• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan desain pembelajaran model Banathy dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V di MI NW Karang Bata tahun pelajaran 2017/2018. Hasil belajar siswa pada siklus I diketahui bahwa hasil belajar IPA siswa mendapatkan rata-rata mencapai angka 67,11 dengan ketuntasan klasikal 65,38% dan setelah dilakukan perbaikan pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 26,92% dan rata- rata telah mencapai angka 74,23 dengan ketuntasan klasikal 92,30%. Jadi penerapan desain pembelajaran model Banathy dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA.

B. Saran

Berpedoman pada hasil yang dicapai dalam penelitian ini maka saran- saran yang dapat disampaikan adalah:

1. Diharapkan kepada guru kelas V di MI NW Karang Bata untuk menerapkan desain pembelajaran model Banathy dan mengoptimalkan penggunaanya.

2. Sebelum kegiatan pembelajaran dengan menggunakan desain pembelajaran model Banathy dilaksanakan, hendaknya guru memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan model pembelajaran ini.

3. Untuk meyakinkan hasil penelitian ini perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai pembelajaran dengan menggunakan desain pembelajaran model Banathy pada materi atau pokok bahasan lain.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, dan Supardi, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta:

PT. Bumi Aksara, 2014.

Daryanto, Belajar dan Mengajar, Bandung: Yrama Widya, 2010.

Hamalik, Oemar, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara, 2014.

Hamalik, Oemar, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, Jakarta: Bumi Aksara, 2013.

Harjanto, Perencanaan Pengajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

Ikhsanudin, Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA, Jakarta:

Erlangga, 2011.

Kartikasari, Ika, Muhammad Rusdi dan Rayandra Asyhar, “Konstruksi dan Validasi Model Disain Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mengembangkan Kreativitas Siswa”, Jurnal Esu-Sains, Vol. 5, No. 1, Januari 2016.

Prabowo, Sugeng Listyo dan Faridah Nurmaliyah, Perencanaan Pembelajaran (Pada Bidang Studi, Bidang Studi Tematik, Muatan Lokal, Kecakapan Hidup, Bimbingan dan Konseling), Malang: UIN-Maliki Press, 2010.

Prawiradilaga, Dewi Salma, Prinsip Disain Pembelajaran (instructional Design Principles), Jakarta: Kencana, 2009.

Purwanto, Ngalim, Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008.

Roja’I, Ahmad, Wawancara Awal, Karang Bata, 20 Oktober 2017.

Ruhimat, Toto dkk, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: PT Raja Gravindo Persada, 2011.

Sanjaya, Wina, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Kencana, 2009.

Sanjaya, Wina, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, Jakarta: Kencana, 2008.

Satori, Djam’an dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung:

Alfabeta, 2014.

Setiawan, Risky, Penelitian Tindakan Kelas, Yogyakarta: Parama Publishing, 2017.

Sihwinedar, Renendah, “Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Penerapan Model Pembelajaran SAVI (Somatis, Auditori, Visual, dan Intelektual) pada Siswa Kelas III SDN Rejoagung 01 Semboro Tahun Pelajaran 2013/2014”, Jurnal Pancaran, Vol. 4, No. 4, November 2015.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R dan D, Bandung: Alfabeta Pers, 2006.

Sukowati, Kanti, “Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA Materi Gaya dan Gerak Menggunakan Metode Demontrasi pada Siswa Kelas VI A SDN Darungan 01 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember”, Jurnal Pancaran, Vol. 3, No. 4, November 2014.

Sunarti, Muhammad Jamhari dan Lilies,”Meningkatkan Hasil Belajar IPA dengan Menggunakan Media Gambar untuk Kelas IV di SDN Gallenge Desa Lempe Kec. Dampal Selatan Kabupaten Tolitoli”, Jurnal Kreatif Tadulako Online, Vol. 5, No. 10.

Susanto, Ahmad, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, Jakarta:

Prenadamedia Group, 2016.

Trianto, Model Pembelajaran Terpadu (Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)), Jakarta: PT Bumi Aksara, 2015.

Wisudawati, Asih Widi dan Eka Sulistyowati, Metodologi Pembelajaran IPA, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014.

LAMPIRAN

Lampiran 1: Lembar Observasi Aktifitas Siswa Siklus I Pertemuan 1 Lembar Observasi Aktifitas Siswa

Siklus I Pertemuan 1

Petunjuk: Berilah tanda checklist (√) pada kolom 3 jika deskriptor nampak apabila siswa mencapai ≥ 60% deskriptor nampak (tampak) dan pada kolom 4 apabila siswa mencapai < 60%

deskriptor tidak tampak (tidak nampak). Adapun cara pemilihan skor adalah : Skor 0 diberikan jika tidak ada deskriptor Nampak

Skor 1 diberikan jika 1 deskriptor Nampak Skor 2 diberikan jika 2 deskriptor Nampak Skor 3 diberikan jika 3 deskriptor Nampak Skor 4 diberikan jika semua deskriptor Nampak

NO Deskriptor Tampak Tidak

Tampak Skor 1 Pra Pembelajaran:

a. Siswa dengan tenang memberikan salam dan berdo’a bersama-sama.

b. Siswa menerima soal tes awal yang diberikan oleh guru.

c. Siswa mendengarkan dengan seksama saat dijelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

d. siswa mampu menjawab pertanyaan apersepsi.

4

2 Kegiatan Pembelajaran:

a. Siswa menjawab soal tes awal dengan seksama.

b. Siswa bertanya kepada guru mengenai soal yang tidak dimengerti.

c. Siswa tidak mengerjakan pekerjaan lain selain menjawab soal.

d. Siswa mengumpulkan soal tes awal dengan seksama.

√ √

2

3 a. Siswa mendengarkan dengan seksama materi yang disampaikan guru.

b. Siswa berusaha menjawab dengan benar pertanyaan guru.

c. Siswa menanggapi penjelasan guru yang keliru.

d. Siswa merespon positif motivasi yang diberikan oleh guru.

√√

4

4 Kegiatan Penutup:

a. Siswa mencoba menyimpulkan materi yang dibahas.

b. Siswa mencoba menambah kesimpulan yang dianggap belum lengkap.

c. Siswa memperbaiki kesimpulan yang keliru.

d. Siswa mencatat ringkasan atau rangkuman yang diberikan oleh guru.

3

Jumlah Indikator 16 13

Nilai Rata-rata 81,25

Kategori Baik

Mencari rata-rata aktifitas siswa:

NP = R X 100 SM = 13 X 100 16 = 81,75

Pedoman Konversi Kategori Aktifitas Siswa

NO Presentasi Ketuntasan Keaktifan Siswa Kategori

1 86 – 100% Sangat Baik

2 76 – 85% Baik

3 60 – 75% Cukup

4 55 – 59% Kurang

5 ≤ 54% Kurang Sekali

Lampiran 2: Lembar Observasi Aktifitas Siswa Siklus I Pertemuan 2 Lembar Observasi Aktifitas Siswa

Siklus I Pertemuan 2

Petunjuk: Berilah tanda checklist (√) pada kolom 3 jika deskriptor nampak apabila siswa mencapai ≥ 60% deskriptor nampak (tampak) dan pada kolom 4 apabila siswa mencapai < 60%

deskriptor tidak tampak (tidak nampak). Adapun cara pemilihan skor adalah : Skor 0 diberikan jika tidak ada deskriptor Nampak

Skor 1 diberikan jika 1 deskriptor Nampak Skor 2 diberikan jika 2 deskriptor Nampak Skor 3 diberikan jika 3 deskriptor Nampak Skor 4 diberikan jika semua deskriptor Nampak

NO Deskriptor Tampak Tidak

Tampak Skor 1 Pra Pembelajaran:

a. Siswa dengan tenang memberikan salam dan berdo’a bersama-sama.

b. Siswa merespon absen dari guru.

c. Siswa mendengarkan dengan seksama saat dijelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

d. siswa mampu menjawab pertanyaan apersepsi.

√ 3

2 Kegiatan Pembelajaran:

a. Siswa mendengarkan informasi yang diberikan oleh guru.

b. Siswa menerima soal evaluasi dengan baik.

c. Siswa mendengarkan dengan seksama penjelasan guru.

d. Siswa bertanya kepada guru mengenai soal yang belum dimengerti.

√ 2

3 a. Siswa mengerjakan soal evaluasi dengan seksama.

b. Siswa tidak terpengaruh dengan situasi diluar kelas.

c. Siswa mengerjakan soal secara individu.

d. Siswa tidak mengerjakan pekerjaan lain selain menjawab soal evaluasi.

√ √

4

4 Kegiatan Penutup:

a. Siswa mencoba menyimpulkan materi yang dibahas.

b. Siswa mencoba menambah kesimpulan yang dianggap belum lengkap.

c. Siswa memperbaiki kesimpulan yang keliru.

d. Siswa mengakhiri pembelajaran dengan berdo’a bersama.

4

Jumlah Indikator 16 13

Nilai Rata-rata 81,25

Kategori Baik

Mencari rata-rata aktifitas siswa:

NP = R X 100 SM = 13 X 100 16 = 81,25

Pedoman Konversi Kategori Aktifitas Siswa

NO Presentasi Ketuntasan Keaktifan Siswa Kategori

1 86 – 100% Sangat Baik

2 76 – 85% Baik

3 60 – 75% Cukup

4 55 – 59% Kurang

5 ≤ 54% Kurang Sekali

Lampiran 3: Lembar Observasi Aktifitas Siswa Siklus II Pertemuan 1 Lembar Observasi Aktifitas Siswa

Siklus II Pertemuan 1

Petunjuk: Berilah tanda checklist (√) pada kolom 3 jika deskriptor nampak apabila siswa mencapai ≥ 60% deskriptor nampak (tampak) dan pada kolom 4 apabila siswa mencapai < 60%

deskriptor tidak tampak (tidak nampak). Adapun cara pemilihan skor adalah : Skor 0 diberikan jika tidak ada deskriptor Nampak

Skor 1 diberikan jika 1 deskriptor Nampak Skor 2 diberikan jika 2 deskriptor Nampak Skor 3 diberikan jika 3 deskriptor Nampak Skor 4 diberikan jika semua deskriptor Nampak

NO Deskriptor Tampak Tidak

Tampak Skor 1 Pra Pembelajaran:

a. Siswa dengan tenang memberikan salam dan berdo’a bersama-sama.

b. Siswa menerima soal tes awal yang diberikan oleh guru.

c. Siswa mendengarkan dengan seksama saat dijelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

d. siswa mampu menjawab pertanyaan apersepsi.

4

2 Kegiatan Pembelajaran:

a. Siswa menjawab soal tes awal dengan seksama.

b. Siswa bertanya kepada guru mengenai soal yang tidak dimengerti.

c. Siswa tidak mengerjakan pekerjaan lain selain menjawab soal.

d. Siswa mengumpulkan soal tes awal dengan seksama.

√ √

4

3 a. Siswa mendengarkan dengan seksama materi yang disampaikan guru.

b. Siswa berusaha menjawab dengan benar pertanyaan guru.

c. Siswa menanggapi penjelasan guru yang keliru.

d. Siswa merespon positif motivasi yang diberikan oleh guru.

√√

4

4 Kegiatan Penutup:

a. Siswa mencoba menyimpulkan materi yang dibahas.

b. Siswa mencoba menambah kesimpulan yang dianggap belum lengkap.

c. Siswa memperbaiki kesimpulan yang keliru.

d. Siswa mencatat ringkasan atau rangkuman yang diberikan oleh guru.

3

Jumlah Indikator 16 15

Nilai Rata-rata 93,75

Kategori Sangat Baik

Mencari rata-rata aktifitas siswa:

NP = R X 100 SM = 15 X 100 16 = 93,75

Pedoman Konversi Kategori Aktifitas Siswa

NO Presentasi Ketuntasan Keaktifan Siswa Kategori

1 86 – 100% Sangat Baik

2 76 – 85% Baik

3 60 – 75% Cukup

4 55 – 59% Kurang

5 ≤ 54% Kurang Sekali

Lampiran 4: Lembar Observasi Aktifitas Siswa Siklus II Pertemuan 2 Lembar Observasi Aktifitas Siswa

Siklus II Pertemuan 2

Petunjuk: Berilah tanda checklist (√) pada kolom 3 jika deskriptor nampak apabila siswa mencapai ≥ 60% deskriptor nampak (tampak) dan pada kolom 4 apabila siswa mencapai < 60%

deskriptor tidak tampak (tidak nampak). Adapun cara pemilihan skor adalah : Skor 0 diberikan jika tidak ada deskriptor Nampak

Skor 1 diberikan jika 1 deskriptor Nampak Skor 2 diberikan jika 2 deskriptor Nampak Skor 3 diberikan jika 3 deskriptor Nampak Skor 4 diberikan jika semua deskriptor Nampak

NO Deskriptor Tampak Tidak

Tampak Skor 1 Pra Pembelajaran:

a. Siswa dengan tenang memberikan salam dan berdo’a bersama-sama.

b. Siswa merespon absen dari guru.

c. Siswa mendengarkan dengan seksama saat dijelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

d. siswa mampu menjawab pertanyaan apersepsi.

4

2 Kegiatan Pembelajaran:

a. Siswa mendengarkan informasi yang diberikan oleh guru.

b. Siswa menerima soal evaluasi dengan baik.

c. Siswa mendengarkan dengan seksama penjelasan guru.

d. Siswa bertanya kepada guru mengenai soal yang belum dimengerti.

4

3 a. Siswa mengerjakan soal evaluasi dengan seksama.

b. Siswa tidak terpengaruh dengan situasi diluar kelas.

c. Siswa mengerjakan soal secara individu.

d. Siswa tidak mengerjakan pekerjaan lain selain menjawab soal evaluasi.

4

4 Kegiatan Penutup:

a. Siswa mencoba menyimpulkan materi yang dibahas.

b. Siswa mencoba menambah kesimpulan yang dianggap belum lengkap.

c. Siswa memperbaiki kesimpulan yang keliru.

d. Siswa mengakhiri pembelajaran dengan berdo’a bersama.

3

Jumlah Indikator 16 15

Nilai Rata-rata 93,75

Kategori Sangat Baik

Mencari rata-rata aktifitas siswa:

NP = R X 100 SM = 15 X 100 16 = 93,75

Pedoman Konversi Kategori Aktifitas Siswa

NO Presentasi Ketuntasan Keaktifan Siswa Kategori

1 86 – 100% Sangat Baik

2 76 – 85% Baik

3 60 – 75% Cukup

4 55 – 59% Kurang

5 ≤ 54% Kurang Sekali

Lampiran 5: Lembar Observasi Aktifitas Guru Siklus I Pertemuan 1 Lembar Observasi Aktifitas Guru

Siklus I Pertemuan 1

Petunjuk: Berilah tanda checklist (√) pada kolom 3 jika deskriptor nampak apabila siswa mencapai ≥ 60% deskriptor nampak (tampak) dan pada kolom 4 apabila siswa mencapai < 60%

deskriptor tidak tampak (tidak nampak). Adapun cara pemilihan skor adalah : Skor 0 diberikan jika tidak ada deskriptor Nampak

Skor 1 diberikan jika 1 deskriptor Nampak Skor 2 diberikan jika 2 deskriptor Nampak Skor 3 diberikan jika 3 deskriptor Nampak Skor 4 diberikan jika semua deskriptor Nampak

N

O Deskriptor

Penilaian Tampak Tidak

Tampak

Skor 1 Aktifitas guru dalam membuka pelajaran:

a. Membuka pelajaran dengan mengucap salam.

b. Membagikan soal tes awal siswa.

c. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

d. Menyampaikan apersepsi.

√√

4

2 Aktifitas guru dalam pembelajaran:

a. Mengamati siswa menjawab soal tes awal.

b. Menanggapi siswa yang bertanya.

c. Membantu siswa yang kesulitan memahami pertanyaan.

d. Memeriksa jawaban tes awal siswa.

√ √

3

3 Aktifitas guru dalam membimbing siswa selama pembelajaran berlangsung:

a. Mengontrol siswa agar tetap terjaga suasana kelas yang nyaman.

b. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.

c. Menjawab pertanyaan siswa dengan baik dan benar.

d. Memotivasi siswa agar tetap semangat selama proses pembelajaran.

3

4 Aktifitas guru menutup kegiatan pembelajaran:

a. Meninjau kembali materi yang telah disampaikan.

b. Memberikan kesempatan siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan.

c. Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan.

d. Memberikan motivasi kepada siswa.

3

Jumlah Indikator 16 13

Nilai Rata-rata 81,25

Kategori Baik

Mencari rata-rata aktifitas siswa:

NP = R X 100 SM = 13 X 100 16 = 81,25

Pedoman Konversi Kategori Aktifitas Guru

NO Presentasi Ketuntasan Keaktifan Guru Kategori

1 86 – 100% Sangat Baik

2 76 – 85% Baik

3 60 – 75% Cukup

4 55 – 59% Kurang

5 ≤ 54% Kurang Sekali

Lampiran 6: Lembar Observasi Aktifitas Guru Siklus I Pertemuan 2 Lembar Observasi Aktifitas Guru

Siklus I Pertemuan 2

Petunjuk: Berilah tanda checklist (√) pada kolom 3 jika deskriptor nampak apabila siswa mencapai ≥ 60% deskriptor nampak (tampak) dan pada kolom 4 apabila siswa mencapai < 60%

deskriptor tidak tampak (tidak nampak). Adapun cara pemilihan skor adalah : Skor 0 diberikan jika tidak ada deskriptor Nampak

Skor 1 diberikan jika 1 deskriptor Nampak Skor 2 diberikan jika 2 deskriptor Nampak Skor 3 diberikan jika 3 deskriptor Nampak Skor 4 diberikan jika semua deskriptor Nampak

N

O Deskriptor

Penilaian Tampak Tidak

Tampak

Skor 1 Aktifitas guru dalam membuka pelajaran:

a. Membuka pelajaran dengan mengucap salam.

b. Mengabsen siswa.

c. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

d. Menyampaikan apersepsi.

√√

4

2 Aktifitas guru dalam pembelajaran:

a. memberikan informasi kepada siswa tentang proses pembelajaran yang akan dilaksanakan.

b. Merapikan tempat duduk siswa sebelum memulai pelajaran.

c. Membagikan soal evaluasi kepada siswa.

d. Menanggapi siswa yang bertanya.

√√

√ 3

3 Aktifitas guru dalam membimbing siswa selama pembelajaran berlangsung:

a. Mengontrol siswa agar tetap terjaga suasana kelas yang nyaman.

b. Membantu siswa yang kesulitan memahami pertanyaan.

c. Menjawab pertanyaan siswa dengan baik dan benar.

d. Memotivasi siswa agar tetap semangat selama proses pembelajaran.

3

4 Aktifitas guru menutup kegiatan

pembelajaran:

a. Meninjau kembali materi yang telah disampaikan.

b. Memberikan kesempatan siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan.

c. Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan.

d. Memberikan motivasi kepada siswa.

3

Jumlah Indikator 16 13

Nilai Rata-rata 81,25

Kategori Baik

Mencari rata-rata aktifitas siswa:

NP = R X 100 SM = 13 X 100 16 = 81,25

Pedoman Konversi Kategori Aktifitas Guru

NO Presentasi Ketuntasan Keaktifan Guru Kategori

1 86 – 100% Sangat Baik

2 76 – 85% Baik

3 60 – 75% Cukup

4 55 – 59% Kurang

5 ≤ 54% Kurang Sekali

Lampiran 7: Lembar Observasi Aktifitas Guru Siklus II Pertemuan 1 Lembar Observasi Aktifitas Guru

Siklus II Pertemuan 1

Petunjuk: Berilah tanda checklist (√) pada kolom 3 jika deskriptor nampak apabila siswa mencapai ≥ 60% deskriptor nampak (tampak) dan pada kolom 4 apabila siswa mencapai < 60%

deskriptor tidak tampak (tidak nampak). Adapun cara pemilihan skor adalah : Skor 0 diberikan jika tidak ada deskriptor Nampak

Skor 1 diberikan jika 1 deskriptor Nampak Skor 2 diberikan jika 2 deskriptor Nampak Skor 3 diberikan jika 3 deskriptor Nampak Skor 4 diberikan jika semua deskriptor Nampak

N

O Deskriptor

Penilaian Tampak Tidak

Tampak

Skor 1 Aktifitas guru dalam membuka pelajaran:

a. Membuka pelajaran dengan mengucap salam.

b. Membagikan soal tes awal siswa.

c. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

d. Menyampaikan apersepsi.

√ √

4

2 Aktifitas guru dalam pembelajaran:

a. Mengamati siswa menjawab soal tes awal.

b. Menanggapi siswa yang bertanya.

c. Membantu siswa yang kesulitan memahami pertanyaan.

d. Memeriksa jawaban tes awal siswa.

√√

4

3 Aktifitas guru dalam membimbing siswa selama pembelajaran berlangsung:

a. Mengontrol siswa agar tetap terjaga suasana kelas yang nyaman.

b. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.

c. Menjawab pertanyaan siswa dengan baik dan benar.

d. Memotivasi siswa agar tetap semangat selama proses pembelajaran.

4

4 Aktifitas guru menutup kegiatan

pembelajaran:

a. Meninjau kembali materi yang telah disampaikan.

b. Memberikan kesempatan siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan.

c. Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan.

d. Memberikan motivasi kepada siswa.

√ 3

Jumlah Indikator 16 15

Nilai Rata-rata 93,75

Kategori Sangat Baik

Mencari rata-rata aktifitas siswa:

NP = R X 100 SM = 15 X 100 16 = 93,75

Pedoman Konversi Kategori Aktifitas Guru

NO Presentasi Ketuntasan Keaktifan Guru Kategori

1 86 – 100% Sangat Baik

2 76 – 85% Baik

3 60 – 75% Cukup

4 55 – 59% Kurang

5 ≤ 54% Kurang Sekali

Lampiran 8: Lembar Observasi Aktifitas Guru Siklus II Pertemuan 2 Lembar Observasi Aktifitas Guru

Siklus II Pertemuan 2

Petunjuk: Berilah tanda checklist (√) pada kolom 3 jika deskriptor nampak apabila siswa mencapai ≥ 60% deskriptor nampak (tampak) dan pada kolom 4 apabila siswa mencapai < 60%

deskriptor tidak tampak (tidak nampak). Adapun cara pemilihan skor adalah : Skor 0 diberikan jika tidak ada deskriptor Nampak

Skor 1 diberikan jika 1 deskriptor Nampak Skor 2 diberikan jika 2 deskriptor Nampak Skor 3 diberikan jika 3 deskriptor Nampak Skor 4 diberikan jika semua deskriptor Nampak

N

O Deskriptor

Penilaian Tampak Tidak

Tampak

Skor 1 Aktifitas guru dalam membuka pelajaran:

a. Membuka pelajaran dengan mengucap salam.

b. Mengabsen siswa.

c. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

d. Menyampaikan apersepsi.

√ √

4

2 Aktifitas guru dalam pembelajaran:

a. memberikan informasi kepada siswa tentang proses pembelajaran yang akan dilaksanakan.

b. Merapikan tempat duduk siswa sebelum memulai pelajaran.

c. Membagikan soal evaluasi kepada siswa.

d. Menanggapi siswa yang bertanya.

√√

4

3 Aktifitas guru dalam membimbing siswa selama pembelajaran berlangsung:

a. Mengontrol siswa agar tetap terjaga suasana kelas yang nyaman.

b. Membantu siswa yang kesulitan memahami pertanyaan.

c. Menjawab pertanyaan siswa dengan baik dan benar.

d. Memotivasi siswa agar tetap semangat selama proses pembelajaran.

4

4 Aktifitas guru menutup kegiatan

pembelajaran:

a. Meninjau kembali materi yang telah disampaikan.

b. Memberikan kesempatan siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan.

c. Memberikan kesimpulan materi yang telah disampaikan.

d. Memberikan motivasi kepada siswa.

√ 3

Jumlah Indikator 16 15

Nilai Rata-rata 93,75

Kategori Sangat Baik

Mencari rata-rata aktifitas siswa:

NP = R X 100 SM = 15 X 100 16 = 93,75

Pedoman Konversi Kategori Aktifitas Guru

NO Presentasi Ketuntasan Keaktifan Guru Kategori

1 86 – 100% Sangat Baik

2 76 – 85% Baik

3 60 – 75% Cukup

4 55 – 59% Kurang

5 ≤ 54% Kurang Sekali

Lampiran 9 : Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus I

Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus I

N O

KD Materi Indikator No. Soal

1 1.1

Mendeskripsik an proses pembentukan tanah karena pelapukan

Batuan dan proses pembentukan

tanah

Memahami materi tentang batuan dan proses pembentukan tanah.

1,6,7,10,12,13, 16

Menentukan jenis-jenis batuan.

3,5,19 2 1.2

Mengidentifika si jenis-jenis tanah

Menyebutkan bentuk- bentuk tanah.

8,9,11,17,20 Memahami materi

tentang struktur bumi.

2,4

3 1.3

Mendeskripsik an struktur bumi

Menentukan lapisan- lapisan pada bumi.

14,15,17

Lampiran 10 : Soal Evaluasi Siklus I Beserta Kunci Jawaban

Nama : Mata Pelajaran : IPA

Kelas : V (Lima) Siklus : I

Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c atau d pada jawaban yang paling benar!

1. Tanah berasal dari ……….

a. bulan c. batuan

b. luar angkasa d. awan

2. Perut bumi mengandung benda cair yang sangat panas, disebut ………

a. batuan c. uap mendidih

b. magma d. lahar

3. Batu kapur akan menghasilkan gas karbon dioksida jika ditetesi dengan ……

a. air c. larutan asam

b. minyak d. larutan basa

4. Magma yang mencapai permukaan bumi disebut ………….

a. lava c. uap mendidih

b. magma d. lahar

5. Batuan beku disebut juga sebagai batuan ……….

a. lava c. uap mendidih

b. magma d. lahar

6. Sifat dan ciri setiap batuan tidak sama. Hal ini disebabkan oleh perbedaan ………..

a. tempat ditemukannya c. fungsinya

b. mineral yang terkandung d. proses pelapukannya di dalamnya 7. Faktor berikut yang bukan penyebab pelapukan pada batuan adalah ………

a. lumut c. perubahan tanah b. perubahan suhu d. abrasi

8. Tanah yang paling subur adalah jenis tanah ………….

a. lempung c. kapur

b. berpasir d. humus

9. Tanah kapur cocok untuk tumbuhan …………

a. padi c. teh

b. jati d. jagung

10. Batu karang yang berdiri kukuh di tepi laut juga dapat mengalami pelapukan. Pelapukan yang terjadi adalah pelapukan ………..

a. biologi c. fisika

b. alam d. kimia

11. Bagian tanah yang banyak mengandung humus adalah ………..

a. lapisan tanah atas c. lapisan tanah induk b. lapisan tanah tengah d. lapisan tanah bawah 12. Berikut yang termasuk pupuk buatan adalah…………..

a. sampah organik c. kotoran burung

b. kotoran sapi d. NPK, TSP, ZA, dan KCI

13. Upaya penambahan zat-zat ke dalam tanah dengan tujuan mempertahankan kesuburan disebut ………..

a. penghijauan c. pengemburan b. pembenihan d. pemupukan 14. Lapisan bumi yang paling tebal adalah …………

a. litosfer c. atmosfer b. mantel bumi d. inti dalam

15. Lapisan yang berfungsi untuk melindungi bumi adalah ………

a. atmosfer c. mantel bumi b. litosfer d. inti dalam

16. Batuan dapat berubah menjadi tanah apabila mengalami proses …………

a. penghijauan c. pemupukan b. pelapukan d. pelarutan

17. Lapisan atmosfer yang paling dekat dengan bumi adalah………

a. troposfer c. eksosfer b. statosfer d. mesosfer

18. Pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup disebut pelapukan …………

a. kimia c. biologi

b. fisika d. alam

19. Manakah yang termasuk ke dalam jenis batuan malihan …………

a. konglomerat c. kuarsa

b. pasir d. granit

20. Tanah yang banyak mengandung udara, air dan humus disebut ……..

a. tanah berhumus c. tanah liat b. tanah berpasir d. tanah berkapur

Kunci jawaban :

1. C 11. A

2. B 12. D

3. A 13. D

4. A 14. B

5. B 15. A

6. B 16. B

7. D 17. A

8. D 18. C

9. B 19. C

10. D 20. A

Lampiran 11 : Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus II

Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus II

N O

KD Materi Indikator No. Soal

1 1.1

Mendeskripsik an proses pembentukan tanah karena pelapukan

Batuan dan proses pembentukan

tanah

Memahami materi tentang batuan dan proses pembentukan tanah.

3,4,9,13

Menentukan jenis-jenis batuan.

1,2,5,6,7 2 1.2

Mengidentifika si jenis-jenis tanah

Menyebutkan bentuk- bentuk tanah.

8,10 Memahami materi

tentang struktur bumi.

15,16

3 1.3

Mendeskripsik an struktur bumi

Menentukan lapisan- lapisan pada bumi.

11,12,14,17,18, 19,20

Lampiran 12 : Soal Evaluasi Siklus II Beserta Kunci Jawaban

Nama : Mata Pelajaran : IPA

Kelas : V (Lima) Siklus : II

Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c atau d pada jawaban yang paling benar!

1. Suatu batuan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1) Berwarna cokelat bercampur abu-abu muda.

2) Mempunyai rongga-rongga 3) Dapat terapung di air Jenis batuan tersebut adalah…………

a. batu kapur c. batu kali b. batu apung d. batu marmer 2. Dari jenis batuan berikut yang paling lunak yaitu ………

a. batu apung c. batu karang b. batu kapur d. batu hitam

3. Batuan memiliki sifat dan ciri yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh perbedaan ……

a. kandungan mineralnya c. kegunaannya

b. tempat ditemukannya d. proses pelapukannya 4. Pelapukan batuan di gurun pasir terjadi karena ………….

a. perubahan suhu yang drastis c. terjangan ombak yang terus-menerus b. masuknya akar ke sela-sela d. getaran permukaan bumi

batuan dalam waktu yang lama

5. Berdasarkan proses terbentuknya, batu pasir dan batu kapur tergolong batuan ………….

a. beku c. endapan

b. metamorf d. endesit

6. Jenis batuan metamorf yang digunakan sebagai bahan lantai atau meja yaitu batu ……….

a. genes c. sabak

b. marmer d. breksi

7. Sebelum ditemukan buku atau kertas, batuan ini dipakai untuk menulis. Batuan ini termasuk batuan melihan. Jenis batuan yang di maksud yaitu ………

a. batu sabak c. batu granit b. batu basal d. batu breksi

8. Jenis tanah yang paling sukar dilalui air yaitu ………….

a. tanah berpasir c. tanah berkapur b. tanah berhumus d. tanah liat

9. Bahan-bahan penyusun tanah yang berupa butiran-butiran sangat halus yaitu…………

a. pasir c. kerikil

b. debu d. batu

10. Bagian tanah yang paling dibutuhkan oleh tumbuhan yaitu ………..

a. sampah c. butir liat

b. pasir d. humus

11. Kerak sangat keras karena merupakan lapisan ………..

a. batuan c. magma

b. mineral d. tanah

12. Lapisan di bawah kerak yang terdiri atas magma kental yaitu…………..

a. selubung c. inti luar

b. kerak d. inti dalam

13. Upaya penambahan zat-zat ke dalam tanah dengan tujuan mempertahankan kesuburan disebut ………..

a. penghijauan c. pengemburan b. pembenihan d. pemupukan 14. urutan lapisan bumi dari luar ke dalam yaitu …………

a. kerak, inti, dan selubung c. selubung, kerak dan inti b. kerak, selubung dan inti d. inti, selubung dan kerak

15. Bahan cair yang sangat panas dan terdapat di dalam perut bumi disebut ………

a. lava c. lahar

b. magma d. kawah

16. Kerak dibedakan menjadi kerak benua dan kerak samudra. sebagian besar kerak benua terbentuk dari batuan …………

a. basal c. serpih

b. kapur d. granit

17. Lapisan atmosfer yang paling dekat dengan bumi adalah………

Dokumen terkait