• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kualitas Perairan Ekosistem Mangrove

Dalam dokumen Firman Ali Rahman, M.Si (Halaman 48-53)

BAB 1 PENDAHULUAN

F. Kualitas Perairan Ekosistem Mangrove

Vegetasi Mangrove merupakan tumbuhan pesisir yang dapat.dipengaruhi.kondisi.kimia.fisika.perairan.sebagai.salah.

satu faktor pembatas pertumbuhan dan perkembangannya.

Habitat.mangrove.memiliki.karakteristik.kimia.fisika.perairan.

yang. tidak. stabil. akibat. fluktuasi. suhu,. salinitas,. cahaya,.

gerakan air (arus, gelombang, pasang surut), kadar oksigen terlarut, pH perairan, pH substrat, dan kelembapan28.

Kualitas perairan yang terganggu dapat mengakibatkan menurunnya kemampuan adaptasi vegetasi mangrove yang dapat berpengaruh terhadap proses metabolismenya, terutama dampak dari limbah perairan yang berasal dari aktivitas masyarakat (tambak garam) disekitar ekosistem mangrove atau limbah yang terbawa oleh arus sungai.

27Noor, Khazali, and Suryadiputra, Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia.

28Michael, ‘Metode Ekologi untuk Penyelidikan Lapangan dan Laboratorium’.

Romimohtarto and Juwana, ‘Biologi Laut: Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut’.

Terjadinya. fluktusi. kualitas. kimia. fisika. perairan. pada.

ekosistem mangrove mengharuskan setiap jenis mangrove memiliki kemampuan adaptasi terutama pada strata semai dan pancang yang masih sangat rentan terhadap perubahan kimia. fisika. perairan,. sehingga. menjadikan. setiap. jenis.

mangrove memiliki tingkat keaneragaman jenis dan kemelimpahan berbeda di lokasi yang lain.

Selain.itu,.kondisi.kimia.fisika.perairan.suatu.ekosistem.

pesisir. dapat. mempengaruhi. produktifitas. perkembangan.

benih, komposisi, dan struktur vegetasi mangrove yang dapat mengakibatkan terjadinya perubahan kerapatan, sebaran dan donimansi jenis29. Salah satunya adalah kondisi kimia fisika.ekosistem.mangrove.teluk.Serewe.yang.perlu.dibahas.

terkait. dengan. hubungan. kimia. fisika. perairan. terhadap.

kemelimpahan jenis pada setiap strata pertumbuhan.

Berdasarkan hasil pengukuran kualitas perairan ekosistem mangrove teluk Sereweh didapatkan sebagai berikut pada Tabel 9.

Tabel 9. Kualitas perairan ekosistem mangrove teluk Sereweh

No Kualitas Perairan Satuan Rata-rata±standar deviasi

1 Suhu oC 30,50±0,707

2 pH perairan - 8,07±0,058

3 Salinitas 0/00 28,0±3,464

4 pH substrat - 5,07±0,808

29Poedjirahajoe, ‘Klasifikasi Lahan Potensial Untuk Rehabilitasi Mangrove di Pantai Utara Jawa Tengah (Rehabilitasi Mangrove Menggunakan Jenis Rhizophora mucronata)’.

5 Kelembapan substrat % 4,83±0,02

6 Arus perairan m/s 3,73 ±1,935

7 Kecepatan angin m/s 6,32±1,978

*sumber data: hasil penelitian lapangan.

Berdasarkan hasil pengamatan dan pengukuran didapatkan nilai rata-rata suhu perairan ekosistem mangrove 30,50±0,707 ºC dan kelembapan substrat 4,83%±0,02. Suhu dan kelembapan memiliki pengaruh yang penting terhadap vegetasi mangrove dalam proses fisiologis, respirasi daun dan akar, ekskresi, dan pengaturan keseimbangan kadar garam dalam sel. Kenaikan suhu sebesar 10 °C dapat meningkatkan. kecepatan. reaksi. fisiologi. menjadi. dua. kali.

lipat dan perubahan laju metabolisme yang berdampak pada semakin meningkatnya kebutuhan oksigen, sedangkan suhu yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan vegetasi mangrove adalah tidak kurang dari 20 °C30.

Setiap jenis mangrove memiliki suhu lingkungan dan perairan yang optimal dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangannya, seperti halnya dengan mangrove A. marina yang dapat tumbuh dengan baik pada suhu 18ºC-20 ºC, R.

stylosa, Ceriops, Excocaria, Lumnitzera tumbuh optimal pada suhu 26-28 ºC, Bruguiera dapat tumbuh optimal pada suhu 27 ºC, dan Xylocarpus tumbuh optimal pada suhu 21-26 ºC, sedangkan secara umum rata-rata kondisi suhu lingkungan maupun perairan yang baik untuk pertumbuhan mangrove maksimal

30Aksornkoae and Kato, ‘Mangroves for the People and Environmental Conservation in Asia’.

32 ºC pada siang hari dan minimal 23 ºC pada malam hari31, hal ini sesuai dengan pengamatan suhu perairan ekosistem mangrove Tanjung Api-api Sumatera Selatan dengan hasil pengukuran suhu pada interval 27,6-30,4 oC32, sedangkan suhu perairan ekosistem mangrove kampung Tobati dan kampung Nafiri Jayapura berkisar diantara 26,33-32,17 oC33.

Salinitas perairan ekosistem mangrove teluk Sereweh memiliki rata-rata 28±3,464 ppt, kondisi salinitas ini dapat dikatakan masih dalam kondisi normal sesuai dengan ambang batas baku mutu air laut berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 51 tahun 2004 untuk kesehatan biota yang pada umumnya pada ambang batas salinitas diatara 33-34 ppt.

Kondisi salinitas perairan yang terlalu tinggi (hypersalinity) dan terlalu rendah (hyposalinity) dapat berdampak buruk terhadap tekanan osmotik didalam sel tumbuhan, dan setiap jenis mangrove memilik mekanisme adaptasi yang berbeda- beda dalam mengatasi kadar salinitas tidak normal, seperti halnya dengan jenis Avicennia spp yang dapat mengeluarkan kelebihan garam melalui kelenjar bawah daun, Rhizophora spp memanfaatkan sistem perakaran yang hampir tidak tembus air.garam..Sedangkan.secaramum.cara.adaptasi.fisiologi.dan.

morfologi mangrove dalam mengatasi kelebihan garam yang

31Bengen, ‘Ekosistem dan sumberdaya alam pesisir dan laut serta prinsip pengelolaannya’.

Muhamaze,. ‘Mengenal. Ekosistem. Mangrove. dalam. Kontribusi. Parameter. Oseanografi.

Fisika terhadap Distribusi Mangrove di Muara Sungai Pangkajene’.

32Ulqodry and Bengen, ‘Karakteristik perairan mangrove Tanjung Api-api Sumatera Selatan berdasarkan sebaran parameter lingkungan perairan dengan menggunakan analisis komponen utama (PCA)’.

33Arizona and Sunarto, ‘Kerusakan Ekosistem Mangrove Akibat Konversi Lahan Di Kampung Tobati Dan Kampung Nafri, Jayapura’.

tersimpan didalam organnya dapat diakumulasikan pada daun tua dan akan dibuang bersamaan dengan gugurnya daun34.

Nilai pH perairan dan pH substrat mencirikan keseimbangan antara asam dan basa suatu ekosistem.

Berdasarkan hasil pengukuran, rata-rata pH perairan ekosistem mangrove teluk Sereweh adalah 8,07±0,058 dan pH substrat berada pada kisaran 5,07±0,808. Kondisi pH perairan ekosistem teluk Serewe masihsesuai dengan ambang batas baku mutu air laut berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 51 tahun 2004 untuk kesehatan biota pada kisaran batas normal sampai dengan nilai pH 8,5.

Sedangkan kondisi pH tidak normal dapat mempengaruhi mekanisme respirasi, sistem enzim, kandungan nutrisi dan produktifitas.organisme.

Dilain.sisi,.kondisi.fisika.ekosistem.mangrove.teluk.Serewe.

yang diamati pada kondisi arus air dan kecepatan angin sangat berpengaruh terhadap sebaran benih, buah, propagul yang mempengaruhi komposisi jenis. Secara keseluruhan pada 30 petak pengamatan, rata-rata arus perairan ekosistem mangrove teluk Serewe 3,73 ±1,935 m/s dengan kecepatan angin 6,32±1,978 m/s. Pada setiap lokasi ekosistem mangrove memiliki rata-rata arus dan kecepatan angin berbeda-beda yang.yang.dapat.dipengaruhi.oleh.topografi.perairannya.dan.

faktor eksternal lainya.

34Noor, Khazali, and Suryadiputra, Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia.

G. Kemelimpahan Vegetasi Mangrove Teluk

Dalam dokumen Firman Ali Rahman, M.Si (Halaman 48-53)