BAB II KONSEP PENCIPTAAN
D. Konsep Perwujudan
Dalam mewujudkan ide tantang manfaat pisang dalam keseharian manusia dan falsafahnya dalam kehidupan masyarakat minangkabau. Penulis akan menjelaskan tentang falsafah tanaman pisang dalam kehidupan masyarakat minangkabau. Baik dalam pengertian ungkapan kehidupan dan kegunaannya dalam kehidupan manusia minangkabau. Seluruh falsafah dan arti kehidupan tanaman pisang ini akan penulis wujudkan dalam bentuk lukisan yang beraliran realis.
PENGAMATAN
REFERENSI PUSTAKA
FOTO OBJEK DAN SKETSA
KONSULTASI
PEMBIMBING I
PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN
FINISHING PROSES PEMBUATAN
PAMERAN
Struktur Penciptaan
Tabel 1. Struktur Penciptaan
PEMBIMBING II
BAB III
METODE/ PROSES PENCIPTAAN
A. Perwujudan Ide-ide Seni
Dalam proses mewujudkan ide-ide seni ini menggunakan beberapa tahapan, yaitu:
persiapan, elaborasi, sitesis, realisasi konsep, dan penyelesaian (finishing).
Yang pertama persiapan, penulis mencari ide-ide seni dengan melakukan survey terhadap karya-karya terdahulu dan dengan melihat kondisi alam ditempat tinggal penulis. Lalu penulis menyimpulkan masalah yang akan menjadi dasar penciptaan karya ini. Setelah ide-ide seni didapatkan maka penulis akan melakukan survey secara langsung maupun tidak langsung.
Survei secara tidak langsung penulis lakukan dengan membaca buku sumber, sedangkan survei secara langsung adalah dengan melakukan penelitian langsung di lingkungan tempat tinggal penulis.
Kedua elaborasi, penulis melakukan analisis terhadap ide-ide yang telah didapat lalu menyimpulkan sesuai dengan keperluan.
Ketiga sintesis, setelah menganalisis ide-ide penulis membuat konsep tentang karya yang akan dibuat dengan jalan menyusun jadwal tentang pelaksanaan pengerjaan karya akhir ini.
Keempat realisasi konsep, penulis akan mewujudkan ide-ide dalam bentuk lukisan realis seperti yang telah penulis rencanakan.
Kelima penyelesaian, lukisan tersebut di finishing dan diberi bingkai agar lebih menarik.
Sehingga realisasi tujuan dapat lebih terwujudkan.
BAB IV
HASIL KARYA DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Karya
Lukisan karya akhir ini merupakan bentuk ungkapan serta penulisan dan kerja keras dalam memberikan atau menyempurnakan pemaknaan terhadap tanaman pisang dan sekaligus merupakan tema pada karya akhir ini. Oleh sebab itu merasa perlu untuk memberi pembahasan tentang karya akhir ini satu persatu untuk membantu mempermudah bagi pengamat dalam mengamati dan menikmati karya yang tercipta dari tanaman pisang, sehingga si pengamat tidak menimbulkan perselisihan pemahaman dalam membaca makna yang termuat dalam karya sebagai ungkapan pengalaman visual.
Dari program karya yang telah direncanakan sebelumnya dan kemudian direalisasikan dalam waktu yang beberapa bulan, maka terbentuk suatu produk akhir dari program tersebut yaitu berupa karya seni lukis. Karya tersebut terdiri dari 10 buah dengan objek dan judul yang berbeda, namun tetap merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan ada keterkaitan, karena sama-sama bertolak dari ide pokok yang sama yaitu mengenai mamfaat tanaman pisang.
B. Pembahasan Karya
Untuk lebih jelasnya mengenai 10 karya yang telah dibuat dengan judul dan bentuk yang berbeda tersebut maka perlu pembahasan karya guna menentukan lebih jelas mengenai karya tersebut.
Karya 1
Gambar 5. Anak Pisang, 2010, Cat Akrilik, 120x100 cm Foto : Andrisa
Objek yang ditampilkan pada karya ini adalah empat batang anak pisang. Yang satu batang daunnya sudah mengembang dan yang tiga batang lagi masih menguncup, dan sebuah pisang yang letaknya berdampingan dengan tunas. Anak pisang tumbuhnya selalu di sekitar tubuh induknya berarti anak pisang selalu setia menemani induknya walaupun saat hujan, panas, siang dan malam sampai tubuh induknya mati. Dari kehidupan anak pisang dapat diambil pelajaran bahwa sebagai anak-anak dari seorang induk janganlah sampai menyia-nyiakan seorang ibu yang sudah memelihara anak-anaknya mulai dari rahim ibu sampai dewasa, karena tanggung jawab dari seorang ibu sangatlah berat. Jadi anak pisang adalah anak yang selalu setia dan berbakti pada induknya, karena jasa seorang ibu sangatlah besar terhadap anaknya. Semakin condong tubuh induknya maka anaknya semakin banyak pula yang tumbuh disamping tubuh yang condong tersebut. Yang menyebabkan tubuh induknya condong adalah karena beratnya beban beban yang dipikul oleh induk. Jadi pada karya no. 1 ini pesan yang pelukis sampaikan adalah sebagai anak dari seorang ibu yang sudah merawat mulai dari kecil sampai dewasa semua anak-anak haruslah memahami jasa dari seorang ibu.
Warna yang di dominasikan dalam lukisan ini adalah warna hijau, kuning dengan latar balakang gelap. Warna hijau dan kuning pada karya ini, berorientasi dari warna obyek yang digunakan sebagai acuan (warna-warna alami). Secara keseluruhan dari lukisan ini, memberikan kesan kesejukan dan suasana gembira dengan paduan warna kuning.
Warna gelap sengaja diterapkan sebagai latar belakang pada karya ini, agar obyek utama terlihat lebih menonjol. Posisi obyek utama, sengaja ditempatkan padabagian tengah terhadap bidang karya. Hal ini dilakukan, untuk menjaga keseimbangan (balance).
Karya 2
Gambar 6. Pangabek, 2010, Cat Akrilik, 60x80 cm Foto : Andrisa
Pada karya no 2 ini objek yang ditampilkan adalah satu ikat tali pisang yang digantungkan di dinding. Tali yang penulis ikat ini memberikan kesan satu kesatuan yang utuh dalam satu kesatuan keluarga besar. Bila dalam satu keluarga sudah punya ikatan yang kuat maka keluarga tersebut akan hidup dengan tenang dan tenteram akan tetapi dalam satu keluarga tidak mempunyai satu kesatuan yang kuat maka keluarga tersebut tidak akan mempunyai kehidupan yang tenang dan tenteram sesuai dengan ungkapan bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Warna yang ditampilkan adalah hijau, hijau muda, hijau tua, orange. Warna hijau tua diberikan sebagai kontur pada ikatan tali tersebut sedangkan warna orange digunakan sebagai latar belakang untuk lebih menonjolkan objek. Warna hijau muda dan hijau tua pada karya ini berorientasi pada warna obyek yang digunakan sebagai acuan (warna alam). Secara keseluruhan dari lukisan ini memberikan kesan ketentraman dan kegembiraan dengan paduan warna pink (warna cerah). Warna cerah sengaja ditmpilkan pada lukisan ini sebagai latar belakang dengan tujuan agar obyek terlihat lebih menonjol. Posisi obyek utama sengaja penulis tampilkan pada posisi mendatar terhadap bidang. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan (balance).
Karya 3
Gambar 7. Tuduang Daun, 2010, Cat Akrilik, 120x100 cm Foto : Andrisa
Pada gambar no.3 ini penulis beri judul ”Tuduang Daun”. Tuduang daun ini di pergunakan pada saat datang musim hujan saja. Kalau hujan sudah berhenti tuduang daun dibuang begitu saja, tapi kalau hujan datang lagi di ambil daun yang baru dari batangnya.
Tuduang daun yang lama sudah di injak-injak sampai hancur oleh orang yang lewat karena tuduang daun di buang di jalan dengan begitu saja. Dari fenomena di atas dapat di petik makna bahwa kalau berbuat baik pada seserang janganlah di saat orang tersebut dibutuhkan, kalau sudah tidak dibutuhkan lagi orang itu tidak dihargai lagi. Fenomena yang terjadi pada tuduang daun tidak baik bagi kehidupan sendiri maupun bagi kehidupan orang lain. Jadi pesan yang penulis sampaikan pada karya ini adalah berbuat baiklah pada seseorang dalam keadaan senang ataupun susah dan janganlah berbuat baik pada seseorang itu saat ada maunya saja. Sedangkan dalam keadaan senang lupa dengan orang lain.
Warna yang di tampilkan pada karya ini adalah warna hijau yang diberi kesan bayangan pada bagian bawah daun. Pemberian kesan bayangan ini dimaksudkan, agar karya tidak monoton, disamping itu penampakan kesan ruang dan lebih menonjolkan obyek utamanya (daun pisang). Penempatan daun sebagai obyek utama, dibuat dalam posisi miring (diagonal) terhadap bidang karya, agar terlihat tidak kaku. Hal ini dilakukan karena obyek yang ditampilkan adalah obyek tunggal tampa diiringi oleh obyek-obyek yang lain. Secara keseluruhan dari karya ini, didominasi oleh warna-warna alami seperti warna hijau sebagai warna hijaunya daun pisang dan abu-abu kebiruan sebagaimana warna langit (cakrawala). Sementara penggunaan warna gelap (berupa bayangan) agar obyek utama lebih menonjol.
Karya 4
Gambar 8. Jantung Pisang, 2010, Cat Akrilik, 80x100 cm Foto : Andrisa
Pada karya no 4 ini objek yang ditampilkan adalah satu buah jantung pisang lengkap dengan tangkainya yang disekitarnya terdapat beberapa helai daun pisang beserta tangkainya juga. Warna yang ditampilkan pada lukisan ini adalah warna merah, orange, coklat, hijau dan warna blueberry. Pada karya ini obyek yang ditampilkan adalah sebuah jantung pisang yang beberapa kelopaknya terbuka dan sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Jantung ini menghadap kebawah, untuk tampak lebih alami pada obyek ini penulis tampilkan garis lengkung agar pada obyek ini terlihat tidak kaku. Warna blueberry pada background penulis tampilkan untuk lebih menonjolkan obyek dan saat penulis melukis cuaca dalam keadaan mendung.
Sedangkan pemberian warna putih pada kelopak dari jantung pisang merupakan warna alami dari obyek tersebut.
Karya 5
Gambar 9. Pisang Sasikek Masak Ciek, 2010, Cat Akrilik, 120x100 cm Foto : Andrisa
Pada karya no.5 ini objek yang ditampilkan adalah 1 sisir pisang. Pisang yang satu sisir ini hanya 1 buah saja yang masak, maka penulis memberi judul karya ini dengan ”Pisang Masak Ciek”. Pada pembahasan karya ini penulis tidak hanya membahas pisang yang setandan, tetapi penulis juga membahas pisang yang sasikek, kalau pada pisang yang satandan, penulis artikan pada sekeluarga yang besar, tapi pada pisang yang sasikek penulis artikan pada keluarga yang kecil. Sehubungan dengan judul yang pelukis buat, dapat penulis artikan di sini bahwa dalam 1 keluarga kecil hanya 1 orang saja yang berhasil atau mencapai sukses. Jadi melalui konsep karya ini, penulis menyampaikan pesan dalam 1 keluarga, janganlah hanya 1 orang saja yang berhasil, kalau dapat dalam satu keluarga di harapkan semua mencapai kesuksesan.
Warna yang di tampilkan pada obyek utama adalah warna hijau dan warna kuning.
Warna hijau penulis tampilkan pada pisang yang masih muda sedangkan warna kuning pada pisang yang sudah masak. Untuk menjaga keseimbangan pada karya ini warna kuning ditempatkan pada tempat yang jauh agar terlihat seimbang. Sedangkan pada latar belakang penulis memberikan warna coklat dengan maksud untuk lebih menonjolkan obyek. Untuk memberikan kesan obyek ini berada diatas lantai dan dindingnya terbuat dari papan maka warna coklat yang penulis tampilkan dengan memberikan garis lurus berupa kontur.
Karya 6
Gambar 10. Pisang Pai Maninjau, 2010, Cat Akrilik, 120x100 cm Foto : Andrisa
Pada karya no 6 ini objek yang ditampilkan adalah satu sisir pisang yang sudah masak yang terletak diatas sebuah meja. Buah pisang yang satu sisir ini disandarkan ke dinding.
Objek yang ditampilkan disini seharusnya dilengkapi dengan sirih serta perlengkapan lainnya, akan tetapi penulis tidak melukiskannya karena objek yang dominan penulis tampilkan disini adalah buah pisang yang satu sisir saja. Pisang disini dapat diartikan sebagai buah tangan pada saat seorang ibu pai maninjau ke rumah calon menantu.
Warna yang ditampilkan pada obyekadalah warna kuning yang sesuai dengan warna alam dari buah pisang, kemudian diantara warna kuning terdapat warna coklat dalam bentuk garis lengkung dengan maksud untuk membedakan antara masing-masing dari buah pisang.
Sedangkan warna hijau pada bagian pangkal buah adalah dengan tujuan bahwa pisang yang ditampilkan ini adalah pisang yang masak dari batangnya.
Pisang sasikek ini penulis tempatkan diatas sebuah meja kecil. Dengan penempatan cahaya yang datang dari sebelah kanan dengan pemberian warna terang atau putih sedangkan sebelah kirinya dengan memberikan warna gelap.
Karya 7
Gambar 11. Pisang Masak Satandan, 2010, Cat Akrilik, 120x100 cm Foto : Andrisa
Pada karya no.7 ini objek yang di tampilkan adalah pisang satandan masak sadonyo.
Pisang satandan masak sadonyo memberikan pertanda bahwa tanaman ini mendapatkan perawatan yang sempurna serta pemberian makanan yang bergizi. Pisang satandan masak sadonyo dapat penulis artikan di sini, bahwa kalau dalam beberapa keluarga selalu memperhatikan cakupan gizi terhadap masing-masing anaknya, maka pertumbuhannya lebih sehat dan sempurna. Kalau pertumbuhan sudah sehat dan sempurna maka daya tangkap akan sempurna pula, dengan demikian pendidikan akan lancar dan daya fikir menjadi lebih kuat.Sebab makanan sangat besar pengaruhnya terhadap daya tangkap seseorang. Semakin cukup zat makanan yang diberikan pada seseorang maka daya tangkap akan semakin kuat. Jadi pesan yang pelukis sampaikan pada karya ini adalah kesehatan seseorang sangat mahal harganya dan tidak dapat di hargai dengan uang. Sebagaimana pengungkapan obyek karya yang mengarah realis, sehungga warna-warna yang digunakan juga berorientasi kepada warna-warna yang ada pada obyek aslinya sebagai acuan dalam berkarya. Disini penulis menggunakan dominan warna kuning dan hijau untuk obyek utama. Warna kuning dan hijau pada karya ini sekaligus dimanfaatkan untuk pemberian kesan gelap terang pada obyek utama. Agar tampilan obyek utama tampak lebih menonjol, penulis sengaja menerapkan warna ungu gelapsebagai latar belakang dari karya ini.
Karya 8
Gambar 12. Pisang Bakubak, 2010, Cat Akrilik, 120x100 cm Foto : Andrisa
Pada karya no 8 ini objek yang ditampilkan adalah sebuah pisang yang sudah masak yang kulitnya terbuka sebagian saja. Karya ini penulis artikan sebagai makanan adat, juga sebagai pelengkap hidangan yang berfungsi sebagai pencuci mulut sehabis makan. Jadi setiap ada pesta perkawinan buah pisang ini selalu disediakan karena harganya murah dan mudah didapat
dimanapun kita berada.
Pada karya no.8 ini penulis memberikan makna bahwa seseorang dalam menjalani kehidupannya janganlah selalu berharap kepada orang lain. Sebagai manusia haruslah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup untuk diri sendiri dan juga untuk kehidupan keluarga.
Bsgian kulit yang belum terbuka sengaja penulis tampilkan titik dan garis lengkung dengan maksud pisang yang sudah masak warna kultnya tidak cerah lagi. Sedangkan pada kulit yang sudah terbuka penulis tampilkan dengan menggunakan garis lengkung agar obyek terlihat alami.
Pada bagian buah supaya obyek tidak terlihat datar penulis memberikan warna kuning dalam bentuk garis lurus.
Karya 9
Gambar 13. Pambungkuih, 2010, Cat Akrilik, 120x100 cm Foto : Andrisa
Pada karya no 9 ini objek yang ditampilkan adalah empat bungkus makanan yang dibungkus dengan menggunakan daun pisang. Penulis disini mengungkapkan betapa pentingnya untuk menjaga kesehatan tubuh seluruh anggota keluarga. Makanan yang terbungkus dengan rapi tidak akan dihinggapi lalat dan terbebasdari pencemaran. Kalau makanan sudah di bungkus rapi maka kesehatan tubuh akan terjaga sebab daun pisang yang digunakan untuk membungkus makanan ini adalah merupakan bahan yang tidak mengandung bahan kimia yang dapat merusak tubuh, dibandingkan dengan bahan makanan yang dibungkus dengan bahan plastik yang mengandung bahan kimia. Warna Hijau pada obyek utama ditamplkan sesuai dengan obyek aslinya (hijau daun). Agar karya tidak terlalu monoton penulis menampilkan kombinasi warna- warna cerah (kombinasi warna merah, kuning, orange, biru, dan putih). Warna gelap penulis tampilkan pada obyek ini dengan maksud memberikan kesan bahwa obyek utama (bungkusan daun pisang) terletak pada bidang datar.
Karya 10
Gambar 14. Karisiak, 2010, Cat Akrilik, 60x80 cm Foto : Andrisa
Pada karya no 10 ini objek yang ditampilkan adalah satu helai daun pisang yang sudah mati yang disebut dengan karisiak. Sesuai dengan pepatah adat tidak mungkin karisiak menjadi daun yang artinya perbuatan sia-sia yang tidak mungkin terjadi lagi.
Pada karya no.10 ini warna yang penulis tampilkan memang agak berbeda dari aslinya karena penulis mengambil obyek dengan kamera jadi penulis mengambil warna yang ada dalam obyek yang sudah di foto. Warna yang penulis tampilkan pada karya ini adalah warna coklat tua yang terdapat pada bgian daun yang tidak kena cahaya sedangkan warna coklat muda penulis tampilkan pada bagian obyek yang kena cahaya. Garis lengkung pada obyek adalah untuk memberikan kesan agar obyek kelihatan alami sesuai dengan bentuk asli dari daun pisang yang sudah kering. Untuk latar belakang sengaja penulis tampilkan warna hijau yang penulis ambil dari warna asli dari obyek serta untuk lebih menonjolkan obyek.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Karya lukis merupakan ajang ekspresi pelukis, hal ini dapat terlihat pada teknik pembuatan karya maupun elemen rasional yang ada dalam lukisan. Disamping sebagai ungkapan bathin pelukis, hasil yang tak kalah pentingnya adalah bisa dijadikan sebagai makna filsafat dalam lukisan untuk menyampaikan pesan-pesan kepada seluruh masyarakat Minangjabau khususnya. Setelah menyeleseikan karya lukis ini dapat penulis rasakan bahwa melukis bukanlah hal yang mudah dapat dibayangkan sebelumnya, tapi perlu adanya proses berpikir untuk menyampaikan bathin pelukis kepada penikmat karya, masalah teknik pun akan matang apabila seseorang melaksanakan latihan dan eksperimen-eksperimen material.
Media dalam lukisan bukan hanya pada media yang telah baku tetapi dapat kita manfaatkan material yang tidak dibatasi seperti yang terlihat pada lukisan kontemporer yang kaya dengan aktifitas. Hasil akhir yang diterapkan oleh penulis bukan semata-mata selesei pada pameran karya, tetapi bagaimana pesan yang disampaikan melalui lukisan sampai kepada penikmat karya dan ada respon positif dari pesan-pesan yang disampaikan tersebut.
Lukisan dengan mengambil pisang sebagai objeknya tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pisang selain banyak manfaatnya bagi manusia juga dapat dijadikan sebagai makanan adat, sebagai bahasa perumpamaan sebagai tanaman hias dan juga dapat digunakan sebagai bahan untuk mengobati beberapa jenis penyakit. Setelah penulis mengerjakan beberapa karya akhir, maka penulis menemukan kendala seperti karya yang dibuat hasilnya tidak seperti yang dibuat, hal ini disebabkan oleh karena keterbatasan waktu dan selain itu diwaktu berkarya
inspirasi tidak keluar. Dalam hal ini penulis berharap alangkah baiknya didalam berkarya disediakan waktu yang cukup.
Hasil akhir yang diharapkan adalah bagaimana penikmat karya terpancing untuk menggali makna-makna yang terdapat pada tanaman pisang terutama bagi penulis sendiri.
B. Saran-Saran
Setelah menyeleseikan 10 ( sepuluh ) karya ini maka pada kesempatan ini penulis menyarankan :
1. Diharapkan pada pelukis tanaman pisang agar sering mengadakan pameran karya untuk lebih mempopulerkan seni lukis.
2. Diharapkan dengan karya lukisan pisang ini dapat lebih merangsang pelukis tanaman pisang untuk berkarya dengan ide dan media yang lebih kreatif.
3. Diharapkan melalui karya lukisan pisang ini dapat menggali bagian-bagian dari tanaman pisang untuk dijadikan karya realis
DAFTAR PUSTAKA
Efrizal (55thn), Staf pengajar UNP Padang, wawancara tanggal 26 september 2010 di rumahnya jalan andalas gang sarga indah Padang, Sumatera Barat
http://m.antaranews.com diakses tanggal 1 Agustus 2010
H.Ch.N.Latief.Datuak.Bandaro.SH.N.S.Prof.Dr.H.Buchari.Almarhum.Datuak.Rajo.Lelo.Dr.Fasli .Jalal.Ph.D.Prof.Dr.Azmi.Irwandi.S.Ag.
Bambang Cahyono. 1996. Pisang (Edisi ke dua). Bandung: Kanisius http://Hoocher.com diakses tanggal 1 Agustus 2010
http://Javakeris.com diakses tanggal 1 Agustus 2010
http://id.wikipedia.org/wiki/realisme_%28seni_rupa% diakses tanggal 15 September 2010 http://ngrano.wordpress.com/tag/tanaman-pisang/ diakses tanggal 15 September 2010
http:/palantaminang.wordpress.com/2008/02/16/falsafah_adat_minangkabau_kepentingan_religi us_dengan_budaya/ diakses tanggal 15 September 2010
Ris Munandar. 1990. Membudidayakan Tanaman Buah-buahan. Bandung: CV Sinar Baru Bwid, Joseputra. 1990. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia
Rismunandar. 1987. Bertanan Pisang. Bandung: Sinar Baru Algesindo Depdikbud, 1996. Glosarium.Biologi. Balai Pustaka
Karya 1
Gambar 5. Anak Pisang
Judul Karya : Anak Pisang Ukuran : 120 x 100 cm
Tahun : 2010
Bahan : Cat Akrilik
Karya 2
Gambar 6. Pangabek
Judul Karya : Pangabek Ukuran : 120 x 100 cm
Tahun : 2010
Bahan : Cat Akrilik
Karya 3
Gambar 7. Tuduang Daun
Judul Karya : Tuduang Daun Ukuran : 120 x 100 cm
Tahun : 2010
Bahan : Cat Akrilik
Karya 4
Gambar 8. Jantung Pisang
Judul Karya : Jantuang Pisang Ukuran : 80 x 100 cm
Tahun : 2010
Bahan : Cat Akrilik
Karya 5
Gambar 9. Pisang Sasikek Masak Ciek
Judul Karya : Pisang Sasikek Masak Ciek Ukuran : 120 x 100 cm
Tahun : 2010
Bahan : Cat Akrilik
Karya 6
Gambar 10. Pisang Pai Maninjau
Judul Karya : Pisang Pai Maninjau Ukuran : 80 x 100 cm
Tahun : 2010
Bahan : Cat Akrilik
Karya 7
Gambar 11. Pisang Masak Satandan
Judul Karya : Pisang Masak Satandan Ukuran : 120 x 100 cm
Tahun : 2010
Bahan : Cat Akrilik
Karya 8
Gambar 12. Pisang Bakubak
Judul Karya : Pisang Bakubak Ukuran : 120 x 100 cm
Tahun : 2010
Bahan : Cat Akrilik
Karya 9
Gambar 13. Pambungkuih
Judul Karya : Pambungkuih Ukuran : 70 x 90 cm
Tahun : 2010
Bahan : Cat Minyak
Karya 10
Gambar 14. Karisiak
Judul Karya : Karisiak Ukuran : 60 x 80 cm
Tahun : 2010
Bahan : Cat Akrilik