Menjalankan mandat sebagai anggota dewan tidaklah mudah seperti yang mungkin dibayangkan banyak orang. Berbagai persoalan sosial-ekonomi masyarakat merupakan beban tanggung jawab yang sering kali sulit dipertanggung jawabkan. Apalagi ketika masa kampanye pemilihan legislatif sang anggota dewan banyak mengumbar janji yang belum tentu dapat diwujudkan. Bagi Yos Soedarso, komitmen dengan konstituen yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu yang telah dibagikan pada saat kampanye merupakan tanggung jawab moral untuk diperjuangkan.
Tetapi memang tidak mudah memenuhi harapan setiap orang yang datang kepadanya. Ada yang datang minta bantuan terkait dengan urusan sekolah anak-anaknya, masalah pembangunan jalan, atau permintaan bantuan lainnya. Sebahagian harapan tersebut dapat diwujudkan tetapi tidak jarang harus menerima kenyataan dinilai sebagai orang yang sulit dipercaya.
Ia mengemukakan sebagai berikut :
“Banyak orang yang tidak memahami mekanisme pengambilan kebijakan di tingkat dewan. Ketika ada pihak yang datang menitipkan sebuah aspirasi, mereka menginginkan realisasi yang instan dan cepat.
Jika waktu berjalan selama dua atu tiga bulan ternyata aspirasi tersebut belum atau tidak dapat diwujudkan, mereka kecewa dan langsung menilai bahwa anggota dewan tidak lagi dapat dipercaya.
Padahal semudah itu, semuanya ada prosedur dan mekanismenya.”
Keterbatasan jumlah dana APBD yang tidak seimbang dengan kompleksnya permasalahan masyarakat Kota Palu, menyebabkan banyak agenda pembangunan yang belum mencapai kemajuan optimal. Beban anggaran Kota Palu sebahagian besar diserap oleh belanja aparatus atau
pegawai yang jumlahnya mencapai kisaran 70% dana APBD. Pihak Pemkot Palu menghadapi dilema dalam hal pengalokasian anggaran besar untuk belanja pegawai. Pada satu sisi telah menjadi tanggung jawab Pemkot Palu mengurangi jumlah pengangguran yang diwujudkan melalui penerimaan calon pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkot Palu. Namun pada saat yang sama pengalokasian anggaran besar tersebut semakin membebani APBD.
“Hal yang harus dilakukan adalah bagaimana mengoptimalkan sektor penerimaan pajak melalui penciptaan iklim investasi yang kondusif.
Pemkot Palu harus berupaya menyiapkan seluruh perangkat yang butuhkan agar investor tertarik menanamkan modalnya di Kota Palu.
Bagaimana menyiapkan cadangan energy yang cukup bagi pembangunan industry. Baimana cara merumuskan kebijakan atau produk perda yang membuka ruang bagi tumbuhnya investasi yang sehat dan prospektif.”
Palu sebagai kawasan kota yang berorientasi pada pembangunan sektor jasa dan industri. Hotel-hotel mulai marak dibangun di beberapa titik wilayah kota Palu, pembangunan kawasan industri serta pengembangan eksplorasi tambang galian C merupakan rangkaian potensi ekonomi yang memiliki prospek bagi kemajuan pembangunan Kota Palu pada masa yang akan datang.
Persoalannya menurut Yos Soedarso yaitu bagaimana mewujudkan kepemimpinan yang efektif, sehingga seluruh potensi dapat dikembangkan secara optimal.
Sebagai wakil ketua DPRD Kota Palu, Yos Soedarso banyak aktif dalam berbagai kegiatan strategis seperti kunjungan ke beberapa negara di lingkungan kawasan Asia seperti China, Singapura, Malaysia dan Hongkong.
Tujuan kunjungan tersebut dalam rangka turut andil dalam agenda promosi agar investor asing mengenal dan tertarik datang ke Kota Palu untuk menanamkan investasinya. Dalam kaitan dengan penguatan peran DPRD, Yos
Soedarso terpilih wakil ketua Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADIKSI) masa bhakti 2010 – 2012.
Hanya secuil kisah perjalanan hidup Yos Soedarso yang sempat terekam melalui tulisan ini. Masih banyak momen dan kiprah penting selama hidupnya yang tidak terungkap melalui ruang tulisan terbatas ini. Tetapi satu kata penutup bahwa kesuksesan dan kiprah bapak senantiasa menjadi ranah pengabdian bahkan ibadah sepanjang diorientasikan kepada kepentingan masyarakat luas. Kesuksesan bapak Insya Allah sekaligus kesuksesan dan harapan masyarakat. Selamat bekerja dan berjuang, doa masyarakat akan selalu menyertai perjalanan hidup bapak. Amin….
BIODATA
1. Nama Lengkap : H. Yos Soedarso Mardjuni, SE 2. Tempat dan Tgl Lahir : Toli – Toli, 15 Januari 1970 3. Jenis Kelamin : Laki – Laki
4. Nama Isteri : Dahlia Nurdin SH. M.Si 5. Tempat/ Tgl/Menikah : Donggala, 2000
6. Pekerjaan Isteri : PNS, Gubernur (Biro Pemerintahan) Nama, Tempat Tgl Lahir = Anak = dan pendidikan terakhir
No Nama Anak Tempat Tgl. Lahir Pendidikan 1
2
3
M. Raihan Mardjuni
M. Fatih Ayyub Mardjuni
M. Ringata Mardjuni
SD
SD
-
Riwayat Pendidikan Formal
1. SD : SD Negeri Toli - Toli, tamat 1983 2. SLTP : SMP Negeri Toli - Toli, tamat 1986 3. SLTA : SMA Negeri 1 Palu, tamat 1989 4. Sarjana : IKOPIN Bandung, tamat 1994 Nama Orang Tua
1. Nama Ayah : H.Junus Mardjuni, S.Sos
2. Pekerjaan : Mantan Anggota DPRD, Prop. Sulteng 3. Nama Ibu : Hj. Jimawati Kosasi
4. Pekerjaan : Pengusaha Riwayat Organisasi
1. Ketua Demokra Kota Palu
2. Mantan Anggota Senat IKOPIN Bandung
Wiwik Jum’atul Rofi’ah, S.Ag, M.H
Gerakan Dakwah Sebagai Esensi Perjuangan Politik Ideal
Wiwik Jum’atul Rofia’ah, S.Ag, MH
Gerakan Dakwah Sebagai Esensi Perjuangan Politik Ideal
Oleh Moh. Iskandar. Mardani,S.Sos, MPA
Sebaik-baik manusia itu memberikan manfaat bagi orang lain Karena keberadaan kita tidak akan bisa terlepas dari keharusan aktifitas hubungan sosial (hablumminannas) Kedudukan sebagai anggota Dewan merupakan sebuah amanah yang agung dan terhormat. Di saat yang sama predikat jabatan tersebut menjadi beban moral dan beban sosial bagi yang bersangkutan dalam aktifitas politis kemasyarakatannya. Terdapat dua hal penting yang mestinya dimiliki oleh pejabat publik berikut jabatan anggota legislatif. Pertama, kredibilitas moral yang tinggi, memiliki komitmen dan kepedulian terhadap atensi masyarakat luas sesuai kapasitas maupun otoritas jabatan yang dimilikinya. Kejujuran, kedisiplinan, kearifan, komitmen dan kesederhanaan menjadi penilaian dominan untuk keteladanan masyarakat terhadap pemimpinnya. Kedua, kompetensi dan profesionalitas kerja yang mumpuni, berkaitan dengan standar serta kualitas pendidikan, kemudian tidak kalah pentingnya adalah wawasan serta kemampuan intelektualitas. Hal ini memberikan penegasan bahwa pejabat publik terkhusus anggota legislatif yang keberadaan kedudukannya diperoleh berdasarkan transfer ekspektasi masyarakat pemilih.
Wiwik Jum’atul Rofi’ah merupakan sosok sederhana (low profile) yang orientasi hidupnya diperuntukan bagi kepentingan maupun kemaslahatan orang lain (umat). Mestinya kedudukan kita sebagai pejabat public haruslah benar-benar secara ikhlas mengakomodasi kepentingan masayarakat, tidak
hanya terlena dengan jabatan, fasilitas maupun penghormatan dari orang lain, tapi secara substantif jabatan ini adalah jabatan yang dilaksanakan dengan penuh perjuangan dank kesabaran, sebab tidak selamanya apa yang kita perjuangkan dapat menjadi sebuah kebiajakan secara utuh, masih banyak etape yang meski dilewati oleh seorang anggota legislatif, mulai dari akomodasi kepentingan konstituen sampai dengan pembahasan alot bersama rekan-rekan anggota dewan yang lain, ungkapnya.
Sosok politisi perempuan santun dan sederhana yang biasa disapa dengan nama ibu wiwik ini, selalu menunjukan aura dan karakter rendah hati serta keramahan sikap yang menjadi ciri khasnya. Memang dalam hidupnya ditempa pengetahuan Islam secara intens, menjadi pijakannya dalam membangun silaturahmi antar sesama serta matang dalam menjalankan aktifitas sosial kemasyarakatan. Sebagai mantan aktivis PMII Cabang Yogyakarta dan fungsionaris beberapa organisasi internal kampus membuat Wiwik Jum’atul Rofi’ah pandai dan cerdas dalam menempatkan dirinya secara proporsional, sehingga membuatnya rasional dan prinsipil sesuai nilai-nilai kebenaran serta sesuai prosedur dalam mengambil keputusan dengan ekspektasi keputusan yang diambil tersebut dapat berdaya guna, bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Isteri dari Mahmud Yunus ini, lahir di Kalidawir Tulungagung Jawa Timur 06 Mei 1971, semenjak menempuh pendidikan Madarasah Aliyah menambah pula pengalaman pendidikan non formalnya dengan nyantri di Pondok pesantren Moderen Terpadu Al Kamal dan semasa kuliah dilanjutkan lagi nyantri di Pesantren Al Munawir Yogyakarta. Olehnya nilai-nilai Islam terinternalisasi dengan baik dalam jiwa ibu dari tiga orang ini dan pada akhirnya menjatuhkan pilihan pada Partai Islam PKS sebagai orientasi dakwah politiknya.
Lahir dari Keluarga yang Sederhana dan Agamis
Alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta Fakultas Dakawah Jurusan Penerangan dan Penyiaran Agama Islam ini tidak menyangka sama sekali menjadi salah satu anggota Legilatif Kota Palu. Baginya predikat yang disandangnya sebagai anggota parlemen adalah buah hasil dari ikhtiar ikhlas dan keras dalam mengambil andil membangun daerah. Di sisi lain ekspektasi ia dalam cita-cita yang ingin diraihnya adalah ingin menjadi seorang dosen, di mana dapat membarter dan menstransfer pengetahuan secara sistematis dalam suasana akademik. Tapi Wiwik tetap mensyukuri atas apa yang ia peroleh meskipun jauh melenceng dari cita-cita itu, dengan sederhana ia memberikan keterangan “sebenarnya saya memiliki cita-cita ingin menjadi seorang dosen, tetapi tanpa disadari saya mendapatkan posisi sebagai salah seorang Anggota Legislatif Kota palu, namun sebelum itu saya sempat diberikan kepercayaan sebagai Dosen Luar Biasa di Universita Tadulako Fakultas Pertanian dan Universitas Al Khairat, jadi cita-cita saya akhirnya kesampaian juga” tandasnya diiringi dengan senyum sahaja.
Besar di tengah keluarga sederhana di bawah asuhan ibunda tercinta bernama Umi Salamah dan Ayahanda Suyut, Wiwik banyak mendapatkan pelajaran hidup yang multimanfaat tentang konsep kesederhanaan namun tinggi akhlak. Konsep tersebut diperolehnya berdasarkan prinsip yang sederhana pula dari orang tua tercinta tentang hidup mengalir seperti air dan harta warisan yang berharga dari kedua orang tuanya hanyalah sebilah doa.
Olehnya Wiwik mendapatkan nasehat dari kedua orang tua agar mengintensifkan sholat malam sebagai retrospeksi dalam menajali aktifitas keseharian, sehingga ibadah ini menjadi sebuah rutinitas bagi anggota legislative yang berasal dari PKS ini. Ibu dan ayah berpesan kepada saya
untuk selalu menjalankan ibadah sholat malam, agar dapat diberikan kemudahan dan kesabaran dalam menjalani aktifitas hidup. Secara transendental ibadah memberikan nilai reflektif penguatan jiwa agar selalu introspektif dalam segala aktifitas hidup.
PKS Sebagai Pilihan Politik
PKS adalah sebuah fenomena yang paling menarik dalam politik kontemporer Indonesia dewasa ini, tidak hanya karena perkembangan partai yang sangat pesat keanggotaan dan perolehan suara pemilunya, tetapi juga karena PKS (Partai Keadilan Sejahtera) menawarkan pendekatan baru dan berbeda dalam politik Islam yang hampir tidak pernah ada dalam sejarah Indonea. Hal ini ini bukan tanpa bukti, PKS pada pemilu 2004 meraih suara yang cukup signifikan untuk partai yang tergolong baru, hasil pemilu 1999 memang PKS dulu PK (Partai Keadilan) tidak bisa mencapai angka electoral treshhold 2%, namun dalam konteks perimbangan politik nasional capaian ini cukup mengembirakan sebab dari 160 parpol yang mendaftar di KPU, hanya 48 parpol yang lolos ikut pemilu, dan dari 48 parpol peserta pemilu itu hanya 21 partai yang memperoleh kursi di DPR RI, Partai Keadilan menduduki peringkat ke 7 dengan 7 kursi di DPR RI, 26 kursi di DPRD Provinsi, 153 kursi di DPRD Kabupaten/Kota. Jika diukur dengan modal sumber daya manusia dan struktur plus dukungan dana sebesar 4 milyar sejak pendirian partai pada bulan Juli 1998 hingga pemilu Juni 1999, perolehan suara dan kursi tersebut merupakan suatu kapitalisasi politik yang luar biasa. Aset politik PKS terlalu kecil jika dibandingkan dengan margin politik tahun 1999.
Perolehan suara Partai Keadilan adalah partai masa lalu atau memiliki warisan sosio-historis yang besar. Partai-partai peringkat 1 hingga 3 (PDIP, Partai Golkar dan PPP) adalah partai tradisional orde baru, sementara partai-
partai peringkat 4 hingga 6 masing-masing memiliki basis sosio historis yang besar: PKB berbasis pada NU (Nadlatul Ulama) organisasi Islam terbesar di Indonesia, PAN berbasis pada Muhammadiyah, dan PBB berbasis pada Masyumi. Karena itu, diantara partai-partai baru Partai Keadilan merupakan fenomena politik yang sangat menonjol.
Akan tetapi, perolehan suara sebesar 1,4 juta atau 1,4%, tidak memungkinkan Partai Keadilan mengikuti pemilu lagi pada tahun 2004 dengan nama yang sama karena kendala electoral treshold sebesar 2%.
Ketetapan yang termuat dalam UU Nomor 3 Tahun 1999 Tentang Pemilihan Umum itu memang tidak menutup habis semua pintu. Masih ada pintu lain.
Mengubah nama partai atau bergabung dengan partai lain. Namun, hal itu jelas memerlukan kerja keras yang tidak ringan. Partai Keadilan (PK) berubah nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), perubahan yang dilakukan secara mulus tanpa konflik seperti halnya terjadi di partai lain.
Pencapaian PKS pada Pemilu 2004 lebih meyakinkan, bukan saja telah melampaui electoral treshold momok yang menghantui PKS sepanjang tahun- tahun yang sulit itu, tetapi bahkan telah melakukan lompatan politik besar dengan merebut 8.325.020 suara atau 7,34%. Peningkatan suara sebesar 600%, perolehan suara sebesar itu telah mengantar 45 kader PKS ke DPR RI, 157 kader ke DPRD Provinsi, dan 900 ke DPRD Kabupaten/Kota, atau total 1.102 kader. Sekarang, PKS berada di peringkat keenam (VI) dalam perolehan suara nasional dan di peringkat ketujuh (VII) dalam perolehan kursi DPR RI.
Lebih menarik lagi dari semua partai politik yang ikut pada pemilu 1999 hanya PKS yang meraih peningkatan suara secara nasional pada pemilu 2004, sedangkan partai-partai lain baik yang berideologi nasionalis sekuler maupun Islam mengalami penurunan suara secara nasional.
Berhubungan dengan eksistensi pimpinan DPRD Kota Palu ini pada mulanya tertarik dengan sistem perekrutan Partai Keadilan Sejahtera, yakni dengan menkombinasikan dakwah sebagai ruhnya untuk meangakomodasi segala kepentingan masyarakat (umat). Politik tidak direpresentasikan sebagai ajang unjuk meramu kekuasaan, tapi lebih dari itu politik dimanifestasikan sebagai gerakan sosial (hablumminannas), menurutnya
“Politik adalah salah satu bagian utuh dari perhatian Islam, agar manusia bisa melaksanakan fungsi kekhalifahan di muka bumi dengan baik, memakmurkan alam semesta dan memimpin umat manusia menuju kebaikan hidup di dunia maupun akhirat”. Menurutnya PKS sangat tepat untuk menjadi aktifitas sosial politiknya. Mantan Guru Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Pelita Palu menganggap politik itu secara implementatif mengurus persoalan pemerintahan, menjelaskan fungsi-fungsinya, merinci kewajiban dan hak-haknya, melakukan pengawasan terhadap para penguasa untuk kemudian dipatuhi jika mereka melakukan kebaikan dan dikritisi jika mereka melakukan kekeliruan. Hal itulah yang secara prinsipil dan konsisten dilaksanakan oleh PKS.
Latar belakang PKS sebenarnya berasal dari gerakan Tarbiyah yang pertama kali muncul pada awal tahun 1980an, pergerakan tarbiyah ini bukan hanya memberikan warna baru bagi pergerakan Islam Indonesia, tetapi dengan kekhasannya mentransformasikan diri sebagai salah satu kekuatan pendorong reformasi politik, sosial, maupun budaya di Indonesia Kemunculan gerakan tarbiyah di Indonesia menjadi salah satu kekuatan politik dalam wadah PKS mengagetkan banyak orang, karena gerakan tarbiyah ini dinakhodai oleh tokoh-tokoh yang selama ini jauh dari popularitas dan tidak dikenal orang, sangat sulit orang mengetahui siapa tokoh dibalik perkembangan PKS dengan gerakan tarbiyahnya. Kesulitan mendeskripsikan
fenomena PKS tidak hanya dialami oleh pengamat asing tetapi juga oleh pengamat-pengamat lokal di Indonesia. PKS menjadi partai yang unik karena merupakan partai kader yang memiliki kader yang mampu bergerak secara mandiri dan sudah ada diseluruh provinsi di Indonesia sampai ketingkat kecamatan.
Fakta di atas menunjukan bahwa PKS merupakan fenomena yang paling menarik dalam kancah perpolitikan nasional. Dari uraian diatas PKS merupakan partai yang memiliki basis pemikiran dan pergerakan dakwah, inilah perspektif baru sebuah partai di Indonesia berbeda dengan partai kebanyakan. Perbedaan tersebut melipui. pertama, tidak seperti partai lain PKS mengambil sumber inspirasi ideologi dari luar yaitu dari pergerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir dengan Hasan Al Banna dan Sayyid Qutb sebagai inspirasi pergerakan dan berkiblat kesana. Kedua, Partai Keadilan Sejahtera adalah satu-satunya partai kader yang murni dalam politik Indonesia saat ini.
Kebanyakan mereka yang duduk di kursi legislatif baik DPR dan DPRD adalah orang-orang yang meruakan anggota yang telah melalu proses seleksi internal yang demokratis. Ketiga, PKS adalah satu-satunya partai yang memiliki jaringan pelayanan sosial yang luas. Keempat, PKS menjadikan moralitas dalam kehidupan publik sebagai program utama politik.
Salah satu Inspirator PKS Hasan Al Banna sebagai panutan idola ibu Wiwik adalah tokoh Islam internasional tidak memamndang batas perbedaan mahzab maupun aliran dalam Islam, dengan gerakan tanpa batas (global) dapat menyatukan Islam dari belahan bumi mana saja, pemahamannya terhadap politik adala sebuah keharusan sosial yang mesti dijalani manusia, Bahakan menurut Hasan Al Banna ajaran Al-Quran tidak pernah lepas dari kendali kekuasaan, politik pemerintahan merupakan bagian dari agama, dan
diantara kewajiban seorang muslim adalah harus mempunyai kepekaan dalam memberikan jalan keluar kepada pemerintah dalam masalah politik sebagaimana memberikan jalan keluar dalam permasalahan ruhiah. Inilah sikap Islam dalam politik internanasional.
Menurut Hasan Al banna Islam adalah sebuah sistem universal yang lengkap dan mencakup seluruh aspek hidup dan kehidupan. Islam adalah negara dan tanah air, pemerintahan dan rakyat, akhlaq dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan sumber daya alam, usaha dan kekayaan, jihad dan dakwah, tentara dan pemikiran, sebagaimana Islam adalah aqidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih”.
Perjuangan Politik Melalui Dakwah
Dakwah di ranah politik sebenarnya bukan sesuatu yang bid’ah dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW dalam sejarah kenabian justru telah menginspirasikan bahwa dakwah di ranah politik merupakan sesuatu keniscayaan dalam peradaban Islam. Sejarah Makkah adalah sejarah dakwah kaum muslimin di masa perjuangan (elite in waiting). Pada masa ini, Rasullullah SAW mengajarkan bagaimana melakukan pembangunan basis, konsolidasi kekuatan, dan diplomasi non-konfrontatif, yang kesemuanya merupakan agenda dakwah dalam arena politik kaum muslimin.
Sejarah Madinah adalah sejarah dakwah kaum muslimin di dunia politik penguasa (ruling elite). Bagaimana pada masa itu komunitas masyarakat muslim menghimpun kekuasaan dalam Negara Madinah dan membentuk Masyarakat Madani. Pada masa itu, Rasulullah SAW menjalankan peran sebagai pemimpin kaum muslimin. Menjalankan aktifitas politik dan kekuasaan, mengelola masyarakat, membangun tapal batas
kekuasaan, menjalin diplomasi dengan negara tetangga, dan bahkan melakukan perang sebagai konstelasi kedaulatan yang didasarkan pada ajaran Islam. Kesemuanya itu juga merupakan aktifitas politik.
Menurut Wiwik Dakwah adalah suatu proses upaya mengubah suatu situasi kepada situasi lain yang lebih baik. Diskursus seputar politik dakwah dan dakwah politik terus bergulir yang berawal sebenarnya dari sebuah kekhawatiran akan terjadinya distorsi pemetaan antara dakwah dan politik di ranah kenegaraan. Politik identik dengan kekuasaan secara praktis menghalalkan segala cara, sementara dakwah adalah untuk kebaikan dan perbaikan masyarakat yang jelas tujuan dan misi yang diembannya.
Kota Palu Sebagai Daerah Kawasan Ekonomi Khusus
Istilah kawasan ekonomi khusus ini telah digunakan di berbagai negara, tetapi tidak setiap negara menggunakan istilah yang sama untuk menamai Kawasan Ekonomi Khusus, seperti seperti ShenZhen Cina menggunakan istilah Indutrial Park Zone, Dubai menggunakan istilah Free Zone, India dan Mesir menggunakan istilah Special Economic Zone.
Sementara di Indonesia sendiri mengadopsi Kawasan Ekonomi Khusus.
Kawasan Ekonomi Khusus merupakan kawasan dengan batas tertentu yang tercangkup dalam wilayah Hukum RI yang ditetapkan untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu.
Pada dasarnya Kawasan Ekonomi Khusus dibentuk untuk menbuat lingkungan kondusif bagi akitivitas investasi, ekspor, dan perdagangan guna mendorong laju pertumbuhan ekonomi serta sebagai katalis reformasi ekonomi. Untuk ide ini diinspirasi dari keberhasilan beberapa negara yang lebih dulu mengadopsinya, seperti Cina dan India. Komitmen pemerintah untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus dibuktikan dengan terbitnya UU No.39/2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus. Sejak itu,
pemerintah telah menyiapkan perangkat hukum dan kelembagaan Kawasan Ekonomi Khusus, diantaranya Pembentukan Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus berdasarkan Peraturan Presiden No. 33 Tahun 2010 tentang Dewan Nasional dan Dewan Kawasan Ekonomi Khusus dan Kepres No. 8 Tahun 2010 tentang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus.
Kemudian struktur kelembagaan dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus terdiri atas dua tingkatan, yaitu, Dewan Nasional di pusat dan Dewan Kawasan di setiap provinsi yang sebagian wilayahnya ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Pada setiap Kawasan Ekonomi Khusus dibentuk administrator. Sedangkan dalam menyelenggarakan kegiatan usaha di Kawasan Ekonomi Khusus dilaksanakan oleh Badan Usaha yang telah ditetapkan. Kawasan Ekonomi Khusus dapat diusulkan oleh Badan Usaha, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan Pemerintah Daerah. Usulan tersebut disampaikan kepada Dewan Nasional untuk memperoleh persetujuan.
Untuk Kota Palu yang menjadi salah satu daerah Kawasan Ekonomi Khusus menurut Wiwik semestinya tetap mempertahankan aspek-aspek keraifan lokal meskipun targetnya adalah untuk jenjang regional, nasional maupun global. Kemudian dengan pemberdayaan kawasan ekonomi khusus ini dapat menciptakan banyak lapangan pekerjaan, khususnya pekerjaan- pekerjaan tehnik skill dan pekerjaan lepas (out sourcing,), sehingga dapat meredam orientasi yang memiliki kecenderungan untuk menjajaki pekerjaan di ranah pegawai negara (PNS). Sebagai salah dari 33 Ibukota Propinsi di Indonesia, Kota Palu Memiliki banyak potensi yang belum terberdayakan dengan baik, mulai dari keunikan kota teluk, kota cekungan, kota yang dibelah oleh sungai memberikan nuansa unik dan eksoktik dalam menarik minat wisatawan domestik maupun manca Negara. Potensi-potensi yang