BAB II TINJAUAN PUSTAKA
F. Teknik Analisis Data
Setelah semua data terkumpul maka dilakukan analisis dengan menggunakan analisis data menurut Miles dan Hubermen, secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas. Aktivitas dalam analisis data ini yaitu dengan merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal- hal yang penting untuk dicari tema dan polanya (data reduction), kemudian data disajikan dalam sebuah pola yang sesuai dengan kajian (data display), dan setelah itu ditarik sebuah kesimpulan yang menghasilkan sebuah hipotesis dan deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap menjadi jelas (conclusion drawing) atau (verification).
Teknik analisis data yang digunakan dalam penuelitian ini adalah analisis model interaktif dari Milles dan Hubermen yang terdiri dari empat komponen yaitu:
1. Pengumpulan data
Pengumpuan data yaitu data-data yag dikumpulkan berupa data-data mentah yang diperoleh dari buku, artikel, catalog dan jurnal terkait tata kelola konflik antar kelompok
2. Reduksi data
Reduksi data adaalah proses pemilihan data yang telah terkumpul, lalu diseleksi kemudian dirangkum dan disesuaikan dengan fokus
berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat, Kemudian data dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu untuk dicari tema dan polanya.
3. Penyajian data
Penyajian data yaitu data-data yang telah dikelompokkan, kemudian disajikan dalam bentuk tulisan deskriptif agar mudah dipahami secara keseluruhan.
4. Penarikan kesimpulan dan verifikasi
Penarikan kesimpulan dan verifikasi yaitu data yang telah terkumpul daikaji kembali dengan mencocokkan pada reduksi data dan penyajian data sehingga diperoleh kesimpulan.
G. Kebsahan Data
Data penelitian yang dikumpulkan diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang bermutu atau data yang kredibel, oleh karena itu peneliti melakukan pengabsahan data dengan berbagai hal sebagai berikut :
1. Perpanjangan Masa Penelitian, Peneliti akan melakukan perpanjangan masa pengamatan jika data yang dikumpulkan dianggap belum cukup, maka dari itu peneliti dengan melakukan pengumpulan data, pengamatan dan wawancara kepada informan baik dalam bentuk pengecekan data maupun mendapatkan data yang belum diperoleh sebelumnya. Oleh karena itu, peneliti menghubungi kembali para informan dan mengumpulkan data sekunder yang masih diperlukan.
2. Pencermatan Pengamatan, data yang diperoleh peneliti dilokasi penelitian akan diamati secara cermat untuk memperoleh data yang bermakna. Oleh
karena itu, peneliti akan memperhatikan dengan secara cermat apa yang terjadi dilapangan sehingga dapat memperoleh data yang sesungguhnya.
3. Triangulasi, untuk keperluan triangulasi maka dilakukan tiga cara yaitu : a. Triangulasi Sumber yaitu Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
mengecek pada sumber lain keabsahan data yang telah diperoleh sebelumnya.
b. Triangulasi Teknik yaitu Pengumpulan data yang diperoleh dari satu sumber dengan menggunakan bermacam-macam cara atau teknik tertentu untuk diuji keakuratan dan ketidak akuratannya.
c. Triagulasi Waktu yaitu Triagulasi waktu berkenan dengan waktu pengambilan data yang berbeda agar data yang diperoleh lebih akurat dan kredibel dari setiap hasil wawancara yang telah dilakukan pada informan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi dan Objek Penelitian
1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Universitas Muhammadiyah Makassar merupakan (UNISMUH) merupakan salah salatu perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di kota Makassar. Berdiri pada tanggal 19 Juni 1963. Universitas Muhammadiyah memiliki tiga kampus. Kamppus 1 beralamat di jalan sultan alauddin no. 259 Makassar, kampus 2 berada di jalan letjen A. mappaoddang II No. 17 Makassar dan kampus III berada di jalan Ranggong Dg Romo No. 21 Makassar. Penelitian ini dilakukan di kampus I yang letaknya berada di Jl.
Sultan alauddin Makassar. Universitas Muhammadiyah Makassar memiliki terdiri dari beberapa fakultas yaitu sebagai berikut:
a. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) b. Fakultas Teknik
c. Fakultas Agama Islam (FAI)
d. Fkultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) e. Fakultas Pertanian
f. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) g. Fakultas Kedokteran
h. Pasca Sarjana
2. Visi, Misi dan Tujuan Universitas muhammadiyah Makassar a. Visi
Visi Universitas Muhammadiyah Makassar adalah menjadi perguruan tinggi islam terkemuka, unggul, dan mandiri serta menjadi perguruan tinggi Muhammadiyah berkelas nasional yang berbasis pada nilai-nilai keilmuan dan keislaman.
b. Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, Universitas Muhammadiyah Makassar menetapkan misi yaitu sebagai berikut:
1) Menyelenggarakan program-program akademik bermutu dan relevan dengan tujuan persyarikatan dalam suasana kampus islam
2) Menyelenggarakan penelitian yang berorientasi pada integrasi seluruh bidang keilmuan untuk pencapaian masyarakat islami.
3) Memberikan layanan kepakaran yang berorientasi pada pembentukan ulama Muhammadiyah dan kader Muhammadiyah.
Hal-hal yang musti dilakukan untuk dapat mewujudkan pembentukan misi tersebut adalah mengadakan penelitian bagi mahasiswa yang telah memprogaram semester VII sampai semester VIII mahasiswa melakukan pengabdian masyarakat dan merealisasikan hal-hal yang telah didapatan di bangku perkuliahan dan mengadakan program-program akademik.
c. Tujuan
Adapun tujuan Universitas Muhammadiyah Makassar adalah sebagai berikut:
1) Membentuk peserta didik untuk menjadi sarjana.
2) Membentuk muslim yang beriman, bertaqwa, dan berahlak mulia yang mempunyai kemampuan akademik, professional dan beramal soleh menuju terwujudnya masyarakat islam yang sebenar-benarnya.
3) Membentuk peserta didik menjadi kader ulama dan pemimpin yang berkepribadian Muhammadiyah.
3. Penyelenggaraan Pendidikan Universitas Muahammadiyah Makassar Universitas Muhammadiyah Makassar Sebagai penyelenggaraan pendidikan tinggi dan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang berasaskan islam, dengan berfungsi pencetak akademisi yang berjiwa tauhid sebagai pemandu dan pencerah kepada seluruh lapisan dalam kehidupan bermasyrakat. Dengan pola ilmiah pokok (PIP) yang dimiliki oleh Universtas Muhammadiyah Makassar akan semakin memacu untuk mewujudkan kemandirian dan kewirausahaan yang islami. Demikian halnya dengan penerapan ciri khusus di seluruh civitas akademik pemberian tambahan pelajaran Al-Islam dan kemuhammadiyahan di setiap semester adalah wahana. Selain untuk mempersiapkan kader-kader yang tangguh, persyarikatan juga sebagai upaya untuk menhasilkan manusia- manusia yang terdidik dan berdedikasi tinggi kepada masyarakat, bangsa, dan Negara.
Selanjutnya sistem penyelenggaraan pendidikan yang ada di Univerversitas Muhammadiyah Makassar adalah pendidikan akademik dan pendidikan professional. Terkhusus sistem pendidikan akademik, terdiri dari atas jenjang program strata (S1) dan program pascasarjan (S2).
Program akademik tersebut diarahkan pada hal khusus penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penyelenggaraan tersebut dilaksanakan pada setiap awal bulan September dan berakhir pada bulan julitahun selanjutnya. Setiap proses tahun akademik dibagi dalam dua semester, yaitu semester ganjil dan semester genap. Masing-masing pembagian tersebut dibebani beban belajar sebanyak 16 kali pertemuan dalam bentuk proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar tersebut dapat berupa proses belajar di kelas maupun dalam bentuk seminar, mid semester, praktikumujian akhir semester (final) dan kegiatan ilmiah lainnya.
Adapun sistem admistrasi yang ada di Universitas Muhammadiyah Makassar dilaksanakan dengan menerapkan sistem kredit semester (SKS) dengan menggnakan kurikulum bewawasan kompetensi (KBK) atau kurikulum yang sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia dan mentri Agama Republik Indonesia. Sementara untuk muatan lokal dilaksanakan sesuai ketetapan Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, sedangkan untuk pertanggungjawaban hasil dari proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan, Universitas Muhammadiyah Makassar melakukan pelaporan secara rutin dan berkelanjutan ke Direktorat JenderalPerguruan Tinggi (DIKTI) mulai pelaporan elektronik, evaluasi program studi berdasarkan evaluasi dari (EPSBED) melalui kopertis wilayah IX untuk fakultas non keagamaan. Sementara untuk fakultas agama pelaksanaan pelaporan
pertanggungjawabannya ke Departemen Agama melalui kopertis wilayah VII.
4. Kegiatan-kegiatan kemahasiswaan
Kegiatan-kegiatan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar terdiri dari paduan suara, olahraga, pahala, karate. penulisan dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan lainnya. Kegiatan kemahasiswaan tersebut seringkali di jadikan sebagai ajang kompetensi dari berbagai kampus baik skala regional maupun skala nasional. Selanjutnya kegiatan mahasiswa ditingkat fakultas atau program studi adalah himpunan mahasiswa tiap jurusan. Yang dimana himpunan mahasiswa jurusan tersebut dijadikan tempat untuk berdiskusi antar mahasiswa yang satu dengan yang lainnya. Dan kegiatan mahasiswa ditingkat fakultas hanya dapat diikuti dan oleh mahasiswa tingkat fakultas saja. Bukan hanya kegiatan seperti yang disebutkan di atas yang ada di Fisipol maupun di fakultas lainnya tetapi ada juga kegiatan organisasi yang menjadi tambahan dalam pengembangan suatu fakultas.
Di fisipol, organisasi kemahasiswaan yang di bentuk adalah BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), yang di maksud dengan BEM adalah organisasi mahasiswa intra kampus yang merupakan lembaga eksekutif di tingkat universitas atau institut. Dalam melaksanakan program- programnya, umumnya BEM memiliki beberapa departemen. Dan masa bakti kepengurusan BEM adalah satu tahun, persyaratan untuk menjadi pengurus BEM adalah mahasiswa yang aktif mengikuti perkuliahan dan
memikili jiwa dan kemampuan berorganisasi yang baik. Selanjutnya organisasi mahasiswa intra kampus selain BEM, adalah senat mahasiswa, unit kegiatan mahasiswa, dan himpunan mahasiswa jurusan. Ada atau tidaknya masing-masing, bergantung pada perkembangan dinamika mahasiswa di setiap kampus.
BEM bermanfaat untuk menjadi wadah dari seluruh mahasiswa dalam mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki agar menjadi mahasiswa yang memiliki kekayaan di bidang ilmu pengetahuan , kesenian dan lain sebagainya.BEM sebagai jembatan penghubung antara mahasiswa dan lembaga, jadi BEM berfungsi sebagai sarana mahasiswa untuk menyalurkan sumbang saran dan aspirasinya kepada pihak lembaga untuk mewujudkan kesejahteraan di lingkungan kampus.
Selain itu BEM mempunyai beberapa tugas-tugas pokok, yakni:
1. Mengesahkan serta mengajukan proposal kegiatan organisasi dan berhak untuk meminta Laporan Pertanggungjawaban dari setiap kegiatan organisasi.
2. Menetapkan garis program kegiatan kemahasiswaan dengan berpedoman pada peraturan-peraturan yang berlaku di kampus Universitas Muhammadiyah makassar.
3. Membimbing, mengarahkan dan mengawasi kegiatan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa).
4. Mewakili Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai duta dalam kegiatan eksternal untuk berkoordinasi/berkomunikasi dengan organisasi mahasiswa Perguruan Tinggi Lainnya.
5. Menampung serta memperjuangkan hak dan aspirasi mahasiswa baik dalam bidang akademik maupun kesejahteraan mahasiswa.
Selanjutnya ditingkat fakultas ada pimpinan komisariat ikatan mahasiswa muhammadiyah Makassar atau yang biasa disingkat (IMM) lalu ditingkat universitas ada Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Makassar (KORKOM). Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai bagian dari angkatan muda muhammadiyah (AMM), memiliki posisi strategis dalam melakukan pembaruan Muhammadiyah, melakukan pembinaan dan pengembangan kepribadian serta sumber daya mahasiswa, baik secara lahiriah mauppun batiniah. Selanjutnya menyangkut sasaran pembinaan dan pengembangan aik di dalam maupun diluar. Pembinaan dan pengembangan yang bersifat internal diarahkan pada penataan, pelaksanaan serta pengawasan organisasi. Pembangunan dan pengembangan organisasi yang bersifat ekternal diarahkan pada pemantapan organisasi secara bertahap dan berkelanjutan.
Dan dengan adanya kegiatan kemahasiswaan seperti itu maka, kegiatan kemahasiswaan di tingkat fakultas baik Fisipol, fakultas teknik atau fakultas lainnya dapat mempererat tali persaudaraan serta membangun hubungan jalinan kemahasiswaan dalam karya kreatif melalui UKM 10 pilar,
yang semuanya berada digedung PKM Unismuh. Di UKM Unismuuh merupakan salah satu sarana untuk memfasilitasi dan merangkum semua jenis kegiatan yang terealisasi secara efektif. Kegiatan yang akan di jadikan sebagai perlombaan di tiap-tiap UKM akan diikuti oleh seluruh mahasiswa yang tergabung dalam UKM kampus ataupun kelompok-kelompok mahasiswa yang dari kampus lain. Keakrban yang terjalin antar mahasiswa di dalam gedung PKM kampus sangatlah harmonis. Hubungan antara junior dan senior sangatlah terjalin dengan baik padahal di tiap-tiap UKM terdiri dari beberapa mahasiswa yang berbeda fakultas dan jurusan. Terkadang anak UKM kampus mengadakan kegiatan rekreasi bersama guna untuk lebih saling mengenal dan saling dekat antara yang satu dengan yang lain.
5. Sistem Kekerabatan antar Mahasiswa
Sistem kekerabatan yang terjalin antar mahasiswa di tiap-tiap fakultas dapat dikategorikan baik dan harmonis. Contoh misalnya di FISIP sendiri sistem kekerabatan yang terjalin antar mahasiswa yang satu dengan yang lainnya sangatlah terjalin dengan baik tanpa harus melupakan siapa senior dan siapa junior. Contohnya di jurusan Ilmu Pemerintahan sistem kekerabatan yang terjalin sangatlah baik karena antara senior dengan junior saling berdiskusi, minum kopi bersama, dan lain sebagainya.
Kekerabatan yang terjalin bukan hanya sesama mahasiswa saja tetapi antar mahasiswa dengan dosen, tetapi tetap yang junior menghargai yang senior. Begitu pula dengan jurusan lain yang ada di fakultas lain, memang tidak bisa dipungkiri kalau ada sedikit terjadi konflik internal
antar jurusan tetapi itu dapat diselesaikan secara baik-baik karena seluruh mahasiswa ditiap jurusan adalah saudara. Pengkaderan tingkat fakultas memang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru agar resmi dikatakan sebagai mahasiswa jurusan.
Sistim pengkaderanran di fakultas teknik sendiri seluruh mahawasiswa baru wajib untuk mengikuti pengkederan tingkat fakultas agar resmi menjadi warga teknik. Dan apabila ada diantara mahasiswa teknik yang tidak mengikuti pengkederan tingkat fakultas tersebut maka akan dikucilkan dari seluruh kegiatan kemahasiswaan yang bersangkutan dengan mahasiswa teknik dan begitu pula kalau di dalam kampus mereka di kucilkan oleh orang-orang sekitar mereka yang telah mengikuti pengkaderan tingkat fakultas. Dan proses pengkaderan di Fakultas Teknik itu di laksanakan secara berulang-ulang setiap tahunnya. Hal ini di sebabkan karena untuk melahirkan regenerasi selanjutnya.
Di fakultas isipol tidak mengucilkan mahasiswa yang tidak ikut dalam pengkaderan tingkat fakultas. Selama pengkaderan tingkat fakultas sospol sangat terlihat dengan jelas keakraban yang terjalin antar mahasiswa yang satu dengan yang lain. Selama pengkaderan tingkat fakultas seluruh mahasiswa lebih banyak di berikan materi-materi belajar dan sesekali juga di adakan games untuk menghilangkan rasa jenuh dan ketegangan yang di rasakan oleh mahasiswa yang mengikuti pengkaderan.
Pengkaderan di fakultas SOSPOL ada juga yang berbau kekerasan fisik, namun tidak sekeras di fakultas teknik. Kekerasan tersebut dimaksudkan
agar mahasiswa baru di fakultas teknik dapat mempersiapkan mental mereka untuk menghadapi perkuliahan di fakultas teknik yang dimana perkuliahan di fakultas teknik termasuk sangat sulit bagi mahasiswanya untuk cepat menyelesaikan studinya. Sementara sistem pengkaderan di tingkat fakultas lain tidak jauh berebeda dengan sistem pengkaderan yang ada di fakultas SOSOPOL.
B. Hasil Penelitian
Konflik kekerasan antar kelompok mahasiswa di Makassar yang dilakukan antar fakultas dengan fakultas, fakultas dengan kelompok mahasiswa dan program studi maupun organisasi kedaerahan adalah fenomena konflik kekerasan sebagai perwujudan dari konflik yang sulit untuk diselesaikan secara damai. Bentuk konflik yang dilakukan oleh mahasiswa adalah konflik kekerasan yang ditandai dengan adanya pengrusakan, penyerangan, pembakaran, penyanderaan, pemukulan dan bahkan pembunuhan.
Dilihat dari sifat konflik antar kelompok mahasiswa di Makassar khususnya di Universitas Muhammadiyah Makassar dapat dianalisis bahwa konflik mahasiswa dapat berupa aksi kekerasan personal dan kemudian menjadi aksi kekerasan yang bersifat kolektif. Sebagian besar konflik kekerasan yang dilakukan oleh mahasiswa berawal dari konflik atau aksi kekerasan personal, seperti pemukulan terhadap mahasiswa dari fakultas lain, kelompok atau jurusan, kemudian membentuk solidaritas fakultas, kelompok
atau program studi bahkan organisasi kedaerahan, selanjutnya menjadi konflik kekerasan yang bersifat kolektif.
Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya konflik di kampus Unismuh Makassar di awali oleh masalah-masalah sepeleh seperti pemukulan terhadap mahasiswa baru, ada pihak lain yang memprovokasi mahasiswa, buntut dari kebijakan droup out, adanya kecemburuan sosial seperti ada yang menganggap bahawa ada lembaga-lembaga tertentu yang dianaka emaaskan dan adaanya pelemparan isu yang dapat menyebabkan konflik antar mahasiswa. Kemudian massa puncak konflik adalah pada saat penerimaan mahasiswa baru. Proses sebelum menuju konflik biasanya dibicarakan terlebih dahulu oleh mahasiswa dari masing-masing kelompok yang terlibat konflik.
Apabila banyak mahasiswa yang tidak setuju untuk melakukan aksi balas dendam maka konflik tersebut pasti tidak akan terjadi, begitu pula dengan sebaliknya.
Sisi lainnya sebagai sumber pemicu konflik adalah terbatasnya sumber yang dibutuhkan mahasiswa, lemahnya norma yang mengikat mereka, melemahnya solidaritas kolektif, atau semangat perguruan tinggi, bergeser ke semangat fakultas, kelompok, atau bahkan program studi. Begitupun bergesernya semangat bersatu dalam perbedaan. Selain itu yang menjadi salah satu faktor utama penyebab konflik antar mahasiswa adalah pada saat pengkaderan tingkat fakultas, yang dimana pada saat pengkaderan tersebut mahasiswa baru didoktrin oleh senior mereka bahwa kalian disini tidaklah
sendiri tetapi banyak saudara-saudara kalian yang siap membantu bila kalian mengalami masalah nantinya.
Bentuk hasil observasi peneliti terhadap kasus konflik yang terjadi secara berluang-ulang mulai dari tahun 2012-2019 yang melibatkan fakultas dengan fakultas, fakultas dengan organisasi daerah, maupun organisasi daerah dengan organisasi daerah dengan latar belakang dan motif yang berbeda- beda.befek dari konflik tersebut kemudian menimbulkan rasa ketakutan secara sikologi kepada mahasiswa lain yang tidak tahu apa-apa dan juga menumbulkan rasa kekawatiran orang tua. Fenomena konflik ini merupakan akibat dari tidak terselesaikannya konflik secara baik dan damai diantara pihak-pihak yang berkonflik. Polsek Rappoconi mencatat di tahun 2018 ada 15 kasus yang ditangani dan ditahun 2019 ada 5 kasus yang ditangani.
Sebagian besar konflik yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Makassar diakibatkan oleh konflik antar kelompok, adanya rasa dendam secara personal maupun secara kelompok, faktor kepentingan serta penegakan aturan kampus yang tidak maksimal.
Berikut wawancara peneliti dengan tokoh mahasiswa:
“persoalannya adalah kadang-kadang dimulai dari persoalan personal atau pribadi kemudian melibatkan etnisitas, golongan dan institusi baik jurusan, kelompok, maupun fakultas. Di samping itu, ikatan pertemanan dalam satu kelompok turut mewarnai aksi kolektifitas sehingga masalah personal tersebut manjadi masalah besar” (Hasil wawancara peneliti dengan MIS, 16 Mei 2019).
Pandangan tersebut di atas didukung oleh kenyataan bahwa terkadang konflik yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Makassar diawali oleh persoalan sepeleh, seperti rasa ketersinggungan, pemukulan, disepelehkan
oleh kelompok tertentu dan bahkan karena persoalan DroupOut (DO). Hal- seperti inilah yang kemudian memicu terjadinya konflik.
1. Fasilitasi
Fasilitasi merupkan seorang mediator berupa tokoh, ahli, atau lembaga tertentu yang dipandang mempunyai pengetahuan dan keahlian yang mendalam mengenai hal yang dipertentangkan. Adapun wawancara yang dilakukanoleh peneliti dengan mahasiswa yang berinisial MIS selaku ketua BEM FKIP yaitu sebagai berikut:
“Melihat konflik yang selama ini terjadi di UNISMUH kalau cara penyelesaiaannya menurut saya yah musti ada yang memfasilitasi baik dari si A maupun si B untuk kemudian melakukan perdamaian. Hal ini musti secepatnya dilakukan karena kapan tidak maka kemungkinan besar konflik itu akan berkepanjangan (Wawancara dengan MIS pada tangga 27 April 2019).
Berdasarkan wawancara yang tersebut diatas maka dapat diketahi bahwa salah satu bentuk penyelesaian konflik yaitu dengan memfasilitasi.
Fasilitasi ini biasanya dilakukan oleh pihak-pihak pihak yang terkait dengan maksud agar setiap konflik yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Makassar tidak terjadi secara berkelanjutan. Kemudian selanjutnya wawancara dengan mantan ketua Ilmu komunikasi yang berinisial MSR beliau mengatakan:
“kalau saya melihat cara menangani masalah konflik yang terjadi, kita melakukan dengan cara Mediasi. Kita memediasi para individu atau kelompok yang berkonflik. agar permasalahannya cepat selesai. kita juga melakukan negosiasi dan memfasilitasi. Segala cara pun kita lakukan, agar kampus kita ini kembali aman seperti pada umumnya”. (Wawancara dengan MSI pad tanggal 06 Maret 2019).
Berdasarkan wawancara yang tersebut diatas maka dapat diketahui bahwa konflik yang terjadi di Universitas Muhammadiyah Makassar dapat diselesaikan dengan beberapa cara termasuk membrikan fasilitasi kepeda kelompok-kelompok yang telah berkonflik.
Wawancara peneliti dengan informan yang berinisial ASK selaku mantan ketua organda dari bone beliau mengatakan:
“Langkah pertama yang kita lakukan untuk melakukan perdamaian adalah kita mempertemukan pihak-pihak yang telah berkonflik, kemudian pimpinan kampus juga biasanya langsung turun menyikapi konflik.(Wawancara peneliti dengan ASK pada Tanggal 27 Mei 2019)
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa pimpinan kampus atau pimpinan universitas telah berupaya untuk menyelesaikan konflik. walaupun terkadang memang upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak universitas masih kurang menyentuh akar permasalah yang sebenarnya. Alhasil kini Universitas Muhammadiyah Makassar yang dulunya sering berkonflik, kini sekarang sudah berangsur-angsur aman. Ini semua tak lepas dari usaha dan kerja keras dari pihak universitas yang terus gigih dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Seperti yang dikatan oleh beberapa informan yang penulis temui.
Wawancara dengan mantan komandan KSR unit 114 yang berinisial SIR yang mengatakan:
“Yah kalau saya melihat kampus kita ini sekarang sudah mulaimi aman yah ini tidak terlepas juga dari kinerja dari pimpinan, yah
dalam hal ini pak WR III. Untuk mehadirkan pengamanan dikampus yah dalam hal ini polisi. Hadirnya polisi di kamus kan adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak universitas untuk kemudian kampus kita aman dari yah supaya konflik-konlik yang selama ini terjadi yah bisa terminimalisir dengan baik.”
(Wawancara dengan SIR Pada tanggal 29 Mei 2019).
Berdasarkan wawancara tersebut diatas maka dapat diketahui bahwa peran Pimpinan Universitas Muhammadiyah Makassar untuk menyelesaikan konflik sangatlah di perlukan. Terutama dalam memfasilitasi, memediasi ataupun merekonsiliasi. Pimpinan harus senantiasa memberikan perhatian kepada setiap mahasiswa.
Selanjutnya wawancara peneliti dengan Wakil Rektor III bapak MTR:
“Konflik yang terjadi di Unismuh yaitu dengan melakukan pendekatan aturan atau tata tertib yakni melakukakan penegakan aturan akdemis melalui komisi disiplin, Jenis pendekatan yang kedua yaitu pendekatan hukum, pendekatan hukum itu tentu bagi mahasiswa yang terlibat dalam konflik dan melakukan pelanggaran kriminal toh, baik di dalam maupun diluar kampus maka diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk memproses secara hukum sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku”
(Wawancara peneliti dengan MTR pada tanggal 4 September 2019).
.
Berdasarkan wawancara tersebut diatas maka dapat diketahui bahwa bentuk penyelesaian konflik di Unisversitas Muhammadiyah yakni dengan melakukan penegakan aturan. Penegakan aturan tersebut wajib untuk dilakukan agar terjadi keteraturan dalam suatu masrakat.
Penyelesaian konflik melalui pendekatan hukum artinya keterlibatan pihak kepolisian dalam menyikapi konflik sangatlah