• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMPRES

Dalam dokumen memasang kateter (Halaman 103-113)

TEKNIK MENGATASI NYERI

B. METODE / CARA MENGATASI NYERI 1. Distraksi

3. KOMPRES

a) Kompres Panas 1) Pengertian

Memberikan rasa hangat pada pasien dengan menggunakan cairan atau alat yang menimbulkan hangat pada bagian tubuh yang memerlukan dengan prinsip evaporasi.

2) Tujuan

a) Melebarkan pori-pori

b) Memperlancar sirkulasi darah.

c) Mengurangi rasa sakit.

d) Merangsang peristaltic usus.

e) Memperlancar pengeluaran getah radang (eksudat).

f) Memberi rasa nyaman/hangat dan tenang pada pasien.

3) Dilakukan pada

a) Pasien dengan perut kembung.

b) Pasien yang kedinginan, misalnya akibat narkose, iklim, dsb.

c) Pasien radang, misalnya radang sendi, adnexitis, dll.

d) Kekejangan otot.

e) Adanya abses (bengkak), hematoma.

4) Cara pemberian kompres panas antara lain : a) Kompres Panas Basah

(1) Cairan yang digunakan (a) Boor Water

(b) Normal Saline (H2O2 + sodium) (c) NaCl (garam fisiologis)

(2) Persiapan alat

(a) Kom bertutup steril berisi cairan hangat sesuai kebutuhan (40-46o C)

(b) Bak steril berisi pinset anatomis 2, kassa beberapa potong dengan ukuran yang sesuai

(c) Perban kassa atau kain segitiga (d) Plester dan gunting

(e) Perlak dan pengalas

(f) Sarung tangan bersih di tempatnya (g) Kapas dan wash bensin dalam botol kecil (h) Bengkok 2 (1 kosong, 1 berisi Lysol) (3) Prosedur Pelaksanaan

(a) Tahap Pra Interaksi

i. Melakukan verifikasi data sebelumnya.

ii. Mencuci tangan.

iii. Mengidentifikasi pasien dengan tepat.

iv. Menyiapkan alat

v. Mendekatkan alat kedekat pasien.

(b) Tahap Orientasi

i. Mengucapkan salam, menyapa nama pasien dan memperkenalkan diri.

ii. Melakukan kontrak waku, tempat dan topik.

iii. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan iv. Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien (c) Tahap Kerja

i. Menjaga privacy

ii. Mengajak pasien membaca basmalah dan berdoa pada Allah.

iii. Mengatur posisi yang nyaman menurut pasien sesuai dengan kondisinya.

iv. Memasang pengalas di bawah lutut/anggota badan yang akan di kompres.

v. Memakai sarung tangan.

vi. Membuka balutan perban (bila diperban) dan membuang bekas balutan ke dalam bengkok kosong.

vii. Mengambil beberapa potong kassa dengan pinset dari bak steril dan memasukkannya ke dalam kom berisi cairan hangat untuk mengompres.

viii. Memeras kassa dengan pinset agar kassa tidak terlalu basah.

ix. Membentangkan kassa di atas area yang membutuhkan kompres hangat.

x. Memperhatikan respon pasien, adakah rasa tidak nyaman.

xi. Mengangkat tepi kassa untuk mengkaji apakah ada kemerahan pada kulit yang dikompres.

xii. Bila pasien mentoleransi kompres hangat tersebut, kassa kompres panas basah ditutupkan pada area yang memerlukan kompres lalu dilapisi kassa kering selanjutnya dibalut perbanatau kain segitiga dan difiksasi dengan plester atau diikat.

xiii. Melakukan perasat ini 15 – 30 menit atau sesuai program terapi dan mengganti balutan kompres hangat tiap 5 menit.

xiv. Melepas sarung tangan.

(d) Tahap Terminasi

i. Mengevaluasi tindakan yang dilakukan.

ii. Menyampaikan rencana tindak lanjut.

iii. Merapikan pasien dan lingkungan.

iv. Mengajak pasien membaca hamdalah dan berdoa pada Allah.

v. Berpamitan dengan pasien dan kontrak waktu yang akan datang.

vi. Membereskan dan mengembalikan alat.

vii. Mencuci tangan.

viii. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan.

(4)Hal yang perlu diperhatikan

(a) Kain kassa harus diganti pada waktunya dan suhu kompres dipertahankan tetap hangat.

(b) Cairan jangan terlalu panas, hindarkan kulit terbakar (Suhu cairan 40 – 46oC).

(c) Kain kompres harus lebih besar dari bagian yang akan dikompres.

(d) Untuk kompres hangat basah pada luka terbuka, peralatan harus steril. Untuk permukaan tertutup (bengkak, memar) peralatan harus bersih.

b) Kompres Panas Kering dengan Buli-Buli Panas (WWZ) (1) Tujuan

(a) Memperlancar sirkulasi darah.

(b) Mengurangi rasa sakit.

(c) Merangsang peristaltik.

(2) Dilakukan pada

(a) Pasien dengan kejang otot.

(b) Pasien dengan perut kembung.

(c) Pasien yang kedinginan.

(3) Persiapan alat

(a) WWZ dan sarungnya (b) Perlak dan pengalas (c) Termos berisi air panas (d) Lap kerja

(4) Prosedur Pelaksanaan (a) Tahap Pra Interaksi

i. Melakukan verifikasi data sebelumnya.

ii. Mencuci tangan.

iii. Mengidentifikasi pasien dengan tepat.

iv. Menyiapkan alat.

v. Mendekatkan alat kedekat pasien.

(b) Tahap Orientasi

i. Mengucapkan salam, menyapa nama pasien dan memperkenalkan diri.

ii. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan.

iii. Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien (c) Tahap Kerja

i. Menjaga privacy.

ii. Mengajak pasien membaca basmalah dan berdoa kepada Allah.

iii. Mengatur pasien dalam posisi senyaman mungkin.

iv. Mengisi WWZ dengan air panas ½ - ¾ (saat mengisi air WWZ diletakkan rata dengan kepala WWZ ditekuk sampai permukaan air kelihatan agar udara tidak masuk).

v. Menutup dengan rapat dan membalik kepala WWZ di bawah untuk meyakinkan bahwa air tidak tumpah.

vi. Mengeringkan WWZ dengan lap kerja agar tidak basah lalu bungkus dengan sarung WWZ.

vii. Meletakkan pengalas di bawah daerah yang akan dipasang WWZ.

viii. Meletakkan WWZ pada bagian tubuh yang akan dikompres dengan kepala WWZ mengarah keluar tempat tidur.

ix. Memantau respon pasien.

x. Merapikan pasien.

(d) Tahap Terminasi

i. Melakukan evaluasi tindakan yang dilakukan.

ii. Menyampaikan rencana tindak lanjut.

iii. Mengajak pasien membaca hamdalah dan berdoa kepada Allah.

iv. Berpamitan dengan pasien dan kontrak waktu yang akan datang.

v. Membereskan alat-alat.

vi. Mencuci tangan.

vii. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan.

(5) Hal yang perlu diperhatikan

(a) Buli-buli panas tidak boleh diberikan pada pasien perdarahan

(b) Pemakaian buli-buli panas pada bagian perut, tutup buli-buli mengarah ke atas atau ke samping

(c) Pada bagian kaki, tutup buli-buli mengarah ke bawah atau ke samping

(d) Buli-buli diperiksa kembali, harus ada cincin karet pada tutupnya

b. Kompres Dingin 1) Pengertian

Memasang suatu zat dengan suhu rendah pada tubuh untuk tujuan terapeutik.

2) Tujuan

a) Menurunkan suhu tubuh.

b) Mencegah meluasnya peradangan c) Mengurangi kongesti.

d) Perdarahan setempat berkurang.

e) Rasa sakit setempat berkurang.

f) Luka menjadi bersih.

3) Dilakukan Pada Pasien Dengan a) Suhu tinggi.

b) Radang.

c) Memar.

d) Batuk/muntah darah.

e) Post tonsilektomy.

f) Luka tertutup/terbuka.

4) Kompres dingin terdiri dari : a) Kompres dingin Basah

(1). Pemberian kompres dingin basah steril dengan menggunakan larutan antiseptic

Pengertian

Memberi kompres dingin setempat secara steril dengan menggunakan larutan antiseptik

Tujuan

1) Mencegah meluasnya peradangan 2) Mengurangi kongesti.

3) Perdarahan setempat berkurang.

4) Luka menjadi bersih.

Cairan yang digunakan 1) PK 1 : 4000

2) Rivanol 1 : 1000 sampai 1 : 3000 3) Larutan betadin

Persiapan Alat

1) Kom bertutup steril 2) Cairan yang diperlukan

3) Bak instrument steril berisi : pinset anatomis 2, beberapa potong kain kassa sesuai kebutuhan 4) Kasa pembalut bila perlu

5) Perlak dan pengalas 6) Sampiran bila perlu Prosedur pelaksanaan

1) Tahap Pra Interaksi

a) Mengecek program terapi.

b) Mencuci tangan.

c) Mengidentifikasi pasien dengan tepat.

d) Menyiapkan alat.

e) Mendekatkan alat kedekat pasien.

2) Tahap Orientasi

a) Mengucapkan salam, menyapa nama pasien dan memperkenalkan diri.

b) Melakukan kontrak waktu, tempat dan topik.

c) Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan.

d) Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien.

3) Tahap Kerja

a) Menjaga privacy.

b) Mengajak pasien membaca basmalah dan berdoa kepada Allah.

c) Memasang perlak dan pengalas di bawah bagian yang akan dikompres.

d) Mengocok obat / cairan kompres bila ada endapan.

e) Menuangkan cairan ke dalam mangkok steril.

f) Memasukkan kassa ke dalam cairan kompres.

g) Memeras kain kassa dengan menggunakan 2 pinset.

h) Membentangkan dan meletakkan kassa di atas bagian yang akan di kompres lalu di balut.

i) Memasang busur selimut bila perlu.

j) Merapikan pasien bila perasat sudah selesai.

4) Tahap Terminasi

a) Melakukan evaluasi tindakan yang dilakukan.

b) Menyampaikan rencana tindak lanjut.

c) Mengajak pasien membaca hamdalah dan berdoa kepada Allah.

d) Berpamitan dengan pasien danu kontrak waktu yang akan datang.

e) Membereskan alat-alat dan menyimpannya ke tempat semula.

f) Mencuci tangan.

g) Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan.

Hal yang harus diperhatikan

1) Kain kassa harus sering dibasahi, agar tetap basah.

2) Pada luka kotor kassa diganti tiap 1-2 jam.

3) Perhatikan kulit setempat / sekitarnya, bila terjadi iritasi segera lapor.

(2). Kompres dingin basah dengan menggunakan air biasa/air es

Pengertian

Memberi kompres dingin setempat dengan menggunakan lap/kain kassa yang dicelupkan dalam air.

Tujuan

1) Rasa sakit setempat berkurang.

2) Suhu badan turun.

3) Perdarahan setempat berkurang.

Tempat pengompresan

1) Untuk menurunkan suhu badan : di ketiak, lipatan paha.

2) Untuk mengurangi perdarahan / rasa sakit, tergantung tempatnya.

Persiapan Alat

1) Baskom kecil berisi air biasa/air es 2) Perlak dan pengalas

3) Beberapa buah waslap/kain kassa dengan ukuran tertentu

4) Busur selimut bila perlu 5) Sampiran bila perlu Prosedur Pelaksanaan

1) Tahap Pra Interaksi

a) Melakukan verifikasi data sebelumnya.

b) Mencuci tangan.

c) Mengidentifikasi pasien dengan tepat.

d) Menyiapkan alat.

e) Mendekatkan alat ke dekat pasien.

2) Tahap Orientasi

a) Mengucapkan salam, menyapa nama pasien dan memperkenalkan diri.

b) Melakukan kontrak waktu, tempat dan topik.

c) Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan.

d) Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien.

3) Tahap Kerja

a) Menjaga privacy.

b) Mengajak pasien membaca basmalah dan berdoa kepada Allah.

c) Membentangkan pengalas di bawah bagian yang akan dikompres.

d) Memasukkan waslap ke dalam air biasa/air es dan diperas sampai lembab.

e) Meletakkan waslap tersebut di atas bagian yang memerlukan.

f) Mengganti waslap tiap kali dengan waslap yang sudah terendam dalam air biasa/air es, diulang-ulang sampai suhu tubuh turun.

g) Merapikan pasien bila perasat sudah selesai.

4) Tahap Terminasi

a) Melakukan evaluasi tindakan yang dilakukan.

b) Menyampaikan rencana tindak lanjut.

c) Mengajak pasien membaca hamdalah dan berdoa kepada Allah.

d) Berpamitan dengan pasien dan kontrak waktu yang akan datang.

e) Membereskan alat-alat dan menyimpannya ke tempat semula.

f) Mencuci tangan.

g) Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan.

Hal yang perlu diperhatikan

1) Pada suhu > 390C tempat untuk mengompres di lipat paha dan ketiak.

2) Pada pemberian kompres di lipat paha, selimut diangkat dan dipasang busur selimut di atas dada dan perut pasien agar seprei atas tidak basah.

b) Kompres dingin kering Pengertian

Memasang kirbat es pada tubuh untuk tujuan terapeutik dengan menggunakan :

1) Eskap (bentuk bundar atau lonjong digunakan untuk bagian kepala, dada dan perut).

2) Eskrag : bentuk memanjang digunakan untuk bagian leher.

Tujuan

1) Munurunkan suhu tubuh.

2) Mengurangi nyeri atau sakit setempat, mis. pada usus buntu.

3) Mengurangi perdarahan, misal : post tonsilektomi, muntah/batuk darah, perdarahan usus, perdarahan lambung dan post partum.

Dilakukan pada

1) Pasien yang suhunya tinggi.

2) Pasien dengan perdarahan hebat, mis. Epistaksis.

3) Pasien yang kesakitan mis. Infiltrat apendikuler, sakit kepala hebat, dll.

4) Pasien pot tonsilectomy.

Persiapan alat

1) Kirbat es (eskap/eskrag) beserta sarungnya 2) Perlak dan pengalas

3) mangkok berisi potongan es 4) Garam satu sendok the 5) Lap kerja

Prosedur Pelaksanaan 1) Tahap Pra Interaksi

a) Mengecek program terapi.

b) Mencuci tangan.

c) Mengidentifikasi pasien dengan tepat.

d) Menyiapkan alat.

e) Mendekatkan alat ke dekat pasien.

2) Tahap Orientasi

a) Mengucapkan salam, menyapa nama pasien dan memperkenalkan diri.

b) Melakukan kontrak waktu, tempat dan topik.

c) Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan.

d) Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien.

3) Tahap Kerja

a) Menjaga privacy.

b) Mengajak pasien membaca basmalah dan berdoa kepada Allah.

c) Mengatur posisi pasien dalam posisi senyaman mungkin.

d) Mengisi kirbat es dengan potongan es hingga 2/3 bagian.

e) Mengeluarkan udara dan menutup kirbat es, pastikan tidak bocor.

f) Mengeringkan denga lap kerja dan memasang sarungnya.

g) Meletakkan pengalas di bawah daerah yang akan dipasang kirbat.

h) Meletakkan kirbat pada bagian tubuh yang akan dikompres dengan kepala kirbat mengarah keluar tempat tidur.

i) Memantau respon pasien.

j) Merapikan pasien jika tindakan sudah selesai.

4) Tahap Terminasi

a) Melakukan evaluasi tindakan yang dilakukan.

b) Menyampaikan rencana tindak lanjut.

c) Mengajak pasien membaca hamdalah dan berdoa kepada Allah.

d) Berpamitan dengan pasien kontrak waktu yang akan datang.

e) Membereskan alat-alat.

f) Mencuci tangan.

g) Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan.

Hal yang perlu diperhatikan :

1) Informasikan pada pasien / keluarga : a) Tindakan dan tujuannya pada pasien.

b) Anjurkan pasien untuk memberitahu perawat bila merasa nyeri atau mati rasa.

2) Beritahukan pada pasien bahwa pemasangan kirbat hanya dilakukan oleh perawat.

3) Bila pasien kedinginan/sianosis kirbat es harus segera diangkat.

4) Memasang eskap tutup/mulut berada di atas, memasang eskrag tutup berada di sebelah luar.

5) Pastikan cincin karet pada penutup harus terpasang supaya tidak bocor.

6) Selama pemberian kirbat es perhatikan kulit pasien adakah iritasi/kemerahan.

7) Pada perasat untuk penurunan suhu, suhu pasien harus dikontrol tiap 30-60 menit. Bila suhu sudah turun kompres dihentikan.

4. MASASE / PEMIJATAN

Dalam dokumen memasang kateter (Halaman 103-113)

Dokumen terkait