• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

C. Kerangka Pikir

Penelitian ini akan menganalisis variable X “Pengetahuan Politik”

dengan indikator yang dikemukakan oleh Dennis (Budianto, 2017) yaitu pengetahuan tentang pemerintahan, pengetahun tentang aturan main politik,

dan pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat. Sedangkan variabel Y

“Partisipasi Politik” menggunakan indikator yang dikemukakan oleh (Ajeng, 2014) yakni Partisipasi pemberian suara dalam pemilu, Partisipasi dalam diskusi politik Informal, Partisipasi dalam rapat umum dan Ikut kampanye.

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas, mendasari lahirnya kerangka pikir penelitian pada gambar berikut :

Gambar 2.1. Kerangka Pikir

Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sinjai Tahun 2018

Variabel X Pengetahuan Politik

Dennis (Budianto, 2017) : 1. Pengetahuan tentang

pemerintahan

2. Pengetahun tentang aturan main politik

3. Pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat

Peningkatan Partisipasi Politik Masyarakat Desa Kompang dalam Pilkada

Variabel Y Partisipasi Politik

(Ajeng, 2014) : 1. Pemberian Suara

2. Partisipasi dalam diskusi politik Informal

3. Partisipasi dalam rapat umum

4. Ikut kampanye

D. Definisi Operasional

Berdasarkan pokok permasalahan yang akan diajukan, maka peneliti membuat penjelasan mengenai variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian, sebagai berikut:

1. Variabel Pengetahuan Politik

a. Pengetahuan tentang pemerintahan, yang dimaksud tentang pemerintahan dalam penelitian ini yaitu masyarakat telah mengetahui calon bupati dan calon wakil bupati yang ikut pada pilkada serentak di Kabupaten Sinjai.

b. Pengetahun tentang aturan main politik, yang dimaksud dalam penelitian ini yakni masyarakat telah memahami aturan yang telah ditetapkan mengenai proses pilkada serentak tahun 2018 di Kabupaten Sinjai guna memastikan pelaksanaan Pilkada berlangsung sesuai dengan aturan dan Undang-Undang yang berlaku, karena Pilkada sejatinya adalah milik masyarakat.

c. Pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat, yang dimaksudkan dalam penelitian ini yaitu pemilih dianggap cakap dan sudah dapat mengambil bagian sebagai subyek dalam pelaksanaan Pilkada, apabila masyarakat sudah mampu berpartisipasi aktif untuk turut mengawasi pelaksanaan Pilkada di lingkungannya.

2. Variabel Partisipasi politik

a. Menjadi partisipan dalam pemberian suara dalam pilkada, pemilih atau masyarakat berhak berpastisipasi dalam pemilihan umum dengan memberikan suara atau voting sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

b. Partisipasi dalam diskusi politik informal, Ketertarikan dalam dialog politik bersama keluarga atau teman mengenai pemilu serta Intensitas berdialog bersama keluarga atau teman mengenai isu-isu politik.

c. Partisipasi dalam rapat umum, Keterlibatan dalam pertemuan atau kampanye baik sebagai tim sukses atau peserta yang diadakan oleh seorang calon dalam pilkada.

d. Ikut kampanye, Keterlibatan menjadi relawan atau peserta kampanye partai politik atau calon dalam pilkada.

E. Hipotesis

Bedasarkan tinjauan pustaka yang telah dikemukakan, maka hipotesis dalam penelitian ini, adalah:

1. Hipotesis Nol (Ho) :

“Tidak ada pengaruh antara variabel Pengetahuan Politik dengan variabel Partisipasi Politik Masyarakat pada Pilkada tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai”.

2. Hipotesis Alternatif (Ha) :

“Ada pengaruh antara variabel Pengetahuan Politik dengan variabel Partisipasi Politik Masyarakat pada Pilkada tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai”.

33 Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama 2 (dua) bulan terhitung mulai tanggal 8 Juni 2020 samapai dengan 30 Agustus 2020. Adapun lokasi penelitian yaitu dilaksanakan di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai, dengan alasan karena di Desa Kompang total partisipasi politik masyarakat sebesar 79,33% dengan presentase suara sah sebesar 98% pada Pilkada serentak tahun 2018 di Kabupaten Sinjai.

B. Jenis dan Tipe Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan alasan karena dalam penelitian kuantitatif memiliki dua variabel yang ingin diketahui hipotesisnya dengan melakukan penelitian terhadap populasi dan sampel yang telah ditentukan. Maka dari itu, peneliti ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif karena pada penelitian ini ada dua variable yang ingin diteliti yaitu untuk mengetahui pengaruh variable X “Pengetahuan Politik” terhadap variabel Y “Partisipasi Politik” pada Pilkada serentak Tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinja Tengah Kabuuapaten Sinjai.

Adapun tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tipe penelitian deskriptif, Karena penelitian deskriptif kuantitatif mencari data berdasarkan dari sampel populasi kemudian penelitian dianalisis sesuai dengan metode statistik yang digunakan. Begitu juga pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian dengan membagikan kuesioner kepada setiap populasi

yaitu masyarakat yang ada di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai, kemudian hasil dari kuesioner akan di analisis.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi merupakan suatu wilayah generalisasi yang terdiri dari objek dan subjek yang mempunyai kualitas dan kerakteristik tertentu sehingga peneliti menetapkan dan mempelajarinya untuk menarik kesimpulan.

Adapun populasi yang dugunakan dalam penelitian ini adalah Aparat pemerintah Desa, Ketua RW, Ketua RT pada wilayah admnistrasi Desa Kompang dengan rincian pemerintah desa sebanyak 9 orang, Ketua RW sebanyak 11 orang dan ketua RT sebanyak 30 orang, sehingga diketuahui jumlah keseluruhan sebanyak 50 Orang.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yang dimana semua anggota populasi akan digunakan sebagai sampel yakni sebanyak 50 orang pejabat admnistrasi di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabuapten Sinjai. Menurut (Sugiyono, 2016) Sampling Jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relative kecil.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dipilih adalah dengan menggunakan kuesioner (angket) menggunakan bentuk checklist. guna membantu responden di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai untuk menjawab dan mengisi kuesioner dengan mudah dan cepat dengan memberi tanda check (√) pada tempat yang telah disediakan.

Peneliti membuat 2 (dua) buah kuesioner untuk penelitian ini, satu kuesioner untuk memperoleh data terkait Pengetahuan Politik (variabel X) dan satu kuesioner untuk memperoleh data terkait Partisipasi Politik (variabel Y).

Kedua kuesioner tersebut peneliti berikan kepada Masyarakat atau responden yang berada di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai.

Guna mempermudah proses pembuatan kuesioner maka terlebih dahulu peneliti membuat kisi-kisi instrumen penelitian.

Kuesioner dilengkapi dengan skala pengukuran untuk menghasilkan data kuantitatif. Skala Likert digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi masyarakat atau responden di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai tentang variabel Pengetahuan Politik dan variabel Partisipasi Politik. Ada 5 (lima) pilihan jawaban pada setiap item pertanyaan, yaitu:

1. Jawaban Sangat Setuju (SS) : diberi skor 5 2. Jawaban Setuju (S) : diberi skor 4 3. Jawaban Kurang Setuju (KS) : diberi skor 3 4. Jawaban Tidak Setuju (TS) : diberi skor 2 5. Jawaban Sangat Tidak Setuju (TS) : diberi skor 1

Kuesioner penelitian yang dibuat oleh peneliti ini akan diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum dan sesudah penelitian. Uji validitas dilakukan untuk menguji keakuratan/ kevalidan kuesioner penelitian, sedangkan uji reliabilitas dilakukan untuk menguji kehandalan/ konsistensi kuesioner penelitian. Peneliti akan melakukan uji validitas dengan menggunakan bantuan software SPSS version 26. Pengujian validitas cukup dengan membandingkan nilai rhitung

dengan nilai rtabel Product Moment. Jika nilai rhitung ≥ rtabel maka indikator atau pertanyaan kuesioner dikatakan valid, begitupula sebaliknya. Data juga dikatakan valid jika nilai sig. (2-tailed) data <0.05.

Peneliti akan melakukan uji reliabilitas dengan menggunakan bantuan software SPSS version 26. Pengujian realibilitas cukup dengan membandingkan ralpha atau angka cronbach alpha dengan nilai 0,7. Jika ralpha

atau angka cronbach alpha ≥ 0,7 maka indikator atau pertanyaan kuesioner dikatakan reliabel, begitupula sebaliknya.

Peneliti juga menggunakan uji t (parsial). Uji t ini digunakan untuk menguji seberapa tinggi pengaruh variabel bebas secara sendiri-sendiri atau melakukan uji satu-satu terhadap variabel terikat. Uji t digunakan melalui dasar pengambilan keputusan dimana jika nilai probabilitas signifikasi > 0.05. maka hipotesis ditolak. Ketika hipotesis ditolak maka variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat, dan jika nilai probabilitas signifikasi < 0.05, maka hipotesi diterima. Maka dapat dikatakan variabel bebas mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel terikat atau dependen.

E. Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan beberapa teknik analisis data, yaitu:

1. Teknik Analisis Statistik Deskriptif

Teknik analisis statistik deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data kuesioner yang telah terkumpul dari jawaban responden di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (generalisasi).

Teknik analisis statistik deskriptif yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa tabel, perhitungan modus, median, mean (pengukuran tendensi sentral), perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi, serta perhitungan persentase (%). Penentuan persentase dari perolehan data hasil kuesioner dari masing-masing variabel menggunakan rumus perhitungan persentase:

% =𝑛

𝑁 x 100%

Keterangan rumus:

n = Skor yang diperoleh N = Skor ideal

% = Persentase

Data yang sudah dipersentasekan lalu ditafsirkan dengan kalimat- kalimat yang bersifat kualitatif, dimana hasil persentase itu dapat digolongkan sebagaimana terlihat pada Tabel 3.1:

Tabel 3.1. Kriteria Jawaban Responden

Persentase Jawaban Tafsiran Kualitatif 80% - <100%

60% - <80%

40% - < 60%

20% - < 40%

0% - < 20%

Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Sangat Tidak Baik (Arikunto, 2010)

2. Teknik Analisis Regresi Linier Sederhana

Teknik analisis regresi sederhana digunakan untuk melihat besaran pengaruh variable (X) terhadap variabel (Y) pada pilkada serentak tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai.

Digunakan pula untuk membangun persamaan dan menggunakan persamaan tersebut untuk membuat perkiraan (prediction). Adapun rumus persamaan regresi sederhana yang digunakan dalam penelitian ini, adalah:

Ý = a + bX

Keterangan rumus:

Ý = variabel Partisipasi Politik X = variabel Pengetahuan Politik a = konstanta

b = koefisien regresi

Analisis regresi dalam penelitian ini akan menggunakan bantuan software SPSS version 24.0. Hasil analisis regresi dapat digunakan pula

untuk melakukan uji hipotesis yang telah diajukan sebelumnya. Dasar pengambilan keputusannya, adalah:

a. Jika nilai P value (sig) ≥ 0,05, maka Ho diterima dan H1 ditolak b. Jika nilai P value (sig) ≤ 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima F. Teknik Pengabsahan Data

Untuk mengukur data, ada dua konsep yang digunakan yaitu validitas dan reliabilitas. Suatu penelitian akan menghasilkan kesimpulan yang bisa datanya kurang valid dan kurang reliable.

1. Uji Validitas

Uji validasi dimaksudkan untuk mengetahui validasi instrumen/

kuesioner. Menurut (Sugiyono, 2016) “hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti”. Teknik yang digunakan yaitu korelasi Pearson Product Moment, yaitu cara melakukan korelasi masing-masing variabel dengan skor totalnya. Suatu variabel/pertanyaan dikatakan valid bila skor variabel/pertanyaan tersebut berkorelasi secara signifikan dengan skor total.

2. Uji Realibilitas

Uji realibilitas di lakukan dengan maksud untuk mengetahui tingkat konsistensi terhadap instrumen-instrumen yang mengukur konsep.

Realibilitas merupakan syarat untuk tercapainya validitas kusioner dengan tujuan penelitian. Teknik pengujian realibilitas yang dilakukan yaitu dengan

menggunakan nilai Cronbach’s Alpa. Adapun rumus Alpha tersebut adalah sebagai berikut:

r11=[ 𝑘

(𝑘−1)1 − ∑ 𝜎𝑏2

𝜎12 ][1-∑ 𝜎𝑏2

𝜎12 ] Dimana:

R11 = realibilitas instrumen k = banyaknya butir pertanyaan

∑𝜎𝑏2 = jumlah varian butir 𝜎12 = varian total

41 1. Sejarah Singkat Desa Kompang

Desa Kompang adalah sebuah Desa disebelah Barat Kabupaten Sinjai yang berbatasan langsung dengan Desa Pattongko, Desa Saotanre, Desa Gantarang dan Desa Bonto Salama Kecamatan Sinjai Barat. Nama K ompang sendiri memiliki banyak versi menurut berbagai narasumber, diantaranya yakni:

a. Salah satu cerita yang tersebar di masyarakat menyebutkan bahwa Kompang Berasal dari kata Kompak dan Company (dibaca kompeni) karena dulu daerah Desa Kompang sangat stragis untuk mengatur strategi perang.

Sehingga membuat warga setempat resah dan Kompak untuk melakukan perlawanan serta mengusir para kompeni tersebut.

b. Kompang yang dulu biasa disebut dengan KOMBANG, bahkan sampai saat ini masih ada yang sering menyebut demikian terutama masyarakat di bagian Sinjai Barat. Adalah salah satu versi yang kami temukan di masyarakat. Dan kata KOMBANG berubah menjadi KOMPANG karena adanya pengaruh dari bahasa bugis dari wilayah Bone. Sementara itu, dari bahasa yang digunakan berasal dari bahasa konjo yang sampai pada pembentukan desa pertamakali berubah menjadi Kompang.

Desa Kompang merupakan salah satu desa tua dari tujuh desa yang terbentuk pada tahun 1960 di Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai,

historisnya berawal dari isu bahwa masyarakat Kompang pada saat itu akan diikutkan ke Desa lain. Tapi ada pula yang tetap bertahan untuk berdiri sendiri karena Kompang mempunyai historis tersendiri. Pada waktu terbentuknya Desa, berubalah dari istilah Gallarang menjadi Kampung. Maka dari itu terbentuklah pemerintahan dengan tiga kepala kampung yaitu : dusun Bonto, dusun Tombolo, dusun Burungeng yang sekarang biasa disebut sebagai Dusun Barugae.

Kepala desa yang pernah memimpin di desa Kompang berturut-turut tertera dalam tabel dibawah ini :

Tabel 4.1.

Daftar Nama Kepala Desa Kompang Secara Definitif

No Nama Jabatan Ket.

1. Tamir Huseng 1960 s/d 1963 Definitif

2. A. Abd. Kadir 1963 s/d 1968 Definitif

3. Hodde 1968 s/d 1976 Definitif

4. Abd. Karim L. 1976 s/d 1983 Definitif

5. Muh. Kamil 1983 s/d 1985 Definitif

6. Baharuddin S. 1985 s/d 2008 Definitif

7. Ansar 2008 s/d 2014 Definitif

8. Muh. Harfin 2014 s/d 2015 Plt.

9. Ansar. A.Ma.Pust. 2015 Sampai Sekarang Definitif (Sumber: Profil Desa Kompang, tahun 2018)

2. Kondisi Geografis dan Demografis

Desa Kompang adalah salah satu desa di Kecamatan Sinjai Tengah yang mempunyai luas wilayah 14,23 Km2. Jumlah penduduk Desa Kompang sebanyak 2.167 jiwa yang terdiri Kepala Keluarga sebanyak 675 KK.

Sedangkan jumlah keluarga miskin (Gakin) 97 KK dengan persentase 21 persen dari jumlah keluarga yang ada di Desa Kompang.

Berdasar letak geografis wilayah, desa Kompang Berbatasan dengan : a. Sebelah Utara : Desa Pattongko Kec. Sinjai Tengah.

b. Sebelah Timur : Desa Saotanre Kec. Sinjai Tengah.

c. Sebelah Selatan : Desa Gantarang Kec. Sinjai Tengah.

d. Sebelah Barat : Desa Bonto salama Kecamatan Sinjai Barat.

Secara Topografi, Desa Kompang merupakan wilayah Perkebunan dan Perbukitan dengan luas 12,23 Km². Secara Administratif wilayah Desa Kompang terdiri dari 30 RT, dan 12 RW, meliputi 3 Dusun. Dengan kondisi topografi demikian, Desa Kompang merupakan daerah Perbukitan dengan Ketinggian 500 s/d 1.447 meter diatas permukaan laut dengan suhu rata-rata berkisar antara 20° celcius s/d 30° celcius, dengan curah hujan rata-rata 2000- 3000 mm pertahun.

3. Demografi

Jumlah penduduk Desa Kompang Pada tahuan 2017 ada sebanyak 675 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah penduduk 2.071 jiwa yang terdiri dari 1.020 laki-laki dan 1.036 perempuan. Rata-rata setiap keluarga terdiri dari 4 anggota keluarga. Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat dilihat pada tebel berikut :

Tabel 4.2.

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2018

No Jenis Kelamin

Jumlah Laki-Laki Perempuan

1. 1.020 1.036 2.071

(Sumber: Profil Desa Kompang, tahun 2018)

Seperti terlihat dalam tabel di atas, menunjukan bahwa jenis kelamin perempuan lebih banyak sekitar 16 Jiwa dari pada jenis kelamin laki-laki.

Agar dapat mendiskripsikan lebih lengkap tentang informasi keadaan kependudukan di Desa Kompang dilakukan identifikasi jumlah penduduk dengan menitik beratkan pada klasifikasi usia dan jenis kelamin. Sehingga akan diperoleh gambaran tentang kependudukan Desa Kompang yang lebih komprehensif. Untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan deskripsi tentang jumlah penduduk di Desa Kompang berdasarkan pada usia dan jenis kelamin secara detail dapat dilihat dalam lampiran tabel berikut ini.

Tabel 4.3.

Jumlah Penduduk Berdasarkan Struktur Usia Tahun 2018

No Kelompok Usia L P Jumlah

1 0-5 99 96 195

2 5-7 40 52 92

3 7-13 78 109 185

4 13-16 122 54 176

5 16-19 54 69 123

6 19-23 68 66 134

7 23-30 121 118 239

8 30-40 161 177 338

9 40-56 184 185 369

10 56-65 51 54 109

11 65-75 28 34 62

12 >75 14 20 34

Jumlah 1020 1034 2056

(Sumber: Profil Desa Kompang, tahun 2018)

Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui bahwa frekuensi karakteristik berdasarkan umur yang terendah berada pada interval umur 5 sampai 7 tahun sebanyak 92 orang. Sedangkan frekuensi tertinggi terdapat pada interval umur 40 sampai 56 tahun sebayak 369 orang.

4. Prasarana dan Sarana Desa

Pembangunan Infrastruktur akan dihadapkan pada terbatasnya kemampuan Pemerintah Desa untuk menyediakannya. Pada sebagian infrastruktur, pihak Desa telah berhasil menghimpun swadaya masyarakat murni yang terkoordinir di masing-masing RT dan RW.

Tabel 4.4.

Jumlah Sarana dan Prasarana Desa Tahun 2018 No Jenis prasarana & sarana desa Volume

1. Balai Pertemuan Masyarakat 1 unit

2. Kantor Sekretariat 1 Unit

3. Balai Dusun 1 Unit

4. Rumah Jabatan Kepala Desa - unit

5. Perpustakaan Desa 1 Unit

6. Pos Kamling 2 Unit

7. Kendaraan Operasional Desa 1 Unit

8. Pasar desa 0 unit

9. Bumdes 1 unit

10. TK/Paud 3 Unit

11. Sekolah Dasar 3 unit

12. SMP 1 unit

13. SMA 0 unit

(Sumber: Profil Desa Kompang, tahun 2018)

Beberapa masalah infrastruktur yang perlu mendapat perhatian dan merupakan kebutuhan bagi masyarakat desa antara lain :

a. Pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan b. Perbaikan kantor dan balai pertemuan

c. Saluran / Jaringan Irigasi

d. Pembangunan jalan desa termasuk setapak e. Pembangunan Drainase

f. Perbaikan sarana dan prasarana olahraga.

g. Pembangunan jaringan listrik PLN.

5. Pendidikan

Ilmu pengetahuan menjadi ukuran seseorang untuk berkembang dimana semakin tinggi pendidikan, maka kualitas penduduk juga akan lebih baik. Hal ini yang harus menjadi kesadaran bagi masyarakat bahwa pendidikan adalah sesuatu yang harus dilakukan dan disadari untuk bisa mengembangkan daerah yang lebih maju.

Desa Kompang tingkat pendidikan penduduk sangat beragam, adapun tingkat pendidikan penduduk Desa Kompang dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.5.

Keadaan Penduduk Berdasarkan Pendidikan No Pendidikan Terakhir Jumlah Penduduk

1 Sekolah Dasar 347

2 SMP/SLTP 479

3 SMA/SLTA 562

4 Akademi (D1-D3) 27

5 Sarjana (S1-S3) 48

(Sumber: Profil Desa Kompang, tahun 2018)

Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui bahwa frekuensi karakteristik berdasarkan pendidikan yang terendah berada pada pendidikan terakhir akademi D1-D3 sebanyak 27 orang. Sedangkan frekuensi tertinggi terdapat pada pendidikan SMA/SLTA sebayak 562 orang.

6. Pemerintahan Umum

Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor pemerintahan umum, Desa Kompang. telah sejak lama memberikan pelayanan antara lain berupa : pencatatan sipil/surat-surat keterangan perkawinan yang telah teradministrasi dengan baik.

Desa Kompang terdiri dari 3 Wilayah dusun yakni Dusun Bonto, Dusun Tombolo, Dusun Barugae dan RT./RW. Dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.6.

Nama Pejabat Wilayah Administrasi Pemerintah Desa Kompang

No N a m a Jabatan

1. Ansar, A.Ma.Pust. Kepala Desa

2 Muh. Harfin Sekretaris Desa

3 Fina Bendahara

4 Risnawati Musba Kepala Urusan Umum

5 Hamsah K. Kasi Pemerintahan

6 Jusran Kasi Pembangunan

7 Staf Sekretariat

8 Sultan Amrin Kepala Dusun Bonto

9 Syarifuddin Kepala Dusun Tombolo

10 Asikin Pella Kepala Dusun Barugae

(Sumber: Profil Desa Kompang, tahun 2018)

Tabel 4.7.

Nama Ketua RW Se Desa Kompang

No Nama Jabatan Dusun

1. Ambo sakka Ketua Dusun Bonto

2. Hardin B. Ketua Dusun Bonto

3. Sanuddin B. Ketua Dusun Bonto

4. Muh. Syuaib H. Ketua Dusun Bonto

5. Muh. Hasir Sau Ketua Dusun Bonto

6. Jumrah S. Ketua Dusun Bonto

7. Nuing Ketua Dusun Bonto

8. Suardi T. Ketua Dusun Tombolo

9. A.Mustafa Ketua Dusun Tombolo

10. Sanji M. Ketua Dusun Barugae

11. Asis Coba Ketua Dusun Barugae

(Sumber: Profil Desa Kompang, tahun 2018)

Tabel 4.8.

Nama Ketua RT Se Desa Kompang

No Nama Jabatan Dusun

1. Nurdiansyah Ketua Tombolo

2. Amiruddin Ketua Tombolo

3. Kaddu Ketua Tombolo

4. Muh Safri Amir Ketua Tombolo

5. Ramli Marsuki Ketua Tombolo

6. Muh. Ali Ketua Tombolo

7. Abidin Dodo Ketua Tombolo

8. Sultan Talle Ketua Tombolo

9. Abd. Halim K. Ketua Bonto

10. Ambo Tang J. Ketua Bonto

11. Ramadhan E. Ketua Bonto

12. Hademan T. Ketua Bonto

13. Mustafa Ketua Bonto

14. Muh. Asri P. Ketua Bonto

15. Lihung Ketua Bonto

16. Bahring Ketua Bonto

17. Kamaruddin M. Ketua Bonto

18. M. Abustam Ketua Bonto

19. Kamaruddin R. Ketua Bonto

20. Sultan Ketua Bonto

21. Jufri T. Ketua Bonto

22. Tahir Sakkari Ketua Bonto

23. Sulaiman Ketua Barugae

24. Asis Pade Ketua Barugae

25. Appe Cuing Ketua Barugae

26. Suardi Pakko Ketua Barugae

27. Coli Tae Ketua Barugae

28. Sattu Ketua Barugae

29. Tuwo Ketua Barugae

30. Abu Mangngu Ketua Barugae

(Sumber: Profil Desa Kompang, tahun 2018) 7. Data pemilih Desa Kompang

Pada tanggal 27 Juni 2018, Indonesia secara serentak melaksanakan kegiatan demokrasi berupa Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) di tiap-tiap daerah. masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih tetap di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sinjai tahun 2018 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.9.

Pemilih dan Pengguna Hak Pilih di Desa Kompang

Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total

Pemilih 745 754 1500

Pengguna Hak

Pilih 572 618 1190

Partisipasi 76.78% 81.96% 79.33%

(Sumber : KPU Kabupaten Sinjai, 2018)

Berdasarkan data diatas dapat kita ketahui jumlah pemilih dari masyarakat Kecamatan Sinjai Tengah khususnya Desa Kompang. Rekapitulasi data di Desa Kompang dapat diketahui ada 1.500 pemilih yang terdiri dari laki- laki berjumlah 745 pemilih dan perempuan berjumlah 754 pemilih. Pengguna hak pilih di Desa Kompang berjumlah 1.190 pengguna hak pilih, meliputi pengguna hak pilih laki-laki yang berjumlah 572 dan perempuan yang berjumlah 618. Secara keseluruhan data di Desa Kompang total partisipasi politik masyarakat sebesar 79,33% dengan presentase suara sah sebesar 98%.

B. Deskripsi Data Responden Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Desa Kompang dengan Responden penelitian adalah masyarakat Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai yang ikut berpatisipasi dalam Pilkada serentak tahun 2018, sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 50 orang dengan rincian responden dibawah ini.

1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat sesuai dengan tabel 4.10.

Tabel 4.10 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

JENIS KELAMIN FREKUENSI

Absolut Presentase (%)

Laki-laki 47 94%

Perempuan 3 6 %

JUMLAH 50 100 %

(Sumber: Data Primer diolah, tahun 2020)

Berdasarkan tabel 4.10 dapat diketahui bahwa frekuensi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yang terendah berada pada interval jenis kelamin perempuan sebanyak 3 orang dengan presentase 6%. Sedangkan frekuensi tertinggi terdapat pada interval jenis kelamin laiki-laki sebayak 47 orang dengan presentase 94%.

2. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Karakteristik responden berdasarkan umur dapat dilihat sesuai dengan tabel 4.11.

Tabel 4.11 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

UMUR FREKUENSI

Absolut Presentase (%)

28 – 32 Tahun 9 18 %

33 – 37 Tahun 14 28 %

38 – 50 Tahun 27 54 %

JUMLAH 50 100 %

(Sumber: Data Primer diolah, tahun 2020)

Berdasarkan tabel 4.11 dapat diketahui bahwa frekuensi karakteristik responden berdasarkan umur yang terendah berada pada interval umur 28 sampai 32 tahun sebanyak 4 orang dengan presentase 18%. Sedangkan frekuensi tertinggi terdapat pada interval umur 38 sampai 50 tahun sebayak 27 orang dengan presentase 54%.

Dokumen terkait