan.terapi.seft.(diaks es tanggal 8 Oktober 2020).
Liputan 6 Com. 2019 manfaat luar biasa puasa bagi kesehatan otak dan mental.
https://www.liputan6.com/health/read/3960157/manfaat-luar- biasa-puasa-bagi-kesehatan-otak-dan-mental (diakses tanggal 25 Oktober 2020).
Nasional Kompas.com, 2008. Stop rokok dengan terapi SEFT.
https://nasional.kompas.com/read/
2008/05/31/15554321/stop.rokok.dengan.terapi.seft. (diakses tanggal 10 Oktober 2021).
Media Neliti.com 2012. Efektifitas terapi SEFT Spritual Emotional Freedome Tehnique.
https://media.neliti.com/media/publications/127684-ID-
efektifitas-terapi-seft-spiritual-emotio.pdf (diakses tanggal 25 Oktober 2020).
Suroso, “Jurnal Psikologi Tabularasa “ Efektifitas Terapi SEFT (Spritual Emotional Freedom Technique )Untuk Mengu- rangi Perilaku Merokok Remaja Madya, Jurnal Psikologi, Vol 9 No.1, April 2014.
Sardjito co.id, 2019 bahaya maerokok.
https://sardjito.co.id/2019/10/30/bahaya-merokok/ (diakses tang- gal 19 Oktober 2021).
Piss Ktb Com.2012. Puasa-puasa sunah senin kamis.
http://www.piss-ktb.com/2012/02/554-puasa-puasa-sunah-senin- kamis.html?m=1 (di akses tanggal 6 Juni 2021).
Rayendar.blogspot.com .Metode penelitian menurut sugiyono.
http://rayendar.blogspot.com/2015/06/metode-penelitian-
menurut-sugiyono-2013.html, (diakses tanggal 6 September 2020).
Syarif, “Puasa Menurut Perspektif Biologi Dalam Kajian Metabolisme Tubuh Dan Hubungannya Dengan Kesehatan”
(Skripsi IAIN Ambon, 2019
Dra. Gatina Komalasari, Teori dasar Teknik Konseling, (Indeks : Jakarta, 2011).
Zainal A,2001. Kunci Ibadah , Semarang.
Zakiyyah ,Muhamad.” Pengaruh Terapi Spritual Emosional Freedome Tehnique (SEFT)Terhadap Penanganan Nyeri Dis- menorea Vol 5, no.2, (2013).
Zakiah Ulfa. 2016. Skripsi : Manfaat Puasa dalam Per- sepektif Sunah dan
LAMPIRAN
BIODATA OBJEK PENELITIAN A. Identitas Pembimbing Guru Bimbingan Konseling
Nama : Muhamad Anshari, S.Pd.
Umur : 28 th Hobi : Basket
Tanggal/Lahir : Sumbawa, 10 Februari 1993.
Alamat : Lembuak Kebon, Narmada.
Tugas : Pengasuhan Santri Ponpes Nurul Haramain NW Putra Narmada.
B. Identitas Konseli M
Nama : Mujiburahman Al Idrus Umur : 18 th
Hobi : Sepak Bola
Tanggal/Lahir : Labuhan Haji, 10 Februari 2003 Alamat : Labuhan Haji
Jurusan : Bahasa C. Identitas Konseli F
Nama : Muhamad Faisal Umur : 18 th
Tanggal/Lahir : Sintung, 5 Januari 2003 Hobi : Sepak Bola dan Senam Lantai Alamat : Tanak Beak Pemangket, Sintung Jurusan : IPA
NASKAH WAWANCARA KONSELI “M”
Wawancara singkat ini di lakukan di Pondok Pesantren Nurul Ha- ramain Pada Tanggal 10 Oktober 2020 bersama Santri Berinisial M Pukul 15.00 WIB.
No Peneliti/Santri Wawancara Konseli M Ket.
Peneliti Kapan pertama kali bisa merokok di pon- dok?
Santri Saya mulai bisa merokok mulai kelas 2 SD dulu di rumah
Peneliti Kalok boleh tahu bagaimana cerita awal merokok di pondok?
Santri jadi dulu saya diajakin sama teman kelas saya merokok lama kelamman saya jadi terbiasa merokok di pondok
Peneliti Oh apakah adek punya keinginan untuk berhenti merokok?
Santri Ya saya ingin berhenti merokok tapi saya takut di Botak,
Peneliti Gk apa nanti kalau adek mau kita bantu dengan terapi SEFT sama ustd
Santri Ya sdah saya mau karena saya pengen sekali berhenti merokok pak? Tapi kema- rin teman saya di suruh mengikuti Tera- pi (SEFT) sama Ustad A Pengasuhan santri.
Peneliti Siapa temannya yang di suruh ikut?
Santri Ada teman kelas saya tapi dia malu sama takut nanti dihukum katanya
Peneliti Kalau boleh nanti kita usulkan ke pengasuhan santri?
Santri Ya sudah gk papa pak biar ada teman saya juga di terapi SEFT nanti.
NASKAH WAWANCARA KONSELI “F”
Wawancara ini dilakukan bersama santri berinisial F Di Masjid Jami Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Putra Narmada padaTanggal 10 Oktober Pukul 13.00 WIB
No Peneliti/Santri Wawancara Konseli M Ket.
Peneliti Kapan pertama kali adek merokok di dalam pondok?
Santri Dulu saya mulai merokok sejak klas 3 SD di rumah Peneliti Rokok apa yang pertama kali adek pake merokok?
Santri Kalau rokok yang dulu yang terkenal itu rokok surya itu sdah yang saya coba
Peneliti Terus kok bisa merokok jadi keterusan sampai di pon- dok?
Santri kalau saya merokok orang tua saya juga perokok Peneliti Terus kalau di pondok kapan saja waktu adek mero-
kok?
Santri Dulu saya merokok sering ketika mau tadarusan atau sebelum sholat isa untuk mengisi waktu luang.
Peneliti Terus biasanya bisa habis berapa batang rokok dalam semalam?
Santri Yang biasanya 1-2 batang rokok sambil menunggu teman-teman datang. Namun lama kelamaan saya sa- dar ada keinginnan berhenti merokok tapi saya takut nanti di hukum”
Peneliti Adek serius ada keinginan merokok, Kalau boleh nanti kita usulkan ke pengasuhan santri gimana adek mau?