• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ketersediaan Tenaga Kesehatan (SDM Kesehatan)

Dalam dokumen PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI (Halaman 54-63)

B. SUMBER DAYA KESEHATAN

2. Ketersediaan Tenaga Kesehatan (SDM Kesehatan)

Keberhasilan pembangunan kesehatan di Kabupaten Agam selama tahun 2010, juga dipengaruhi dan ditentukan oleh ketersediaan tenaga kesehatan (Ratio) di Kabupaten Agam dalam memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif kepada masyarakat untuk meningkatkan pencapaian cakupan pembangunan kesehatan Kabupaten Agam.

a. Persebaran Tenaga Kesehatan

Persebaran tenaga kesehatan di Kabupaten Agam tahun 2010 ini dapat dilihat pada grafik dibawah ini.

55 Profil Pembangunan Kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2010

Grafik Persebaran tenaga Kesehatan di Kabupaten Agam Tahun 2010

Sumber : Subbag Perencanaan Dinkes Agam tahun 2010

Berdasarkan grafik persebaran diatas, maka dari 4 (empat) unit kerja kesehatan yang ada di Kabupaten Agam, maka unit kerja Puskesmas dan jaringannya termasuk Pustu/Polindes/Poskesri mempunyai persebaran tenaga kesehatan yang banyak dibandingkan dengan unit kerja lainnya.

b. Ketersediaan (Ratio) Tenaga Medis

Tingkat ketersediaan (Ratio) tenaga medis di Kabupaten Agam selama tahun 2010 yaitu 16,7/100.000 penduduk, yaitu:

1) Jumlah dokter spesialis yang merupakan kontribusi dari RSUD Lubuk Basung berjumlah 4 orang, dengan rationya 0,9/100.000 penduduk, dimana ratio ketersediaan dokter spesialis cakupannya sama dengan tahun 2009;

2) Jumlah dokter umum di Kabupaten berjumlah sebanyak 51 orang, dengan kontribusi dari Puskesmas sebanyak 37 orang, RSUD Lubuk Basung 11 orang, STIKES Ceria Buana sebanyak 1 orang dan Dinas Kesehatan sebanyak 2 orang, sehingga rationya yaitu 10,9/100.000 penduduk;

3) Jumlah dokter gigi di Kabupaten Agam adalah sebanyak 23 orang, yang merupakan kontribusi dari unit kerja Puskesmas sebanyak 21

0 10 20 30 40 50 60 70 80

Medis Perawat &

Bidan

Farmasi Gizi Tekhnisi Medis

Sanitasi Kesmas

74,5 78,1

50,9

78,6

49,2

76,5

49,1

21,8

16,5

27,5

14,3

49,2

11,8 12,7

1,3 3,5

0 0 0 0 5,5

2,6 1,9

21,6

7,1 1,6

11,8

32,7

Puskesmas/Pustu/Poskesri RSUD Lubuk Basung STIKES Ceria Buana Dinkes

56 Profil Pembangunan Kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2010

orang, RSUD Lubuk Basung 2 orang, dengan ratio ketersediaannya yaitu 4,9/100.000 penduduk.

Tabel Perkembangan Ratio Tenaga Medis di Kabupaten Agam Tahun 2006-2010

No. Tahun

Ratio Tenaga Medis (Ratio per/100.000 penduduk)

Dr. Spesialis Dokter Umum Dokter Gigi Jumlah

1. 2006 0,9 9,2 4,6 14,7

2. 2007 0,9 7,9 0,004 8,9

3. 2008 0,7 7,9 3,8 12,4

4. 2009 0,7 9,2 4,9 14,8

5. 2010 0,9 10,9 4,9 16,7

Sumber : Subbag Kepegawaian Dinkes Kab. Agam tahun 2010

c. Ketersediaan (Ratio) Tenaga Farmasi

Tingkat ketersediaan tenaga farmasi di Kabupaten Agam selama tahun 2010 berjumlah sebanyak 51 orang dengan ratio ketersediaannya yaitu 11/100.000 penduduk, yaitu:

1) Jumlah Asisten Apoteker (AA) berjumlah 40 orang dengan ratio ketersediaannya di Kabupaten agam yaitu 8,6/100.000 penduduk, terdiri dari lulusan SMF/SAA sebanyak 27 orang atau 5,8/100.000 penduduk; Ahli madya Farmasi sebanyak 13 orang atau 2.8/100.000 penduduk dengan kontribusi terbanyak yaitu dari Puskesmas sebanyak 24 orang dan RSUD serta Dinas kesehatan Kabupaten Agam sebanyak 16norang; 2009;

2) Jumlah Apoteker di Kabupaten Agam adalah 11 orang dengan ratio ketersediaannya di Kabupaten Agam adalah 2,4/100.000 penduduk, terdiri dari S-1 Farmasi sebanyak 1 orang atau 0,2/100.000 penduduk dan Apoteker sebanyak 8 orang atau ratio 1,7/100.000 penduduk;

Tabel Perkembangan Ratio Tenaga Farmasi di Kabupaten Agam Tahun 2006-2010

No. Tahun

Ratio Tenaga Farmasi

(Ratio : per/100.000 penduduk) JUMLAH Asisten Apoteker Apoteker

1. 2006 9,6 0,9 10,5

2. 2007 8,4 0,9 9,3

3. 2008 11,4 0,0 11,4

4. 2009 1,02 0,33 1,35

5. 2010 8,6 2,4 11,0

Sumber : Subbag Kepegawaian Dinkes Kab. Agam tahun 2010

57 Profil Pembangunan Kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2010 d. Ketersediaan (Ratio) Tenaga Gizi Masyarakat

Tingkat ketersediaan tenaga gizi masyarakat di Kabupaten Agam selama tahun 2010 yaitu 28 orang dengan dengan ratio ketersediaannya yaitu 6/100.000 penduduk, yaitu ahli gizi lulusan SPAG/D-1 Gizi sebanyak 2 orang dengan ratio ketersediannya yaitu 0,43/100.000 penduduk; Lulusan D-3 Gizi berjumlah 26 orang dengan ratio ketersediannya yaitu 5,57/100.000 penduduk.

Tabel Perkembangan Ratio Tenaga Gizi Masyarakat di Kabupaten Agam Tahun 2006-2010

No. Tahun

Ratio Tenaga Farmasi (Ratio : per/100.000 penduduk)

JUMLAH Lulusan SPAG-D-1

Gizi Lulusan D-3, D-4 Gizi

1. 2006 0,9 3,9 4,8

2. 2007 0,5 3,9 4,4

3. 2008 1,6 3,6 5,2

4. 2009 0,4 4,5 4,9

5. 2010 0,4 5,96 6,0

Sumber : Subbag Kepegawaian Dinkes Kab. Agam tahun 2010

e. Ketersediaan (Ratio) Tenaga Perawat

Tingkat ketersediaan tenaga perawat di Kabupaten Agam selama tahun 2010 berjumlah 239 orang dengan ratio ketersediaannya yaitu 51,1/100.000 penduduk, yaitu:

1) Jumlah tenaga perawat dengan latar belakang pendidikan SPK, D-3 keperawatan, S-1 Keperawatan dan ners serta S-2 Keperawatan adalah 238 orang dengan ratio ketersediannya di Kabupaten Agam yaitu 50,9, dengan kontribusi yang paling banyak berasal dari Puskesmas dan jaringannya serta RSUD Lubuk Basung, serta kontribusi latar belakang pendidikan yang paling banyak adalah D-3 Keperawatan yaitu sebanyak 116 orang dari 238 tenaga keperawatan yang ada di Kabupaten agam;

2) Jumlah tenaga perawat gigi dengan latar belakang pendidikan SPRG, D-3 Keperawatan Gigi, D-4 Gigi yaitu sebanyak 43 orang dengan ratio ketersediannya di Kabupaten Agam yaitu 9,2/100.000 penduduk.

58 Profil Pembangunan Kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2010

Tabel Perkembangan Ratio Tenaga Perawat di Kabupaten Agam Tahun 2006-2010

No. Tahun

Ratio Tenaga Perawat

(Ratio : per/100.000 penduduk) JUMLAH Perawat Perawat Gigi

1. 2006 34,0 7,8 41,8

2. 2007 59,8 6,4 66,2

3. 2008 52,3 7,4 59,7

4. 2009 48,05 6,3 54,3

5. 2010 50,9 9,2 51,1

Sumber : Subbag Kepegawaian Dinkes Kab. Agam tahun 2010

f. Ketersediaan (Ratio) Tenaga Bidan

Tingkat ketersediaan tenaga Bidan di Kabupaten Agam selama tahun 2010 berjumlah sebanyak 341 orang dengan ratio ketersediaannya yaitu 73/100.000 penduduk dan merupakan ratio tenaga kesehatan yang paling banyak diantara jenis tenaga kesehatan lainnya, yaitu:

3) Jumlah Asisten Apoteker (AA) berjumlah 40 orang dengan ratio ketersediaannya di Kabupaten agam yaitu 8,6/100.000 penduduk, terdiri dari lulusan SMF/SAA sebanyak 27 orang atau 5,8/100.000 penduduk; Ahli madya Farmasi sebanyak 13 orang atau 2.8/100.000 penduduk dengan kontribusi terbanyak yaitu dari Puskesmas sebanyak 24 orang dan RSUD serta Dinas kesehatan Kabupaten Agam sebanyak 16norang; 2009;

4) Jumlah Apoteker di Kabupaten Agam adalah 11 orang dengan ratio ketersediaannya di Kabupaten Agam adalah 2,4/100.000 penduduk, terdiri dari S-1 Farmasi sebanyak 1 orang atau 0,2/100.000 penduduk dan Apoteker sebanyak 8 orang atau ratio 1,7/100.000 penduduk;

Tabel Perkembangan Ratio Tenaga Kebidanan di Kabupaten Agam Tahun 2006-2010

No. Tahun

Ratio Tenaga Kebidanan Ratio per/100.000 penduduk)

Bidan D-1 Bidan D-3 Bidan D-4 Jumlah

1. 2006 57,7 11,0 0,0 68,7

2. 2007 52,4 10,0 0,0 62,4

3. 2008 50,2 12,4 0,0 62,6

4. 2009 52,1 21,6 0,0 81,7

5. 2010 38,3 34,5 0,9 72,9

Sumber : Subbag Kepegawaian Dinkes Kab. Agam tahun 2010

59 Profil Pembangunan Kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2010 g. Ketersediaan (Ratio) Tenaga Kesehatan Masyarakat

Tingkat ketersediaan tenaga kesehatan masyarakat di Kabupaten Agam selama tahun 2010 berjumlah 55 orang dengan ratio ketersediaannya yaitu 11,8/100.000 penduduk. Tenaga kesehatan masyarakat yang ada di Kabupaten Agam terdiri dari dari S-1 Kesehatan Masyarakat sebanyak 39 orang dengan ratio ketersediannya 8,3/100.000 penduduk dan S-2 kesehatan masyarakat yang berjumlah 16 orang (3,5/100.000 penduduk).

Tabel Perkembangan Ratio Tenaga Tenaga Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Agam Tahun 2006-2010

No. Tahun Ratio Tenaga Kesehatan Masyarakat

Ratio per/100.000 penduduk)

1. 2006 6,4

2. 2007 6.8

3. 2008 7,2

4. 2009 6,5

5. 2010 11,8

Sumber : Subbag Kepegawaian Dinkes Kab. Agam tahun 2010

h. Ketersediaan (Ratio) Tenaga Sanitasi

Tingkat ketersediaan tenaga sanitasi di Kabupaten Agam selama tahun 2010 berjumlah sebanyak 17 orang dengan ratio ketersediaannya yaitu 3,6/100.000 penduduk, yang terdiri dari lulusan SPPH sebanyak 5 orang dengan ratio ketersediannya yaitu 1,1/100.000 penduduk, lulusan D-3 kesling adalah sebanyak 12 orang dengan rationya yaitu 2,6/100.000 penduduk. Terbatasnya tenaga sanitasi kesehatan baik di Puskesmas dan sarana kesehatan linnya disebabkan oleh kurang minatnya tenaga kesehatan yang berbasis melanjutkan pendidikan kesehatan lingkungan yang lebih tinggi seperti S-1 dan S-2 Kesehatan Lingkungan, walaupun dari tahun 2009 terjadi peningkatan ratio yaitu dari 2,5/100.000 penduduk.

60 Profil Pembangunan Kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2010

Tabel Perkembangan Ratio Tenaga Tekhnisi Medis di Kabupaten Agam Tahun 2006-2010

No. Tahun Ratio Tenaga Sanitasi Lingkungan

Ratio per/100.000 penduduk)

1. 2006 4,8

2. 2007 4,4

3. 2008 3,4

4. 2009 2,5

5. 2010 3,6

Sumber : Subbag Kepegawaian Dinkes Kab. Agam tahun 2010

i. Ketersediaan (Ratio) Tenaga Tekhnisi Medis

Tingkat ketersediaan tenaga tekhnisi medis di Kabupaten Agam selama tahun 2010 berjumlah sebanyak 61 orang dengan ratio ketersediaannya yaitu 13,1/100.000 penduduk, dimana mengalami peningkatan dari tahun 2009 yang hanya 8,5/100.000 penduduk, yang terdiri dari:

1) Jumlah tenaga Radiografer yang merupakan kontribusi RSUD Lubuk Basung yaitu sebanyak 7 orang;

2) Jumlah tenaga Radio Therapis yang juga merupakan kontribusi dari RSUD Lubuk Basung berjumlah sebanyak 2 orang;

3) Jumlah tenaga elektromedis yang berasal dari RSUD Lubuk Basung berjumlah sebanyak 3 orang;

4) Jumlah analis kesehatan yang juga termasuk tenaga tekhnisi medis di Kabupaten Agam berjumlah sebanyak 44 orang, yang terdiri dari sebanyak 29 orang dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan dan sebanyak 14 orang berasal dari RSUD Lubuk Basung;

5) Jumlah tenaga rekam medis berjumlah sebanyak 4 orang yang berasal dari RSUD Lubuk Basung.

Tabel Perkembangan Ratio Tenaga Tekhnisi Medis di Kabupaten Agam Tahun 2006-2010

No. Tahun Ratio Tenaga Tekhnisi Medis

Ratio per/100.000 penduduk)

1. 2006 8,1

2. 2007 3,7

3. 2008 6,5

4. 2009 8,5

5. 2010 13,1

Sumber : Subbag Kepegawaian Dinkes Kab. Agam tahun 2010

61 Profil Pembangunan Kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2010 3. Pembiayaan Pembangunan Kesehatan

Keberhasilan indikator manajemen pembangunan kesehatan di Kabupaten Agam sampai akhir tahun 2010 juga diukur dengan besaran pembiayaan (anggaran) pembangunan kesehatan selama periode 5 (lima) tahun ini yaitu 2006 – 2010, seperti terlihat pada grafik dibawah ini.

Sumber : Subag Perencanaan dan Keuangan Dinkes Agam tahun 2010

Berdasarkan grafik diatas, disimpulkan bahwa sampai dengan tahun 2010 ini, anggaran/pembiayaan pembangunan kesehatan yang bersumber dari APBD Kabupaten Agam masih rendah apalagi dibandingkan dengan target yang diharapkan yaitu 10 % yaitu 6,27 %, dan juga harapan untuk meningkatkan anggaran/pembiayaan pembangunan kesehatan sesuai dengan himbauan WHO yaitu 15 % dari total APBD belum terwujud. Masih rendahnya anggaran pembangunan kesehatan dari dana APBD Kabupaten Agam pada tahun 2010, sangat berpengaruh terhadap anngaran kesehatan bagi penduduk di Kabupaten Agam (angaran kesehatan perkapita) yang untuk tahun 2010 ini mencapai Rp.1.414,42,- artinya setiap penduduk di Kabupaten Agam secara tidak langsung telah mendapatkan anggaran/pembiayaan kesehatan sebesar Rp.1.414,42,- per tahunnya.

0 1 2 3 4 5 6 7 8

2006 2007 2008 2009 2010

7,67

6,72 6.67 6,77

6,27

Grafik Perkembangan Pembiayaan Pembangunan Kesehatan dan Anggaran Kesehatan Perkapita Kabupaten Agam Periode Tahun

2006 - 2010

% Angg.Kes thd APBD Agam

62 Profil Pembangunan Kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2010 BAB IV

P E N U T U P

Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan kesehatan masyarakat di Kabupaten Agam terus dilaksanakan dan ditingkatkan dalam rangka mencapai Visi Agam Sehat dan Mandiri 2010. Namun demikian, nampaknya krisis ekonomi global dan sosial masyarakat yang dialami sampai saat sekarang ini masih sangat berpengaruh terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Agam.

Pembangunan kesehatan di Kabupaten Agam tahun 2010 telah dapat dilaksanakan sesuai RPJM Pembangunan Kesehatan Kabupaten Agam 2006 – 2010.

Pelayanan kesehatan dasar terhadap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan perencanaan yang telah disusun. Pembangunan kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang akan meningkat secara terus-menerus, sesuai dengan perkembangan pembangunan secara propinsi dan nasional. Untuk itu, upaya-upaya di bidang kesehatan dalam mengantisipasi akibat krisis ekonomi perlu lebih ditingkatkan, agar hasil pembangunan kesehatan selama ini tetap dapat dipertahankan.

Pelayanan kesehatan dasar kepada individu, keluarga dan masyarakat di Puskesmas dan RSUD Lubuk Basung cendrung menunjukkan peningkatan, walaupun masih ada beberapa program dan kegiatan yang mengalami penurunan, hal ini dapat dilihat dengan semakin meningkatnya jumlah kunjungan ( Visite Rate ) dan tingkat kepuasan masyarakat dalam menerima pelayanan kesehatan, walaupun masih ada beberapa hal dan aspek-aspek pelayanan yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Pencapaian realisasi indikator program dan kegiatan pembangunan kesehatan di Kabupaten Agam secara umum ada peningkatan dan ada juga penurunan. Untuk kedepan beberapa program dan kegiatan seperti promosi kesehatan dan kesehatan lingkungan harus menjadi prioritas disamping program dan kegiatan yang lainnya, sehingga untuk mencapaian SPM 2010 bidang kesehatan dapat tercapai dan berhasil dengan baik.

Dalam dokumen PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI (Halaman 54-63)

Dokumen terkait