BAB II TINJAUAN PUSTAKA
E. Kerangka Pikir
Manajemen Pengelolaan beras miskin merupakan hal yang sangat penting dan mendesak untuk selalu terus dibina dan diupayakan oleh pemerintah khussusnya dinas sosial karena pengelola beras miskin merupakan ujug tombak ketercapaian tujuan program beras miskin.
Manajemen beras miskin sebagai program pemberantasan kemiskinan perlu dikelolah oleh pemerintah dengan menerapkan unsur-unsur pengelolaan yaitu unsur perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. Dengan penerapan kelima unsur pengelolaan tersebut secara efektif dan efisien pada program beras miskin diharapkan dapat memerankan fungsi dan perannya dalam mengurangi kemiskinan di Desa Karelayu Kabupaten Jeneponto.
Dengan adanya program beras miskin diharapkan semua masyarakat miskin dapat meingkatkan taraf hidupya. Manajemen pengelolaan raskin di Desa Karelayu dapat diukur melalui standar pengelolaan manajemen raskin yaitu:(1) perencanaan dan penganggaran, (2), pengorganisasian (3) mekanisme pelaksanaan, dan (4) sistem pengawasan. Apabila ke empat indikator pelayanan tersebut dilaksanakan maka manajemen pengelolaan yang efektif dapat tercipta dalam sebuah instansi. Lebih jelasnya kita melihat bagan kerangka pikir sebagai berikut:
Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir
F. Deskripsi Fokus Penelitian
Fokus penelitian ini adalah manajemen pengelolaan beras miskin Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto yang meliput perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi.
1. Pelayanan Raskin, pelayanan raskin merupakan pembagian beras miskin dari pemerintah desa dibantu oleh lembaga pemberdayaan masyarakat dan memberikan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan dengan tujuan mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin (RTM) melalui pemberian bantuan sebagai kebutuhan pangan dalam bentuk beras.
2. Pengelolaan dan pengorganisasian, dalam rangka pelaksanaan program
Perencanaan 1. Pendataan
RTM
2. Pembentukan panitia penyaluran Raskin
Manajemen Pengelolaan Beras Miskin
Pegorganisasian
Penetapan Rumah Tangga Miskin
(RTM)
Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Raskin
Pengawasan 1. Monitoring Pendistribusi an Raskin 2. Pelaporan
pendistribusi an bantuan Raskin
raskin perlu di atur pelaksana program raskin. Untuk mengefektifkan program dan pertanggungjawabannya maka di bentuklah pelaksana distribusi raskin di tingkat desa/ kelurahan yang setingkat.
3. Pengoranisasian adalah proses pembagian kerja dan kewenangan kepada personil kerja program beras miskin sesuai dengan kemampuannya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
4. Penggerakkan dan pengarahan adalah adalah kegiatan bimbingan dan pengarahan dalam proses manejemen semua personal kerja program beras miskin dalam mengerjakan tugas masing-masing secara efektif.
5. Pengawasan adalah serangkaian kegiatan yag di lakukan oleh pengurus program beras miskin dalam mengawasi dan mengotrol jalannya kegiatan program beras miskin dengan tujuan agar jalannya kegiatan berjalan sesuai dengan arah prosedur yang telah ditetapkan.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Lokasi Penelitian
Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Maret tahun 2015 di Desa Karelayu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto.
B. Jenis dan Tipe Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Penelitian dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data, klasifikasi, pengolahan dan analisis data, serta membuat kesimpulan dan laporan (Notoatmodjo, 2002, p. 138).
Metode deskriptif kualitatif dimaksudkan untuk menggambakan atau mendeskripsikan data-data faktual yang diperoleh dalam manajemen pengelolaan beras miskin di Desa Karelayu Kecamatan Tamaletea Kabupaten Jeneponto.
C. Sumber Data
Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder yang sifatnya kualitatif. Data primer yaitu data hasil wawancara langsung dengan pengurus program beras miskin, Pembina dan anggota program beras miskin tentang perencanaan, pengorganisasian, pembimbingan dan pengarahan, pemotivasian dan pengawasan. Sedangkan sekunder adalah data dokumentasi dan hasil observasi sebelum dan sesudah berada dilokasi penelitian.
28
Untuk menjaring data primer yang berkaitan dengan penelitian ini diambil secara langsung melalui responden maupun informasi. Informasi ditentukan secara purposive, artinya informasi ditentukan dengan pertimbangan mampu memberikan informasi yang berkaitan dengan permasalahan dan tujuan penelitian.
Adapun pertimbangan pemilihan informasi diantaranya sebagai berikut:
1. Mereka yang banyak mengetahui tentang pelaksanaan program beras miskin di Desa Karelayu kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto sebagai kepala pemeritahan, da kepala desa;
2. Mereka yang terlibat langsung di dalam kepengurusan program beras miskin seperti pengurus ini.
D. Informan Penelitian
Infoman utama dalam penelitian ini yaitu pengurusan beras miskin sebagai manajer pengelola program beras miskin yaitu ketua program, sekretaris program, dan bendahara program beras miskin, para penentu kebijakan di bidang pemerintaha seperti Camat, Kepala Desa, seta ketua program dan masyarakan miski yang tergabung di dalam rumah tangga miskin di Desa Karelayu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto.
E. Teknik Pengumpulan Data
Instrument penelitian yang digunakan adalah:
1. Wawancara merupakan metode untuk mendapatkan data kualitatif. Metode ini bersifat tidak berstruktur (unstructured) dan cara langsung (directwey) untuk mengumpulkan informasi melalui wawancara khusus kepada orang
perorang (one-one basis). Metode ini digunakan untuk mengumpulkan hal-hal yang berhubungan dengan pengelolaan program beras miskin.
Dalam pelaksanaan wawancara, peneliti berpedoman pada kisi-kisi konsep pengelolaan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pembimbingan dan pengarahan, pemotivasian dan pengawasan. Gambaran lengkap tentang kisi-kisi pedoman wawancara dapat dilihat pada lampiran.
2. Observasi, metode ini mengamati secara langsung sarta memahami kondisi objektif lokasi penelitian.
3. Dokumentasi sebagai metode pelengkap untuk memperoleh data yang lebih akurat meliputi pengumpulan data secara tertulis yang berisi informasi tentang keadaan atau penomena yang di perlukan dalam penelitian mengenai pengelolaan program beras miskin.
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif, menurut Miles dan Huberman (dalam Sugiyono, 1999:91-99) memiliki langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mereduksi data. Pada saat pengambilan data di lapangan menggunakan teknik wawancara dengan sumber data peneliti mencatat, menghimpun semua jawaban-jawaban yang ditemukan sumber data, keragaman data di peroleh ada yang jawabannya sama ada juga yang memberikan stegmen yang berbeda terhadap setiap pertanyaan yang diajukan, serta hasil studi dokumentasi maka langkah yang di ambil oleh peneliti yaitu melakukan analisis dengan mereduksi data yakni merangkum semua data hasil wawancara dan stui
dokumentasi kemudian memilih, memilah serta mengambil hal-hal yang pokok yang difokuskan pada permasalahan yang ingi dikaji oleh peneliti yakni berdasarkan pada indikator-indikator yang dikembangkan dalam pedoman wawancara mendalam yang terkait dengan pengelolaan program beras miskin;
2. Penyajian data. Setelah data yng diperoleh peneliti dilapangan dipilih dan dipilah hal-hal pokok yang difokuskan pada permasalahan yang ingin dikaji langka selanjutnya penelitian menyajikan data tersebut karena penelitian ini bersifat kualitatif maka penyajian data yang digunakan yaitu berupa naratif artinya setiap fenomena yang terjadi ataupun yang ditemukan peneliti manaritifkan dan memberikan intrefensi terhadap fenomena-fenomena tersebut hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada peneliti tentang fenomena-fenomena yang terjadi, setelah hal ini ditempuh oleh peneliti maka peneliti merencanakan tindakan apa selanjutnya yang harus diambil berdasarkan pemaknaan terhadap fenomena-fenomena tersebut;
3. Verifikasi data. Setelah data disajikan dalam bentuk naratif berdasarkan pemaknaan terhadap fenomen-fenomena yang terjadi dilapangan langka berikutnya penelitian menarik kesimpulan awal yang besifat sementara terhadap data yang telah diperoleh yang masih akan dicari bukti-bukti yang mendukun terhadap kesimpulan yang telah diambil apabila tidak ditemukan bukti yang mendukun kesimpulan yang diambil akan berubah;
G. Teknik Keabsahan Data
Keabsahan data menurut Maleong (2011:320) adalah bahwa setiap
keadaan harus mampu mendemonstrasikan nilai yang benar, menyediakan dasar agar hal itu dapat diterapkan, dan memperbolehkan keputusan luar yang dapat dibuat tentang konsistensi dari prosedurnya dan kenetralan dari tema dan keputusan-keputusannya.
Dalam penelitian ini akan menggunakan beberapa teknik pengujian keabsahan data, yaitu:
1. Trianggulasi. Pada tahap ini ada dua hal yang dilakukan oleh peneliti pada tahap pertama yaitu triagulasi sumber yakni data yang diperoleh peneliti dari hasil wawancara dengan sumber data utama yakni pengurus inti program beras miskin, peneliti pembuktian membuktikan kebenaran data tersebut dengan mewawancarai lagi dua orang triangulator yaitu pembina program beras miskin dan dua orang triangulator peneliti membandingkan dengan data hasil wawancara dengan sumber data utama apabila triangulator memberikan data yang sama terhadap setiap pernyataan yang diajukan pada sumber data utama maka kesimpulan yang diambil oleh peneliti semakin kuat.
2. Tahap kedua yaitu triangulasi teknik berdasarkan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yakni wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil wawancara peneliti membuktikan kebenaran dengan dokumentasi yang ada di sekolah sesuai dengan pernyataan-penyataan yang telah diajukan kepada sumber data hal dilakukan dengan alasan jangan sampai data yang diperoleh dari hasil wawancara tidak benar adanya maka peneliti membuktikan dengan studi dokumentasi;
3. Membercheck. Pada tahap ini penelitian kembali ke lapangan untuk mengecek kembali semua data yang diperoleh dari hasil wawancara baik dengan sumber data utama maupun dengan triangulator untuk membuktikan kebenaran data yang telah diperoleh kepada sumber data yang telah memberikan data pada saat pengumpulan data di lapangan hal ini dilakukan jangan sempat terjadi kekeliruan peneliti pada saat mencatat data-data yang disampaikan oleh informan pada saat wawancara. Data yang sudah dianalisis dari hasil wawancara peneliti kroscek kembali kepda informen memperhatikan pemaparan data-data dan kesimpulan yang di ambil oleh peneliti pada saat proses analisis data.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Objek Penelitian 1. Gambaran Umum
Desa Karelayu adalah wilayah kerja Desa sebagai perangkat Daerah Kabupaten Jeneponto yang berkedudukan di wilayah kerja Kecamatan Tamalatea.
Luas wilayah Desa Karelayu 427,536 Ha, dengan batas wilayah sebagai berikut:
a. Utara : Desa Tamalatea dan Desa Bulu b. Timur : Desa Bungoro, Kecamatan Tamalatea c. Selatan : Desa Labakan
d. Barat : Desa Tamalatea
Pusat Pemerintahan Desa terletak di Karelayu, sekitar 0,2 KM dari Pusat Pemerintahan Kecamatan Tamalatea dan 0,5 KM dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Jeneponto.
Desa Karelayu umumnya merupakan daerah dataran dan dengan ketinggian 100 M di atas permukaan laut. Desa Karelayu memiliki iklim tropis dan sub curah hujan 3600 mm/tahun dan rata-rata suhu 25oC-35oC.
WIlayah Desa Karelayu terdiri dari 14 Dusun dan 22 Rukun Tetangga (RT) serta kelembagaan masyarakat lainnya : Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan Karang Taruna.
Jumlah penduduk Desa Karelayu berdasarkan data bulan Desember 2014 sebanyak 945 jiwa.
34
Desa Karelayu memiliki wilayah yang luas dengan penduduk yang homogen dan beraneka ragam dengan tingkat sensitivitas yang tinggi bila dibandingkan dengan Desa lain yang ada di lingkungan kecamatan Tamalatea.
Wilayah Desa Karelayu termasuk ke dalam wilayah perkotaan dengan jarak yang sangat dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten Jeneponto hanya sekitar 0,5 KM dan dari pusat Pemerintahan Kecamatan Tamalatea hanya sekitar 0,2 KM dengan akses jalan yang strategis. Selain itu, wilayah Desa Karelayu diimbangi dengan potensi lahan antara pemukiman, pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan industri kecil menengah dan heterogen ini memiliki potensi- potensi keberagaman dan cenderung kepada konflik antar individu maupun golongan.
Desa Karelayu yang terletak di daerah barat Kabupaten Jeneponto memiliki demografi wilayah yang cukup unik Di mana mencakup lahan pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan industri kecil menengah. Potensi ini merupakan hal yang menjadi keunggulan dibanding wilayah desa lain yang ada di Kecamatan Tamalatea.
Selain faktor eksternal yang berpengaruh di atas, Desa Karelayu juga ditunjang dengan factor internal yang mendukung pelaksanaan program-program Desa Karelayu. Hal ini dapat dilihat dari kondisi pegawai yang berjumlah 22 orang, dengan latar belakang pendidikan yang beragama yaitu SLTP, SLTA, D3, D4 dan S1. Berdasarkan kondisi pegawai tersebut maka Desa Karelayu memiliki potensi Sumber daya Manusia (SDM) yang memadai dalam melaksanakan program-program desa untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif
dan efesien.
2. Struktur Organisasi, Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Desa Karelayu
a. Struktur Organisasi
Desa Karelayu dipimpin oleh seorang Desa yang bertanggungjawab kepada Bupati melalui Camat. Struktur organisasi Kantor Desa Karelayu terdiri dari :
1) Desa
2) Sekretaris Desa
3) Seksi Kesejahteraan Sosial 4) Seksi Pembangunan 5) Seksi Pemerintahan
Kantor Desa Karelayu di atas dapat dijabarkan kondisi pegawai Kantor Desa Karelayu sebagai berikut:
1) CPNS : 1 orang 2) TKK : 4 orang 3) TKS : 4 orang
b. Kedudukan Desa Karelayu
Kedudukan Desa Karelayu adalah wilayah kerja Desa sebagai Perangkat Daerah Kabupaten Jeneponto di wilayah kerja Kecamatan Tamalatea, Desa Karelayu dipimpin oleh seorang kepala desa yang bertanggung jawab kepada Bupati melalui Camat Tamalatea.
c. Tugas Pokok dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Bupati No. 18 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas,
Fungsi dan Tata Kerja Kecamatan dan Desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jeneponto dapat diuraikan Tugas Pokok dan Fungsi masing-masing peangkat Kantor Desa Karelayu sebagai berikut :
1) Desa
Tugas : Menyelenggarakan urusan Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan lingkup Desa serta melaksanakan sebagian urusan pemerintah dilimpahkan ke Bupati meliputi :
a.Mengkoordinasikan kegiatan pembangunan, kegiatan kesos, pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum.
b.Mengkoordinasikan penyelenggaraan kelembagaan lingkup Rukun Warga
Fungsi : a. Penyusunan Program dan Kegiatan Desa
b. Pengkoordinasian penyelenggaraan Pemerintahan di wilayah Desa
c. Penyelenggaraan kegiatan pembinaan ideology Negara dan Kesatuan bangsa lingkup Rukun warga
d. Pengkoordinasian kegiatan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
e. Pembinaan penyelenggaraan terhadap kegiatan di bidang Posyandu dan Kebersihan
f. Pelaksanaan Pembinaan Penyelenggaraan Bidang Kesos
g. Pelaksanaan Penata Usahaan Desa
h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati secara Tupoksi.
2) Sekretaris Desa
Tugas : Melaksanakan urusan umum, penyusunan perencanaan, pengelolaan administrasi keuangan dan kepegawaian.
Fungsi : a. Penyelenggaraan pengelolaan administrasi perkantoran, administrasi keuangan dan kepegawaian
b. Penyelenggaraan urusan umum dan perlengkapan, keprotokolan dan hubungan masyarakat
c. Penyelenggaraan ketatalaksanaan, kearsipan dan perpustakaan
d. Pelaksanaan koordinasi, pembinaan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan unit kerja
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh camat sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
3) Seksi Kesejahteraan Sosial
Tugas : Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis bidang kesejahteraan sosial
Fungsi : a. Penyusunan bahan perumusan kebijakan teknis bidang kesejahteraan social
b. Penyusunan program dan kegiatan seksi kesejahteraan sosial
c. Penyiapan bahan pembinaan, koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan kegiatan bidang kesejahteraan social
d. Penyelenggaraan kegiatan bidang kesejahteraan sosial.
4) Seksi Pembangunan
Tugas : Merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis bidang pembangunan
Fungsi : a. Penyusunan bahan perumusan kebijakan teknis bidang pembangunan
b. Penyusunan program dan kegiatan seksi pembangunan
c. Penyiapan bahan pembinaan, koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan kegiatan bidang pembangunan
d. Penyelenggaraan kegiatan bidang pembangunan
3. Visi dan Misi
Visi merupakan cara pandang jauh ke depan kemana masyarakat beserta pemerintah membawa dan menempatkan diri pada suatu tatanan berbangsa dan bernegara yang madani. Secara Normatif Visi Desa Karelayu adalah sebuah tatanan masyarakat yang terus melaksanakan pembangunan berkelanjutan, berguna dan berhasil guna, bertanggungjawab, dan bertanggunggugat, komprehensif, terukur, efektif dan efisien.
Visi Desa Karelayu adalah “Melalui pelayanan prima mewujudkan Desa Karelayu sebagai daerah kondusif menuju masyarakat yang berkualitas”.
Penjelasan Visi :
Desa Karelayu dalam mewujudkan daerah yang kondusif dan pemertahaan pembangunan, pelayanan administrasi serta pemberdayaan masyarakat dilakukan secara optimal. Masyarakat yang berkualitas yaitu masyarakat/keluarga yang sejahera, sehat, maju, mandiri, berwawasan dan bertanggungjawab.
Misi Desa Karelayu adalah :
a. Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur yang produktif dan memiliki semangat kerja dalam rangka memberikan pelayanan secara optimal
b. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan lembaga/organisasi kemasyarakatan
c. Meningkatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan untuk pembangungan berkelanjutan
d. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan.
4. Informan Penelitian
Informan dalam penelitian ini adalah : a. Camat Tamalatea : Hj. Nuriah, M.Si b. Desa Karelayu : H. Sulaiman
c. Staf Kesos Kec. Tamalatea : Moh. Hilal Rayendra, S.Ag.
d. Dusun Bontotangga : Husaeni e. Dusun Daima : Sudirman f. Dusun Bontokura : Sudarma g. Dusun Karelayu : Nurhasanah h. Dusun Layu : Uun Husniar i. Dusun Bonto Tala : Enah
Tabel 4 Informan Penelitian
No Jabatan Informan Jenis Kelamin Umur / Usia
1 Camat Tamalate P 45 tahun
2 Lurah Karelayu L 42 tahun
3 Staf Kesos Kantor Kecamatan
Tamalate L 38 tahun
4 Dusun Bontotangga L 48 tahun
5 Dusun Daima P 40 tahun
6 Dusun Bontokura L 67 tahun
7 Dusun Karelayu P 24 tahun
8 Dusun Layu P 45 tahun
9 Dusun Bonto Tala P 29 tahun
B. Manajemen Pengelolaan Program Raskin di Desa Karelayu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto
1. Perencanaan Program Raskin di Desa Karelayu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto
a. Pendataan Rumah Tangga Miskin
Perencanaan Program Beras Miskin (Raskin) di Desa Karelayu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto tahun 2014 di paparkan oleh Camat Tamalatea.
Menurut Camat Tamalatea program raskin di Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto tahun 2014 adalah:
“Secara political mengacu pada isu strategis pengentasan kemiskinan melalui visi dan misi Kabupaten Jeneponto yaitu tentang kesejahteraan rakyat, dengan digulirkannya program-program pemerintah, untuk pengentasan kemiskinan, salah satunya adalah Program Beras Miskin, agar kesejhateraan warga miskin dapat terangkat. Pengelolaan Program Raskin yang dikejar bukan kepentingan, karena yang dikejar kepentingan akan ada kesenjangan-kesenjangan antara tujuan Program Raskin daengan Stakeholder di pemerintahan”.
Pengelolaan adalah pelaksanaan teknis di lapangan. Teori di lapangan RTS-PM mendapat 15 kg. tetapi dikarenakan jumlah RTS-PM lebih banyak dari kuota ada kebijakan lain berdasarkan musyawarah masyarakat di Desa Karelayu RTS-PM hanya mendapat 13 kg itu untuk kesejahteraan masyarakat Desa Karelayu bukan kepentingan camat.
(Wawancara dengan Camat Tamalatea, NR. 45 tahun, 12 Februari 2015) Analisa peneliti bahwa kepentingan-kepentingan yang mempengaruhi pengelolaan Program Beras Miskin (Raskin) di Desa Karelayu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto tahun 2014 secara politikal di lapangan adalah melalui isu strategis pengentasan kemiskinan yang bertujuan mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Miskin dalam pemenuhan kebutuhan pangan pokok yaitu beras melalui pendistribusian beras bersubsidi sebanak 156 Kg/RTS per tahun atau setara dengan 13 kg per RTS per bulan dengan harga tebus Rp. 1600
per kilogram netto di titik distribusi camat dan desa tidak mempunyai kepentingan apapun dalam penyaluran beras Raskin.
b. Pembentukan panitia penyaluran Raskin
Informasi tentang pembentukan panitia penyalur raskin diperoleh informan melalui wawancara dengan kepala desa Karelayu, berikut hasil pemaparannya.
Pembentukan panitia penyalur raskin di Desa Karelayu diedarkan pada SK yang diterbitkan oleh desa sebagai berikut:
Untuk mengefektifkan pelaksanaan program raskin dan pertanggung jawabannya maka dibentuk tim koordinasi raskin di pusat sampai desa dan pelaksana distribusi raskin di lingkungan dengan melakukan pelayanan terhadap rumah tangga miskin (RTM). Penanggung jawab program raskin adalah Menteri Koordinator Bidang kesejahteraan rakyat. Penanggung jawab pelaksanaan program raskin di provinsi adalah Gubernur, di Kabupaten/Kota adalah Bupati, di Kecamatan adalah Camat dan di desa adalah Kepala desa.
(Wawancara dengan Camat Tamalatea, 12 Februari 2015)
Hasil observasi di desa Karelayu menunjukkan bahwa Kepala desa bertanggung jawab atas pelaksanaan pelayanan raskin di desa dan membentuk pelaksana distribusi raskin di dalam wilayah kerja dalam hal ini adalah distribusi sebelum dilakukan pelayanan terhadap Rumah Tangga Miskin (RTM).
Pernyataan senada juga disampaikan oleh sekretaris desa Karelayu berikut ini:
“Kepala desa memberikan mandat kepada anggota masyarakat desa yang ingin berpartisipasi dalam mendistribusikan raskin agar berjalan lancar dan tepat sasaran. Tugas mereka adalah adalah mendata ulang untuk memastikan kelayakan penerima raskin dan membagikan raskin kepada Rumah Tangga Sasaran atau penerima raskin. Penyalur raskin tersebut antara lain: anggota karang taruna dan masyarakat yang dianggap dapat melaksanakan kegiatan dengan baik”.
(Wawancara dengan Kepala Desa Karelayu, 12 Februari 2015)
Sekretaris desa Karelayu juga memberikan informasi tentang pendistribusian raskin, berikut kutipannya:
“betul… kepala desa telah membentuk panitia penyalur raskin di Desa Karelayu agar distribusinya berjalan dengan lancer serta tepat sasaran.
Beberapa hari yang lalu, kepala desa telah mengeluarkan SK penugasan kepada panitia yang telah dibentuk melalui rapat kepala dengan para lingkungan”
(Wawancara dengan Sekretaris Desa Karelayu, 13 Februari 2015)
Pelaksana distribusi raskin mempunyai tugas memeriksa beras raskin, memberikan melalui pelayanan raskin terhadap penerima yaitu Rumah Tangga Miskin (RTM), menerima uang pembayaran harga penjualan beras (HPB) dan menyelesaikan administrasi kemudian meyerahkan raskin tersebut kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) yang terdiri di dua lingkungan di wilayah desa Karelayu dengan melalui pelayanan.
Perencanaan dan penganggaran program raskin mengacu pada undang- undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2012. Khusus untuk program raskin, proses perencanaan dan penganggarannya secara rinci di atur dalam peraturan Menteri Keuangan tentang subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah.
Berdasarkan hasil observasi di desa Karelayu ada beberapa tahap yang dilakukan oleh pemerintah desa tentang perencanaan dan penganggaran beras bagi masyarakat berpendapatan rendah dalam mengefektifkan penyerahan raskin kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) yaitu:
1. Perencanaan penetapan Daftar Penerima Manfaat (DPM), rencana penetapan Penerima Raskin dilakukan dengan pendataan Badan Pusat Statistik BPS),
sebelum melakukan pendataan pihak Badan Pusat Statistik (BPS) berkoordinasi dengan pemerintah desa.
2. Jumlah raskin untuk setiap provinsi di tetapkan oleh deputi menko kesra bidang koordinasi perlindungan sosial dan perumahan rakyat selaku ketua pelaksana tim koordinasi raskin pusat.
3. Jumlah raskin kabupaten kota ditetapkan oleh gubernur, berdasarkan pagu raskin nasional dan,
4. Penetapan jumlah raskin desa ditetapkan oleh bupati, berdasarkan pagu raskin provinsi.
2. Pengorganisasian Program Raskin di Desa Karelayu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto
Kepala Desa Karelayu memaparkan tentang kegiatan penetapan penerima raskin di Desa Karelayu:
“Iya, saya paham siapa-siapa yang seharusnya mendapat bantuan Raskin, yaitu orang miskin yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup akan tetapi warga di sini semua minta jatah beras, dan oleh karena itu Seharusnya Pemerintah memberi wewenang ke pihak Desa dan di bantu oleh pihak penyalur dalam menentukan penerima Raskin, adapun Cara penentuan penerima Raskin adalah datangi rumahnya, berapa jumlah anaknya, dan tanyakan sumber penghidupannya agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberian jatah Beras Raskin tersebut.”
(Wawancara dengan Kepala Desa Karelayu, 12 Februari 2015)
Demikian juga yang dikemukakan oleh Sekretaris Desa Desa Karelayu
”penerima Raskin di fokuskan pada sasaran yang di golongkan miskin sekali, di karenakan kemiskinan bersifat majemuk jadi di Desa Karelayu warga yang betul-betul di golongkan miskin sekali yang diutamakan dan apabila masih ada kuota yang tersisa maka akan di sisakan kepada golongan kedua yakni miskin.tapi sebelumnya pihak Desa masih