BAB II TINJAUAN PUSTAKA
C. Kerangka Pikir
pengaruh langsung pada operasional lembaga pendidikan seperti berbagai potensi dan keadaan dalam bidang pendidikan yang menjadi konsentrasi usaha sekolah atau lembaga pendidikan itu sendiri, pengguna lulusan dan sebagainya. Kesemuanya berpengaruh pada penentuan strategi yang diperlukan yang diperlukan mendukung sekolah atau lembaga pendidikan mencapai tujuannya.
Manajemen pembelajaran agama Islam merupakan salah satu substansi yang harus dikelola dalam manajemen atau administrasi pendidikan. Substansi manajemen pendidikan yaitu manajemen pembelajaran. Dalam mengelola kurikulum di sekolah salah satu aktivitas terpentingnya adalah mengelola pembelajaran agama Islam sebagai salah satu aplikasi kurikulum di sekolah.
khususnya pelajaran agama Islam di sekolah. Mutu atau kualitas adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh yang dalam konteks pendidikan pengertian mutu mencakup input, proses dan output pendidikan. Mutu pendidikan yang diharapkan tidak akan terjadi begitu saja, mutu yang diinginkan tersebut harus direncanakan. Mutu perlu menjadi sebuah bagian penting dalam strategi manajemen pembelajaran dengan menggunakan pendekatan yang sistematis dan proses perencanaan yang matang.
Salah satu strategi adalah menempatkan anak sebagai subjek pembinaan, bukan semata-mata sebagai objek binaan yang perlu dicekoki dengan seperangkat nilai yang kering tidak menyentuh realitas kehidupan yang dialami oleh anak sehari-hari.
Teori berguna untuk memecahkan masalah yang diangkat dalam penelitian, yaitu bagaimana kompetensi guru dalam strategi manajemen pembelajaran agama, bagaimana peranan guru dalam strategi manajemen pembelajaran agama Islam dan bagaimana dampak dari strategi manajemen pembelajaran agama Islam pada peserta didik SDN 1 Massepe Kelurahan Pajalele Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kompetensi profesional guru menggambarkan tentang kemampuan yang dituntutkan kepada seseorang yang memangku jabatan sebagai guru.
Artinya kemampuan yang ditampilkan itu menjadi ciri keprofesionalannya.
Tidak semua kompetensi yang dimiliki seseorang menunjukkan bahwa ia adalah professional (Hakiim L, 2009:242). Secara umum kompetensi seorang
guru merujuk pada empat faktor yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional (Koswara D, dan Halimah, 2008:52).
Peranan guru agama hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan guru bidang studi yang juga harus sama-sama mewujudkan tujuan tersebut.
Dengan kata lain untuk terwujudnya tujuan pendidikan nasional, yaitu menciptakan anak didik yang bertaqwa, cerdas, terampil dan berbudi pekerti luhur perlu adanya kerja sama dan usaha terpadu dari semua guru bidang studi yang mengajar di sekolah. Untuk mewujudkan konsep dan ide-ide tersebut perlu diperhatikan kerjasama terpadu antar guru, penyusunan kurikulum yang integratif dan dukungan orang tua peserta didik, dan dampak dari setiap hasil yang telah dilakukan atau yang dilakukan dalam manajemen pembelajaran agama Islam pada peserta didik.
Berdasarkan konsep dan landasan teori di atas maka penelitian ini dilakukan dengan kerangka berpikir sebagai berikut :
Pembelajaran Agama Islam
Manajemen Pembelajaran Agama Islam SD Negeri 1 Massepe
Gambar 2. 1. Bagan Kerangka Pikir
Pembelajaran agama Islam merupakan salah satu mata pelajaran yang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pencapaian tujuan pendidikan nasional. Salah satu tujuan utama pendidikan nasional seperti tercantum dalam UU Sistem Pendidikan Nasional adalah pembentukan manusia yang bertaqwa dan berbudi pekerti luhur.
Manajemen pembelajaran agama dilakukan karena diterapkannya otonomi daerah telah mendorong penyesuaian dalam melaksanakan pengelolaan pembelajaran yang lebih meningkatkan mutu pendidikan
Peran Guru T E O R I
Dampak Kompetensi Guru
Peningkatan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1.Kompetensi Pedagogik
2. Kompetensi Kepribadian 3. kompetensi Sosial 4.Kompetensi profesional
1.Peran guru dalam proses pembelajaran
2. Peran guru dalam proses bimbingan/pendidikan
3.Peran guru di tengah masyarakat 4.Peran guru sebagai peranan pribadi 5.Peran guru sebagai pengajar
1. Intern 2. Ekstern
khususnya pelajaran agama Islam di sekolah. Mutu atau kualitas adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh yang dalam konteks pendidikan pengertian mutu mencakup input, proses dan output pendidikan. Mutu pendidikan yang diharapkan tidak akan terjadi begitu saja, mutu yang diinginkan tersebut harus direncanakan. Mutu perlu menjadi sebuah bagian penting dalam strategi manajemen pembelajaran dengan menggunakan pendekatan yang sistematis dan proses perencanaan yang matang.
Salah satu strategi adalah menempatkan anak sebagai subjek pembinaan, bukan semata-mata sebagai objek binaan yang perlu dicekoki dengan seperangkat nilai yang kering tidak menyentuh realitas kehidupan yang dialami oleh anak sehari-hari.
Teori berguna untuk memecahkan masalah yang diangkat dalam penelitian, yaitu bagaimana kompetensi guru dalam strategi manajemen pembelajaran agama, bagaimana peranan guru dalam strategi manajemen pembelajaran agama Islam dan bagaimana dampak dari strategi manajemen pembelajaran agama Islam pada peserta didik SDN 1 Massepe Kelurahan Pajalele Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kompetensi profesional guru menggambarkan tentang kemampuan yang dituntutkan kepada seseorang yang memangku jabatan sebagai guru.
Artinya kemampuan yang ditampilkan itu menjadi ciri keprofesionalannya.
Tidak semua kompetensi yang dimiliki seseorang menunjukkan bahwa ia adalah professional (Hakiim L, 2009:242). Secara umum kompetensi seorang
guru merujuk pada empat faktor yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional (Koswara D, dan Halimah, 2008:52).
Peranan guru agama hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan guru bidang studi yang juga harus sama-sama mewujudkan tujuan tersebut.
Dengan kata lain untuk terwujudnya tujuan pendidikan nasional, yaitu menciptakan anak didik yang bertaqwa, cerdas, terampil dan berbudi pekerti luhur perlu adanya kerja sama dan usaha terpadu dari semua guru bidang studi yang mengajar di sekolah. Untuk mewujudkan konsep dan ide-ide tersebut perlu diperhatikan kerjasama terpadu antar guru, penyusunan kurikulum yang integratif dan dukungan orang tua peserta didik, dan dampak dari setiap hasil yang telah dilakukan atau yang dilakukan dalam manajemen pembelajaran agama Islam pada peserta didik.