• Tidak ada hasil yang ditemukan

KODE ETIK DALAM PENELITIAN KESEHATAN

Risza Choirunissa S,SiT., MKM Universitas Nasional

Pengertian Etika Penelitian Kesehatan

Etika penelitian kesehatan adalah sebuah konsep yang digunakan untuk menilai moralitas dan integritas dalam penelitian kesehatan. Etika penelitian kesehatan mengacu pada seperangkat nilai, prinsip dan norma yang digunakan untuk membimbing praktik penelitian kesehatan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa penelitian dilakukan dengan cara yang aman, efektif, dan adil bagi semua pihak yang terlibat.

Penelitian kesehatan merupakan suatu metode ilmiah untuk mengembangkan pengetahuan dan meningkatkan kesehatan manusia. Penelitian kesehatan mencakup berbagai jenis studi, seperti kajian terhadap penyakit, uji klinis obat-obatan, survei kesehatan, penelitian epidemiologi dan lain-lain. Sebagai kegiatan yang melibatkan subjek penelitian, para peneliti harus memperhatikan etika dalam penelitian kesehatan. Etika penelitian kesehatan melibatkan banyak aspek seperti hak asasi manusia, privasi, kerahasiaan, dan perlindungan terhadap risiko atau bahaya

Penerapan etika penelitian kesehatan mencakup prinsip- prinsip yang harus diikuti oleh para peneliti. Prinsip- prinsip tersebut meliputi: beneficence (kebaikan), non- maleficence (tidak merugikan), autonomy (kebebasan), dan justice (keadilan). Beneficence berarti bahwa peneliti

18

harus memperhatikan kesejahteraan subjek penelitian dan harus bertindak untuk kebaikan mereka. Non- maleficence berarti bahwa peneliti harus berusaha untuk tidak menimbulkan kerugian atau bahaya bagi subjek penelitian. Autonomy berarti bahwa subjek penelitian harus memiliki kebebasan untuk membuat keputusan mereka sendiri dan harus diberikan informasi yang memadai. Justice berarti bahwa peneliti harus memperlakukan subjek penelitian secara adil dan tidak membedakan mereka berdasarkan karakteristik pribadi.

Etika penelitian kesehatan juga menyangkut prosedur- prosedur yang harus diikuti oleh para peneliti dalam melaksanakan penelitian. Hal ini meliputi mendapatkan persetujuan etis dari komite etik penelitian, mendapatkan persetujuan tertulis dari subjek penelitian, memastikan kerahasiaan data dan informasi subjek penelitian, dan mengevaluasi risiko dan manfaat yang terkait dengan penelitian.

Etika penelitian kesehatan juga membahas masalah- masalah seperti penggunaan sampel manusia, penelitian pada anak-anak atau orang yang tidak dapat memberikan persetujuan mereka, dan penelitian yang melibatkan kelas sosial atau ras yang rentan. Penerapan etika penelitian kesehatan diharapkan dapat meminimalkan risiko dan kerugian bagi subjek penelitian dan memberikan hasil penelitian yang dapat dipercaya dan dapat diterapkan pada pengembangan kesehatan masyarakat.

Dalam kaitannya dengan pengembangan teknologi kesehatan, etika penelitian kesehatan juga menjadi semakin pent g penting. Pengembangan teknologi kesehatan seperti vaksin, obat-obatan, dan terapi genetik harus dilakukan dengan memperhatikan etika penelitian kesehatan. Hal ini meliputi uji klinis yang dilakukan dengan melibatkan manusia sebagai subjek penelitian.

Para peneliti harus memperhatikan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi integritas dan kredibilitas hasil penelitian, seperti bias penelitian, konflik kepentingan, dan kebijakan regulasi.

19

Sebagai tambahan, etika penelitian kesehatan juga mencakup aspek komunikasi dan publikasi hasil penelitian. Para peneliti harus memastikan bahwa hasil penelitian yang diterbitkan dapat dipercaya dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Hal ini meliputi keterbukaan terhadap data dan informasi penelitian, pelaporan hasil penelitian secara jujur dan obyektif, serta menghindari pernyataan atau klaim yang tidak terbukti oleh data.

Dalam konteks penelitian kesehatan global, etika penelitian kesehatan juga menjadi penting karena melibatkan banyak negara dengan perbedaan budaya, bahasa, dan norma etik. Hal ini menuntut para peneliti untuk memahami perbedaan-perbedaan tersebut dan memperhatikan aspek lokal dalam penelitian mereka.

Etika penelitian kesehatan global juga menyangkut pertimbangan tentang pemilihan subjek penelitian, pemerataan manfaat, dan keterlibatan komunitas dalam penelitian.

Dalam rangka menerapkan etika penelitian kesehatan, para peneliti harus memperoleh pelatihan dan sertifikasi etika penelitian kesehatan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa para peneliti memahami prinsip- prinsip etika penelitian kesehatan dan dapat mengaplikasikannya dalam praktik penelitian mereka.

Selain itu, para peneliti juga harus memperhatikan adanya panduan etika penelitian kesehatan yang diterbitkan oleh organisasi-organisasi seperti Dewan Etik Penelitian dan Komite Etik Penelitian. Dalam kesimpulannya, etika penelitian kesehatan merupakan suatu konsep yang penting dalam melaksanakan penelitian kesehatan yang aman, efektif, dan adil. Etika penelitian kesehatan mencakup nilai, prinsip, dan norma yang harus diikuti oleh para peneliti dalam melaksanakan penelitian kesehatan. Penerapan etika penelitian kesehatan memerlukan perhatian terhadap hak asasi manusia, privasi, kerahasiaan, dan perlindungan terhadap risiko atau bahaya. Para peneliti harus memperoleh pelatihan dan sertifikasi etika penelitian kesehatan dan memperhatikan panduan etika penelitian

20

kesehatan yang diterbitkan oleh organisasi-organisasi yang terkait.

Selain prinsip-prinsip etika penelitian kesehatan yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa prinsip lain yang dapat menjadi panduan dalam pelaksanaan penelitian kesehatan. Salah satunya adalah prinsip perlakuan yang adil dan menghormati terhadap subjek penelitian, terlepas dari status sosial, jenis kelamin, agama, atau ras mereka. Hal ini penting untuk meminimalkan diskriminasi dalam penelitian dan memastikan bahwa semua subjek penelitian diperlakukan dengan setara dan adil.

Prinsip transparansi dan akuntabilitas juga sangat penting dalam etika penelitian kesehatan. Para peneliti harus terbuka mengenai tujuan dan hasil penelitian serta cara mereka mendapatkan dana dan dukungan untuk penelitian tersebut. Hal ini akan membantu mempromosikan integritas dan kredibilitas hasil penelitian.

Selain itu, prinsip keberlanjutan juga semakin menjadi perhatian dalam etika penelitian kesehatan. Para peneliti harus mempertimbangkan dampak jangka panjang dari penelitian mereka terhadap lingkungan dan masyarakat setempat. Mereka harus mencari cara untuk mengurangi dampak negatif dan mempromosikan manfaat positif dari penelitian tersebut.

Dalam konteks penelitian kesehatan internasional, ada juga prinsip-prinsip etika yang berkaitan dengan penghormatan terhadap kebudayaan dan adat istiadat setempat. Para peneliti harus memahami nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat tempat penelitian dilakukan dan bekerja sama dengan para pemimpin lokal dan komunitas untuk memastikan bahwa penelitian dilakukan dengan menghormati nilai-nilai setempat.

Dalam melakukan penelitian kesehatan, para peneliti harus memahami dan menerapkan prinsip-prinsip etika penelitian kesehatan dengan baik. Prinsip-prinsip etika ini harus diintegrasikan dalam semua tahap penelitian, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga publikasi

21

hasil penelitian. Hal ini akan membantu memastikan bahwa penelitian kesehatan dilakukan dengan cara yang etis dan berkelanjutan serta menghasilkan manfaat bagi subjek penelitian dan masyarakat luas.

Prinsip–Prinsip Etika Penelitian Kesehatan

Etika penelitian kesehatan adalah seperangkat prinsip dan nilai yang harus ditaati oleh para peneliti dalam melakukan penelitian kesehatan. Prinsip-prinsip etika penelitian kesehatan dirancang untuk melindungi hak- hak subjek penelitian, memastikan integritas dan kredibilitas hasil penelitian, dan mempromosikan nilai- nilai etis dalam praktik penelitian.

Beberapa prinsip etika penelitian kesehatan yang paling umum digunakan adalah prinsip otonomi, keadilan, dan tidak-malefikensi. Prinsip otonomi mengacu pada hak individu untuk membuat keputusan yang berhubungan dengan dirinya sendiri. Dalam konteks penelitian kesehatan, prinsip ini berarti bahwa para subjek penelitian harus diberikan informasi yang cukup mengenai tujuan dan risiko penelitian serta memberikan persetujuan secara sukarela dan tanpa paksaan.

Prinsip keadilan berfokus pada distribusi manfaat dan kerugian yang adil dalam penelitian kesehatan. Hal ini melibatkan pertimbangan tentang siapa yang harus menjadi subjek penelitian dan bagaimana manfaat dan risiko penelitian harus didistribusikan. Prinsip ini menuntut agar para peneliti memperhatikan keseimbangan antara kepentingan kelompok subjek penelitian dan manfaat yang diperoleh dari penelitian tersebut.

Prinsip tidak-malefikensi mengacu pada kewajiban para peneliti untuk meminimalkan risiko dan bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh penelitian. Hal ini meliputi perencanaan penelitian yang cermat dan memperhatikan aspek keselamatan, privasi, dan kerahasiaan subjek penelitian.

22

Selain prinsip-prinsip di atas, ada juga prinsip-prinsip lain dalam etika penelitian kesehatan, seperti prinsip verifikasi, integritas, kerahasiaan, dan pengawasan.

Prinsip verifikasi menuntut keabsahan dan keotentikan data penelitian, prinsip integritas menekankan pada kejujuran dan kredibilitas para peneliti, prinsip kerahasiaan menuntut perlindungan privasi dan kerahasiaan subjek penelitian, dan prinsip pengawasan menuntut adanya pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan penelitian.

Penerapan prinsip-prinsip etika penelitian kesehatan tidak hanya bertujuan untuk melindungi subjek penelitian, tetapi juga untuk memastikan bahwa hasil penelitian yang diperoleh dapat dipercaya dan digunakan untuk memajukan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat.

Kode Etik dalam Penelitian Kesehatan

Kode etik dalam penelitian kesehatan adalah seperangkat aturan dan prinsip yang ditetapkan untuk membimbing para peneliti dalam melakukan penelitian yang etis dan berkelanjutan. Kode etik ini dibuat untuk melindungi hak dan kepentingan subjek penelitian, menjaga integritas dan kredibilitas penelitian, serta mempromosikan manfaat bagi masyarakat.

Salah satu kode etik penting dalam penelitian kesehatan adalah prinsip informed consent atau persetujuan yang diberikan dengan penuh kesadaran dan kehendak bebas oleh subjek penelitian. Para peneliti harus menjelaskan dengan jelas tujuan, prosedur, dan manfaat dari penelitian kepada subjek penelitian serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk menolak atau menarik diri dari penelitian kapan saja. Hal ini penting untuk melindungi hak-hak subjek penelitian dan memastikan bahwa penelitian dilakukan dengan etika dan integritas.

Selain prinsip informed consent, ada beberapa prinsip etika penelitian kesehatan lainnya yang harus dipatuhi oleh para peneliti, seperti prinsip non-maleficence atau tidak merugikan, prinsip beneficence atau melakukan

23

kebaikan, prinsip keadilan, prinsip transparansi, dan prinsip perlakuan yang adil. Prinsip non-maleficence menuntut para peneliti untuk meminimalkan risiko dan merugikan subjek penelitian. Sedangkan prinsip beneficence menuntut para peneliti untuk memaksimalkan manfaat dan melakukan kebaikan bagi subjek penelitian.

Prinsip keadilan menuntut bahwa semua subjek penelitian harus diperlakukan dengan setara dan adil, tanpa diskriminasi berdasarkan status sosial, jenis kelamin, ras, atau agama. Sedangkan prinsip transparansi menuntut para peneliti untuk terbuka dan jujur mengenai tujuan dan hasil penelitian serta sumber dana dan dukungan untuk penelitian tersebut. Hal ini akan membantu mempromosikan integritas dan kredibilitas penelitian.

Prinsip perlakuan yang adil menuntut para peneliti untuk menghormati hak-hak dan martabat subjek penelitian serta memperlakukan mereka dengan etika dan rasa hormat. Para peneliti juga harus mempertimbangkan dampak jangka panjang dari penelitian mereka terhadap lingkungan dan masyarakat setempat serta berusaha mengurangi dampak negatif dan mempromosikan manfaat positif dari penelitian tersebut.

Selain itu, kode etik dalam penelitian kesehatan juga mengatur mengenai penggunaan hewan percobaan dan data serta publikasi hasil penelitian. Para peneliti harus mematuhi aturan-aturan dan prinsip etika yang berkaitan dengan hal tersebut untuk memastikan bahwa penelitian dilakukan dengan cara yang etis dan berkelanjutan serta menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Dalam melakukan penelitian kesehatan, para peneliti harus memahami dan menerapkan kode etik dalam penelitian kesehatan dengan baik. Kode etik ini harus diintegrasikan ke dalam seluruh aspek penelitian kesehatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan hasil penelitian. Selain itu, para peneliti juga harus memastikan bahwa penelitian mereka memenuhi

24

standar etika dan peraturan yang ditetapkan oleh lembaga-lembaga yang berwenang.

Salah satu contoh kode etik dalam penelitian kesehatan adalah Deklarasi Helsinki, yang merupakan sebuah dokumen yang mengatur prinsip etika penelitian pada manusia yang diterbitkan oleh World Medical Association.

Dokumen ini menetapkan beberapa prinsip etika dasar dalam penelitian kesehatan, seperti persetujuan yang diberikan dengan sukarela, tidak adanya tekanan atau paksaan pada subjek penelitian, serta perlindungan hak- hak subjek penelitian.

Selain Deklarasi Helsinki, ada juga beberapa kode etik lainnya yang digunakan dalam penelitian kesehatan, seperti Kode Etik Penelitian Kesehatan Nasional Indonesia, Kode Etik Penelitian Kesehatan Dunia WHO, dan Kode Etik Penelitian Kesehatan Amerika Serikat.

Setiap kode etik memiliki perbedaan dan penekanan pada prinsip etika tertentu, namun tujuan utamanya adalah untuk membimbing para peneliti dalam melakukan penelitian yang etis dan berkelanjutan.

Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang cepat, penting bagi para peneliti untuk terus mengikuti perkembangan terbaru dalam etika penelitian kesehatan dan memperbarui pengetahuan mereka tentang kode etik yang berlaku. Dengan mematuhi kode etik yang tepat, para peneliti dapat melindungi hak-hak subjek penelitian, memastikan integritas dan kredibilitas penelitian, serta mempromosikan manfaat bagi masyarakat secara luas.

Dalam melakukan penelitian kesehatan, para peneliti juga harus memperhatikan perspektif budaya dan sosial dari subjek penelitian dan komunitas sekitarnya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa penelitian dilakukan dengan menghargai dan mempertimbangkan nilai-nilai lokal, serta meminimalkan risiko negatif dan memaksimalkan manfaat positif dari penelitian tersebut.

Dalam kesimpulannya, kode etik dalam penelitian kesehatan merupakan seperangkat aturan dan prinsip yang sangat penting untuk membimbing para peneliti dalam melakukan penelitian yang etis dan berkelanjutan.

25

Dalam menerapkan kode etik ini, para peneliti harus memastikan bahwa hak-hak dan kepentingan subjek penelitian dilindungi, integritas dan kredibilitas penelitian terjaga, dan manfaat bagi masyarakat tercapai.

Penerapan Kode Etik dalam Penelitian Kesehatan Penerapan kode etik dalam penelitian kesehatan sangatlah penting untuk memastikan bahwa penelitian dilakukan dengan cara yang etis dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Dalam penerapan kode etik, para peneliti harus memperhatikan beberapa prinsip utama, seperti persetujuan yang diberikan dengan sukarela, perlindungan privasi dan kerahasiaan subjek penelitian, serta penggunaan metode penelitian yang aman dan efektif.

Pertama-tama, persetujuan yang diberikan dengan sukarela adalah prinsip utama dalam penerapan kode etik dalam penelitian kesehatan. Hal ini berarti bahwa subjek penelitian harus memberikan persetujuan secara sukarela dan tanpa paksaan untuk berpartisipasi dalam penelitian tersebut. Para peneliti juga harus memberikan informasi yang jelas dan lengkap tentang tujuan, metode, dan risiko potensial dari penelitian kepada subjek penelitian, serta memberikan kesempatan bagi subjek penelitian untuk menanyakan pertanyaan sebelum mereka memberikan persetujuan.

Kedua, perlindungan privasi dan kerahasiaan subjek penelitian juga merupakan prinsip penting dalam penerapan kode etik dalam penelitian kesehatan. Para peneliti harus memastikan bahwa informasi yang dikumpulkan dari subjek penelitian disimpan secara aman dan tidak terungkap kepada pihak yang tidak berwenang. Para peneliti juga harus mempertimbangkan kemungkinan risiko identifikasi subjek penelitian, terutama jika data yang dikumpulkan sangat sensitif.

Ketiga, penggunaan metode penelitian yang aman dan efektif juga sangat penting dalam penerapan kode etik dalam penelitian kesehatan. Para peneliti harus memastikan bahwa metode yang digunakan dalam

26

penelitian tidak merugikan subjek penelitian dan memenuhi standar etika yang ditetapkan oleh lembaga- lembaga yang berwenang. Selain itu, para peneliti juga harus memastikan bahwa data yang dikumpulkan akurat dan dapat diandalkan, serta tidak digunakan untuk tujuan yang tidak bermanfaat bagi subjek penelitian atau masyarakat secara luas.

Selain ketiga prinsip utama tersebut, penerapan kode etik dalam penelitian kesehatan juga harus memperhatikan perspektif budaya dan sosial dari subjek penelitian dan komunitas sekitarnya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa penelitian dilakukan dengan menghargai dan mempertimbangkan nilai-nilai lokal, serta meminimalkan risiko negatif dan memaksimalkan manfaat positif dari penelitian tersebut.

Dalam kesimpulannya, penerapan kode etik dalam penelitian kesehatan sangat penting untuk memastikan bahwa penelitian dilakukan dengan cara yang etis dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Para peneliti harus memperhatikan prinsip utama seperti persetujuan yang diberikan dengan sukarela, perlindungan privasi dan kerahasiaan subjek penelitian, serta penggunaan metode penelitian yang aman dan efektif. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, para peneliti dapat menjamin bahwa penelitian yang mereka lakukan tidak merugikan subjek penelitian dan masyarakat secara luas, serta memberikan manfaat yang positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan.

Penerapan kode etik dalam penelitian kesehatan juga dapat membantu para peneliti untuk memperoleh dukungan dan kepercayaan dari publik, pemerintah, dan lembaga-lembaga yang berwenang. Hal ini sangat penting untuk mendukung kelangsungan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Namun, penerapan kode etik dalam penelitian kesehatan juga memiliki beberapa tantangan. Misalnya, beberapa penelitian mungkin menghadapi masalah dalam mendapatkan persetujuan dari subjek penelitian,

27

terutama jika penelitian tersebut melibatkan subjek yang rentan atau memiliki keterbatasan dalam memberikan persetujuan. Selain itu, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam penelitian kesehatan juga dapat menimbulkan masalah privasi dan keamanan yang harus diatasi dengan hati-hati.

Oleh karena itu, para peneliti harus selalu memperhatikan dan memperbarui pengetahuan mereka tentang kode etik dalam penelitian kesehatan, serta bekerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti lembaga etika penelitian, komite etik, dan pihak-pihak yang berwenang dalam bidang kesehatan dan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, para peneliti dapat memastikan bahwa penelitian yang mereka lakukan dilakukan dengan cara yang etis, aman, dan bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat.

Dalam kesimpulannya, penerapan kode etik dalam penelitian kesehatan sangat penting untuk memastikan bahwa penelitian dilakukan dengan cara yang etis dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hal ini meliputi persetujuan yang diberikan dengan sukarela, perlindungan privasi dan kerahasiaan subjek penelitian, serta penggunaan metode penelitian yang aman dan efektif. Penerapan kode etik juga harus mempertimbangkan perspektif budaya dan sosial dari subjek penelitian dan komunitas sekitarnya. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, para peneliti dapat menjamin bahwa penelitian yang mereka lakukan tidak merugikan subjek penelitian dan masyarakat secara luas, serta memberikan manfaat yang positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan.

Selain itu, penerapan kode etik juga dapat membantu meningkatkan kualitas penelitian, dengan memastikan bahwa penelitian dilakukan dengan standar yang tinggi dan metodologi yang tepat. Kode etik juga dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi dan kesalahan dalam penelitian, serta mendorong para peneliti untuk melaporkan hasil penelitian mereka secara akurat dan terbuka.

28

Dalam konteks penelitian kesehatan, penerapan kode etik juga dapat membantu dalam pengembangan kebijakan dan peraturan yang terkait dengan kesehatan masyarakat. Hasil penelitian yang dilakukan dengan cara yang etis dan sesuai dengan standar yang ditetapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan kebijakan kesehatan yang lebih baik dan efektif.

Namun, penerapan kode etik dalam penelitian kesehatan juga harus memperhatikan keterbatasan dan tantangan yang mungkin dihadapi oleh para peneliti. Misalnya, beberapa penelitian mungkin menghadapi masalah dalam mengakses subjek penelitian yang tepat atau memperoleh sampel yang cukup untuk penelitian mereka. Selain itu, beberapa penelitian mungkin juga memerlukan penggunaan teknologi atau peralatan yang mahal atau tidak tersedia di wilayah penelitian, yang dapat menyulitkan para peneliti untuk melaksanakan penelitian mereka dengan cara yang aman dan efektif.

Oleh karena itu, para peneliti perlu memperhatikan keterbatasan dan tantangan ini, dan mengembangkan strategi yang sesuai untuk mengatasi masalah yang muncul. Misalnya, mereka dapat bekerja sama dengan lembaga dan organisasi lokal untuk memperoleh akses yang lebih baik ke subjek penelitian, atau menggunakan metode pengambilan sampel yang lebih efektif dan efisien.

Dalam kesimpulannya, penerapan kode etik dalam penelitian kesehatan sangat penting untuk memastikan bahwa penelitian dilakukan dengan cara yang etis dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kode etik membantu memastikan persetujuan sukarela dari subjek penelitian, perlindungan privasi dan kerahasiaan subjek penelitian, dan penggunaan metode penelitian yang aman dan efektif. Penerapan kode etik juga dapat membantu meningkatkan kualitas penelitian dan pengembangan kebijakan kesehatan yang lebih baik dan efektif. Namun, para peneliti harus memperhatikan keterbatasan dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam penelitian kesehatan, dan mengembangkan strategi yang sesuai untuk mengatasi masalah yang muncul.

29 Daftar Pustaka

Beauchamp, T. L., & Childress, J. F. (2019). Principles of biomedical ethics (8th ed.). New York: Oxford University Press.

Council for International Organizations of Medical Sciences. (2016). International Ethical Guidelines for Health-related Research Involving Humans.

https://cioms.ch/wp-

content/uploads/2017/01/WEB-CIOMS- EthicalGuidelines.pdf

Emanuel, E. J., Wendler, D., & Grady, C. (2000). What makes clinical research ethical? JAMA, 283(20), 2701- 2711.

Institute of Medicine. (2002). Responsible conduct of research. Washington, D.C.: National Academies Press.

Kasim, R., Wulandari, L. P., & Fitria, R. (2020).

Implementasi Kode Etik Penelitian Kesehatan:

Tantangan dan Solusinya. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 5(2), 92-101.

Levy, D. A. (2015). Ethics in Clinical Research. In International Encyclopedia of Public Health (Second Edition) (pp. 395-401). Elsevier.

National Institutes of Health. (2016). Belmont Report:

Ethical Principles and Guidelines for the Protection of Human Subjects of Research. Retrieved from https://www.hhs.gov/ohrp/regulations-and-

policy/belmont-report/index.html

National Institutes of Health. (2018). NIH Policy and Guidelines on the Inclusion of Individuals Across the Lifespan as Participants in Research Involving Human Subjects.

https://grants.nih.gov/grants/guide/notice- files/NOT-OD-18-116.html

30

National Institutes of Health. (2020). Ethical Principles and Guidelines for the Protection of Human Subjects

of Research. Retrieved from https://www.hhs.gov/ohrp/regulations-and-

policy/belmont-report/index.html

Papadimitriou, D. (2018). Ethical issues in health research: a literature review. European Journal of Public Health, 28(suppl_1), cky213-009.

World Health Organization. (2016). Global health ethics:

Key issues. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2016). WHO Ethical and Safety Recommendations for Intervention Research on

Substance Use Disorders.

https://www.who.int/substance_abuse/research_too ls/ethical_recommendations/en/

World Medical Association. (2013). Declaration of Helsinki:

Ethical principles for medical research involving human subjects. JAMA, 310(20), 2191-2194.

World Medical Association. (2013). World Medical Association Declaration of Helsinki: Ethical principles for medical research involving human subjects. JAMA, 310(20), 2191-2194.

https://doi.org/10.1001/jama.2013.281053