1. UUD NRI 1945
2.1 Kewenangan
2.2.3 Kewenangan pemerintah daerah
Menurut kamus Bahasa Indonesia kata kewenangan mengandung arti : 1) hal kewenangan, dan 2) hak dan kekuasaan yang dimiliki untuk melakukan sesuatu. Sedangkan kata wewenang mengandung arti, (1) hak dan kekuasaan untuk bertindak; kewenangan (2) kekuasaan membuat keputusan, memerintah, dan melimpahkan tanggung jawab pada orang lain.39 Sedangkan dari segi ilmu hukum khususnya hukum anministrasi negara, pengertian kewenangan yang diantaranya adalah menurut Prajudi Atmosudirdjo, kewenangan (authority gesag) adalah “apa yang disebut kekuasaan formal, yang berasal dari kekuasaan legislatif (diberi oleh undang-undang) atau dari kekuasaan eksekutif/administratif.40
Urusan pemerintahan yang dilakukan oleh pemerintah daerah atau kewenangan pemerintah daerah dibedakan menjadi dua jenis, yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 9 dinyatakan : 1) Urusan Pemerintahan terdiri atas urusan pemerintahan absolut, urusan pemerintahan konkuren, dan urusan pemerintahan umum; 2) Urusan pemerintahan absolut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Urusan Pemerintahan yang sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat; 3) Urusan pemerintahan konkuren sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Urusan Pemerintahan yang dibagi antara Pemerintah Pusat dan Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota; 3) Urusan pemerintahan konkuren yang diserahkan ke Daerah menjadi dasar pelaksanaan Otonomi Daerah; 4) Urusan pemerintahan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Presiden sebagai kepala pemerintahan.
Dalam mengaktualisasikan kewenangan mengatur khususnya dalam menyusun, menetapkan dan mensahkan peraturan daerah sejak diberlakukan undang-undang sebelumnya, maka mulai saat diberlakukannya itu kewenangan
39 A. Hamid S Attamini. 1993. Hukum tentang Peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Kebijakan, pidato purnabakti. Fakultas hukum UI : Jakarta, hlm 12-13.
40 Prajudi Atmosudirdjo, 1981, Hukum Administrasi Negara, Jakarta , Ghalia Indonesia
21
ada pada daerah. Dengan adanya kewenangan tersebut banyak kebijaksanaan yang dapat diputuskan dengan cepat dan memungkinkan pelayanan yang lebih baik dan meningkat. Sedangkan untuk mengaktualisasikan kewenangan mengurus, tentu akan terkait langsung dengan urusan yang benar dibutuhkan oleh daerah dan tidak termasuk ke dalam urusan daerah provinsi atau pusat berdasarkan peraturan pemerintah. Dengan paradigma baru bahwa urusan daerah merupakan sesuatu yang harus lahir dari bawah (bottom up), maka daerah akan menata ulang kelembagaan maupun Sumber Daya Manusia (SDM)nya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah Pusat dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom. Peraturan pemerintah tersebut pada dasarnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari Pasal 7 dan Pasal 9 undang- undang sebelumnya di dalamnya mengatur tentang kewenangan pusat dan kewenangan provinsi. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah Pusat dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom secara eksplisit menyatakan kewenangan-kewenangan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dan kewenangan pemerintah provinsi sebagai daerah otonom. Dengan demikian, jika di luar kewenangan pemerintah pusat dan provinsi sebagai sisanya menjadi kewenangan kabupaten/kota (teori residu).41
Selain itu kewenangan daerah dalam pemerintahan dapat dibedakan menjadi dua urusan antara lain :
1) Urusan pemerintahan wajib artinya suatu urusan pemerintahan yang berkaitan dengan pelayanan dasar seperti pendidikan dasar, kesehatan, kebutuhan hidup minimal, prasarana lingkungan, dan lain lain.
2) Urusan pemerintah yang bersifat pilihan terkait erat dengan potensi unggulan dan kekhasan daerah tertentu.
Pada hakikatnya urusan pemerintah pusat yang diserahkan kepada pemerintah daerah adalah urusan pemerintah daerah mennyelenggarakan semua urusan pemerintahan kecuali urusan politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi, moneter dan fiskal nasional serta agama. Pemerintah pusat bisa
41 Widjaja HAW, 2011, Otonomi Daereah dan Daerah Otonom, Cetakan ke-6, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, Hlm.244-246.
Digital Repository Universitas Jember
menyelenggarakan sendiri atau dapat melimpahkan sebagian urusan tersebut kepada perangkat pemerintah atau wakil pemerintah di daerah atau bisa juga dilimpahkan kepada pemerintah daerah.
Urusan pemerintahan terdiri atas urusan pemerintah absolut, urusan pemerintah konkuren, dan urusan pemerintah umum. Urusan pemerintah konkuren adalah urusan pemerintah yang dibagi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota.42 Selain itu dalam Pasal 12 Ayat (1 dan 2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah terdapat Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar dan Urusan Pemerintah yang tidak berkaitan dengan Pelayanan Dasar yang dalam hal ini menjadi tugas dari pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota yang isinya sebagai berikut :
1. Urusan pemerintah wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar.43
a. Pendidikan;
b. Kesehatan;
c. Pekerjaan umum dan penataan ruang;
d. Perumahan rakyat dan kawasan pemukiman;
e. Ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat; dan
f. Sosial.
2. Urusan pemerintah wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar.44
a. Tenaga kerja,
b. Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, c. Pangan,
d. Pertanahan, e. Lingkungan hidup,
f. Administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, g. Pemberdayaan masyarakat dan Desa,
h. Pengendalian penduduk dan keluarga berencana, i. Perhubungan,
j. Komunikasi dan informatika,
k. Koperasi, usaha kecil dan menengah, l. Penanaman modal,
m. Kepemudaan dan olah raga,
42 Lihat Pasal 9 dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.
43 Ibid, Pasal 12 ayat (1)
44 Ibid, Pasal 12 ayat (2)
23
n. Statistik, o. Persandian, p. Kebudayaan, q. Perpustakaan, dan r. Kearsipan.
Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah kriteria urusan pemerintah yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan daerah kabupaten/kota sebagai berikut :45
Dalam Pasal 13 ayat (3) kriteria urusan pemerintah yang menjadi kewenangan daerah provinsi adalah :46
1. Urusan pemerintahan yang lokasinya lintas daerah kabupaten/kota;
2. Urusan pemerintahan yang penggunaanya lintas daerah kabupaten/kota;
3. Urusan pemerintahan yang memanfaatkan atau dampak negatifnya lintas daerah kabupaten/kota; dan/atau
4. Urusan pemerintahan yang penggunaan sumber dayanya lebih efisien apabila dilakukan oleh daerah provinsi.
Dalam Pasal 13 ayat (4) kriterian urusan pemerintah yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota adalah:47
1. Urusan pemerintahan yang lokasinya dalam daerah kabupaten/kota;
2. Urusan pemerintahan yang penggunaanya dalam daerah kabupaten/kota;
3. Urusan pemerintahan yang memanfaatkan atau dampak negatifnya dalam daerah kabupaten/kota; dan/atau
4. Urusan pemerintahan yang penggunaan sumber dayanya lebih efisien apabila dilakukan oleh daerah kabupaten/kota.
Selain itu kewenangan daerah dijelaskan juga dalam Pasal 17 ayat (1- 4) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
2.2.4 Asas asas umum pemerintahan yang baik.
Asas asas umum pemerintahanan yang baik dapat dipahami sebagai asas asas umum yang dijadikan sebagai dasar dan tata cara dalam penyelenggaraan pemerintahan itu menjadi baik, sopan, adil dan terhormat yang bebas dari kezaliman dan pelanggaran dari penyalagunaan wewenang serta asas asas umum
45 Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah.
46 Ibid, pasal 13 ayat (3).
47 Ibid, pasal 13 ayat (4).
Digital Repository Universitas Jember
pemerintah yang baik bersifat terbuka (open begrip). Sebagai konsep terbuka, ia akan berkembang dan disesuaikan dengan ruang dan waktu dimana konsep ini berada. Asas dasar ini tidaklah mengherankan jika secara kontemplatif maupun aplikatif, asas asas umum pemerintah yang baik ini berbeda anatar satu Negara dengan Negara lainnya.
Menurut Jazim Hamidi pengertian dari asas asas umum pemerintahan yang baik adalah sebagai berikut :
1. Asas asas umum pemerintahanan yang baik merupakan nilai-nilai etik yang hidup dan berkembang dalam lingkungan hukum administrasi Negara.
2. Asas asas umum pemerintahanan yang baik berfungsi sebagai pegangan bagi pejabat administrasi Negara dalam menjalankan fungsinya, merupakan alat uji bagi hakim administrasi dalam menilai tindakan administrasi Negara yang berwujud penetapan (beschiking) dan sebagai dasar pengajuan gugatan bagi pihak penggugat suatu perkara.
3. Sebagai dasar asas asas umum pemerintahan yang baik masih merupakan asas asas yang tidak tertulis, masih abstrak, dan dapat digali dalam praktik kehidupan masyarakat.
4. Sebagian asas yang lain sudah menjadi kaidah hukum tertulis dan terpencar dalam berbagai peraturan hukum positif meskipun sebagian dari asas itu berubah menjadi kaidah hukum tertulis, sifatnya tetap sebagai asas hukum.
Selain itu menurut Ridwan HR, asas asas penyelanggaraan negara sebagai berikut :48
1. Asas Kepastian Hukum, yaitu asas dalam negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan kepatutan dan keadilan dalam setiap penyelenggaraan negara.
2. Asas Tertib Penyelenggaraan Negara, yaitu asas yang menjadi landasan keteraturan, keserasian dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggaraan negara.
3. Asas Kepentingan Umum, yaitu asas yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif akomodatif dan selektif.
4. Asas Keterbukaan, yaitu asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur dan tidak diskriminatif tentang penyelenggaraan negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan dan rahasia negara.
48 Ridwan HR, Hukum Administrasi Negara, PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2011, Hlm 241.
25
5. Asas Proporsionalitas, yaitu asas yang mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban penyelenggaraan negara.
6. Asas Profesionalitas, yaitu asas yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etikdan ketentuan perundang- undangan yang berlaku.
7. Asas Akuntabilitas, yaitu asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelengaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pegangan kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Asas-asas umum pemerintahan yang baik lahir dari praktek penyelenggaraan negara dan pemerintahan sehingga bukan produk formal suatu lembaga negara seperti undang-undang.49 Asas-asas umum pemerintaha yang baik lahir sesuai dengan perkembangan zaman untuk meningkatkan perlindungan terhadap hak-hak individu. Fungsi asas asas umum pemerintahan yang baik dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik adalah sebagai pedoman atau penuntun bagi pemerintah atau pejabat administrasi negara dalam rangka pemerintahan yang baik (good governance).
Menurut Undang-Undang Nomor 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, asas-asas umum pemerintahan yang baik terdiri dari 8 asas yaitu sebagai berikut :
1. Asas kepastian hukum.
Asas dalam Negara hukum mengutamakan ketentuan peraturan perundang-undangan, kepatutan, keajegan dan keadilan dalam setiap penyelengaraan pemerintahan.
2. Asas kemanfaatan.
Manfaat yang harus diperhatikan secara seimbang antara lain:
a. Kepentingan induvidu yang satu dengan kepentingan individu lain;
b. Kepentingan individu dengan masyarakat;
c. Kepentingan warga masyarakat dan masyarakat asing;
d. Kepentingan kelompok masyarakat yang satu dengan kelompok yang lain.
e. Kepentingan pemerintah dengan masyarakat;
f. Kepentingan generasi yang sekarang dan generasi yang mendatang;
g. Kepentingan manusia dan ekosistemnya;
49 Hotman P. Sibuea, 2010, Asas Negara Hukum, Peraturan Kebijakan dan Asas Asas Umum Pemerintahan Yang Baik. Airlangga : Jakarta, Hlm 151.
Digital Repository Universitas Jember
h. Kepentingan pria dan wanita.
3. Asas ketidak berpihakan.
Asas yang mewajibkan badan atau pejabat pemerintah dalam menerapkan dan melakukan keputusan atau tindakan dengan mempertimbangkan kepentingan pihak secara keseluruhan dan tidak diskriminatif .
4. Asas kecermatan.
Asas yang mengandung arti bahwa suatu keputusan dan tindakan harus didasarkan pada informasi dan dokumen yang lengkap untuk mendukung legalitas penetapan atau pelaksanaan keputusan ayang bersangkutan dipersiapkan dengan cermat sebelum keptusan atau tindakan tersebut ditetapkan atau dilakukan.
5. Asas tidak menyalagunakan kewenangan.
Asas yang mewajibkan setiap badan atau pejabat pemerintahan tidak menggunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi atau kepentingan lain dan tidak sesuai dengan tujuan pemberian kewenangan tersebut, tidak melampaui, tidak menyalagunakan, dan tidak mencampur adukkan kewenangan.
6. Asas keterbukaan.
asas yang melayani masyarakat untuk mendapatkan akses dan memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan dan rahasia negara.
7. Asas kepentingan umum.
Asas yang mendahulukan kesejahteraan dan kemanfaatan umum dengan cara yang aspiratif, akomodatif, selektif, dan tidak diskriminatif.
8. Asas pelayanan yang baik.
Asas yang memberikan pelayanan yang tepat waktu, prosedur dan biaya yang jelas, sesuai dengan standar pelayanan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Asas asas umum pemerintahan yang baik selanjutnya diajdikan sebagai dasar penilaian dalam peradilan dan upaya administrasi, disamping sebagai norma hukum tidak tertulis bagi tindakan pemerintah. Asas-asas umum pemerintah yang baik memiliki arti yang penting dan fungsi berikut ini :
a. Bagi administrasi negara, bermanfaat sebagai pedoman dalam melakukan penafsiran dan penerapan terhadap ketentuan perundang-undangan yang bersifat sumir, samar atau tidak jelas serta guna untuk membatasi dan menghindari kemungkinan administrasi mempergunakan kebijaksanaan yang jauh menyimpang dari ketentuan perundang-undangan. Dengan demikian administrasi negara diharapkan terhindar dari perbuatan onrechtmatigh daa, detournement de pouvoir, abus de droit dan ultravires;
27
b. Bagi warga masyarakat, sebagai pencari keadilan, asas-asas umum pemerintahan yang baik dapat dipergunakan sebagai dasar gugatan sebagaimana disebutkan dalam Undang Undang Peradilan Tata Usaha Negara;
c. Bagi hakim tata usaha negara, dapat dipergunakan sebagai alat untuk menguji dan membatalkan keputusan yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara;
d. Selain itu asas-asas umum pemerintahan yang baik tersebut juga berguna bagi badan legislatif dalam merancang suatu undang- undang.50
2.3 Pengelolaan.
2.3.1 Pengertian Pengelolaan.
Kegiatan pengelolaan sangatlah penting dalam segala bidang dalam kehidupan ini. Kegiatan pengelolaan juga telah dilakukan oleh personal atau kelompok. Definisi tentang pengelolaan hingga saat ini belum ada keseragangan antara para ahli. Berikut ini definisi pengelolaan dari beberapa ahli. George dan Lislie menyatakan : “manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan dari suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan organisasi atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen adalah suatu kegiatan. Pelaksanaannya disebut manajer atau pengelola”.51 Menurut siswanto
“Manajemen adalah seni dan ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian dan pengendalian, terhadap orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan”.52 Pendapat ini dikemukakan oleh Manullang
“Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan”.53
50 SF. Marbun, 2001, Menggali dan Menemukan Asas Asas Umum Pemerintahan Yang Baik di Indonesia, UII Press, Yogyakarta, Hlm.210-211.
51 Terry, George R dan Rue, Leslie W.. 2005, Dasar-dasar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara, hlm 1.
52 H.B.Siswanto, 2013, Pengantar Manajemen, Jakarta, Bumi Perkasa, hlm 2.
53 M Manullang, Marihot AMH Manullang, 2006, Manajemen personalia, Yogyakarta, Gajah Mada University Press. hlm 5.