• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

E. Kerangka Pikir

c) Mencegah, menangkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah sosial

d) Terbentuknya jiwa dan semangat generasi muda warga Karang Taruna Balibina Bambe yang terampil dan berkepribadian serta berpengetahuan.

e) Memotivasi setiap generasi muda Kelurahan Batangmatasapo untuk mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

f) Terjalinnya kerjasama antara generasi muda warga Karang Taruna Balibina Bambe alam rangka mewujudkan taraf kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

Bagan Kerangka Pikir

Gambar 2.1 : Kerangka Pikir

F. Fokus Penelitian

Dalam penelitian ini dengan judul diatas, yang menjadi fokus penelitian ialah manajemen organisasi Karang Taruna Balibina Bambe Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu: (1) Perencanaan (2) Pengorganisasian (3) Penggerakkan (4) Pengawasan agar terlaksana (5) pemberdayaan pemuda di wilayah setempat sehingga kegaiatan yang ada dapat terlaksana secara optimal.

G. Definisi Fokus Penelitian

1. Perencanaan dalam kegiatan manajemen organisasi karang taruna Baliba untuk memberdayakan pemuda dijadikan sebagai sebuah landasan untuk melakukan segala aktivitas yang berkaitan agar tercapainya tujuan hingga membuat strategi untuk mencapai tujuan.

2. Pengorganisasian dalam kegiatan manajemen organisasi karang taruna Baliba untuk memberdayakan pemuda ialah merupakan fungsi dalam sebuah kegiatan sebagai sebuah proses dari kegiatan itu sendiri, penyusunan Perencanaan

- Strategi - Program

Pengawasan - Tanggungjawab

- Pencapaian Pengorganisasian

- Sumber daya - Operasional

Penggerakkan - Komunikasi -Koordinasi Pemberdayaan Pemuda

dalam Kegiatan Karang Taruna Manajemen Organisasi

Karang Taruna Balibina bambe Kab. Kep. Selayar

struktur organisasi sesuai dengan tujuan yang disepakati bersama serta kondisi sumberdaya yang dimiliki oleh organisasi agar dapat menunjang dengan baik tujuan yang dihrapkan.

3. Penggerakan didalam sebuah kegiatan manajemen organisasi karang taruna Baliba untuk memberdayakan pemuda ialah berupa aktivitas untuk mengatur segala kegiatan dan tugas untuk mencapai tujuan dari kegiatan pengelolaan yang dimaksudkan.

4. Pengawasan dalam kegiatan manajemen organisasi karang taruna Baliba untuk memberdayakan pemuda adalah suatu proses dalam menetapkan ukuran aktivitas kinerja dalam berkegiatan dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan.

5. Pemberdayaan pemuda ialah kegiatan membangkitkan potensi dan peran aktif pemuda. Di mana pemuda itu memiliki beragam potensi yang dimiliki oleh individu pemuda itu sendiri.

27 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Lokasi Penelitian

Berdasarkan judul penelitian “Manajemen Organisasi Karang Taruna Balibina Bambe dalam Memberdayakan Pemuda di Kabupaten Kepulauan Selayar” yang dilaksanakan mulai dari tanggal 29 Februari 2020 sampai dengan tanggal 29 April 2020. Penelitian ini berlangsung di wilayah Kel. Batangmata Sapo Kab. Kepulauan Selayar dikarenakan dibutuhkan manajemen organisasi yang baik dalam nemberdayaan pemuda sehingga terselenggaranya kegiatan karang taruna yang positif dan berkelanjutan.

B. Jenis dan Tipe Penelitian 1. Jenis Penelitian

Berkaitan dengan judul penelitian terkait dengan manajemen organisasi untuk pemberdayaan pemuda, dalam memberikan gambaran dan tinjauan lebih jauh terkait dengan manajemen organisasi Karang Taruna tersebut dalam memberdayakan pemuda secara objektif, maka pada penelitian ini menggunakan metode Kualitatif yang menggambarkan realita secara empirik di balik fenomena.

2. Tipe Penelitian

Tipe penelitian yang digunakan peneliti adalah tipe fenomenologis dengan didukung data kualitatif sebagaimana peneliti berusaha untuk mengungkapakan suatu fakta atau realita yang terkait dengan permasalahan yang terjadi pada fokus dan lokus kajian yang sesuai dengan penelitian yang tentunya tetap berada pada wilayah penelitian.

C. Informan Penelitian

Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan informan penelitian ini.Purposive sampling merupakan penentuan informan tidak berdasarkan atas strata, kedudukan pedoman atau wilayah tetapi didasarkan pada adanya tujuan dan pertimbangan tertentu yang tetap berhubungan degan permasalahan penelitian ini. Sesuai dengan kebutuhan peneliti terkait dengan manajemen organisasi Karang Taruna Balibina Bambe dalam memberdayakan pemuda, maka Informan dalam yaitu sebagai berikut :

No Nama Inisial Jabatan Ket

1 Muda Agus, S.Pd MA Lurah Batangmata Sapo 1 Orang 2 Azwar Purnama AP Ketua Karang Taruna

Balibina Bambe 1 Orang 3 Syahputera SP Pengurus Karang Taruna

Balibina Bambe 1 Orang

4 Zainuddin ZA Pengurus Karang Taruna

Balibina Bambe 1 Orang

5 Ikhsan IK Pemuda Batangmata Sapo 1 Orang

6 Dani DN Pemuda Batangmata Sapo 1 Orang

Jumlah 6 Orang

Tabel 3.1 : Data Informan Penelitian

Sumber Data : Bidang Keorganisasisan Karang Taruna Baliba 2020 D. Teknik Pengumpulan Data

Menyusun instrumen adalah pekerjaan yang paling penting dalam langkah penelitian, akan tetapi mengumpulkan data jauh lebih penting lagi untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan kegunaannya. Metode atau cara

pengumpulan data yang penyusun gunakan dalam penyusunan proposal ini adalah dengan cara dokumentasi, observasi, dan wawancara.

1. Observasi adalah teknik pengumpulan data dimana peneliti mengadakan pengamatan secara langsung terhadap gejala-gejala subjek yang di selidiki.

Fungsi observasi ini untuk menyaring dan melengkapi data yang mungkin tidak diperoleh melalui interview atau wawancara. Dalam penelitian ini observasi dilakukan ketika dilakukan pengamatan langsung di wilayah Karang Taruna Balibina Bambe Kabupaten Kepulauan Selayar.

2. Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan tanya jawab, sambil bertatap muka antara peneliti dengan informan menggunakan alat yang dinamakan panduan wawancara. Pada penelitian ini wawancara dilakukan kepada Informan yang terkait dengan manajemen organisasi Karang Taruna Balibina Bambe dalam memberdayakan pemuda.

3. Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis.

Jadi dokumentasi adalah suatu teknik dimana data diperoleh dari dokumen yang ada pada benda-benda tertulis, buku-buku, yang berkaitan dengan objek penelitian. Tujuan digunakan metode ini untuk memperoleh data secara jelas dan konkret manajemen organisasi Karang Taruna tersebut dalam memberdayakan pemuda.

E. Pengabsahan Data

Pengabsahan data ialah bentuk batasan berkaitan suatu kepastian, bahwa yang berukur benar-benar merupakan variabel yang ingin diukur. Salah satu caranya adalah dengan proses triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan keabsahan

data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Triangulasi pada hakikatnya merupakan pendekatan multimetode yang dilakukan peneliti pada saat mengumpulkan dan menganalisis data. Ide dasarnya adalah bahwa fenomena yang diteliti dapat dipahami dengan baik sehingga diperoleh kebenaran tingkat tinggi jika didekati dari berbagai sudut pandang, adapun bentuk triangulasi yaitu :

1. Triangulasi Sumber

Membandingkan cara mengecek ulang derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda. Misalnya membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara, membanding apa yang dikatakan umum dengan yang dikatakan pribadi, Lebih lanjut dalam penelitian ini yang mengkaji tentang manajemen organisasi Karang Taruna Balibina Bambe Kabupaten Kepulauan Selayar dalam memberdayakan pemuda diwilayah setempat, hasil wawancara maupun pengamatan langsung dilapangan baik itu dari perspektif internal maupun eksternal.

2. Triangulasi Teknik

Untuk memperoleh data informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini, maka untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Dalam penelitian ini, lebih lanjut peneliti menggunakan teknik yang berbeda didalam memperoleh dan menggali informasi terkait dengan manajemen organisasi Karang Taruna Balibina Bambe Kabupaten Kepulauan Selayar dalam memberdayakan pemuda diwilayah setempat untuk memastikan keakuratannya.

3. Triangulasi Waktu

Triangulasi waktu digunakan untuk validitas data yang berkaitan dengan pengecekan berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu.

Perubahan suatu proses dan perilaku manusia mengalami perubahan dari waktu kewaktu sehingga untuk mendapatkan data yang sah melalui observasi penelitian perlu diadakan pengamatan tidak hanya satu kali pengamatan saja. Peneliti menggali informasi yang dibutuhkan terkait manajemen organisasi Karang Taruna Balibina Bambe Kabupaten Kepulauan Selayar dalam memberdayakan pemuda diwilayah setempat dengan berbagai cara dan berbagai waktu.

F. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan salah satu langkah penting dalam rangka memperoleh temuan-temuan hasil penelitian. Hal ini disebabkan, data akan menuntun kita ke arah temuan ilmiah, bila di analisis.Analisis data ialah langkah selanjutnya untuk mengolah data dari hasil penelitian menjadi data, dimana data di peroleh, di kerjakan dan di manfaatkan sedemikian rupa untuk menyimpulkan persoalan yang di ajukan dalam menyusun hasil penelitian. Teknik analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif (interactive model of analysis). Dalam model ini terdapat 3 komponen pokok. Menurut Miles dan Huberman dalam Sugiono (2013) ketiga komponen tersebut yaitu :

1. Reduksi Data merupakan komponen pertama analisis data yang mempertegas, memperpendek, membuat fokus, membuang hal yang tidak penting dan mengatur data sedemikian rupa sehingga simpulan peneliti dapat dilakukan.

2. Sajian Data merupakan suatu rakitan informasi yang memungkinkan kesimpulan. Secara singkat dapat berarti cerita sistematis dan logis supaya makna peristiwanya menjadi lebih mudah dipahami.

3. Penarikan Kesimpulan dalam awal pengumpulan data peneliti sudah harus mulai mengerti apa arti dari hal-hal yang ia temui dengan mencatat peraturan-peraturan sebab akibat, dan berbagai proporsi sehingga penarikan kesimpulan dapat di pertanggung jawabkan.

33

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Objek Penelitian

1. Letak Geofrafis Kabupaten Kepulauan Selayar

Kabupaten Kepulaun Selayar adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota Kabupaten Kepulaun Selayar adalah Kota Benteng. Kabupaten ini juga memiliki karakteristik berupa gugus kepulauan terletak antara 5°24’ - 7°35’ LS dan 120°15’ - 122°30’ BT dengan luas wilayah 22.326,69 km2 (wilayah darat 1.188,28 km²/5,42%) dan wilayah laut 21.138,41 km2 (94,68%). Kabupaten ini berpenduduk sebanyak ±134.000 jiwa (Data BPS Kabupaten Kepulauan Selayar 2020). Kabupaten Kepulaun Selayar terdiri dari 2 sub area wilayah pemerintahan yaitu wilayah daratan yang meliputi kecamatan Benteng, Bontoharu, Bontomanai, Buki, Bontomatene, dan Bontosikuyu serta wilayah kepulauan yang meliputi kecamatan Pasimasunggu, Pasimasunggu Timur, Takabonerate, Pasimarannu, dan Pasilambena.

Tabel 4.1

Wilayah Kecamatan Kabupaten Kepulauan Selayar 2020

No Kecamatan Luas (km2)

1 Pasimarannu 176,35

2 Pasilambena 102,99

3 Pasimasunggu 114,5

4 Taka Bonerate 221,07

5 Pasimasunggu Timur 47,93

6 Bontosikuyu 199,11

7 Bontoharu 129,75

8 Benteng 7,12

9 Bontomanai 115,56

10 Bontomatene 159,92

11 Buki 82,73

Sumber: Data badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2020

Lintang Selatan dan 120°15’-122°30” Bujur Timur. Berbatasan dengan Kabupaten Bulukumba disebelah utara, Laut Flores ebelah timur. Laut Flores sebelah selatan dan Selat Makassar di sebelah barat. Secara geografis Kabupaten Kepulauan berbatasan dengan : Sebelah Utara: Kabupaten Bulukumba, Sebelah Selatan: Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sebelah Timur: Laut Flores dan Sebelah Barat: Laut Flores dan selat Makassar. Secara administratif Kabupaten Kepulauan Selayar, terdiri dari 11 kecamatan, 81 desa dan 7 kelurahan. Sebanyak 5 kecamatan berada di kepulauan, dengan 36 desa dan 6 kecamatan berada di daratan Pulau Selayar, dengan 45 desa serta 7 kelurahan. Daerah ini memiliki kekhususan yakni satu-satunya Kabupaten di Sulawesi Selatan yang seluruh wilayahnya terpisah dari daratan Sulawesi dan terdiri dari gugusan beberapa pulau sehingga membentuk suatu wilayah kepulauan.

Kabupaten Kepulauan Selayar dapat di akses melalui jalur udara dan darat.

Terdapat dua maskapai penerbangan Nasional yang melayani rute ke selayar dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Jalur darat dengan menumpang bus dari terminal malengkeri menuju Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba. Selanjutnya melanjutkan perjalanan laut dengan feri penyeberangan menuju pelabuhan Pamatata dan perjalanan darat menuju Kota Benteng. Aneka alat transportasi di kota Bentengdapat dijumpai. Seperti Mobil, becak, dan perahu. Mobil digunakan sebagai angkutan dalam kota dan antar kecamatan. Gugusan pulau di Kabupaten Kepulaun Selayar secara keseluruhan berjumlah 130 buah, 7 di antaranya kadang tidak terlihat pada saat air pasang. Luas wilayah Kabupaten Kepulaun Selayar adalah 10.503,69 Km² yang terdiri 1,357,03 Km² wilayah daratan (12,91%) dan 9.146,66 Km² wilayah pengelolaan laut (87,09%) (Data BPS Kabupaten Kepulauan Selayar 2020).

Sumber : selayar.go.id tahun 2020

2. Karang Taruna Balibina Bambe Kelurahan Batangmata Sapo

Batangmata Sapo merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar. Batangmata Sapo memiliki kondisi geografis yang berada di daerah dataran tinggi yang menyimpan potensi alam yang subur seperti daerah perkebunan kelapa, mangga, jeruk dan mente.

Masyarakat Batangmata Sapo merupakan penduduk asli Selayar dan hidup rukun berdampingan. Dengan kondisi geografis yang baik membuat masyarakat Batangmata Sapo memanfaatkan lahan perkebunannya dengan menanam jenis tanaman yang memiliki daya jual untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.

Batangmata Sapo ialah merupakan salah satu wilayah yang termasuk dalam administratif Kecamatan Bontomatene.

Batangmata Sapo yang dulunya merupakan sebuah lingkungan berubah status menjadi kelurahan karena telah memenuhi persyaratan seperti halnya: luas wilayah, jumlah penduduk, sarana dan prasarana pemerintahan, potensi ekonomi

kelurahan kedua di Kecamatan Bontomatene. Kelurahan ini terdapat di daerah pegunungan sebelah timur Kelurahan Batangmata. Pusat perkampungan penduduk berada di ketinggian 280 meter di atas permukaan laut. Dibagian timur kelurahan ini terdapat hutan dan semak belukar serta perkebunan buah-buahan, cengkeh dan tanaman tahunan lainnya. Luas Kelurahan Batangmata Sapo adalah 12,45 Km2.

Adapun batas wilayah dari Batangmata Sapo pada saat berstatus lingkungan yang tergabung dalam wilayah administratif Kelurahan Batangmata yaitu :

1. Sebelah Utara Berbatasan dengan Desa Tanete 2. Sebelah Selatan Berbatasan dengan Desa Buki 3. Sebelah Timur Berbatasan dengan Desa Onto 4. Sebelah Barat Berbatasan dengan Laut Flores

Karang Taruna Balibina Bambe Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda di wilayah Kelurahan Batangmatasapo Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar yang diharapkan mampu menampilkan karakternya melalui cipta, rasa,dan karya di bidang kesejahteraan sosial yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggunjawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat di wilayah Kelurahan Batangmatasapo. Karang Taruna Balibina Bambe Kabupaten Kepulauan Selayar awal mula dibentuk pada tahun 2005 berdasarkan hasil keputusan rapat seluruh elemen generasi muda Kelurahan Batangmatasapo pada saat itu.

Karang taruna Balibina Bambe adalah sebuah organisasi masyarakat yang didirikan oleh kalangan pemuda di Kelurahan Batangmata Sapo sebagai wadah kelompok organisasi yang nantinya akan memiliki dampak positif bagi kehidupan sosial dan kesejahteraan yang selama ini dilakukan oleh Karang Taruna. Untuk mencapai tujuan Bersama, Karang Taruna Balibina Bambe ini memiliki visi dan

tujuan yang jelas. Sesuai dengan apa yang diharapkan dan disepakati oleh Karang Taruna Balibina Bambe juga Masyarakat sekitar yang ikut terlibat didalamnya.

Berikut adalah visi dan misi Karang Taruna Balibina Bambe :

1. Visi : Memperat tali persaudaraan antar pemuda untuk meningkatkan partisipasi pemuda dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat di masyarakat guna meningkatkan peran organisasi kepemudaan.

2. Misi :

a) Mengembangkan akhlak budi pekerti yang luhur.

b) Mempererat tali persaudaran antar pemuda desa bandasari dengan mengadakan pertemuan rutin.

c) Mengadakan kegiatan-kegiatan kepemudaan dalam masyarakat.

d) Turut serta membantu dalam pengabdian masyarakat.

e) Mengembangkan kreativitas dan bakat pemuda melalui pendidikan dan pelatihan kepemudaan.

f) Melestarikan nilai-nilai seni dan budaya masyarakat.

g) Turut membantu dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan h) Membentuk usaha-usaha yang tidak bertentangan dengan peraturan

perundang-undangan.

Struktur organisasi menyediakan stabilitas dan tampak menjadi proses yang demokratis dan transparan dalam pengambilan keputusan. Hal ini merupakan tugas yang paling penting dimana mereka harus merekrut kader ketika ada permintaan pemantapan organisasi. Fungsi dari struktur organisasi ini sendiri untuk menjalankan suatu tujuan tertentu hingga mencapai apa yang diinginkan.

Struktur organisasi itu sendiri dapat menjadi gambaran dengan jelas adanya pemisahan kegiatan atau kerja antara satu bidang.

Sumber : Bidang Keorganisasian Karang Taruna Balibima Bambe 2020

Karang taruna Balibina Bambe Kelurahan Batangmata Sapo beranggotakan 16 orang pemuda. Seiring berjalannya waktu dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada, Organisasi Karang Taruna tersebut sempat vacuum dan baru intensif kembali aktif berkegiatan pada awal tahun 2017 silam dengan pengurus dan semangat baru. Tujuan pembentukan Karang Taruna Balibina Bambe Kelurahan Batangmata Sapo Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar ialah :

a) Mewujudkan kerukunan dan persatuan antar Kelurahan Batangmatasapo b) Mengembangkan potensi dan kreatifitas pemuda Kelurahan Batangmatasapo c) Mencegah, menangkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai

masalah sosial

Balibina Bambe yang terampil dan berkepribadian serta berpengetahuan.

e) Memotivasi setiap generasi muda Kelurahan Batangmatasapo untuk mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

f) Terjalinnya kerjasama antara generasi muda warga Karang Taruna Balibina Bambe alam rangka mewujudkan taraf kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

B. Hasil Penelitian Manajemen Organisasi Karang Taruna Balibina Bambe dalam Memberdayakan Pemuda di Kabupaten Kepulauan Selayar

Kegiatan manajemen organisasi merupakan suatu proses pengorganisasian dan pengendalian terhadap sumber daya sebuah organisasi / kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi yang diharapkan serta disepakati bersama. Dalam organisasi Karang Taruna tentunya diperlukan langkah pengorganisasian serta pengendalian sumber daya organisasi yang baik dan terarah sehingga kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana sesuai dengan sasaran dan membawa manfaat yang positif.

Peneliti kemudian lebih lanjut akan membahas bagaimana manajemen organisasi Karang Taruna Balibina Bambe dalam memberdayakan pemuda di Kelurahan Batangmata Sapo Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar yang meliputi indikator pertama yaitu (1) Perencanaan dengan aspek strategi dan program, selanjutnya indikator (2) Pengorganisasian yang ditinjau melalui aspek sumber daya dan operasional, kemudian indikator (3) Penggerakkan dengan aspek komunkasi dan koordinasi, dan indikator (4) Pengawasan dengan aspek tanggung jawab dan pencapaian. Selanjutnya pembahasan secara terperinci mengenai hal tersebut diatas selanjutnya akan diuraikan lebih lanjut sebagai berikut :

Perencanaan dikatakan merupakan suatu perkiraan atas langkah yang akan diambil dalam sebuah pengelolaan organisasi Karang Taruna untuk masa yang akan datang dengan cara merumuskan suatu rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dan tentunya diperlukan untuk mencapai sebuah hasil yang diinginkan.

a) Strategi

Manajemen organisasi Karang Taruna Balibina Bambe dengan memanfaatkan sumber daya organisasi serta potensi pemuda setempat yang ada tentunya harus terakomodir dengan baik. Berkaitan dengan aspek strategi ini, peneliti kemudian mewawancarai MA selaku Lurah Batangmata Sapo yang mengatakan bahwa :

“Berkaitan dengan hal ini tentunya saya rasa adik-adik Karang Taruna selalu berusaha untuk mengambil langkah-langkah yang tentunya baik agar kegiatan yang akan dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat (pemuda) dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Kami juga dari pemerintah Kelurahan Batangmata Sapo sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif mereka” (Hasil Wawancara Senin 23 Maret 2020).

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas dapat diketahui dan disimpulkan bahwa berkaitan dengan aspek strategi terkait kegiatan manajemen organisasi Karang Taruna Balibina Bambe, pengurus dari Karang Taruna selalu berupaya untuk memaksimalkan pengelolaan organisasi yang baik dengan memperhatikan hal-hal yang dianggap perlu untuk menunjang kegiatan yang melibatkan masyarakat (pemuda) setempat. Hal tersebut di atas cukup sesuai dengan hasil observasi peneliti dilapangan bahwa dengan melihat kondisi sumber daya organisasi dan potensi pemuda setempat berserta lingkungan yang ada Karang Taruna Balibina Bambe cukup aktif untuk berinteraksi dengan pemuda

wawancara dengan informan berikutnya yaitu AP selaku selaku Ketua Karang Taruna Balibina Bambe mengatakan :

“Untuk strategi-strategi yang ada dalam merencanakan setiap kegiatan hingga pengelolaa organisasi secara internal, kita tentu sesama pengurus yang paling utama adalah menjaga hubungan dan menumbuhkan rasa kekeluargaan begitu juga dengan melakukan interaksi yang positif ke pemuda sekitar” (Hasil Wawancara Rabu 25 Maret 2020).

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas dapat diketahui dan disimpulkan bahwa berkaitan dengan aspek strategi terkait dengan manajemen organisasi Karang Taruna Balibina Bambe, yang paling mendasar para pengurus Karang Taruna Balibina Bambe membangun hubungan dan rasa kekeluargaan antara sesame pengurus guna menjaga harmonisasi organisasi agar tetap dapat kompak dalam merencanakan dan melakukan setiap kegiatan serta melakukan interaksi positif kepemuda setempat. Hal tersebut di atas cukup sesuai dengan hasil observasi peneliti dilapangan bahwa, rasa kekeluargaan dan hubungan yang baik dibangun antara sesama pengurus sangat baik, satu sama lain mereka saling memberikan masukan dan informasi agar organisasinya dapat tetap eksis.

Selanjutnya hasil wawancara dengan informan berikutnya yaitu IK salah satu dari pemuda setempat, mengatakan bahwa :

“Kalau menurut saya teman-teman pengurus Karang Taruna Balibina Bambe sangat baik dalam berinteraksi dan menjaga komunikasi kita sesama pemuda sehingga tertarik untuk berumpul bersama membicarakan hal-hal yang positif seperti bagaimana rencana untuk kerja bakti dan melakukan kegiatan yang membangun tempat kita (Hasil Wawancara Jumat 27 Maret 2020).

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas dapat diketahui dan disimpulkan bahwa berkaitan dengan strategi dalam manajemen organisasi Karang Taruna Balibina Bambe, pengurus karang taruna membangun interaksi dan komunikasi yang baik terhadap pemuda setempat dengan membangun

untuk membahas kegiatan-kegiatan positif yang akan dilaksanakan untuk kepentingan bersama. Hal tersebut di atas cukup sesuai dengan hasil observasi peneliti dilapangan yang kebetulan menghadiri perkumpulan (dialog) yang diadakan pengurus Karang Taruna Balibina Bambe dengan pemuda setempat untuk membahas kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan.

Berdasarkan dari beberapa keterangan dari informan yang bersangkutan terkait dengan aspek strategi dalam manajemen organisasi Karang Taruna Balibina Bambe maka disimpulkan bahwa dari segi ini, dari pihak Kelurahan Batangmata Sapo sepenuhnya memberikan dukungan yang cukup positif terhadap kegiatan-kegiatan sosial yang diperadakan oleh Karang Taruna Balibina Bambe.

Para pengurus dalam menjaga manajemen organisasi internalnya dengan membangun hubungan dan rasa kekeluargaan antara sesama hingga melakukan interaksi yang baik kepada pemuda setempat dengan mengajak untuk berkumpul berdiskusi bersama membahas hal-hal positif dengan tetap menjaga rasa persahabatan dan kekeluargaan.

b) Program

Karang Taruna Balibina Bambe dalam memberdayakan masyarakat sekitar terkhusus kalangan pemuda setiap program kerja yang dijalankan secara keseluruhan menitik beratkan pada sifat kerjasama dan gotong royong. Program kerja yang ada dari bidang Sosial masyarakat, keolahragaan yang membawa manfaat bagi masyarakat banyak tentunya membutuhkan kerjasama dan koordinasi yang baik antara setiap pihak yang terlibat. Berkaitan dengan aspek program ini, peneliti kemudian mewawancarai MA selaku Lurah Batangmata Sapo yang mengatakan bahwa :

Dokumen terkait