• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komponen Kinerja Profesional Guru

Dalam dokumen KABUPATEN LAMPUNG UTARA (Halaman 71-77)

BAB II LANDASAN TEORI

3. Komponen Kinerja Profesional Guru

Menurut Donald Medley gaya mengajar guru merujuk kepada kemampuan guru untuk menciptakan iklim kelas (classroom climate).

Sementara ahli lain menggambarkan gaya mengajar itu sebagai (1) aspek ekspresif mengajar, yang menyangkut karakteristik hubungan emosional antara guru-siswa, seperti hangat atau dingin; dan (2) aspek intrumental mengajar, yang menyangkut bagaimana guru memberikan tugas-tugas, mengelola belajar, dan merancang aturan-aturan kelas (Ornstein, 1990).

Louis Rubin mendeskripsikan gaya mengajar ke dalam enam aspek, yaitu sebagai berikut:

1) Explanatory, guru menjelaskan materi pelajaran dan aspek-aspek lain yang terkait dengan pelajaran.

2) Inspiratory, guru menstimulusi (memotivasi) siswa, dan menampilkan keterlibatan emosional dalam mengajar.

3) Informative, guru menyajikan informasi melalui pernyataan-

pernyataan verbal, dan siswa diharapkan mendengarkan dan mengikuti instruksi guru.

4) Corrective, guru memberikan feedback kepada siswa: menganalisis tugas-tugas, mendiagnosis kesalahan, dan memberikan nasihat.

5) Interactive, guru memfasilitasi perkembangan ide-ide atau pemikiran siswa melalui dialog atau pemberian pertanyaan.

6) Programmatic, guru membimbing aktivitassiswa dan memfasilitasi perkembangan belajar mandiri.67

b. Karakteristik Pribadi Guru

Kepribadian adalah keseluruhan dari individu yang terdiri dari unsur psikis dan fisik, artinya seluruh sikap dan perbuatan seseorang merupakan suatu gambaran dari kepribadian orang itu, dengan kata lain baik tidaknya citra seseorang ditentukan oleh kepribadiannya. Lebih lanjut Zakiah Darajat dalam Djamarah mengemukakan bahwa faktor terpenting

67 Yusuf dan Nani, Op.Cit., h. 140-142.

bagi seorang guru adalah kepribadiannya.68 Kepribadian inilah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi hari depan anak didik, terutama bagi anak didik yang masih kecil dan mereka yang sedang mengalami kegoncangan jiwa. Kepribadian adalah suatu cerminan dari citra seorang guru dan akan mempengaruhi interaksi antara guru dan anak didik. Oleh karena itu kepribadian merupakan faktor yang menentukan tinggi rendahnya martabat guru.

Ryan meneliti lebih dari 6.000 orang guru di 1.700 sekolah, dalam jangka waktu sekitar enam tahun, dengan menggunakan teknik observasi

self ratung”. Ryans mengklasifikasi karakteristik guru itu ke dalam empat cluster dimensi guru, yaitu (1) Kreatif: guru yang kreatif bersifat imajinatif, senang bereksperimen, dan orisinal; (2) Dinamis: guru yang dinamis bersifat energitik dan extrovert; (3) Terorganisasi: guru bersifat sadar akan tujuan, pandai mencari pemecahan masalah, kontrol; (4) Kehangatan: guru yang memiliki kehangatan bersifat pandai bergaul, ramah, sabar. Secara lebih rinci karakteristik guru itu dapat dilihat pada tabel berikut.69

Tabel 2.2

Karakteristik Guru yang Efektif dan Tidak Efektif

Karakteristik yang Efektif Karakteristik yang Tidak Efektif Menampilkan sikap yang Bersikap apatis dan malas.

68 S.B. Djamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, (Surabaya: Usaha Nasional, 1994), h. 47

69 Ibid., h. 146-148.

bersemangat.

Menaruh perhatian terhadap siswa dan kegiatan kelas.

Kurang menaruh perhatian terhadap siswa dan kegiatan kelas Bergirang hati dan optimis. Depresi dan pesimis

Memiliki kemampuan

mengendalikan diri dan tidak mudah bingung.

Mudah naik darah dan mudah bingung.

Senang bergurau dan humor. Terlalu serius

Mengaku kesalahan sendiri. Tidak menyadari kesalahan sendiri.

Bersikap adil dan objektif dalam memperlakukan siswa

Tidak bersikap adil dan objektif terhadap siswa

Bersikap sabar. Tidak sabar.

Menunjukan sikap memahami dan simpati dalam bekerja.

Kurang bersikap simpati dan sering melecehkan (mencemooh) siswa.

Bersahabat dan ramah dalam bergaul dengan siswa.

Kurang ramah dan bersahabat dalam bergaul dengan siswa.

Membantu memecahkan masalah siswa (pribadi atau pendidikan)

Kurang memerhatikan masalah siswa.

Memberikan penghargaan kepada siswa yang melakukan tugas dengan baik.

Tidak memberikan penghargaan kepada siswa.

Menerima dan mempercayai usaha siswa.

Bersikap curiga terhadap motif siswa.

Memiliki kemampuan untuk mengantisipasi reaksi orang lain

Kurang memiliki kemampuan untuk mengantisipasi reaksi orang lain.

Mendorong siswa untuk mencoba dan melakukan seesuatu dengan cara yang terbaik.

Tidak berusaha memberikan dorongan kepada siswa.

Merencanakan dan

mengorganisasikan prosedur pembelajaran di kelas.

Tidak merencanakan dan mengorganisasikan prosedur pembelajaran di kelas.

Bersifat fleksibel dalam Perencanaan pembelajaran

merencanakan pembelajaran di kelas.

berifat kaku.

Mengantisipasi kebutuhan siswa. Gagal dalam mengantisipasi kebutuhan siswa.

Menstimulasi melalui materi dan metode yang menarik.

Materi dan metode

pembelajaran tidak menarik perhatian siswa.

Mendemonstrasikan dan menerangkan materi pelajaran dengan jelas.

Kurang jelas dalam

menerangkan materi pelajaran.

Memberikan tugas dengan jelas. Kurang jelas dalam memberikan tugas.

Mendorong siswa untuk

memecahkan masalah sendiri dan mengevaluasi hasilnya.

Kurang memberikan

kesempatan pada siswa untuk memecahkan masalah sendiri.

Menegakan disiplin dengan cara positif.

Kurang menegakan disiplin secara positif.

Memberikan bantuan kepada siswa dengan ikhlas.

Memberikan bantuang dengan setengah hati (kurang ikhlas) Mengetahui secara dini dan

mencoba memecahkan berbagai masalah potensial

Gagal dalam memahami dalam memecahkan masalah potensial

c. Kompetensi Guru

Bahrul Hayat mengungkapkan “Teacher Is The Heart Of Quality Education”. Ungkapan ini mengisyaratkan bahwa guru merupakan salah satu indikator yang menentukan kualitas pendidikan. Bagus tidaknya kualitas pendidikan akan terlihat dari kinerja dan kompetensi guru sebagai pendidik yang melaksanakan proses pembelajaran. Guru merupakan kunci keberhasilan pendidikan, dengan tugas profesionalnya, guru berfungsi membantu peserta didik untuk belajar dan berkembang; membantu

perkembangan intelektual, personal dan sosial warga masyarakat yang memasuki sekolah. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Berdasarkan Standar Pendidik dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 disebutkan bahwa “Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional” yang meliputi:

1. Kualifikasi akademik pendidikan minimal diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1);

2. Latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang atau mata pelajaran yang diajarkan;

3. Sertifikat profesi guru (minimal 36 SKS di atas D-IV/S1);

Dalam Peraturan Pemerintah di atas, menyebutkan setidaknya terdapat empat kompetensi yang harus dimiliki guru sebagai pendidik, di antaranya :

1) Kompetensi Pedagogik, yaitu: “Kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya”.

2) Kompetensi Kepribadian yaitu: “Kepribadian pendidik yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia”.

3) Kompetensi Profesional, yaitu: “Kemampuan pendidik dalam penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memperoleh kompetensi yang ditetapkan”.

4) Kompetensi Sosial, yaitu: “Kemampuan pendidik berkomunikasi dan berinteraksisecara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan,orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat”.70

Dalam dokumen KABUPATEN LAMPUNG UTARA (Halaman 71-77)

Dokumen terkait