Pendidikan sebagai organisasi harus dikelola sesuai dengan sumber daya yang ada baik itu sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana, sehingga aktivitas pelaksanaan program organisasi dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto merupakan lembaga yang menyelenggarakan pendidikan ditingkat kabupaten untuk mencapai tujuan melalui kerja sama. Organisasi yang baik adalah organisasi dinamis yang berkembang setiap waktu sesuai dengan perubahan yang terjadi pada profit pemerintah yang meliputi pembentukan struktur dan pengintegrasian agar manusia-manusia dapat
bekerja di dalam hubungan-hubungan yang saling tergantung satu dengan yang lainnya.
Struktur organisasi merupakan faktor yang sama pentingnya dalam menentukan dan melihat cara kerja suatu organisasi, yang mana dapat dianalisa melalui strukturnya yang tergambar dan akan bisa diketahui bagian dan sub bagian, wewenang masing-masingnya serta hubungan koordinasi antar bagian dan sub bagian dalam pelaksanaan tugas serta tanggungjawab masing-masing berikut pembagian tugas berdasarkan spesialisasi yang ada.
Penyusunan struktur organisasi sangat dipengaruhi oleh kemauan individu-individu yang berkuasa. Seringkali kehadiran suatu struktur serta jabatan lebih bersifat politis, lebih didasarkan pada muatan kepentingan dari pada kebutuhan rill. Hal ini diartikan bahwasanya aktivitas kerja yang ada pada Dinas Pendidikan tidak sesuai dengan jabatan yang seharusnya dijalankan oleh tenaga kerja. Lebih lanjut dikatakan bahwa penentuan suatu jabatan atau posisi juga seringkali didasarkan pada pertimbangan berapa orang atau siapa saja yang harus diberi perhatian khusus. Akibatnya, muncul tumpang tindih nama posisi atau jabatan. hal negatif yang berisiko mengganggu efektivitas proses kerja harus dapat diidentifikasi dan dikendalikan agar proses organisasi dapat senantiasa menciptakan rantai nilai yang optimal.
Kemampuan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mendesain organisasi masih perlu ditingkatkan. Misalnya, motivasi kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto yang diamati melalui perilaku kerja, diantaranya: Menurunnya motivasi yang dimiliki pegawai dalam melaksanakan tugasnya, terlihat dari masih
kurangnya rasa tanggung jawab akan pekerjaan yang diberikan, beberapa pegawai yang tidak disiplin. Untuk itu perlu ditinjau kembali berdasarkan dimensi organisasi yang terdiri dari subdimensi kompleksitas, formalisasi dan sentralisasi agar Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto mampu memperbaiki, menyesuaikan, dan menyempurnakan struktur dan proses organisasi yang sesuai dengan lingkungan strategisnya.
Kompleksitas merupakan faktor yang memiliki pengaruh besar terhadap struktur organisasi. Kompleksitas juga membawa pengaruh pada perilaku individu di dalam organisasi, kondisi-kondisi struktural dalam organisasi, proses-proses yang terjadi di dalam organisasi, serta hubungan antara organisasi dengan lingkungannya.
Arti penting kompleksitas organisasi khususnya pada Dinas Pendidikan terdiri dari sub sistem yang membutuhkan koordinasi, komunikasi, dan kontrol yang efektif. Makin kompleks sebuah organisasi, makin besar kebutuhannya akan alat komunikasi, koordinasi, dan kontrol yang efektif. Dengan kata lain, jika kompleksitas meningkat, maka akan demikian juga dengan tuntutan terhadap manajemen untuk memastikan bahwa aktvitas-aktivitas yang dideferensiasi dan disebar bekerja dengan mulus dan secara bersama kearah pencapaian tujuan organisasi Dinas Pendidikan.
Formalisasi dalam organisasi memiliki keuntungan yaitu pengaturan perilaku para pegawai. Standarisasi perilaku akan mengurangi keanekaragaman dan juga mendorong koordinasi. Makin besar formalisasi, makin sedikit pula kebijaksanaan yang diminta dari unit kerja. Formalisasi di dalam organisasi
merupakan suatu proses penyeragaman di dalam lingkup Dinas Pendidikan.
Formalisasi melalui aturan-aturan, prosedur, instruksi dan komunikasi yang telah dibakukan.
Dinas Pendidikan dalam pengambilan keputusan mengacu pada sistem sentralisasi, yaitu segala sesuatu yang berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan diatur secara ketat oleh pemerintah pusat. Dalam era reformasi dewasa ini, diberlakukan kebijakan otonomi yang seluas-luasnya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut Rira (2019) “Otonomi daerah merupakan distribusi kekuasaan secara vertikal. Distribusi kekuasan itu dari pemerintah pusat ke daerah, termasuk kekuasaan dalam bidang pendidikan.”
Dalam pelaksanaan otonomi daerah di Dinas Pendidikan tampak masih menghadapi berbagai masalah. Masalah itu diantaranya tampak pada kebijakan pendidikan yang tidak sejalan dengan prinsip otonomi daerah dan masalah kurang adanya koordinasi dan sinkronisasi. Berdasarkan pembahasan Peneliti, maka peneliti menggambarkannya dalam kerangka konseptual sebagai berikut:
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Formalisasi
1. Peraturan dalam melaksanakan tugas 2. Perilaku Individu 3. Penilaian kinerja
pegawai Kompleksitas
1. Jenis Pekerjaan dalam Struktur Organisasi 2. Prosedur/cara unit
kerja organisasi 3. Tingkat keberhasilan
unit kerja organisasi
Sentralisasi 1. Pengambilan
keputusan
Optimalisasi Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kab. Jeneponto/ SDM
Profesional
(Pendidikan yang Berkualitas)
Fungsional Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kab.
Jeneponto
26 BAB III
METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang berusaha mengungkapkan kejadian atau fenomena yang ada di lokasi penelitian. “Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan pendekatan naturalistik untuk mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tentang fenomena dalam suatu latar yang berkonteks khusus”
(Moleong, 2018: 5). Berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti sendiri (Gunawan, 2013: 81-82). Penelitian kualitatif lebih menekankan pada deskriptif holistik, yangmenjelaskan secara detail tentang kegiatan atau situasi apa yang sedang berlangsung.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian fenomenologi.
Penelitian fenomenologi mencoba menejelaskan atau mengungkap makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu (Rahmat, 2009). Kualitatif format deskriptif yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki. Metode deskriptif kualitatif merupakan proses untuk menggambarkan, meringkas berbagai kondisi, berbagai situasi atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang