• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Teori

Dalam dokumen faktor yang mempengaruhi minat nasabah (Halaman 32-39)

D. Definisi Operasional

1. Kerangka Teori

a. Faktor keamanan

Keamanan merupakan sebagai kondisi atau kualitas yang bebas dari ketakutan, kecemasan, atau kepedulian. Jaringan komunikasi yang aman, dapat didefinisikan sebagai suatu jaringan dimana pengguna tidak merasakan ketakutan atau kecemasan sewaktu menggunakan jaringan.13 Komputer dan sistem jaringan yang tidak terbatas telah member kesempatan untuk mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi dan meningkatkan pendapatan. Sayangnya, ketergantungan tersebut

13 Praphul Chandra, 2005, Bulletproof Wireless Security - GSM, UMTS, 802.11 and Ad

Hoc Security, USA:Newnes Elsevier Inc., h. 1

menimbulkan risiko baru yang mengancam keamanan komputer dan sistem jaringan. Dengan demikian muncullah suatu tantangan baru untuk melindungi keamanan komputer dan sistem jaringan dari berbagai macam serangan keamanan.14 Terdapat tiga komponen dasar sebagai pertimbangan dalam perancangan dan pembahasan sistem keamanan diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Confidentiality: Confidentiality adalah penyembunyian informasi atau sumber daya yang berkaitan dengan pencegahan akan pengaksesan terhadap informasi atau sumber daya yang dilakukan oleh pihak yang tidak berhak.

b. Integrity: Integrity merupakan keandalan data atau sumber daya dan biasanya dirumuskan untuk mencegah perubahan yang tidak sah.

Integritas mencakup integritas data (isi dari informasi) dan integritas asli (sumber data, sering disebut otentikasi). Dengan demikian integrity berkaitan dengan pencegahan modifikasi informasi yang dilakukan oleh pihak yang tidak berhak.

c. Availability: Availability merupakan kemampuan untuk menggunakan informasi atau sumber daya yang dinginkan. Availability adalah aspek yang penting dalam mendesain sistem karena suatu sistem yang tidak memiliki availability sama buruknya dengan tidak ada

14 Nong Ye, 2008, Secure Computer and Network - Systems Modeling, Analysis and

Design, England: John Wiley & Sons Ltd., h. 1

sistem sama sekali. Availability dapat melakukan pencegahan akan penguasaan informasi atau sumber daya oleh pihak yang tidak berhak.15 b. Faktor kenyamanan

Menurut Poon (2008), Internet banking menyediakan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi yang mana memudahkan nasabah untukmelakukan transaksi perbankan kapanpun dan di manapun. Jika dibandingkan dengan transaksiperbankan tanpa menggunakan internet banking misalnya dengan transaksi interpersonal, internet banking memberikan lebih banyak keuntungan dan kemudahan. Seperti misalnya, jika ingin membayar tagihan atau mentransfer uang, apabila melalui kantor cabang, maka nasabah harus mengantri lama untuk melakukan transaksi tersebut. Hal ini tentunya kurang memberikan kenyamanan bagi nasabah. Berbeda jika transaksi tersebut dilakukan dengan internet banking. Jika menggunakan internetbanking, transaksi tersebut cukup dilakukan dengan mengaksessitus web Internet Banking (dapat dilakukan dengan PDA,Notebook, PC).16 Tentunya hal ini akan lebih menghemat waktu nasabah, khususnya bagi nasabah yang sibuk.

Menurut Poon (2008), terdapat beberapa konstruk yang merupakan indikator kenyamanan suatu sistem internet banking, yaitu sebagai

15 Matt Bishop, 2004, Introduction to Computer Security, New Jersey: Prentice Hall PTR,

h. 2

16Tunnisa, nurasyifa.Factor-faktor yang mempengaryhi minat dosen uin ar-raniry menggunakan fasilitas e-banking syariah.skripsi fakultas ekonomi dan bisnis islam uin ar-raniry banda aceh, 2019, hlm. 18

berikut: Nasabah dapat mengakses internet banking kapanpun dan di manapun (anytime and anywhere), tidak terdapat antrian (queue), hemat waktu jika dibandingkan dengan cara konvensional (convensional banking) yang kemudianmereka akan berminat untuk menggunakannya di masadatang.

c. Faktor kepercayaan

Kepercayaan merupakan sebuah pondasi dari bisnis karena transaksi bisnis antara dua pihakatau lebih akan terjadi apabila masing- masing saling mempercayai. Menurut Lee (2009) kepercayaan adalah yakin terhadap orang lain dengan harapan orang lain tidak akan berperilaku oportunis. Ini merupakan keyakinan bahwa pihak lainakan berperilaku sesuai etika sosial dan terdapat keyakinan bahwa pihak yang dipercaya akan memenuhi komitmen dan dalam penelitan Lee (2009) juga mengatakan bahwa kepercayaan berpengaruh terhadap minat selain itu juga di ungkapkan bahwa pengguna awal cenderung mengandalkan kepercayaan dalam penggunaan suatu teknologi.17 Pendapat lain juga mengatakan dimana kepercayaan muncul ketika adanya keyakinan dari pihak konsumen yaitu pelanggan pada reliabilitas dan integritas dari rekan pertukaran. Kepercayaan disini adalah kepercayaan nasabah pada penyelenggara transaksi elektronik perbankan, serta kepercayaan pada mekanisme operasional dari transaksi yang dilakukan.

17 Ibid, Hlm.21

Dari beberapa uraian di atas, bahwa variabel kepercayaan merupakan suatu dasar dalam menjalin suatu hubungan dalam kecenderungan pelaku untuk mempercayai akan keandalan dari produk bank. Dapat dinyatakan bahwa kepercayaan yaitu kepercayaan pihak tertentu terhadap pihak lain dalam melakukan hubungan antara kedua belah pihak berdasarkan keyakinan bahwa pihak yang dipercayainya tersebut akan memenuhi segala kewajiban sesuai yang diharapkan. Untuk menimbulkan rasa kepercayaan terhadap pihak bank, kepercayaan harus dibangun dari awal dan membutuhkan proses untuk menimbulkan rasa percaya tersebut.18 Kepercayaan dalam konteks ini adalah persepsi nasabah bahwa teknologiinternet banking aman untuk digunakan. Kepercayaan menjadi lebih penting dalam dunia online banking mengandung informasi yang sensitif dan pihak yang terlibat dalam transaksi keuangan mengkhawatirkan akses terhadap file penting dan informasi yang dikirim melalui internet. Kepercayaan ditunjukkan dari keyakinan nasabah untuk menerima kerentanan dalam memenuhi harapannya, oleh karena itu membangun kepercayaan yang tinggi terhadap nasabah adalah sangat diutamakan bagi terciptanya rasa kepercayaan nasabah terhadap bank. Melalui tingkat kepercayaan yang terbangun antar pihak bank dannasabah, maka sangat memungkinkan bisnis perbankan yang dijalankan akanmudah terbangun lebih intensif

18 Ibid, Hlm.22

antara nasabah dengan pihak bank, mengingat pihak bank wajib untuk membangun rasa kepercayaan yang tinggi terhadap nasabahnya agar nasabah merasa yakin dan aman pada bank tersebut.

Kepercayaan meliputi hubungan yang stabil antara nasabah dengan pihak bank, kemampuan pihak bank untuk membentuk rasa kepercayaan nasabah, dan jaminan yang diberikan oleh bank terhadap rasa aman pada simpanan nasabah yang ada di bank.19

d. Minat nasabah menggunakan internet banking

Minat adalah suatu perangkat yang terdiri dari suatu campuran dari perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut atau kecendrungan lain yang mengarahakan individu kepada suatu pilihan tertentu. 20. Oleh karena itu minat adalah suatu aspek psikologis seseorang untuk menaruh perhatian yang tinggi pada kegiatan tertentu dan mendorongnya untuk melakukan. Minat yang sering diekspresikan dalam suatu kegiatan maka akan semakinkuat, sedangkan apabila tidak tersalurkan maka akan lemah. Untukitu minat menjadi suatu penyebab terjadinya suatu kegiatan danhasil yang nantinya akan diperoleh.Minat sebagai aspek kejiwaan bukan hanya mewarnai perilaku seseorang untuk melakukan aktifitas yang menyebabakan seseorang merasa tertarik kepada sesuatu, sedangkan nasabah merupakan konsumen-

19 Nur Aini, Pengaruh Kepercayaan,Kegunaan dan Kemudahan Penggunaan Terhadap

Keputusan Nasabah Menggunakan Internet Banking Pada Bank Mandiri Surabaya, Artikel Ilmiah (Surabaya: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas, 2017), h. 4

20 Andi Mappiare, psikologi Remaja, Usaha nasional, Surabaya, Hlm.62

konsumen sebagai penyedia dana dalam proses transaksi barang ataupun jasa. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya minat terhadap sesuatu dimana secara garis besar dapat di kelompokkan menjadi 2 :

1. Faktor internal, faktor internal adalah sesuatu yang membuat seseorang berminat yang datang dari dalam diri (bobot, umur, jenis kelamin, pengalaman, perasaan mampu, kepribadian).

2. Faktor eksternal, faktor eksternal adalah sesuatu yang membuat seseorang berminat yang datang dari luar diri seperti keluarga,rekan-rekan, dan keadaan.21

Pada semua usia minat memainkan peran yang penting dalam kehidupan seseorang dan mempunyai dampak yang besar atas prilaku dan sikap. Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka iginkan bila mereka bebas memilih, bila mereka melihat bahwa sesuatu akan menguntungkan merekan merasa berminat. Ini kemudian mendatangkan kepuasan, bila kepuasan berkurang minatpun berkurang.22

21 Abdul Rahman Saleh dan Muhbib Abdul Wahab, psikologi suatu penagntar dalam

Perspektif islam , (Jakarta: Prenada Media, 2004), hlm. 263-265

22 Elizabeth B. Hurlock, Child Development. Alih bahasa Meitasari Tjandrasa, Anak,

Ed. 6, (Jakarta : Erlangga, t. t, 2000), h. 114

Dalam dokumen faktor yang mempengaruhi minat nasabah (Halaman 32-39)

Dokumen terkait