• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Pendidikan Agama Islam

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

A. Konsep Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw

8. Konsep Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agam islam adalah usaha sadar dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, menghayati, mengimani, bertaqwa berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama islamdari sumber utamanya yakni al-qur’an dan al- hadits melalui kegiatan bimbingan, pengajaran serta penggunaan pengalaman.38

Jadi pendidikan agama islam merupakan usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik dalam meyakini, mengimani serta mengamalkan agama islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran latihan yang telah ditetapkan untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan.

Pendidikan agama islam bertujuan meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengalaman peserta didik tentang agama

37 Nasution, Teknologi Pendidikan, ( Bandung: Bumi Aksara : 1982), h. 81.

38 Ramayulis, Metodologi Pendidikan…, h. 21.

islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman, bertaqwa kepada Allah SWT. serta berakhlak mulia, berbangsa dan bernegara serta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Tujuan pendidikan agama islam juga harus sesuai dengan tujuan hidup manusia, sebagaimana firman Allah dalam Q.S Adz-Dzariyat ayat 56, yang berbunyi :

ب يل اا س ا ا جلا قلخ ام

Artinya :

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. ( QS. Adz-Dzariyat : 56 ).39

Dalam ayat diatas sudah jelas bahwa firman Allah diatas menunjukkan bahwa allah menciptakan manusia dan jin itu semata-mata hanya untuk mengabdi kepadanya. Jelaslah bahwasanya jika kita ingkar kepada Allah SWT, maka akan mendapatkan balasan atas apa yang ia kerjakan selama hidup di dunia. Setiap manusia akan bertanggung jawab atas apa yang ia kerjakan selama hidup didunia dan allah telah menjanjikan syurganya untuk umatnya yang mematuhi segala perintahnya, dan begitu pula sebaliknya.

Jadi tujuan manusia hidup di dunia ini, hendaklah untuk beriman dan bertaqwa kepada penciptanya yakni Allah SWT.dengan ia beriman , maka hidupnya akan tenang, akan dimudahkan oleh Allah. Selain itu

39 Kementrian Agama RI, Az- Zikru Al-Qur’an…, h. 523.

dengan tujuan hidup yang seperti itu maka kelak di akhiratpun akan mendapatkan balasan atas apa yang dikerjakannya selama di dunia.

B.Kerangka Berfikir

Pada pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw ini, aktifitas belajar lebih banyak terpusat pada siswa. Dalam proses kerja kelompok dan berdiskusi guru hanya berfungsi sebagai fasilitator dan mengkoordinir proses pembelajaran yang terlaksana. Suasana belajarpun akan terasa nyaman dan santai, dengan begitu proses berfikir siswa lebih terarah dan luas sehingga siswa dapat mengembangkan sendiri ilmu yang dipelajarinya menjadi pengetahuan yang bermakna. Hal ini dapat menimbulkan semangat dan perhatian siswa, yang dapat berpengaruh baik terhadap motivasi siswa dalam belajar pada mata pelajaran PAI.

Sehingga dengan adanya kemampuan seperti ini akan memberikan peluang kepada siswa yang lain untuk saling membantu, membantu siswa yang kurang pintar dalam menyelesaikan persoalan yang dirasakan sulit dalam mata pelajaran pendidikan agama islam. Sehingga pada akhirnya pembelajaran tipe jigsaw ini dapat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI, dengan merasa termotivasinya siswa dalam belajar maka siswa pun akan merasa senang dan memiliki semangat yang lebih dalam proses belajar, sehingga pada akhirnya dapat pula meningkatnya prestasi belajar siswa dengan adanya motivasi tersebut. Jadi, sebuah motivasi dalam proses pembelajaran itu sangat penting dan berpengaruh dalam proses belajar.

Sehubungan dengan di maksud, maka asumsi yang diajukan dalam penelitian ini dapat dijelaskan bahwa Pembelajaran Cooperaitive Learning Tipe Jigsawdapat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa dan keberhasilan dalam menggunakan berbagai model pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan guru. Sebagaimana digambarkan dibawah ini.

r

Gambar 2.1 Kerangka Pikir

Keterangan :

X : Model Pembelajaran Jigsaw r : Korelasi / Hubungan

Y : Motivasi Belajar

C.HipotesisPenelitian

Dalam hal ini penulis memandang perlu untuk dapat memberikan gambaran tentang dugaan serta jawaban sementara dari cara-cara memecahkan permasalahan yang ada pada penelitian ini. Dugaan sementara (Hipotesis) pada penelitian ini berdasarkan teori-teori yang telah dikemukakan adalah Terdapat pengaruhmodel pembelajaran Cooperative LearningTipe Jigsawterhadap Motivasi Belajar siswa pada mata pelajaran PAI kelas X- IPS SMAN I Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017.

Y X

BAB III

METODE PENELITIAN

A.Jenis dan Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian Kuantitatif yang dimana peneliti meneliti tentang pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Siswa Kelas X-IPS SMAN I Praya Timur Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017.

Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan ex post facto. Yang dimana penelitian ex post facto ini merupakan penelitian yang dilakukan untuk meneliti suatu hubungan sebab akibat yang tidak dimanipulasi oleh peneliti, penelitian sebab akibat dilakukan terhadap program, kegiatan atau kejadian yang telah berlangsung. Adapun sebab akibat didasarkan atas kejadian teoritis, bahwa suatu variabel disebabkan oleh variabel tertentu.40

Pengambilan data denganmenggunakan instrumen penelitian berupa angket, sesuai dengan bentuk ex post facto maka langsung diberikan angket tanpa harus melakukan perlakuan terhadap variabel.

B. Populasi dan Sampel a) Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala, nilai tes atau

40Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya, 2010), h. 55.

35

peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam penelitian.41Dengan demikian yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X-IPS yang terdaftar di SMAN I Praya Timur Kecamatan praya timur Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017.

b) Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi. Sedangkan Sutrisno Hadi mengatakan bahwa “Sampel adalah sebagian dari populasi atau sejumlah penduduk yang jumlahnya kurang dari jumlah populasi.

Dengan pemahaman tersebut maka penulis kiranya dapat memahami bahwa sampel merupakan bagian yang tak terpisahkan dari populasi. Mengingat jumlah murid terlalu banyak maka penulis menggunakan teknik Random sampling.Random sampling adalah pengambilan sampel secara acak dimana peneliti menganggap hak yang sama kepada setiap subjek dan setiap subjek mempunyai kesempatan yang sama menjadi sampel42. Dengan demikian prosedur sampling yang ditetapkan dalam upaya memperoleh sampel yang refresentatif atau yang dapat mewakili populasi adalah Random sampling. Hal ini memungkinkan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel.

41S Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta,2014), h.118.

42Arikunto, Prosedur Penelitian..., h. 111.

Cara yang dipilih peneliti dalam mengambil sampel dengan random sampling adalah dengan cara undian, yaitu peneliti masuk ke kelas X-IPS untuk mengundi nomor absen siswa tiap kelas, lalu nomor absen yang terpilihlah yang diberikan angket.

Untuk mempertimbangkan efesiensi dari beberapa aspek (waktu dan dana), maka dalam penelitian ini akan diterapkan penelitian sampel, dimana sebagaimana dipahami bahwa sampel itu merupakan duplikat, cermin atau wakil dari populasi, dimana jumlah sampel yang dipergunakan sebesar 25% dari jumlah populasi hingga sampelnya berjumlah 30 orang, seperti tertuang dalam pernyataan di bawah ini :

“Untuk sekedar ancer-ancer apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitian ini adalah penelitian populasi. Jika subjeknya lebih dari seratus dapat diambil antara 10 - 15%

atau 20 - 25%, atau tergantung kemampuan peneliti”43. C.Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang penulis gunakan untuk memperoleh data yang valid tentang Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Belajar adalah berupa angket.Angket yang digunakan terdiri dari 15 butir soal (variabel X) dan15butir soal (variabel Y) yang disebarkan kepada 30 orang siswa.

43Ibid, h. 112.

Peniliaian skor untuk variabel penelitian sebagai analisis kuantitatif adalah dengan menggunakan skala likert dengan alternatif jawaban sebagai berikut :

Tabel 3.1.

Daftar Harga Skor Skala Likert

No Alternatif Jawaban Skor Keterangan

1 Selalu 4

2 Sering 3

3 Kadang-kadang 2

4 Tidak pernah 1

Skala pengukuran ubahan ini menggunakan model alternatif jawaban dengan skor antara 1 sampai dengan 4, pertanyaan-pertanyaan dibuat bersifat positif dan negatif. Untuk pernyataan positif, pilihan sangat selalu = 4, sering = 3, kadang-kadang =2, dan tidak pernah = 1.44

Adapun kisi-kisi instrumen pada penelitian yang penulis gunakan dalam pembuatan angket adalah sebagai berikut:

44Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D, h. 93.

Table 3.2.

Kisi-kisi instrument penelitian

No Variabel Indikator

Butir Soal

+ _

1 Cooperative learning tipe jigsaw

1. Aktif berdiskusi 2. Interaksi berdiskusi

3. Semangatdalam memecahkan masalah

4. Berpartisipasi dalam berdiskusi

5. keterampilan bekerjasama memecahkan masalah dengan teman

1,2, 3,4, 5,6,7, 8, 9,10,1 1,12 13,14, 15 2 Motivasi

Belajar

1. Minat dan ketajaman perhatian dalam belajar 2. keinginan untuk berprestasi

dalam belajar

3. Ketekunan dalam belajar 4. Adanya cita-cita masa depan 5. Adanya dorongan dalam

belajar

6. Kegiatan yang menarik dalam belajar

1,2 3,4, 5 8,9 10,11 13,14, 15

D.Teknik Pengumpulan Data

a) Observasi

Metode observasi yaitu suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis.45Metode ini untuk memperoleh data tentang gambaran umum keadaan fisik SMAN I Praya Timur Lombok Tengah.

b) Dokumentasi

Dalam bukunya Suharsimi Arikunto, dokumentasi adalah barang- barang yang tertulis seperti buku-buku catatan peraturan, notulen rapat, catatan harian. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang struktur organisasi, data lainSMAN I Praya Timur Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017.

c) Angket

Angket / Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui"46.

Menurut Yatim Riyanto, angket atau kuesioner jika dilihat dari penyusunan itemnya dapat dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut :

45Ibid, h. l 80.

46Arikunto, Prosedur Penelitian..., h. 200.

1. Angket terbuka atau angket isian merupakan angket yang berupa item- item pertanyaan yang tidak disertai alternatif jawaban, melainkan mengaharapkan responden untuk mengisi atau memberi komentar atau pendapat.

2. Angket tertutup merupakan angket yang menghendaki jawaban pendek, atau jawabannya diberikan dengan membubuhkan tanda tertentu.

Sesuai pendapat di atas maka dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan angket tertutup dimana responden nantinya akan membubuhkan tanda tertentu pada lembaran yang sudah disediakan.

Adapun katagori yang digunakan dalam pemberian nilai angket adalah

"Selalu, Sering, Kadang-Kadang, Tidak Pernah”, dimana masing-masing kategori tersebut diberi bobotSelalu = 4, Sering = 3, Kadang-Kadang =2, dan Tidak Pernah= 1.

Adapun langkah dan cara pengambilan data melalui metode angket adalah peneliti memberikan kepada responden pertanyaan-pertanyaan yang telah dirancang sesuai prosedur. Selanjutnya peneliti memberikan nilai terhadap masing-masing pilihan berdasarkan katagori nilai yang telah ditetapkan. Oleh karena itu angket/ kuesioner yang diterapkan dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh data tentang Model Pembelajaran Coopeative Learning Tipe Jigsawdengan pendapatan Motivasi Belajar Siswa Kelas X-IPS di SMAN I Praya Timur.Dalam pembuatan angket diperlukan indikator soal dalam angket tentang model pembelajaran

Jigsawdengan pendapatan Motivasi Belajar Siswa Kelas X-IPS di SMAN I Praya Timur Lombok Tengah.

E.Teknik Pengolahan Data

Untuk mengolah data dalam penelitian ini, peneliti melakukan langkah- langkah analisa data, sebagai berikut:

1. Editing

Editing adalah kegiatan yang dilakukan setelah peneliti selesai menghitung data di lapangan.47 Pada tahap ini penulis akan melakukan pengecekan terhadap data yang diperoleh, khusunya pada angket yang telah diisi oleh siswa. Angket tersebut harus diteliti satu persatu tentang kelengkapan pengisian, kejelasan penulisannya dan kebenaran pengisian angket.

2. Skoring

Tahap selanjutnya setelah dilakukan pengecekan terhadap angket tersebut adalah pemberian skor pada setiap butir-butir pertanyaan yang terdapat dalam angket.

3. Tabulating

Tabulating merupakan bagian terakhir dalam pengolahan data.

Tabulating adalah memasukkan data pada tabel-tabel tertentu dan mengatur angka-angka serta menghitungnya. 48

47Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: Pt. Kencana, 2006 ), h.165.

48Ibid, h.168

F. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan suatu cara yang digunakan untuk menguraikan keterangan-keterangan atau data yang diperoleh agar data tersebut dapat difahami oleh peneliti dan juga orang lain yang ingin mengetahui hasil penelitian itu.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini Adalah rumus korelasi r “Product Moment” untuk Mencari/ menentukan koefisien korelasi antar variabel X dan Variabel Y , sebagai berikut:

Keterangan:

rxy :Angka indeks korelasi “r’Product Moment

XY : Jumlah hasil perkalian variabel X dan variabel Y X : Jumlah skor dalam sumbu X

Y : Jumlah skor dalam sumbu Y

: Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sembarang X : Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sembarang Y n : Banyaknya subyek skor X dan skor Y yang berpasangan.49

Jika rxy atau rhitung pada taraf signifikansi 5% sama besarnya dengan rtabel pada taraf signifikansi 5% hipotesis nol (Ho) ditolak. Ini berarti bahwa pada taraf signifikansi terdapat pengaruh positif yang signifikan antara variabel X dan variabel Y. Tetapi jika pada taraf signifikansi 1%

tersebut maka hipotesis nol (Ho) diterima. Ini berarti bahwa untuk taraf

49Ibid, h.265.

signifikansi 1% tersebut tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan antar variabel X dan variabel Y.

Kemudian selanjutnya digunakan rumus Regresi Linier Sederhanauntuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Belajar Siswa, sebagimana rumus statistik berikut :

a. Rumus Regresi LinierSederhana Adalah:

Keterangan:

Ŷ : Kreterium

a : harga Ŷ bila X = 0 (Konstanta) b : koefisien regresi

X : Subyek pada variabel independen.50

Untuk menemukan harga a dan b digunakan rumus sebagai berikut:

50Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2014), h.261.

BAB IV

PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Validitas Instrumen

Validitas berarti “ketepatan suatu alat ukur (instrumen) untuk mengukur apa yang seharusnya diukur”.51 Validitas adalah salah satu ciri yang menandai suatu instrumen yang baik. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid.

Teori yang menyatakan bahwa uji validitas dan uji reliabilitas atau valid tidaknya angket itu diperbolehkan untuk dikonsultasikan. Dalam bukunya Sugiyono menyatakan bahwa dapat digunakan pendapat para ahli (judgment expert), dalam hal ini setelah instrumen dikonstruksi tentang aspek-aspek yang akan diukur dengan berlandaskan teori tertentu, maka selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli. Para ahli diminta pendapatnya tentang instrumen yang telah disusun itu. Mungkin para ahli akan memberikan pendapat instrumen dapat digunakan tanpa perbaikan, ada perbaikan dan mungkin dirombak total, yang umumnya sesuai dengan lingkup yang diteliti. Setelah pengujian konstruk dari ahli selesai, maka diteruskan uji coba instrumen. Instrumen yang telah disetujui para ahli tersebut dicobakan pada sampel dari mana populasi diambil.52

51 Arief Furqan, Pengantar Penelitian Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007), h.

293.

52 Sugiyono, Statistika Untuk,… h. 352.

45

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Angket tentang model pembelajaran jigsaw dan angket motivasi belajar. Angket yang peneliti gunakan dalam hal ini sudah dilakukan validasi oleh ahli validasi, begitu pula dengan uji reliabilitas angket tersebut.konsultasi validasi angket dilakukan oleh peneliti selama tiga kali pada bulan april lalu, konsultasi yang dimana konsultasi validasi angket dilakukan di kampus I, dan tahap ketiga konsultasi validasi angket tersebut di ACC oleh ahli validasi yakni bapak Drs. H. Lukman Hakim, M.Pd selaku dosen PAI UIN Mataram. Dengan begitu, angket yang digunakan layak untuk dipakai atau dipergunakan. 53 Angket ini bisa langsung digunakan untuk memperoleh data tentang pengaruh model pembelajaran jigsaw terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI siswa kelas X-IPS SMAN I Praya Timur Lombok Tengah.

B. Pengumpulan Data dan Penyajian Data

1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data sangatlah penting dalam suatu penelitian, disini dalam penelitian ini peneliti menggunakan pengumpulan data dengan metode angket dan dokumentasi. Yang dimana angket tersebut disebarkan kepada 30 responden dengan 15 buah pertanyaan per variabel sehingga berjumlah 30 pertanyaan dengan dua variabel. Pelaksanaan penelitian dengan metode angket dilaksanakan pada tanggal 3 April 2017, Yang

53Validasi Angket Model Pembelajaran Jigsaw Dan Motivasi Belajar Oleh Drs. H. Lukman Hakim, M.Pd, Pada Bulan April 2017.

dimana untuk pertama-tama hanya untuk mengantar surat izin pemberitahuan penelitian dari Akademik IAIN Mataram dan surat izin penelitian dari BAPPEDA Lombok Tengah. Dan pada tanggal 6 April peneliti mulai meneliti di SMAN I praya Timur Lombok Tengah dengan mulai memberikan dan menyebarkan angket sebagai bahan pengumpulan data yang diinginkan peneliti kepada 30 siswa atau responden di kelas X- IPS SMAN I Praya Timur Lombok Tengah. Sedangkan metode dokumentasi dilaksanakan pada tanggal 17 April 2017, yang dimana metode dokumentasi ini dilakukan untuk melengkapi data-data yang diperoleh melalui metode observasi. Sehingga penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 20 hari yang dimulai dari tanggal 3 April sampai 25 April 2017.

2. Penyajian Data

Penyajian data peneliti lakukan setelah pengumpulan data selesai dilaksanakan, disini penyajian data merupakan salah satu bukti bahwa peneliti pernah melakukan penelitian, adapun variabel dalam penelitian ini adalah Model pembelajaran jigsaw (X) dan motivasi belajar (Y). Data-data yang peneliti sajikan disini merupakan data yang peneliti ambil dari hasil lapangan dengan menggunakan metode dokumentasi dan hasil angket yang disebarkan kepada kelas X-IPS SMAN I Praya Timur Lombok Tengah.

C. Analisis Data

Data yang telah terkumpul dalam penelitian ini yakni data tentang pengaruh model pembelajaran jigsaw dan data motivasi belajar siswa.

Selanjutnya di sini peneliti menganalisis dengan menggunakan rumus r Product Momentuntuk mencari korelasi atau hubungan antar variabel.

Dan menggunakan rumus Regresi Linier Sederhanauntuk mencari pengaruh dari variabel tersebut.

Berikut nama-nama siswa kelas X-IPS SMAN I Praya Timur Lombok Tengah Tahun 2017, yang dijadikan responden terhadap jawaban hasil penyebaran angket dari masing-masing variabel, yang disajikan dalam bentuk tabel berikut.

Tabel 4.3

Rekapitulasi Hasil Angket Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe JigsawSiswa Kelas X-IPS SMAN I Praya Timur Lombok Tengah

Tahun Pelajaran 2016/2017.

No Nama siswa Skor

1 ANDARI SRIWAHYUNI 53

2 JUMIRIM 53

3 RISMAWATI 53

4 PARDIANTO 54

5 M. ISRO’ HIDAYATULLAH 56

6 PRATAMA SANDIKA PUTRA 52

7 NUSRIL HIDAYAT 44

8 WAHYUDIN 39

9 HARUMA ARTAGUNA 58

10 FARI’AH 35

11 NURLAILY APRILIANA 33

12 MUHLISIN GUNA WICANA 60

13 LISA OUTRUN NADA 56

14 RATMI LINDAWATI 59

15 BQ. SRIAYU WIDAYANTI 57

16 RINA MARIANI 25

17 ERGIANIS PRANTIA 33

18 WULANDARI 36

19 BQ. TUTIK SRI DEWI 31

20 BQ. ELA NURMAYANTI 32

21 DIYANI HARYUTI 60

22 RAUDATUL JANNAH 56

23 M. ALI 44

24 NAJAMUDIN 59

25 M.BAEHAQI 56

26 SUDIRMAN 40

27 ANI KARTIKA 39

28 RAHMAN BUDIANTO 59

29 RISNA WIRDANINGSIH 44

30 M.ZAENUL FAUZI 34

Sumber Data : Data Angket Diolah, Sabtu, 15 April 2017, Dengan Pengolahan Data Perhitungan Secara Manual.

Tabel diatas tentang hasil rekapitulasi hasil angket yang peneliti sebarkan di kelas X-IPS SMAN I Praya Timur Lombok Tengah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran jigsaw terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. yang dimana pada tabel diatas merupakan hasil rekapitulasi angket pada variabel x yaitu hasil angket model pembelajaran Cooperative learning tipe jigsaw. Jawaban yang mencapai rata-rata berjumlah dua orang siswa dengan skor jawaban 60, dan yang menjawab angket paling rendah hanya beberapa siswa salah satunya yang menjawab dengan nilai skor 31 hanya satu orang siswa.

Tabel 4.4

Rekapitulasi Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMAN I Praya Timur Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017.

No Nama Siswa Skor

1 ANDARI SRIWAHYUNI 51

2 JUMIRIM 57

3 RISMAWATI 56

4 PARDIANTO 57

5 M. ISRO’ HIDAYATULLAH 55

6 PRATAMA SANDIKA PUTRA 58

7 NUSRIL HIDAYAT 44

8 WAHYUDIN 43

9 HARUMA ARTAGUNA 58

10 FARI’AH 44

11 NURLAILY APRILIANA 42

12 MUHLISIN GUNA WICANA 58

13 LISA OUTRUN NADA 58

14 RATMI LINDAWATI 58

15 BQ. SRIAYU WIDAYANTI 58

16 RINA MARIANI 23

17 ERGIANIS PRANTIA 37

18 WULANDARI 14

19 BQ. TUTIK SRI DEWI 44

20 BQ. ELA NURMAYANTI 44

21 DIYANI HARYUTI 57

22 RAUDATUL JANNAH 55

23 M. ALI 33

24 NAJAMUDIN 59

25 M.BAEHAQI 59

26 SUDIRMAN 44

27 ANI KARTIKA 44

28 RAHMAN BUDIANTO 59

29 RISNA WIRDANINGSIH 43

30 M.ZAENUL FAUZI 44

Sumber Data : Data Angket Diolah, Sabtu, 15 April 2017, Dengan Pengolahan Data Perhitungan Secara Manual.

Kemudian Tabel diatas tentang hasil rekapitulasi hasil angket yang peneliti sebarkan di kelas X-IPS SMAN I Praya Timur Lombok Tengah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran jigsawterhadap

motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. yang dimana pada tabel diatas merupakan hasil rekapitulasi angket pada variabel Y yaitu hasil angket Motivasi belajar siswa. Jawaban yang mencapai rata-rata berjumlah tiga orang siswa dengan jumlah skor jawaban 59, dan yang menjawab angket paling rendah hanya beberapa siswa salah satunya yang menjawab dengan nilai skor paling rendah yakni 14 hanya satu orang siswa atas nama Wulandari.

Selanjutnya kedua data tentang pengaruh model pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsawterhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI siswa Kelas X-IPS SMAN I Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017 akan dianalisis dengan membuat tabel kerjaseperti berkut ini.

Tabel 4.5

Tabel Penolong Untuk Menghitung Persamaan Regresi dan Korelasi Sederhana

No X Y X2 Y2 XY

1 53 51 2809 2601 2703

2 53 57 2809 3249 3021

3 53 56 2809 3136 2968

4 54 57 2916 3249 3078

5 56 55 3136 3025 3080

6 52 58 2704 3364 3016

7 44 44 1936 1936 1936

8 39 43 1521 1849 1677

9 58 58 3364 3364 3364

10 35 44 1225 1936 1540

11 33 42 1089 1764 1386

12 60 58 3600 3364 3480

13 56 58 3136 3364 3248

14 59 58 3481 3364 3422

15 57 58 3249 3364 3306

16 25 23 625 529 575

17 33 37 1089 1369 1221

18 36 14 1296 196 504

19 31 44 961 1936 1364

20 32 44 1024 1936 1408

21 60 57 3600 3249 3420

22 56 55 3136 3025 3080

23 44 33 1936 1089 1452

24 59 59 3481 3481 3481

25 56 59 3136 3481 3304

26 40 44 1600 1936 1760

27 39 44 1521 1936 1716

28 59 59 3481 3481 3481

29 44 43 1936 1849 1892

30 34 44 1156 1936 1496

JML 1410 1456

69762 74358 71379

X = 47 Y = 48,53

Sumber Data : Data Diolah, Minggu, 16 April 2017Dengan Pengolahan Data Perhitungan Secara Manual.

Keterangan :

1. Kolom 1 : Nomor urut responden (subjek penelitian) 2. Kolom 2 : Skor variabel X

3. Kolom 3 : Skor variabel Y

4. Kolom 4 : Hasil pengkuadratan seluruh deviasi skor X ( X x X) 5. Kolom 5 : Hasil pengkuadratan seluruh deviasi skor Y (Y x Y) 6. Kolom 6 : Hasil perkalian skor variabel X dan Y

Data pada tabel diatas merupakan langkah untuk mencari korelasi atau hubungan antara variabel X dan variabel Y, yaitu hubungan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw terhadap motivasi belajar

siswa, sehingga akan dengan mudah peneliti dapat menganalisis dan mengetahui terdapat hubungan atau korelasi kedua variabel tersebut.

Selanjutnya data di atas dimasukkan kedalam rumus product momentyang telah ditetapkan, yaitu :

N XY – [(X) (Y)]

rxy =

√ [N X2– (X)2 ] [(N Y2– (Y)2]

30 . 71379 – [ (1410) . (1456) ] rxy =

√ {30 . 69762 – (1410)2 .( 30 . 74358 – (1456)2}

2141370 – 2052960 rxy =

√{(2092860 – 1988100) . (2230740 – 2119936)}

88410 rxy =

√(104760) . (110804)

88410 rxy =

√116078270

88410 rxy =

107739 rxy = 0, 821

Harga r tabel untuk taraf kesalahan 5% dengan n = 30 diperoleh r tabel = 0,361. Karena harga r hitung lebih besar dari r tabel untuk kesalahan 5% (0,821 > 0,361), maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan sebesar 0,821 antara Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw dan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI

Siswa Kelas X-IPS SMAN I Praya Timur Lombok Tengah.

Uji signifikansi :

T-hitung = √

= 0,821√

2 = 0, 821 . 5, 29

√ = √ = 0, 57

= 4,34 0, 57 = 7, 61

Dengan menguji signifikan atau tidaknya sebuah data, peneliti menggunakan rumus T hitung, yang dimana hasil signifikansi diatas

Dokumen terkait