• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komunikasi Verbal dan Non Verbal

Seorang anak laki-laki pendiam yang berumur 3 tahun untuk pertama kalinya diantar ke dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan dan pembersihan gigi. Seorang perawat dengan sangat sabar mencoba untuk memulai percakapan dengannya, tapi si anak tidak memberi respon apa pun. Sesudah selesai membersihkan gigi anak itu, perawat memanggil dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan terakhir. Dokter gigi yang juga

senang dengan anak-anak mencoba untuk mengajak anak itu berbicara.

“Berapa umurmu?” tanyanya, tapi si Dokter tidak mendapat respon. Dokter itu bertanya lagi, “Kamu tidak tahu umurmu, ya?”

Tiba-tiba tiga buah jari kecil diangkat ke atas.

“Oh,” sahut dokter itu, “Apakah kamu tahu umur berapa itu?” Kembali tiga buah jari kecil diangkat ke atas. SupayaSupayaupaya terjadi komunikasi verbal, dokter itu bertanya, “Kamu nggak bisa ngomong, ya?”

Anak kecil pendiam itu memandang si dokter dan berkata dengan jengkel, “Dokter nggak bisa berhitung, ya?”

Ilustrasi tersebut menggambarkan bagaimana komunikasi verbal dan non verbal berjalan bersamaan. Komunikasi verbal adalah kegiatan komunikasi yang menggunakan bahasa, ucapan lisan atau bahasa tertulis. Sedangkan komunikasi non verbal dilakukan dengan isyarat atau tanda. Contohnya adalah gerakan tangan, angggukan kepala untuk mengatakan ”ya”, menggelengkan kepala untuk mengatakan ”tidak”. Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Bahasa dapat juga dianggap sebagai sistem kode verbal. Bahasa dapat didefinisikan sebagai seperangkat simbol, Bahasa dapat didefinisikan sebagai seperangkat simbol,Bahasa dapat didefinisikan sebagai seperangkat simbol, dengan aturan untuk mengkombinasikan simbol-simbol tersebut, yang digunakan dan dipahami suatu komunitas.

Ketika anak kecil yang pergi ke dokter tersebut mengacungkan jari, ia sedang memberi isyarat secara non verbal untuk mengatakan kalau usianya tiga tahun. Sementara ketika ia mengatakan, ”Dokter nggak bisa berhitung ya?”, berarti”Dokter nggak bisa berhitung ya?”, berarti komunikasi verbal sedang dilakukan. Dalam kegiatan komunikasi, simbol secara verbal dan non verbal bisa berjalan secara

bersamaan atau bergantian ketika seseorang berkomunikasi dengan orang lain. Seorang yang tidak mampu bicara bisa menggunakan bahasa isyarat sebagai simbol komunikasi non verbal.

Komunikasi verbal adalah kegiatan komunikasi yang menggunakan simbol atau pesan verbal. Bahasa menjadi aspekimbol atau pesan verbal. Bahasa menjadi aspek penting dalam komunikasi verbal tersebut. Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Bahasa dapat juga dianggap sebagai sistem kode verbal. Jalaluddin Rakhmat (1994), mendefinisikan bahasa secara fungsional dan formal. Secara fungsional, bahasa diartikan sebagai alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan. Ia menekankan dimiliki bersama, karena bahasa hanya dapat dipahami bila ada kesepakatan di antara anggota-anggota kelompok sosial untuk menggunakannya. Secara formal, bahasa diartikan sebagai semua kalimat yang terbayangkan, yang dapat dibuat menurut peraturan tatabahasa. Setiap bahasa mempunyai peraturan bagaimana kata-kata harus disusun dan dirangkaikan supaya memberi arti.

Menurut Larry L. Barker (dalam Deddy Mulyana, 2005), bahasa mempunyai tiga fungsi: penamaan (naming atau labeling), interaksi, dan transmisi informasi.

1. Penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasikan objek, tindakan, atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi.

2. Fungsi interaksi menekankan berbagi gagasan dan emosi, yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan.

3. Melalui bahasa, informasi dapat disampaikan kepada orang lain, inilah yang disebut fungsi transmisi dari bahasa.

Keistimewaan bahasa sebagai fungsi transmisi informasi yang lintas-waktu, dengan menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan, memungkinkan kesinambungan budaya dan tradisi kita.

Secara sederhana, komunikasi nonverbal berisi isyarat bukan kata-kata. Komunikasi non verbal mencakup semua rangsangan (kecuali rangsangan verbal) dalam suatu kegiatan komunikasi, yang dihasilkan oleh individu dan penggunaan lingkungan oleh individu, yang mempunyai nilai pesan potensial bagi pengirim atau penerima. Jadi definisi ini mencakup perilaku yang disengaja dan tidak disengaja sebagai bagian dari peristiwa komunikasi. Secara keseluruhan kita mengirim pesan nonverbal tanpa menyadari bahwa pesan-pesan tersebut bermakna bagi orang lain. (Larry A Samovar, Porter, 1991: 70)

Komunikasi nonverbal seringkali digunakan lebih efektif ketika menyangkut komunikasi antara dua individu yang belum saling mengenal atau tidak memahami bahasa satu sama lain.

Sebagai contoh, orang Indonesia yang pergi ke Cina dan tidak bisa berbahasa Cina tetap bisa berkomunikasi dengan mereka.

Setidaknya untuk kebutuhan seperti makan, minum, tidur, minta maaf, memberi salam dan aktivitas umum lainnya bisa dilakukan dengan bahasa nonverbal. Artinya ada kesepakatan lambang yang diterima hampir semua bangsa untuk menunjukkan perilaku tertentu.

Gerakan tangan yang sering digunakan dalam komunikasi nonverbal

Tanda nonverbal seperti menganggukkan kepala, menggeleng, mengernyitkan dahi seringkali dimaknai secara sama oleh berbagai orang dari latar belakang berbeda. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan perbedaan tafsir terhadap bahasa nonverbal yang digunakan. Dalam komunikasi nonverbal terdapat pesan-pesan yang memungkinkan orang saling mengerti meskipun tidak memahami bahasa satu sama lain. Keberadaan komunikasi nonverbal tidak mempersyaratkan keahlian dalam berbahasa maupun kemampuan untuk menerjemahkan pesan melalui bahasa tertentu. Komunikasi nonverbal memungkinkan seseorang untuk mengekspresikan keinginan dan idenya meskipun memiliki keterbatasan bahasa verbal.

Bahasa nonverbal yang sering digunakan sebagai medium mengungkapkan perasaan adalah warna. Warna tertentu dianggap mewakili makna tersendiri. Misalnya, warna merah dianggap mewakili unsur keberanian, rasa marah, tidak ragu-

ragu. Warna putih melambangkan kesucian, polos, tanda menyerah, perdamaian dan lainnya. Di beberapa daerah, warna putih juga digunakan untuk menunjukkan perasaan berkabung akibat kematian. Warna kuning juga digunakan di beberapa daerah untuk mengekspresikan perasaan berkabung.

Selain warna, medium lain yang sering digunakan untuk menunjukkan pesan nonverbal adalah pakaian. Secara kasat mata bisa dilihat kalau pakaian dipilih untuk menunjukkan pesan tertentu. Pakaian tidak lagi digunakan untuk fungsi dasar semata, melainkan sudah memenuhi aspek fungsi komunikasi.

Pakaian tidak lagi hanya digunakan untuk menutup tubuh, melindungi dari panas dan hujan melainkan bertambah fungsi untuk menunjukkan martabat, kedudukan dan fungsi komunikasi lainnya.

Menurut Jalaluddin Rakhmat (1994), Klasifikasi pesanKlasifikasi pesan nonverbal dapat dibagi menjadi beberapa kelompok:

- Pesan kinesik

Pesan nonverbal yang menggunakan gerakan tubuh yang berarti, terdiri dari tiga komponen utama: pesan fasial, pesan gestural, dan pesan postural. Pesan fasial menggunakan air Pesan fasial menggunakan airenggunakan air

Merah

muka untuk menyampaikan makna tertentu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa wajah dapat menyampaikan paling sedikit sepuluh kelompok makna: kebahagiaan, rasa terkejut, ketakutan, kemarahan, kesedihan, kemuakan, pengecaman, minat, ketakjuban, dan tekad. Leathers (1976) menyimpulkanLeathers (1976) menyimpulkan penelitian-penelitian tentang wajah sebagai berikut:

a. Wajah mengomunikasikan penilaian dengan ekspresi senang dan tak senang, yang menunjukkan apakah komunikator memandang objek penelitiannya baik atau buruk;

b. Wajah mengomunikasikan berminat atau tak berminat pada orang lain atau lingkungan;

c. Wajah mengomunikasikan intensitas keterlibatan dalam situasi situasi;

d. Wajah mengomunikasikan tingkat pengendalian individu terhadap pernyataan sendiri; dan wajah barangkali mengomunikasikan adanya pengertian atau kurang pengertian.

Pesan gestural menunjukkan gerakan sebagian anggota badan seperti mata dan tangan untuk mengomunikasi berbagai makna. Pesan postural berkenaan dengan keseluruhan anggotaberkenaan dengan keseluruhan anggotaerkenaan dengan keseluruhan anggota badan. Makna yang dapat disampaikan adalah:Makna yang dapat disampaikan adalah:

a. Immediacy yaitu ungkapan kesukaan dan ketidaksukaan terhadap individu yang lain. Postur yang condong ke arah yang diajak bicara menunjukkan kesukaan dan penilaian positif;

b. Power mengungkapkan status yang tinggi pada diri komunikator. Anda dapat membayangkan postur orang

yang tinggi hati di depan Anda, dan postur orang yang merendah;

c. Responsiveness, individu dapat bereaksi secara emosional pada lingkungan secara positif dan negatif.

Bila postur Anda tidak berubah, Anda mengungkapkan sikap yang tidak responsif.

- Pesan proksemik

Disampaikan melalui pengaturan jarak dan ruang. Umumnyaisampaikan melalui pengaturan jarak dan ruang. Umumnya dengan mengatur jarak kita mengungkapkan keakraban kita dengan orang lain.

- Pesan artifaktual

Diungkapkan melalui penampilan tubuh, pakaian, daniungkapkan melalui penampilan tubuh, pakaian, dan kosmetik. Walaupun bentuk tubuh relatif menetap, orang sering berperilaku dalam hubungan dengan orang lain sesuai dengan persepsinya tentang tubuhnya (body image). Erat kaitannya dengan tubuh ialah upaya kita membentuk citra tubuh dengan pakaian dan kosmetik.

- Pesan paralinguistik

Adalah pesan nonverbal yang berhubungan dengan caradalah pesan nonverbal yang berhubungan dengan cara mengucapkan pesan verbal. Satu pesan verbal yang sama dapat menyampaikan arti yang berbeda bila diucapkan secara berbeda.

- Pesan sentuhan dan bau-bauan

Alat penerima sentuhan adalah kulit, yang mampu menerima dan membedakan emosi yang disampaikan orang melalui sentuhan.

Sentuhan dengan emosi tertentu dapat mengomunikasikan: kasih sayang, takut, marah, bercanda, dan tanpa perhatian. Bau-bauan, terutama yang menyenangkan (wewangian) telah berabad-abad digunakan orang, juga untuk menyampaikan pesan –menandai wilayah mereka, mengidentifikasikan keadaan emosional, pencitraan, dan menarik lawan jenis.

Pembagian tersebut dapat diringkas dalam gambar berikut.

Gambar ini akan membantu kita memahami pembagian dari klasifikasi pesan nonverbal tersebut.