BAB V Penutup
A. Kritik Metodologi dan Pendekatan 1. Judul
Tesis ini menjelaskan secara rinci bagaimana relasi antar klompok agama berbeda; studi tentang perdamaian dan ketegangan muslim-kristen, dengan mengambil wilayah penelitian di Desa Tegalombo Kecamatan Dukuh seti Kabupaten Pati Propinsi Jawa Tengah. Reviewer menilai bahwa judul tesis ini perlu di revisi karena setelah menelaah karya ilmiah ini secara keseluruhan yang sering dipaparkan oleh penulis ialah tentang kontestasi antar dua agama besar tersebut, dan juga reviewer merasa penulis perlu mencantumkan wilayah penelitian lapangan yang dikajinya. Judul alternatif yang reviewer rekomendasikan adalah: Kontestasi antar Kelompok Agama Berbeda; Studi Perdamaian dan Ketegangan Muslim-Kristen di Tegalombo.
Secara umum reviewer melihat tesis ini cukup menyajikan informasi-informasi secara lengkap mengenai kronologis relasi yang berbentuk kontestasi antara kelompok agama Islam dan Kristen di desa ini. Dugaan reviewer karya ilmiah ini adalah sebagai penambah contoh kajian lapangan tentang relasi konflik maupun damai seperti yang dipaparkan penulis dari kajian-kajian relevan yang dirujuknya salahsatunya ialah Buku Azyumardi Azra yang berjudul Konteks Berteologi di Indonesia24, dengan mengeksplorasi secara mendalam model yang terbentuk atas hubungan yang harmonis dan disharmonis antar umat Islam dan Kristen di lapangan.
2. Latar Belakang
Dalam latar belakang masalah perlu dijelaskan pentingnya masalah yang akan diteliti dengan menyajikan referensi yang relevan untuk memperkuat adanya kegelisahan akademik dalam permasalahan yang akan dibahas.25 Sejauh yang reviewer baca, latar belakang penulis sudah cukup baik dengan memunculkan fakta sejarah tentang konflik antar dua agama besar ini (Islam dan Kristen) dari referensi yang relevan secara umum, kemudian menawarkan untuk berdialog dengan pendekatan budaya sebagai fragmen perdamaian, dan setelah itu mengerucut kepada pendekatan dialog prakris dan budaya yang telah di laksanakan di Tegalombo dan pembahasan sejarah awal relasi agama Islam dan Kristen di Tegalombo. Namun,
24 yang menyusun bingkai teologis yang di pakai umat Islam dalam berbagai dinamika sosialnya yang secara khusus membahas kemungkinan relasi damai antarumat beragama yang diinisiasi oleh konsep islam. Dalam, Azyumardi Azra, Konteks Berteologi di Indonesia:
Pengalaman Islam, (Jakarta: Paramadina 1999), hlm. 57
25 Tim Penyusun, Pedoman Akademik Program Megister dan Doktor Kajian Islam 2009-2010, (Jakarta: sekolah pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, 2009), ed. 1, cet. 5, hlm.
171.
13 selanjutnya penulis menggambarkan secara singkat tradisi-tradisi budaya yang berpengaruh kepada terciptanya sebuah perdamaian dengan proses rekonsiliasi, pencarian mekanisme, membangun dan merawat relasi antarumat beragama dalam waktu panjang, yang sedikit menjawab bagaimana perdamaian itu dapat dicapai oleh kedua belah pihak.
Ditambah lagi di akhir statemen latar belakangnya ia memaparkan kerangka berfikir relasi sosial yang diformulasikan Departemen Ekonomi dan Sosial PBB, relasi Islam dan Kristen di Tegalombo meliputi 6 relasi sosial, yaitu 1) fragmentasi, 2) eksklusif, 3) polarisasi, 4) ko-eksistensi, 5) kolaborasi, 6) kohesi. Yangmana tiga relasi pertama adalah mengarah kepada kondisi negatif, sementara tiga relasi lainnya menunjukan kondisi yang mendorong kepada relasi damai atau integrasi sosial.
Menurut reviewer ini juga menjawab secara singkat relasi Islam-Kristen di Tegalombo dan menjadikan latar belakang malah terkesan penjelasan bukan kegelisahan akademik penulis tentang tujuan penulisan karya ilmiah ini.
3. Rumusan Masalah
Rumusan masalah26 dalam penelitian kualitatif mengandaikan dua bentuk yaitu rumusan masalah utama (central question) dan sub rumusan masalah spesifik.27 Diawali dengan relasi sosial-keagamaan muslim-kristen di Tegalombo mencakup segala aspek pembentuk harmoni relasi Muslim-Kristen dan segala aspek yang mempengaruhi ketengangan dalam relasinya. Selanjutnya ia menjelaskan prospek relasi Muslim-Kristen di daerah tersebut. Reviewer melihat apa yang diutarakan penulis sudah baik, hal ini dibuktikan dengan kesesuaian antara rumusan masalah dan judul tesis.
4. Pembatasan Masalah
Menurut reviewer penulis sudah cukup baik dalam memfokuskan penelitiannya ini pada relasi sosial-keagamaan muslim-kristen mencakup segala aspek pembentuk harmoni dan segala aspek yang mempengaruhi ketengangan dalam relasinya yang dilakukan di Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti yang terletak di pesisir utara Kabupaten Pati. Namun, dianggap perlu bagi penulis untuk menyebutkan batasan waktu periode dilakukannya penelitian ini. Pembatasan masalah ini penting agar ruang lingkup masalah tidak terlalu luas sehingga lebih fokus dan berpengaruh kepada hasil kesimpulan.
26 Hipotesis penelitian yang akan mempersempit tujuan penelitian untuk memprediksi tentang apa yang akan dipelajari atau pertanyaan yang harus dijawab dalam penelitian. John W. Creswell, Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif dan Campuran, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2017), cet. 2, hlm. 186.
27 John W. Creswell, Research Design,,,, hlm. 187.
14 5. Metode Penelitian
Penulis disini menggunakan penelitian lapangan, yang mana ia terlibat aktif dilokasi penelitian untuk melihat dan merasakan situasi sosial untuk mendapatkan data-data terkait tujuan penelitiannya. Kekurangannya adalah penulis tidak menjelaskan jenis penelitian yang ia gunakan, namun dapat dilihat dari penyajian laporan monografi desa Tegalombo berdasarkan kelompok agamanya dan laporan hasil tulisan penulis yang bersifat deskriptif, jelas sekali bahwa karya ilmiah ini menggunakan jenis penelitian kualitatif.
Pendekatan yang digunakan oleh penulis adalah kajian sosio-historis dengan menelusuri pengalaman sejarah masyarakat Tegalombo yang sedikit banyak pempengaruhi terjadinya konflik dan perdamaian Islam-Kristen. Reviewer melihat secara seksama apa yang di kaji oleh penulis disini bukan hanya pengalaman sejarah masyarakat melainkan juga fenomena dan gejala yang terjadi yang mengakibatkan perdamaian dan ketegangan di Tegalombo itu terjadi. Maka reviewer menawarkan pendekatan fenomenologis yaitu pendekatan yang berpendapat bahwa kebenaran sesuatu dapat diperoleh dengan cara menangkap fenomena atau gejala yang memancar dari objek yang diteliti.28
Menurut reviewer sumber data dan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis sudah sangat baik dan sesuai dengan penelitian lapangan yang digunakannya, yaitu terkait data-data tentang konflik, ketegangan dan perdamaian antar kelompok Islam dan Kristen di Tegalombo melalui metode pengumpulan data primer29, dengan proses wawancara30, observasi live in31, dan kajian data tertulis dari berbagai dokumen32.
28 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta:
Rineka Cipta, 2010), hlm. 31.
29 Sunardi Nur, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), hlm. 89.
30 Wawancara adalah proses percakapan dengan maksud untuk mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, motivasi, perasaan dan sebagainya, yang dilakukan dua pihak yaitu interviewer dan interviewee, Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), hlm. 108.
31 Observasi sebagai suatu proses melihat, mengamati, dan mencermati, serta merekam perilaku secara sistematis secara langsung untuk suatu tujuan tertentu. Uhar Suharsaputra, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan, (Bandung: PT. Refika Aditama, 2012), hlm. 209.
32 Dokumen merupakan rekaman kejadian masa lalu yang ditulis atau dicetak, dapat berupa catatan anekdot, surat, buku harian, dan dokumentasi. Uhar Suharsaputra, Metode Penelitian,,,, hlm. 215.
15 B. Kritik Teori
Teori memiliki peran yang pentingdalam sebuah penelitian. Diantara funsi teori adalah; mendefinisikan orientasi utama dari cabang ilmu dengan mengarahkan bentuk-bentuk data mana yang perlu diabstraksikan, menawarkan suatu kerangka konseptual untuk mengarahkan fenomena mana yang perlu disistematisasikan, meringkaskan sejumlah fakta menjadi generalisasi dan sistem generalisasi, meramal fakta, menunjukan kesenjangan yang ada pada pengetahuan.33
Reviewer melihat yang coba di jabarkan oleh penulis pada bab inti tesis ini ialah berkisar relasi damai Islam-Kristen yang terbangun karena pola hubungan yang dikembangkan adalah berbasis pada hubungan adat dan budaya. Aktualisasi nilai budaya atau kearifan lokal menyebabkan interaksi kedua kelompok agama yang berbeda tidak saling mendominasi baik dalam aspek politik, sosial, dan ekonomi.
Sedangkan pola agree in disagreement menjadi kunci relasi yang harmonis antara islam dan kristendai Teegalombo dalam membangun pola hubungan keagamaan.
Sementara ketegangan antar kelompok Islam-Kristen terjadi karena kontestasi keduanya dalam perebutan dominasi penyiaran dan dakwah agama dengan teknik- teknik tertentu, dengan modal sosial, kultur, ekonomi dan simbolik.
Reviewer menduga apa yang di paparkan oleh penulis ialah teori konflik hubungan masyarakat34, yang mana penulis mencoba untuk menjelaskan resolusi yang terjadi di Tegalombo dengan beberapa teori resolusi konflik yaitu dengan dialog dan piece building.35
C. Alternatif Desain Penelitian