• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Pendidikan Agama Islam

BAB I PENDAHULUAN

B. Kajian Teori

7. Konsep Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agama islam yaitu bimbingan jasmani dan rohani menuju terbentuk kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.

Dengan pengertian lain pendidikan agama islam merupakan suatu bentuk kepribadian utama yakni kepribadian muslim. kepribadian yang memiliki nilai-nilai agama Islam memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai- nilai Islam. Pendidikan agama islam merupakan pendidikan yang bertujuan membentuk individu menjadi makhluk yang bercorak diri berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikan adalah mewujudkan tujuan ajaran Allah.40

Menurut Hasan Langgulung41 Pendidikan Islam ialah pendidikan yg memiliki empat macam fungsi yaitu :

1) Menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan-peranan tertentu dalam masyarakat pada masa yang akan datang. Peranan ini berkaitan erat dengan kelanjutan hidup masyarakat sendiri.

2) Memindahkan ilmu pengetahuan yang bersangkutan dengan peranan- peranan tersebut dari generasi tua kepada generasi muda.

40 Djamaludin, Abdullah aly, Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Bandung: Pustaka Setia, 1999), 9.

41 Ibid,. 10.

3) Memindahkan nilai-nilai yang bertujuan utk memilihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yang menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup suatu masyarakat dan peradaban.

4) Mendidik anak agar beramal di dunia ini untuk memetik hasil di akhirat.

An-Naquib Al-Atas42 mengatakan pendidikan Islam ialah usaha yang dialakukan pendidik terhadap anak didik untuk pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yang benar dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan sehingga membimbing kearah pengenalan dan pengakuan akan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan keberadaan.

Halim Soebahar mengatakan pendidikan Islam adalah seganap kegiatan yang dilakukan seseorang atau suatu lembaga untuk menanamkan nilai-nilai Islam dalam diri sejumlah siswa dan keseluruhan lembaga-lembaga pendidikan yang mendasarkan program pendidikan atau pandangan dan nilai-nilai Islam.43

Pendidikan Islam adalah jenis pendidikan yang pendirian dan penyelenggaraan didorong oleh hasrat dan semangat cita-cita untuk mengejewantahkan nilai-nilai Islam baik yang tercermin dalam nama lembaga maupun dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan.44

Kendati dalam peta pemikiran Islam upaya menghubungkan Islam dengan pendidikan masih diwarnai banyak perdebatan namun yang

42 Aly, Kapita, 10.

43 Abd. Halim Soebahar, Wawasan Baru Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2002), 12.

44 Ibid., 13.

pasti relasi Islam dgn pendidikan bagaikan dua sisi mata uang mereka sejak awal mempunyai hubungan filosofis yang sangat mendasar baik secara ontologis epistimologis maupun aksiologis.

Yang dimaksud dengan pendidikan Islam disini adalah pertama ia merupakan suatu upaya atau proses yang dilakukan secara sadar dan terencana membantu peserta didik melalui pembinaan asuhan bimbingan dan pengembangan potensi mereka secara optimal agar nanti dapat memahami menghayati dan mengamalkan ajaran islam sebagai keyakinan dan pandangan hidup demi keselamatan di dunia dan akherat.

Kedua merupakan usaha yang sistimatis pragmatis dan metodologis dalam membimbing anak didik atau tiap individu dalam memahami menghayati dan mengamalkan ajaran islam secara utuh demi terbentuk kepribadian yang utama menurut ukuran islam. Dan ketiga merupakan segala upaya pembinaan dan pengembangan potensi anak didik untuk diarahkan mengikuti jalan yang islami demi memperoleh keutamaan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akherat.

Maka dengan demikian pendidikan Islam dari beberapa pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa pendidikan Islam sebagai usaha membina dan mengembangkan pribadi manusia baik dari aspek rohaniah jasmaniah dan juga harus berlangsung secara hirarkis.

oleh karena itu pendidikan Islam merupakan suatu proses kematangan perkembangan atau pertumbuhan baru dapat tercapai bilamana

berlangsung melalui proses demi proses kearah tujuan transformatif dan inovatif.

Pendidikan islam sebagaimana rumusan diatas menurut Abd Halim Subahar45 memiliki beberapa prinsip yang membedakan dengan pendidikan lain Prinsip Pendidikan islam antara lain :

a) Prinsip tauhid b) Prinsip Integrasi c) Prinsip Keseimbangan d) Prinsip persamaan

e) Prinsip pendidikan seumur hidup dan f) Prinsip keutamaan.

Sedangkan tujuan pendidikan islam dapat dirumuskan sebagai berikut :

a) Untuk membentuk akhlakul karimah.

b) Membantu peserta didik dalam mengembangkan kognisi afeksi dan psikomotori guna memahami menghayati dan mengamalkan ajaran islam sebagai pedoman hidup sekaligus sebagai kontrol terhadap pola fikir pola laku dan sikap mental.

c) Membantu peserta didik mencapai kesejahteraan lahir batin dangan membentuk mereka menjadi manusia beriman bertaqwa berakhlak mulia memiliki pengetahuan dan keterampilan berkepribadian

45 Ibid., 64.

integratif mandiri dan menyadari sepenuh peranan dan tanggung jawab diri di muka bumi ini sebagai abdullah dan kholifatullah.

Dengan demikian sesungguh pendidikan islam tak saja fokus pada education for the brain tetapi juga pada education for the heart.

Dalam pandangan islam krn salah satu misi utama pendidikan islam adl dalam rangka membantu peserta didik mencapai kesejahteraan lahir batin maka ia harus seimbang sebab bila ia hanya fokus pada pengembangan kreatifiats rasional semata tanpa diimbangi oleh kecerdasan emosional maka manusia tak akan dapat menikmati nilai kemajuan itu sendiri bahkan yang terjadi adl demartabatisasi yang menyebabkan manusia kehilangan identitas dan mengalami kegersangan psikologis dia hanya meraksasa dalam tehnik tapi merayap dalam etik.

Demikian pula pendidikan islam mesti bersifat integralitik arti ia harus memandang manusia sebagai satu kesatuan utuh kesatuan jasmani rohani kesatuan intelektual emosional dan spiritual kesatuan pribadi dan sosial dan kesatuan dalam melangsungkan mempertahankan dan mengembangkan hidup dan kehidupannya.

Pendidikan agama islam dapat diartikan bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Oleh karena itu, pendidikan dipandang sebagai salah satu aspek yang memiliki peranan pokok dalam membentuk generasi muda agar memiliki kepribadian yang

utama. Dari pengertian diatas, unsur-unsur yang ada dalam pendidikan dapat disimpulkan, yaitu :

a) Usaha (kegiatan) yang bersifat membimbing dan dilakukan secara sadar,

b) Pendidik atau pembimbing, c) Peserta didik, dan

d) Bimbingan yang mempunyai dasar dan tujuan.46

Kalau sekilas kita lihat, dari unsur-unsur yang terdapat dalam pendidikan tersebut, dapatlah diambil suatu pengertian bahwa pendidikan adalah usaha untuk membimbing yang dilakukan secara sadar terhadap peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang baik dan utama. Di kalangan umat islam dahulu, terdapat tiga istilah yang dipergunakan untuk menyebut kata pendidikan, yaitu; ta’lim tarbiyah dan ta’dib.

Dalam perkembangannya didunia Islam, pada umumnya, istilah yang dipergunakan untuk menyebut pendidikan adalah kata Tarbiyah, karena istilah tarbiyah sudah mencakup pengertian yang luas, meliputi pendidikan jasmani, akal, sosial, perasaan dan sebagainya. Bahkan pengertian ta’lim dan ta’dib sudah tercakup didalamnya. Karena ta’lim berupa berarti pengajaran yang merupakan bagian dari tarbiyah.

Sedanghkan ta’dib berarti penanaman sopan santun; dalam bentuk tingkah laku. Hal itu pun sudah termasuk dalam tarbiyah.

46 Abdul Ghofir, Metodologi Pembelajaran PAI, (Malang: UNM Press, 2004), 1.

Terdapat beberapa pengertian mengenai pendidikan agama diantaranya dalam Encyclopedia Education Pendidikan agama diartikan suatu kegiatan yang bertujuan menghasilkan orang beragama. Dengan demikian, pendidikan agama perlu diarahkan kearah pertumbuhan moral dan karakter. Pendidikan agama tidak cukup hanya memberikan pengetahuan tentang agama, akan tetapi juga harus ditekankan pada Felling Attitude, Personal Ideal, aktifitas dan kepercayaan.47

Saleh berpendapat bahawa pendidikan agama adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik supaya kelak, setelah selesai pendidikannya, dan memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam serta menjadikan sebagai Way Of Life (jalan kehidupan).48

Sedangkan pendidikan versi penulis sendiri adalah suatu usaha yang berangkat dari dalam hati atau niat sungguh-sungguh dalam membimbing diri kearah pertumbuhan kepribadian peserta didik secara sistematis dan pragmatis, agar berkehidupan sesuai dengan ajaran Islam dan Ta’dib sehingga terjalin kebahagiaan dunia dan akhirat.

Pendidikan Agama Islam adalah Upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani ajaran agama Islam di barengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya

47 Ibid., 1.

48 Abdurrochman Saleh, Pedoman Pembinan Pondok Pesantren. (Jakarta: Proyek Pembinaan Bantuan Kepada Pondok Pesantren Ditjen Binbaga Islam Depag RI.1988), 3.

dengan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.49

Menurut darajat pandidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh, lalu menghayati tujuan yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.50

Munculnya anggapan-anggapan yang kurang menyengkan tentang pendidikan agama seperti islam diajarkan lebih pada hafalan padahal Islam penuh dengan nilai-nilai yang harus dipraktekan.

Pendidikan Agama lebih ditekankan pada hubungan formalitas antara hamba dengan tuhanya dan hubungan sesama manusia, karena ini disebabkan penilaian kelulusan siswa dalam pelajaran agama diukur berapa banyak hafalan dan mengerjakan ujian tertulis di kelas yang dapat di demonstrasikan oleh siswa, karena penghayatan nilai-nilai agama kurang mendapat penekanan.

Penghayatan nilai-nilai agama seperti halnya kurang mendapat penekanan dan masih terdapat respon kritis terhadap pendidikan agama.

Hal ini disebabkan penilaian kelulusan siswa dalam pelajaran agama di

49 Depdiknas. Paket Pelatihan Awal Untuk sekolah dan Masyarakat. (Jakarta: Depdiknas, 2005), 3.

50 Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep, Karakteristik dan Implementasi, (Bandung:

PT. Remaja Rosdakarya Offset. 2004), 130.

ukur dengan berapa banyak hafalan dan mengerjakan ujian tulis di kelas dapat di demonstraikan oleh siswa.51

Dalam penyelengaraan pendidikan sehingga yang muncul uniform sentra listik kurikulum, model hafalan dan monolog, materi ajar yang banyak serta kurang menekankan pada pembentukan karakter bangsa. Materi pelajaran pendidikan agama Islam itu secara keseluruhan dalam lingkup alquran dan al hadist, keimanan, akhlak, fiqih, ibadah, dan sejarah, segaligus menggambarkan ruang lingkup pendidikan agama Islam mencangkup perwujudan, keserasian, dan keseimbangan hubungan dengan Allah Swt, diri sendiri, sesama manusia, makhluk lainya maupun lingkunganya (hablum minallah wa hablum minanas).

Berdasarkan beberapa definisi tersebut sudah jelas bahwa Pendidikan Agama Islam merupakan usaha sadar dalam rangka mempersiapkan perserta didik untuk menyakini, memahami dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam antara lain Al- Qur’an dan Akhlak.