JENIS-JENIS KEMASAN
4.2 KERTAS
4.2.2 Kertas Perkamen
Kertas perkamen digunakan untuk mengemas bahan pangan seperti mentega, margarine, biskuit yang berkadar lemak tinggi, keju, ikan (basah, kering atau digoreng), daging (segar, kering, diasap atau dimasak), hasil ternak lain, the dan kopi. Sifat-sifat kertas perkamen adalah mempunyai ketahanan lemak yang baik, mempunyai kekuatan basah (wet strength) yang baik walaupun dalam air mendidih, permukaannya bebas serat, tidak berbau dan tidak berasa, transparan dan translusid, sehingga sering disebut kertas glasin, dan tidak mempunyai daya hambat yang baik terhadap gas, kecuali jika dilapisi dengan bahan tertentu.
Sumber: id.aliexpress.com; http://lifestyle.okezone.com/
Gambar 4.12. Kertas perkamen 4.2.3 Kertas Lilin
Kertas lilin adalah kertas yang dilapisi dengan lilin yang bahan dasarnya adalah lilin parafi n dengan titik cair 46-74oC dan dicampur polietilen (titik cair 100-124oC) atau petrolatum (titik cair 40-52oC). Kertas ini dapat menghambat air, tahan terhadap minyak/ oli dan daya rekat panasnya baik.
Kertas lilin digunakan untuk mengemas bahan pangan, sabun, tembakau dan lain-lain.
Sumber: http://indonesian.alibaba.com/product-gs/hamburger-wrap-wax-paper
Gambar 4.13. Kertas lilin 4.2.4 Kertas berlapis (laminated)
Kertas laminasi adalah kertas yang permukaannya dilaminasi dengan menggunakan bahan lain. Bahan untuk melaminasi yang biasanya digunakan adalah plastik, alumunium foil, lilin, dan sebagainya. Kertas ini mempunyai warna kecoklatan. Pada penggunaannya sebagai kemasan, kertas laminasi
Jenis-jenis Kemasan 45
biasanya direkatkan dengan menggunakan panas dan terdapat dalam bentuk kantung ataupun kotak. Contoh kemasan yang terbuat dari bahan kertas lapis adalah tetra pack yang terdiri dari lilin, karton, alumunium foil, dan polietilen. Dilaminasi bahan lain seperti plastik, alumunium foil, dibuat dalam berbagai bentuk, contoh Tetrapack yang terdiri dari lilin, karton alufo dan polietilen.
Gambar 4.14. Contoh kertas berlapis 4.2.5 Kertas Kraft
Beberapa sifat kertas kraft adalah sangat kuat, warna kecoklatan, harga relatif murah, diproduksi sebagai lembaran satu lapis, berlapis-lapis dan bergelombang (corrugated), ketebalan kertas 10 – 180 gr/m, dibuat melalui proses sulfat dan pemucatan (bleaching), dibuat berbagai bentuk kemasan (sak, kantung, pembungkus, tabung, kaleng komposit), dan untuk mengemas bahan-bahan dengan BJ yang besar
Gambar 4.15. Kertas kraft dan contoh bentuknya 4.2.6 Kertas karton (paperboard)
Karton adalah kertas tebal yang disebut sebagai paperboard, pembuatannya sama dengan pembuatan kertas. Perbedaan kertas dengan karton umumnya pada ketebalan, dimana ketebalan karton 10 kali lebih tebal dari ketebalan
4.2.6.1 Solid Bleached Sulfate (SBS)
Paperboard mutu tinggi yang dihasilkan dari 80% bleached pulp kayu asli. Umumnya bleached paperboard dilapis tipis dengan kaolin untuk meningkatkan permukaan cetak dan juga dilapisi tipis dengan polietilen (PE) yang berfungsi untuk menambah kekuatan pada keadaan basah yang sering digunakan untuk kemasan makanan. Segmen pasar utama yang menggunakan Solid Bleached Sulfate (SBS) adalah kemasan medis (medical packaging), kemasan susu dan jus, aceptic, minuman kotak, kemasan kosmetik dan parfum serta kemasan makanan beku (frozen food packaging).
Sumber: http://fi s.com/
Gambar 4.16. Kemasan Solid Bleached Sulfate (SBS)dan aplikasinya pada frozen food
4.2.6.2 Coated Unbleached Kraft Paperboard (CUK)
Jenis karton kelas unggul yang dihasilkan dari 80% unbleached pulp kayu asli. Paperboard CUK dilapis tipis dengan kaolin yang berfungsi untuk me- ningkatkan permukaan cetak dan juga dilapisi tipis dengan polietilen (PE) untuk menambah kekuatan dalam keadaan basah yang sering digunakan untuk kemasan makanan. Segmen pasar utama yang menggunakan paper- board CUK adalah kemasan makanan beku, kemasan karton susu, pharma- ceutical packaging.
Jenis-jenis Kemasan 47
Sumber: http://www.suryapalacejaya.com/
Gambar 4.17. Aplikasi Coated unbleached Kraft Paperboard 4.2.6.3 Uncoated Recycled Paperboard
Bahan baku uncoated recycled paperboard adalah bahan kertas bekas, yang daur ulang kertas bekas dan dipublikasi biasanya diberi lapisan tipis kaolin untuk meningkatkan permukaan cetak. Segmen pasar utama yang menggunakan uncoated recyled paperboard adalah shoeboxes, composite cans dan fi ber drums
Sumber: www.sonocoeurope.com
Gambar 4.18. Uncoated Recycled Paperboard 4.2.6.4 Coated Recycled Paperboard
Bahan baku coated recylced paperboard adalah paperboard bekas yang di- produksi kembali dengan mendaur ulang paperboard bekas dan dipublikasi.
Biasanya diberi lapisan tipis kaolin untuk meningkatkan peremukaan cetak.
Segmen pasar utama yang menggunakan coated recycled paperboard adalah kemasan sabun dan deterjen, kemasan cookie dan carcker, kemasan cake mix, cereal, kemasan makanan kering.
Gambar 4.19. Contoh Coated Recycled Paperboard 4.2.7 Kotak Karton Bergelombang (KKG)
Karton bergelombang merupakan karton yang terdiri atas bagian bergelombang yang kedua sisinya ditutup dengan lembaran karton yang direkatkan, bagian ini disebut liner. Karena konstruksi gelombang tersebut, karton bergelombang single dan double memiliki sifat yang kaku sehingga bisa digunakan untuk keperluan transportasi yang menjadikan karton ini dapat meredam getaran atau tekanan. Karton bergelombang ini biasanya digunakan sebagai kemasan sekunder. Karton merupakan jenis kertas yang paling tebal (lebih dari 0.3 mm). Ukurannya 150-200 kg/m. Dalam pembuatannya tidak dilakukan penggelantangan. Sebagai fi ller digunakan tanah liat. Untuk karton 1 permukaan dan karton dua permukaan biasanya digunakan untuk pembuatan dus (box) dengan berbagai bentuk.
Sumber: www.kabarbisnis.com indonesian.alibaba.com
Gambar 4.20. Kertas karton bergelombang
Kertas karton dapat digunakan dengan beberapa bentuk kemasan kar- ton lipat. Pemilihan jenis atau model karton lipat yang Pemilihan jenis atau model karton lipat yang akan digunakan sebagai pengemas, tergantung pada jenis produk yang akan dikemas dan permintaan pasar. Pengujian
Jenis-jenis Kemasan 49
mutu kemasan karton lipat dapat berupa uji jatuh bagi wadah yang sudah diisi,pengujian tonjolan atau bulge, pengujian kekuatan kompresi dan daya kaku dalam hubungannya dengan kelembaban udara.
Gambar 4.21. Pola-pola dasar untuk membuat kemasan karton lipat
Gambar 4.22. Model kotak karton lipat dari pengembangan pola dasar.
Keterangan: Garis putus-putus menunjukkan lipatan.
seal), dapat diberi warna dan harganya yang murah. Kelemahan dari plastik karena adanya zat monomer dan molekul kecil dari plastik yang mungkin bermigrasi ke dalam bahan pangan yang dikemas.
Plastik sering dibedakan dengan resin, karena antara plastik dan resin tidak jelas perbedaannya. Secara alami, resin dapat berasal dari tanaman seperti balsam, damar, terpentin. Oleoresin dan lain-lain. Tetapi kini resin sintesis sudah dapat diproduksi misalnya selofan, akrilik seluloid, formika, nilon, fenol formaldehida resin dan sebagainya.
Bahan pembuat plastik pada mulanya adalah minyak dan gas sebagai sumber alami, tetapi di dalam perkembangannya bahan-bahan ini digantikan dengan bahan sintesis sehingga dapat diperoleh sifat-sifat plastik yang diinginkan dengan cara kopolimerisasi, laminasi dan ekstruksi.
Komponen utama plastik sebelum membentuk polimer adalah monomer yang merupakan bagian atau rantai paling pendek. Misalnya plastik polivinil klorida mempunyai monomer vinil klorida. Di samping bahan dasar berupa monomer plastik, maka terdapat bahan-bahan tinambah non plastik atau bahan aditif yang diperlukan untuk memperbaiki sifat-sifat plastik. Bahan-bahan aditif dalam pembuatan plastik ini merupakan bahan dengan berat molekul rendah, yaitu berupa pemlastis, antioksidan, antiblok, antistatis, pelumas, penyerap sinar ultraviolet, bahan pengisi dan penguat.
Beberapa jenis kemasan plastik yang dikenal adalah polietilen, polipropilen, poliester , nilon dan vinil fi lm. Jenis plastik yang banyak digunakan untuk berbagai tujuan (60% dari penjualan plastik yang ada di dunia) kemasan adalah polistiren, polietilen dan polivinil klorida .