APINDO TRAINING CENTER (ATC)
IV. KOMITE SERTIFIKASI PROFESI (n.a.)
suMBer dana
Sumber Dana dan Kekayaan LSP-HII APINDO dapat diperoleh dari Penyertaan Modal Awal yang berasal dari Stakeholder meliputi unsur:
Pendiri, Dewan Pengarah, Dewan Pengurus, Dewan Pengawas, Mitra Pendiri, Subsidi dari Pemerintah, Donasi Sponsor dari Dalam dan luar Negeri, dan Sumber-sumber Pendapatan lain yang sah dan tidak mengikat.
visi, Misi & oByektiF
Visi :
“Menjadi LSP unggulan yang mampu melayani kebutuhan Sertifikasi Profesi Hubungan Industrial di seluruh Indonesia – dengan kredibilitas yang diakui secara sah baik nasional maupun internasional.”
Misi :
1. Mengembangkan Sistem Sertifikasi Profesi Hubungan Industrial dan Ketanagakerjaan;
2. Mengembangkan sarana dan prasarana Sertifikasi Profesi Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan;
3. Mengembangkan dan menerapkan Standar Mutu Sertifikasi Profesi Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan;
4. Mengembangkan Sistem Informasi Kompetensi Profesi Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan, dan
5. Melaksanakan Sertifikasi Profesi Hubungan Industrial.
Obyektif :
1. Memberikan pengakuan kualifikasi pro- fesi yang sah secara nasional terhadap kompetensi yang dimiliki oleh para Profesional Hubungan Industrial;
2. Sertifikasi dirancang untuk mendorong peningkatan kualifikasi profesi dan peningkatan nilai ekonomis kepada Pemegang Sertifikat Profesi Hubungan Industrial; dan
3. Memberikan jaminan mutu bagi Pemegang Sertifikat Profesi Hubungan Industrial sesuai dengan atribut kompetensi dan profesinya sehingga mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap profesi, karier kerja, bidang kerja, dan perusahaannya.
Sejak Apindo Training Center (ATC) berdiri tahun 2010 yang silam, selama ini ATC mencatat kinerja dan prestasi yang menggembirakan.
Seiring dengan itu APINDO kemudian mengambil langkah strategis memantapkan kemajuan ATC tersebut dengan mendirikan
“Lembaga Sertifikasi Profesi Hubungan Industrial Indonesia” (LSP-HII) dibawah Lisensi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Aplikasi Lisensi LSP (Third Party) ke
BNSP dimaksud saat ini masih dalam proses, sambil menunggu berlakunya SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) bidang kompetensi profesi Hubungan Industrial yang diharapkan akan berlaku efektif dalam tahun 2013. SKKNI tersebut adalah hasil Konvensi Nasional SKKNI Ke-IV Sektor Ketenagakerjaan, Sub-Sektor Hubungan Industrial tanggal 13 Oktober 2011 di Kemenakertrans RI.
Tujuan utama LSP-HII adalah memberikan
pendahuluan
Bidang Pendidikan, Pelatihan, Penelitian & Pengembangan
109
Asosiasi Pengusaha Indonesia
1) Tanggal 14 Februari 2012
Dasar: Rapat Dewan Pimpinan Harian (DPH) APINDO tanggal 14 Februari 2012 antara lain memutuskan menyetujui pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di bidang Hubungan Industrial dibawah Lisensi BNSP.
2) Tanggal 19 Maret 2012
Terbit SK Ketua Umum DPN APINDO Nomor 009/SK-DPN/III/12 tanggal 19 Maret 2012 tentang pendirian LSP dengan mandat membentuk Panitia Kerja Persiapan Pembentukan LSP Hubungan Industrial Indonesia.
3) Tanggal 10 Juni 2012
a. Soft Launching: Pendirian LSP-HII memperoleh dukungan penuh dari Menakertrans RI (Bapak Muhaimin Iskandar) dengan diresmikannya Soft Launching Pendirian LSP-HII tanggal 10 Juni 2012 pada kesempatan 101th International Labour Conference (ILC) dan konperensi sedunia International Organization of Employers (IOE) tanggal 30 Mei s/d 14 Juni 2012 di Geneve.
b. Melakukan Penjaringan-I ‘Mitra Pendiri’
mencari dukungan pendirian LSP-HII APINDO kepada 16 Anggota Delegasi RI dari Unsur Pengusaha di Geneve yang ditindak-lanjuti dengan Penjaringan-II.
4) Tanggal 20 Juli 2012
Audiensi di Sesditjen PHI dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenakertrans mencari informasi tentang status hasil Konvensi Nasional SKKNI Ke-IV Sektor
Ketenagakerjaan Sub-Sektor Hubungan Industrial tanggal 13 Oktober 2011. Hasil Konvensi tersebut sudah divalidasi oleh Biro Hukum Kemenakertrans. September 2012, SK SKKNI ditandatangani oleh Menakertrans dan dikirim ke Kemenhukam RI untuk diumumkan dalam ‘Berita Negara’.
5) Tanggal 10 – 25 September 2012
Proses melakukan Penjaringan-II ‘Mitra Pendiri’ mencari dukungan pendirian LSP-HII APINDO kepada 24 Perusahaan potensial di Jakarta.
6) Tanggal 4 Oktober 2012
Penjaringan-II, pertemuan dengan 19 Perusahaan calon ‘Mitra Pendiri’ potensial.
Panitia berhasil memperoleh dukungan dari 5 Perusahaan yang bersedia menjadi ‘Mitra Pendiri LSP-HII’.
7) Bulan Maret – Desember 2012
Periode penyusunan Struktur Organisasi LSP-HII APINDO berdasarkan ketentuan Pedoman 201 BNSP.
8) Tanggal 10 Desember 2012
Berdasarkan Akta Nomor 10 tanggal 10 Desember 2012 LSP-HII APINDO secara yuridis berdiri, namun baru akan dapat beroperasi setelah memperoleh Lisensi BNSP.
9) Tanggal 19 – 20 Desember 2013
Mengadakan sosialisasi pendirian LSP-HII APINDO dalam Rapat Kerja ATC di Jakarta dengan Dewan Pimpinan Propinsi (DPP) APINDO dari 15 Propinsi. Rapat menyambut baik pendirian LSP-HII APINDO Pusat dan
kegiatan
sertifikasi profesi di bidang Hubungan Industrial yang memperoleh pengakuan yang sah secara nasional terhadap kompetensi para Profesional Hubungan Industrial. Melalui ATC dan LSP-
HII tersebut maka APINDO terlibat langsung dalam dimensi pembangunan Human Capital nasional Indonesia.
Bidang Pendidikan, Pelatihan, Penelitian & Pengembangan
110 Laporan Tahunan 2012
produk & ruang lingkup lsp huBungan industrial indonesia
Cluster-I: Pengembangan Strategi &
Pengelolaan Hubungan Industrial
1. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi IV
► Pengembang Strategi dan Pengelolaan Hubungan Industrial (5 Unit Kompetensi SKKNI)
2. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi V
► Pengembang Strategi dan Pengelolaan Hubungan Industrial (3 Unit Kompetensi SKKNI)
3. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi VI
► Pengembang Strategi dan Pengelolaan Hubungan Industrial (1 Unit Kompetensi SKKNI)
Cluster-II: Pengembangan Pengupahan &
Jamsostek Hubungan Industrial
4. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi IV
► Pengembang Pengupahan dan Jamsostek (3 Unit Kompetensi SKKNI)
5. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi V
► Pengembang Pengupahan dan Jamsostek (2 Unit Kompetensi SKKNI)
6. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi VI
► Pengembang Pengupahan dan Jamsostek (12 Unit Kompetensi SKKNI)
mengusulkan LSP-HII Pusat membuka LSP- HII Cabang di 4 Propinsi, yakni: Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Bali.
10) Periode Tanggal 28 Desember 2012 – 26 Februari 2013
Periode konsultasi awal dengan PT Sinergia Indonesia Abadi (SINERGIA) dalam rangka mencari Konsultan Pendamping untuk membantu proses persiapan aplikasi Lisensi LSP ke BNSP secara benar dan lancar.
Cluster-III: Pengembangan Kelembagaan Hubungan Industrial
7. Jenjang KKNI - Sertifikat Kompetensi IV ► Pengembang Kelembagaan Pemasyara-
katan Hubungan Industrial (10 Unit Kompetensi SKKNI)
8. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi V ► Pengembang Kelembagaan Pemasyara-
katan Hubungan Industrial (3 Unit Kompetensi SKKNI)
9. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi VI ► Pengembang Kelembagaan Pemasyara-
katan Hubungan Industrial (6 Unit Kompetensi SKKNI)
Cluster-IV: Pengembangan Persyaratan Kerja, Kesejahteraan, dan Analisis Diskriminasi Hubungan Industrial
10. Jenjang KKNI - Sertifikat Kompetensi V
► Pengembang Persyaratan Kerja, Kesejah- teraan, dan Analisis Diskriminasi (2 Unit Kompetensi SKKNI)
11. Jenjang KKNI Sertifikat Kompetensi VI
► Pengembang Persyaratan Kerja, Kesejah- teraan, dan Analisis Diskriminasi (13 Unit Kompetensi SKKNI)
Cluster-V: Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial
12. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi V
► Pencegah dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (6 Unit Kompetensi SKKNI)
13. Jenjang KKNI – Sertifikat Kompetensi VI
► Pencegah dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (7 Unit Kompetensi SKKNI)
renCana kerJa 2013
1) Penyusunan Dokumen Skema Sertifikasi LSP-HII
2) Penyusunan Dokumen Mutu LSP-HII
3) Menyelenggarakan Inhouse Training Asesor Kompetensi
Bidang Pendidikan, Pelatihan, Penelitian & Pengembangan
111
Asosiasi Pengusaha Indonesia
4) Penyusunan Materi Uji Kompetensi (MUK) 5) Menyelenggarakan Inhouse Training
Asesor Lisensi
6) Pengangkatan Asesor Kompetensi dan Asesor Lisensi
7) Verifikasi Tempat Uji Kompetensi (TUK) 8) Penerapan Sistem Manajemen Mutu 9) Asesmen Internal LSP-HII
10) Permohonan Lisensi (Third Party) LSP-HII ke BNSP
11) Pleno BNSP Keputusan Lisensi – Penerbitan Sertifikat Lisensi LSP-HII 12) Inaugurasi Pendirian dan Operasional
LSP-HII APINDO.
optiMisMe 2013
Optimisme dan ekspektasi LSP-HII APINDO tahun 2013 sebagai berikut:
● Optimis SKKNI Sektor Ketenagakerjaan Sub- Sektor Hubungan Industrial akan diumumkan dalam ‘Berita Negara’ tahun 2013 dan SKKNI akan berlaku efektif dalam tahun 2013.
● Dengan intensitas dukungan Stakeholder – optimis LSP-HII akan memperoleh Lisensi dari BNSP dan dapat beroperasi dalam tahun 2013.
● Dalam periode 2013–2014, LSP-HII Pusat berencana akan membuka LSP-HII Cabang di 4 Propinsi (DPP APINDO).
kegiatan dPP aPindo
Kegiatan DPP APINDO
113
Asosiasi Pengusaha Indonesia