BAB II LANDASAN TEORI
E. Kerangka Berfikir
Perbedaan penelitian : tempat penelitian yang berbeda.waktu dan tempat, dan ada sebagian kata dari judul tidak sama dan ada perbedaan cara pengelolahan data tersebut.
Ailsa Nabila Irvhan, Satrio Hadi Wijoyo, Andi Reza
Perdanakusuma31
Analisis Value Terhadap Minat Penggunaan MyTelkomsel Menggunakan Connsumption Value Modal
Hasil dari penelitian adalah Variabel funcional value, emocional vlue, social value Memiliki pengaruh signifikan positif terhadap minat, sedangkan variabel epestemic value dan conditional value tidak berpengaruh terhadap minat.
Terdapat juga perbedaannya yaitu memiliki lima variabel, Sampel yang digunakan, tempat penelitian yang berbeda.
Fauzan adzima dan maya ariyanti 32
Analisis faktor- faktor yang mempengaruhi minat
menggunakan aplikasi mobile banking pada nasabah bank BRI purwakarta
Variabel minat untuk menggunakan M-banking masuk kedalam kategori tinggi. hal tersebut
menunjukan bahwa
kemungkinan responden menggunakan M-banking adalah tinggi.
Terdapat juga perbedaannya yaitu : aplikasi M-banking, tempat penelitian, variabel penelitian.
Maka terdapat pokok permasalahan yang berbeda antara penelitian yang penulis kemukakan dengan penelitian sebelumnya. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah terletak pada lokasi penelitian, kajian teoritis, obyek yang diteliti dan waktu penelitian.
(X1)
Minat (Y) Functional value
(X2)
banyak belum menggunakan Aplikasi DIN Muamalat. Oleh karena itu peneliti mengambil 2 variabel untuk mengetahui minat nasabah tersebut. yaitu emotional value sebagai X1, dan functonal value sebagai X2, sedangkan untuk variabel Y yaitu penggunaan nasabah maka dari itu dalam masalah penelitian ini akan merumuskan kerangka berfikir sebagai berikut:
Gambar 2.3 Kerangka Berfikir F. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan pada teori yang relavan, belum didasarkan epirik. sehubungan dengan penelitian ini, maka peneliti merupakan Hipotesis merumuskan hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Variabel Emotinal value
H0. b1 =0 : Maka variabel emotional value tidak memiliki korelasi positif signifikan terhadap minat penggunaan DIN Muamalat.
Ha b1 = 0 : Maka variabel emotional value memiliki kolerasi positif signi fikan terhadap penggunaan DIN Muamalat.
Hipotesis Variabel Functional value
H0. b1 = 0 : Maka variabel Functional value tidak memiliki korelasi positif signifikan terhadap minat penggunaan DIN Muamalat.
Ha b1 = 0 : Maka variable Functional value memiliki kolerasi positif signifikan terhadap penggunaan DIN Muamalat.
Hipotesis variabel Funcional value dan Emocional value terhadap Minat H0. b1 = 0 : Maka variabel Emocional value dan Functional value tidak
memiliki korelasi positif signifikan terhadap minat penggunaan DIN Muamalat.
Ha b1 = 0 ; Maka variabel Emocional value dan Functional value tidak memiliki korelasi positif signifikan terhadap minat penggunaan DIN Muamalat.
35
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh terhadap faktor minat emtional value dalam Minat peggunaan layanan aplikasi DIN Muamalat.
2. Untuk mengetahui sebarapa besar pengaruh terhadap faktor kemudahan prepsi terhadap dalam pengguaan Aplikasi DIN Muamalat.
B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Bank Muamalat Cabang Jl. Ciledug Raya No.23-23A RT.6/5 Cipulir, Kby. Lama, Jakarta Selatan 12230.
2. Penelitian ini dilakukan pada tanggal Mei 2021 s.d 25 Agustus 2021.
C. Metode Penelitian
Metode penelitian adalah suatu cara atau prosedur yang digunakan untuk penelitian sehingga mampu menjawab rumusan masalah dari tujuan penelitian. Metode penelitian merupakan secara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan kegunaan tertentu. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mengumpulkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.1
1 Basuki, Pengantar Metode Penelitian Kuantitatif, (Bandung: CV Media Sains Indonesia, 2021), hlm. 4.
Metode yang digunakan ini adalah penelitian deskriptif ini dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih detail suatu gejala atau fenomena.
Hasil akhir dari peneletian ini biasanya berupa tipologi atau pola-pola mengenai fenomena yang sedang dibahas.2
Metode ini dilakukan dari fakta dan data pada objek penelitian analisis ini menggunakan kuesioner pada Nasabah Bank Muamalat Indonesia Cabang Cipulir, Berdasarkan teori diatas, bahwa penelitian ini merupakan penelitian deskritif kuantitafif data digunakan untuk meneliti populasi dan sampel peneliti yang dianalisis sesuai dengan metode satatisktik yang kemudian dijelaskan.
D. Variabel Penelitian
Variabel penelitian merupakan kegiatan menguji hipotesis, yaitu menguji kecocokan antara teori dan fakta empiris di dunia nyata. Hubungan nyata ini dapat dipaparkan dengan bersandar kepada variabel adapun nyata dengan memperhatikan data tentang variabel itu.3 penelitian kuantitatif menggunakan antara variabel sebab tiap variabel mempunyai posisi dalam hubungan antara variabel (cara mudah memahami). Variabel juga merupakan atribut sekaligus objek yang menjadi perhatian suatu penelitian. kompenen dimaksud penting dalam menarik kesimpulan atau infernsi suatu penelitian ada beberapa jenis variabel lain variabel bebas dan terikat.
Dalam penelitian ini variabel bebas yang diteliti adalah emotional
2 Adhi Kusumastutu, Ahmad Mustamil Khoiron dan Taofan Ali Achmadi, Metode Penelitian Kuantatif, (yogyakarta: CV Budi Utama). hlm. 2
3 Juliansyah Noor, Metode Penelitian : Skripsi,Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah, (Jakarta: Kencana, 2017), hlm. 47.
value sebagai (X1) dan Functional value (X2). sedangkan yang menjadi variabel yang terikat adalah minat nasabah atau sebagai variabel (Y) .
E. Populasi dan Sempel Penelitian 1. Populasi
Populasi merupakan salah satu hal yang esesial dan medapat perhatian dengan seksama apabila peneliti ingin menyimpulkan suatu hasil yang dapat dipercaya dan tepat guna untuk daerah atau objek penelitiannya.4
Populasi disebut juga sebagai kumpulan objek riset. Dengan kata lain, populasi adalah jumlah keseluruhan dari objek yang berperan penting dalam suatu penelitian. Namun, di dalam populasi terdapat beberapa elemen yang dapat dipilih sesuai dengan penelitian terdapat beberapa elemen yang dapat dipilih sesuai dengan penelitian yang dilakukan.
Populasi pada penelitian ini adalah nasabah Bank Muamlat Indonesia KC Cipulir.
Populasi dalam penelitian ini dilihat berdasarkan nasabah Bank Muamalat KC Cipulir yaitu sebesar 6.470 ditetapkan sebagai jumlah populasi dalam penelitian ini.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena
4 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2019), hlm.81.
keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dibelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).5
menurut husain dan purnomo sampel merupakan sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampling, kesimpulan hasil penelitian yang diangkat dari sampel harus merupakan kesimpulan atas populasi.6 Untuk menentukan sampel dengan rumus slovin, yaitu :
n = 𝑁 1+𝑁.𝑒2
Dimana :
n =ukuran sampel N = ukuran populasi
e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih ditoleris atau diinginkan.
n = 𝑁 1+𝑁.𝑒2
n = 6.470 1+6.470.𝑜,12
5 Muri Yusuf, Metode penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan, (Jakarta:
Kencana, 2017), hlm. 150
6 Hardani, Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, (Yogyakarta: CV.
Pustaka Ilmu Group Yogyakarta, 2020), Cet. 1, h. 362
n = 6.470 1+64,7
n = 6.470 65,7
n = 98,47 dibulatkan menjadi 100
pengambilan sampel dari populasi penelitian dilakukan dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Menurut Sugiyono, Proporsional Random Sampling adalah cara pengambilan sampel dari populas dengan menggunakan cara acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi tersebut.7
F. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah bagian dari instrument pengumpulan data yang menentukan berhasil atau tidaknya suatu penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
Metode pengumpulan data hal utama. Yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian, yaitu, kualitas instrumen penelitian, dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk untuk mengumpulkan data oleh karena itu instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitas nya belum tentu dapat menghasilkan nya data yang valid dan reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan data nya metode yang
7 Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan, cetakan ke-15. (Bandung: Alfabeta, 2012) hal.
14
digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner adalah merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk di jawabnya kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.8
G. Instrumen Penelitian
Karena pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik. Alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrument penelitian. Jadi instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati.
Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang akan disebarkan kepada responden untuk diisi dan dianalisis lebih lanjut oleh peneliti. Terdapat tiga instrumen yang digunakan untuk mengukur masing- masing variabel yaitu emotional value, funcional value dan minat.
Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Skala likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Instrumen penelitian yang menggunakan skala likert dapat dibuat dalam bentuk checklist dan dengan lima urutan dan mempunyai kriteria menjawaban sebagai berikut.
8 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2019), hlm.137
1. Sangat setuju diberi skor 5 2. Setuju diberi skor 4
3. Ragu-ragu diberi skor 3 4. Kurang setuju diberi skor 2 5. Tidak setuju diberi skor 1
Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.9 Daftar kisi-kisi instrumen pada penelitian ini dibuat sebagai berikut :
Tabel 3.1 Instrumen Penelitian No Variabel
Penelitian Instrumen Skala
Pengukuran 1 Emotional
value (X1)
Kenyamanan penggunaan jasa
Kemudahan akses Skala Likert
2
Funcitional value (X2)
Aplikasi Din Muamalat Memiliki Fitur Sesuai Dengan Perkembangan Teknologi Dan Modern
Aplikasi DIN Muamalat Mampu Memberikan Kebutuhan
Kemudahan sistem pembayaran
Skala Likert
3
Minat Nasabah aplikasi DIN (Y)
Transaksi nasabah pengguna dalam aplikasi DIN
Aplikasi DIN Muamalat Mampuh Memberikan Kebutuhan dalam minat penggunaan fasilitas aplikasi DIN.
Skala Likert
Sedangkan untuk mencari tingkat pencapain jawaban responden digunakan rumus berikut :
Dimana: TCR = Tingkat Pecapaian Responden
9 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, hlm . 93.
TCR = Rata-rata Skor x100 Skor Maksimum
Tabel 3.2 Klafikasi TCR
No Presentasi Pecapaian Kriteria
1 81% - 100% Sangat Baik
2 61% - 80% Baik
3 41% - 60% Cukup Baik
4 21% - 40% Cukup
5 0% – 20% Kurang Baik
H. Teknis Analisis Data
Analisis data adalah merupakan salah satu langkah dalam kegiatan penelitian yang sangat menentukan ketepatan dan keahlian hasil penelitian.
variabel dan jenis responden mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden menyajikan data tiap variabel yang diteliti melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.10
1. Analisis Deskriptif
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.11
Analisis ini berisi tentang pembahasan secara deskriptif mengenai tanggapan yang diberikan kepada responden pada kuesioner.
2. Uji Kualitas Data a. Uji validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid
10 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, hlm. 147
11 Sudaryono, Aplikasi Statistika Untuk Penelitian, (Jakarta : Lentera Ilmu Cendekia, 2014), hlm. 191.
tidaknya suatu kuesioner suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.12 Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur, instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid.13
b. Uji Reabilitas
Uji reabilitas kepercayaan berhubungan dengan ketepatan dan konsistensi. beberapa ahli memberikan batasan realibilitas. Menurut Azwar, realibilitas berhubungan dengan akurasi instrumen dalam mengukur apa yang diukur, kecermatan hasil ukur dan seberapa akurat seandainnya dilakukan pengukuran ulang, dan realibilitas sebagai konsintasi pengamatan yang diperoleh dari pencatatan berulang baik pada satu subjek maupun sejumlah subjek.14
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana konsistensi hasil pengukuran yang relatif sama apabila dilakakukan pengulangan atas penggunaan alat ukur tersebut. Uji reliabilitas dilakukan dengan teknik Alpha. Pengujian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 23. Untuk menilai masing-masing butir pernyataan yang reliabel dapat dilihat dari nilai Cronbach’s Alpha dan
12 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivarite Dengan Program SPSS, (Semarang:
UNDIP, 2009), hlm. 49.
13 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2015), hlm. 49
14 Sandu Siyoto, Ali Sodik, “Dasar Metodelogi Penelitian”,(Yogyakarta: Liteasi Media Publishing, 2015), hlm. 91.
memiliki nilai Cronbach’s Alpha > dari 0,06.
3. Uji Asumsi klasik a. Uji Mulitikoliernitas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas independen.
terjadi korelasi di antara variabel independen.
Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel- variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi (karena VIF=1/tolerance). Nilai cutof yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai tolerance < 0.10 atau sama dengan nilai VIF>10.15
b. Uji Autokolerasi
Alat uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi linier ada kolerasi antara kesalahan pengganggu para preodi t dengan kesalahan pada priode t-1 (sebelumnya). Secara praktis, bisa dikatakan bahwa nilai residual yang ada tidak berkolersi satu dengan yang lain. jika terjadi kolerasi, maka dinamakan ada problem autokolerasi. Tentu saja model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokolerasi.16 Salah satu ukuran dalam menentukan ada tidaknya masalah kolerasi dengan uji Durbin-Wathon
15 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivarite Dengan Program SPSS, hlm. 49.
16 Singgih Santoso, “Mahir Statistik Patametrik Konsep dasar dan aplikasi dengan SPSS
“,(Jakarta : PT Elex Media Kompitinda, 2019 ), hlm. 207.
(DW) dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Angka D-W dibawah – 2 berarti ada autokolirasi positif.
2) Angka D-W Ddiantara – 2 sampai+2, berarti tidak ada autokolerasi.
3) Angka D-W Di Atas +2 berarti ada autokolerasi negatif.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas dalam penelitian ini heteroskedastisitas dengan cara melihat grafik ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas.17
1) Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur bergelombang dan melebur maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas
2) Jika tidak pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu y maka tidak terjadi heteroskedastisitas 4. Analisis Regresi Berganda
Analisis berganda merupakan studi mengenai ketergantungan variabel dependen dengan salah satu atau lebih variabel indenpenden, dengan tujuan untuk mengestimasi rata-rata populasi atau nilai rata-rata
17 Imam Ghozali, 2001, Op. Cit., hlm. 105
variabel dependen berdasarkan nilai variabel indenpenden yang diketahui.
Hasil dari analisis regresi berupa koefisien untuk masing-masing variabel independen.18
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah minat sedangkan variabel independennya adalah emocional value dan funcional value.
Rumus analisis regresi berganda sebagai berikut:
Y=a+b1x1 +b2x2
Keterangan:
Y : Minat
X1 : Emocional Value X2 : Funcional Value
b1: koefisien regresi variabel emocional value b2 : koefisien regresi variabel funcional value a : konstanta
5. UJI Hipotesis a. Uji T
Uji menunjukan seberapa jauh pengaruh suatu variabel penjelasan atau indenpenden secara indvdual dalam menerangkan variasi variabel dependen dan digunakan untuk mengatahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara indu vidual terhadap variabel dependen yang duji pada tingkat signifikansi19
18 Nella Fanitawati, “ Pengaruh Tingkat Harga Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Bagi Konsumen Di Dapur Putih Cafe Metro”,IAIN Metro,2020, h. 36.
19 Imam Ghozali, Op.Cit., hlm. 83.
b. Uji F
Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas (indenpendent variable) secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel tidak bebas (dependent variable). Pengujian secara koefisien penaksikan regresi secara bersama-sama dilakukan oleh uji F dengan melihat nilai signifikansi, jika <0,5 maka regresi bisa dipakai untuk memprediksi variabel tidak bebas atau dependen atau dengan kata lain secara bersama sama variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat.20
c. Uji Determinasi (R2)
Koefisien Determinasi (R²) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen. Nilai R square dikatakan baik jika diatas 0,05 karena nilai R square berkisar antara 0 – 1.21 Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabelvariabel independent dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Dan sebaliknya jika nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independent memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel-variabel dependen.
20 Singgih Santoso, Menguasai SPSS di Era Modern, (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2013), hlm. 354.
21 V. Wiratna Sujarweni, Metode Penelitian. Yogyakarta: PT. Pustaka Baru. 2014.h. 57
48
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan
1. Profil PT. Bank Muamalat Indonesia Tabel 4.1
Profil PT. Bank Muamalat Indonesia
Nama Perusahaan : PT BANK MUAMALAT INDONESIA Bidang Usaha : PERBANKAN SYARIAH SHARIA
BANKING Tanggal Efektif
Oprasional
: 1 Mei 1992
Dasar Hukum Pendirian
: Surat Keputusan No. C2-2413.HT.01.01 Tahun 1992 tanggal 21 Maret 1992 Modal Dasar : 4.400.000.000.000
Modal Ditempatkan : 1.103.435.151.000 Jumlah Karyawan : 2.968
Jaringan Layanan : 249
Alamat Kantor : Jl. Prof Dr Satrio, Kav 18,Kuningan Timur, Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Telepon : (021) 8066 6000 Fax : (021) 8066 6001
Email : [email protected] Website : www.bankmuamalat.co.id
2. Sejarah Bank Muamalat Syariah
Berdasarkan Akta No. 1 tanggal 1 November 1991 Masehi atau 24 Rabiul Akhir 1412 H, dibuat di hadapan Yudo Paripurno, S.H., Notaris, di
Jakarta, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk selanjutnya disebut “Bank Muamalat Indonesia” atau “BMI” berdiri dengan nama PT Bank Muamalat Indonesia. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2- 2413.HT.01.01 Tahun 1992 tanggal 21 Maret 1992 dan telah didaftarkan pada kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 30 Maret 1992 di bawah No. 970/1992 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 34 tanggal 28 April 1992 Tambahan No. 1919A.BMI didirikan atas gagasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan pengusaha muslim yang kemudian mendapat dukungan dari Pemerintah Republik Indonesia, sehingga pada 1 Mei 1992 atau 27 Syawal 1412 H, Bank Muamalat Indonesia secara resmi beroperasi sebagai bank yang menjalankan usahanya berdasarkan prinsip syariah pertama di Indonesia.
Dua tahun setelahnya, tepatnya pada pada 27 Oktober 1994, BMI memperoleh izin sebagai Bank Devisa setelah setahun sebelumnya terdaftar sebagai perusahaan publik yang tidak listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selanjutnya, pada 2003, BMI dengan percaya diri melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 5 (lima) kali dan menjadi lembaga perbankan pertama di Indonesia yang mengeluarkan Sukuk Subordinasi Mudharabah. Aksi korporasi tersebut membawa penegasan bagi posisi Bank Muamalat Indonesia di peta industri perbankan Indonesia.Tak
sampai di situ, BMI terus berinovasi dengan mengeluarkan produk-produk keuangan syariah seperti Asuransi Syariah (Asuransi Takaful), Dana Pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat) dan multifinance syariah (Al-Ijarah Indonesia Finance) yang seluruhnya menjadi terobosan baru di Indonesia. Selain itu, produk Bank yaitu Shar-e yang diluncurkan pada 2004 juga merupakan tabungan instan pertama di Indonesia. Produk Shar- e Gold Debit Visa yang diluncurkan pada 2011 tersebut memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Kartu Debit Syariah dengan teknologi chip pertama di Indonesia serta layanan e- channel seperti internet banking, mobile banking, ATM, dan cash management. Seluruh produk-produk itu menjadi pionir produk syariah di Indonesia dan menjadi tonggak sejarah penting di industri perbankan syariah. Seiring kapasitas Bank yang semakin besar dan diakui, BMI kian melebarkan sayap dengan terus menambah jaringan kantor cabangnya tidak hanya di seluruh Indonesia, akan tetapi juga di luar negeri.
Pada 2009, Bank mendapatkan izin untuk membuka kantor cabang di Kuala Lumpur, Malaysia dan menjadi bank pertama di Indonesia serta satu- satunya yang mewujudkan ekspansi bisnis di Malaysia. Hingga saat ini, Bank telah memiliki 249 kantor layanan termasuk 1 (satu) kantor cabang di Malaysia. Operasional Bank juga didukung oleh jaringan layanan yang luas berupa 619 unit ATM Muamalat, 120.000 jaringan ATM Bersama dan ATM Prima serta 55 unit Mobil Kas Keliling. BMI
melakukan rebranding pada logo Bank untuk semakin meningkatkan awareness terhadap image sebagai Bank Syariah Islami, Modern dan Profesional. Bank pun terus merealisasikan berbagai pencapaian serta prestasi yang diakui, baik secara nasional maupun internasional. Kini, dalam memberikan layanan terbaiknya, BMI beroperasi bersama beberapa entitas anaknya yaitu Al-Ijarah Indonesia Finance (ALIF) yang memberikan layanan pembiayaan syariah, DPLK Muamalat yang memberikan layanan dana pensiun melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan, dan Baitulmaal Muamalat yang memberikan layanan untuk menyalurkan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS). BMI tidak pernah berhenti untuk berkembang dan terus bermetamorfosa untuk menjadi entitas yang semakin baik dan meraih pertumbuhan jangka panjang.
Dengan strategi bisnis yang terarah, Bank Muamalat Indonesia akan terus melaju mewujudkan visi menjadi “The Best Islamic Bank and Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence”
3. Logo dan Makna Logo Bank Muamalat Indonesia
Gambar 4.1 Logo Bank Muamalat