• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Kurikulum 2013

Kurikulum berkaitan erat dengan mutu pendidikan, walaupun kurikulum bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan. Menurut Nasution (2008) kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai guna

mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum pada esensinya adalah menghantarkan peserta didik melalui pengalaman belajar agar mereka dapat tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin.

Hamalik (2008) menyatakan bahwa kurikulum adalah program pendidikan yang disediakan oleh lembaga pendidikan (sekolah) bagi siswa. Kurikulum tidak terbatas pada sejumlah mata pelajaran namun semua hal yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa. Kurikulum merupakan suatu prencanaan yang memuat isi dan bahan pelajaran, cara, metode atau strategi pembelajaran, dan merupakan pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.

Terdapat berbagai tafsiran tentang kurikulum, kurikulum dapat dilihat sebagai produk, program, hal yang diharapkan akan dipelajari siswa, dan sebagai pengalaman siswa (Nasution 2008). Kurikulum dapat dinilai sebagai produk hasil karya para pengembang kurikulum berupa buku maupun pedoman kurikulum.

Kurikulum sebagai program yaitu alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang mengajarkan berbagai kegiatan yang mempengaruhi perkembangan siswa.

Kurikulum juga dianggap sebagai pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang akan dipelajari siswa serta pengalaman pada tiap siswa. Kurikulum selalu berkembang dan pemikiran mengenai kurikulum terjadi secara kontinyu.

Kurikulum tahun 2013 adalah rancang bangun pembelajaran yang didesain untuk mengembangkan potensi peserta didik, bertujuan untuk mewujudkan generasi bangsa Indonesia yang bermartabat, beradab, berbudaya, berkarakter, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis, dan bertanggung jawab yang mulai dioperasikan pada tahun pelajaran 2013/2014 secara bertahap (Kemendikbud 2013c). Menurut Hasan (2013), perkembangan

Kurikulum 2013 didasari oleh BNSP 2010 dan adanya pendidikan karakter serta kewirausahaan. Kurikulum ini akan dikembangkan selama kurang lebih lima tahun dari 2010 hingga 2015. Pada tahun 2010 dan 2011 dilakukan kajian mengenai kurikulum. Pada tahun 2012 dilakukan finalisasi dokumen kurikulum.

Pada tahun 2013 hingga 2015 dilakukan implementasi dan evaluasi kurikulum di sekolah.

Kurikulum 2013 dikembangkan dengan melanjutkan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan ketrampilan secara terpadu (Kemendikbud 2012). Langkah penguatan tata kelola Kurikulum 2013 terdiri atas:

(1) menyiapkan buku pegangan pembelajaran bagi siswa dan guru, (2) menyiapkan guru supaya memahami pemanfaatan sumber belajar yang telah disiapkan dan sumber lain yang dapat mereka manfaatkan, serta (3) memperkuat peran pendampingan dan pemantauan oleh pusat dan daerah pelaksanaan pembelajaran (Hasan 2013). Hal tersebut diterangkan oleh Iskandar (2013), bahwa penataan kurikulum meliputi perangkat kurikulum, perangkat pembelajaran, dan buku teks sudah dilaksanakan mulai desember 2012 - maret 2013. Untuk implementasi Kurikulum 2013 dilaksanakan mulai juni 2013 dengan penilaian formatif pada juni 2016. Pada penataan dan implementasi Kurikulum 2013 juga didukung sosialisasi, uji publik, pelatihan guru dan tenaga kependidikan.

1. Alasan Pengembangan Kurikulum 2013

Lunenburg (2011) menyatakan pengembangan kurikulum dapat didefinisikan sebagai proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum

yang pada akhirnya menghasilkan rencana kurikulum. Pengembangan dan pergantian kurikulum pendidikan merupakan hal yang wajar. Setiap kurikulum pasti dikembangkan, direvisi, diganti, diubah, dperbaiki, disempurnakan atau apapun namanya.

Terdapat beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum. Prinsip umum tersebut antara lain relevansi, fleksibelitas, kontinuitas, praktis, dan efektifitas (Sukmadinata 2009). Dalam pelaksanaan kurikulum diharapkan dapat disesuaikan dengan kondisi peserta didik baik berupa waktu, tempat, maupun latar belakang peserta didik.

Terdapat empat unsur yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kurikulum, yaitu sebagai berikut:

1) Merencanakan, merancangkan, dan memprogramkan bahan ajar dan pengalaman belajar.

2) Karateristik peserta didik.

3) Tujuan yang akan dicapai.

4) Kriteria-kriteria untuk mencapai tujuan.

Bahan uji publik Kurikulum 2013 disebutkan perlunya pengembangan kurikulum dapat dijumpai pada penjelasan UU nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan strategi pembangunan pendidikan nasional dalam undang-undang ini meliputi pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi (Kemendikbud 2012). Iskandar (2013) menambahkan dalam penjelasan pasal 35, UU nomor 20 tahun 2003 juga dijelaskan kompetensi lulusan merupakan

kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.

Nugroho (2013) menyatakan pemerintah melakukan perubahan kurikulum atas dasar 4 pertimbangan utama yaitu.

1) Pendidikan karakter yang belum terakomodasi dengan baik dalam KTSP sehingga perlu penguatan melalui KK 2013. Berbagai perilaku negatif siswa dipahami sebagai bentuk nyata lemahnya pendidikan karakter (meskipun dalam hal ini masih sangat debatable). 2) Jumlah Mapel yang terlalu banyak mengakibatkan beban studi siswa berat memicu kebosanan dan kelelahan berpikir. 3) Pencapaian siswa Indonesia dalam serangkaian Skor TIMMS, PIRLS, dan PISA yang selalu berada pada level paling bawah sejajar dengan Negara-negara tertinggal.

4) Tantangan abad 21 dalam konteks bonus demografi, yakni pada tahun 2045 kelak, jumlah penduduk usia produktif lebih besar dari usia lansia dan balita. Sehingga mereka yang lahir ini masuk kategori generasi emas harus mendapatkan pendidikan bermutu. Kurikulum 2013 diyakini mampu menjadi interface antara generasi emas menuju usia produktif.

Pengembangan Kurikulum 2013 dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun tantangan eksternal (Kemendikbud 2013a). Tantangan internal terkait tuntutan pendidikan yang mengacu pada 8 Standar Nasional Pendidikan dan faktor perkembangan penduduk Indonesia. Tantangan eksternal berkaitan dengan tantangan masa depan, kompetensi yang diperlukan di masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pedagogik, serta berbagai fenomena negatif yang mengemuka.

Kemendikbud (2012) menerangkan tantangan masa depan yang mendasari pengembangan kurikulum adalah adanya globalisasi, masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, konvergensi ilmu dan teknologi, ekonomi berbasis pengetahuan, kebangkitan industri kecil dan budaya, pergeseran kekuatan

ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains, mutu, investasi, dan transformasi pada sektor pendidikan, serta hasil TIMMS dan PISA mengenai pendidikan Indonesia.

Kemendikbud (2012) menyebutkan bahwa kompetensi masa depan yang perlu dikuasai antara lain kemampuan berkomunikasi, berpikir jernih dan kritis, mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, mampu menjadi warga negara yang bertanggungjawab, mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda serta mampu hidup dalam masyarakat yang mengglobal.

Alasan pengembangan kurikulum yang lainnya yaitu fenomena negatif yang mengemuka hingga saat ini. Kemendikbud (2013d) menjelaskan fenomena tersebut antara lain perkelahian pelajar, narkoba, plagiatisme, korupsi, kecurangan dalam ujian, dan gejolak masyarakat. Fenomena negatif tersebut muncul akibat kurangnya karakter yang dimiliki oleh peseta didik. Permasalahan tersebut menuntut perlunya pemberian pendidikan karakter dalam pembelajaran di Indonesia. Pernyataan tersebut didukung oleh persepsi masyarakat yang menjadi alasan pengembangan kurikulum antara lain pembelajaran terlalu menitikberatkan pada kognitif, beban siswa terlalu berat, dan kurang bermuatan karakter.

Permasalahan Kurikulum 2006 juga menjadi alasan pengembangan Kurikulum 2013. Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan kesukarannya melalui tingkat perkembangan anak. Selain itu kurikulum dinilai belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Widodo (2012) menyatakan pengembangan kurikulum yang

menawarkan hasil dengan menambah lebih banyak mata pelajaran mewajibkan siswa membeli buku pegangan, dan prosedur penilaian tes diberlakukan kepada seluruh mata pelajaran akan menambah beban berat siswa.

Kemendikbud (2012) menyatakan standar proses Kurikulum 2006 belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru. Buku acuan dan silabus pada Kurikulum 2006 ditetapkan sendiri oleh guru atau sekolah. Hal tersebut bertentangan dengan penjelasan pasal 38 bahwa kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan pemerintah (Iskandar 2013).

Selama pengembangan kurikulum 2013 pemerintah melakukan uji publik yang dilakukan melalui dialog tatap muka, dialog virtual (online), dan tulisan (Kemendikbud 2012). Dialog tatap muka dilakukan dibeberapa provinsi dan kabupaten yang dilakukan pada 29 November sampai 23 Desember 2012. Dialog tatap muka ini dilakukan dengan kepala dinas pendidikan, dewan pengawas pendidikan, anggota DPR, kepala sekolah,guru, pengawas, pemerhati pendidikan, dan wartawan. Dialog virtual (online) dilakukan pada sebagian guru dan masyarakat umum dengan jumlah 6.924 orang. Isu pokok yang dikomentari antara lain : (1) justifikasi, (2) SKL, (3) Struktur Kurikulum, (4) Penyiapan Guru, (5) Penyiapan Buku, (6) Skenario Waktu Implementasi, dan (7) Penambahan jam pelajaran. Hasil uji publik menunjukkan bahwa secara gabungan lebih dari 50 % responden setuju dengan justifikasi, SKL, penyiapan guru dan buku, skenario waktu implementasi, dan penambahan jam pelajaran (Kemendikbud 2013d). Hasil

uji publik yang sebagian besar menunjukkan hasil positif maka memperkuat alasan pemerintah untuk melakukan pengembangan Kurikulum 2013.

2. Elemen Perubahan Kurikulum 2013

Elemen perubahan dalam Kurikulum 2013 meliputi perubahan standar kompetensi lulusan, standar proses, standar isi, dan standar penilaian (Kemendikbud 2012). Standar kompetensi lulusan (SKL) dibedakan menjadi domain yaitu domain sikap, ketrampilan, dan pengetahuan. Domain sikap terdiri dari elemen proses, individu, sosial, dan alam. Domain ketrampilan terdiri dan elemen proses, abstrak, dan konkret. Domain pengetahuan terdiri dari elemen proses, objek, dan subjek. Kemendikbud (2013d) menjelaskan prosedur penyusunan KD kurikulum 2013 dengan mengevaluasi SK KD KTSP kemudian mempertahankan SK KD lama yang sesuai dengan SKL Baru dan merevisi SK KD lama disesuaikan dengan SKL baru, serta menyusun SK KD baru.

Iskandar (2013) menerangkan perbedaan dari kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya antara lain.

1) Standar Kompetensi tidak diturunkan dari Standar Isi, namun dari kebutuhan masyarakat. 2) Standar Isi tidak diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran, namun dari Standar Kompetensi Lulusan. 3) Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, ketrampilan, dan pengetahuan.

4) Kompetensi tidak diturunkan dari mata pelajaran, namun dari kompetensi yang ingin dicapai. 5) Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas). 6) Pengembangan kurikulum sampai pada buku teks dan buku pedoman guru.

Kemendikbud (2013a) menyebutkan elemen perubahan yang terdapat dalam kurikulum 2013 selain yang telah disebutkan di atas antara lain.

1) Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. 2)

Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas. 3) Perubahan sistem, terdapat mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan di tingkat SMA.

4) Terjadi pengurangan matapelajaran yang harus diikuti siswa namun jumlah jam bertambah 1 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran. 5) Proses Pembelajaran menggunakan Pendekatan Saintifik dan Kontekstual. 6) Proses Penilaian menggunakan Penilaian Otentik (Autentic A4esment).

7) Terdapat ekstra kulikuler di SMA antara lain Pramuka (wajib), OSIS, UKS, PMR, dll.

C. Kerangka Pikir

Adapun kerangka piker dalam penelitian ini dapat di gambarkan pada bagan berikut:

Gambar 2.1 Bagan kerangka Pikir PENGEMBANGAN KURIKULUM

Kesimpulan Hasil Penelitian

Kendala Mengimplemensikan

Kurikulum 2013

Analisis Kompetensi Guru dalam Mengimplementasikan Kurikulum 2013 Manajemen SDM:

Kompetensi Guru

Kurikulum 2013 Implementasi

8 A. Kompetensi Guru

1. Konsep Kompetensi

Spencer dan Spencer (Agung, 2007:123) mendefinisikan Kompetensi sebagai karakteristik seseorang yang terkait dengan kinerja terbaik dalam sebuah pekerjaan tertentu. Karakteristik ini terdiri dari atas lima hal, antara lain motif, sifat bawahan, konsep diri, pengetahuan, dan keahlian.

Pendapat yang hampir sama, menurut Boulter dan Hill (Sutrisno, 2011:203) mengatakan bahwa kompetensi adalah suatu karakteristik dasar dari seseorang yang memungkinkannya memberikan kinerja unggul dalam pekerjaan, peran, atau situasi tertentu.

Selanjutnya, Boyatzis (Hutapean, 2008:4) mengemukakan pengertian kompetensi sebaga I kapasitas yang ada pada seseorang yang bisa membuat orang tersebut mampu memenuhi apa yang disyaratkan oleh pekerjaan dalam suatu organisasi sehingga organisasi tersebut mampu mencapai hasil yang diharapkan.

Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Charles E.

Johnson(Moeheriono, 2009:32) juga menjelaskan bahwa: “Competency as a rational performance which satisfactory meets the objective for a desired condition”.Menurutnya, kompetensi merupakan perilaku rasional guna mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan.

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskritif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendesripsikan fenomena-fenomena yang ada baik fenomena alamiah,maupun fenomena buatan manusia,Sukmadinata (2006:72).

B. Lokasi, Waktu dan Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima, sedangkan waktu dilaksanakan penelitian ini adalah Semester Ganjil Tahun Ajaran 2015/2016 tepat bulan Oktober sampai November 2015. Sedangkan subjek penelitian, penelitian ini di pusatkan untuk meneliti guru sebagai responden.

SMP Negeri 3 Belo KabupatenBima didirikan pada tahun 2006, dimana Bapak Junaidin, S.Pd sebagai Kepala Sekolah, Hafsa,S.Pd sebagai Wakasek Kurikulum. Abdul Samad,S.Pd sebagai Wakasek Kesiswaan dan Sudirman, S.Pd.

sebagai bidang Humas. Sekolah ini memiliki siswa sebanyak 330 orang. Dimana kelas VII sebanyak 4 kelas, kelas VIII sebanyak 4 kelas dan kelas IX sebanyak 3 kelas.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Suharsimi(2013:173) mengatakan bahwa: Popilasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam

wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus.

Adapun keseluruhan guru diSMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima adalah sebanyak 45 Orang.

Tabel 3.1 Populasi penelitian di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima No. Jenis Guru Populasi

1. PNS 12 Orang

2. Honor Daerah 2 Orang

3. Honorer 31 Orang

Jumlah 45 Orang

Sumber: Tata usaha SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima 2. Sampel

Suharsimi (2013:174) mengatakan bahwa: Sampel adalah sebagian atau wail dari populasi. Jika yang diteliti adalah sebagian dari populasi, maka penelitian disebut penelitian populasi.

Sugiyono, 2007:72 mengatakan bahwa: teknik penentuan sampel apabila seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel adalah sampel jenuh. Jadi, dalam penelitian ini seluruh populasi dalam hal ini adalah keseluruhan guru di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima dijadikan sebagai sampel.

D. Sumber Data

Jenis data yang diperlukan meliputi data kuantitatif atau data berupa angka-angka seperti jumlah siswa dan hasil kuesioner yang di kuantitatifkan.

Sedangkan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian melalui pengisian kuesioner (angket) oleh responden siswa yang selanjutnya akan dijadikan pembahasan hasil-hasil penelitian.

2. Data sekunderyaitu data yang diperoleh dari sumber lain seperti laporan bulanan sekolah, rekapitulasi keadaan guru, serta data pendukung lainnya pada bagian administrasi.

E. Teknik Pengumpulan Data

Prosedur pengambilan data dengan menggunakan pendekatan penelitian lapangan, dimana penelitian yang dilakukan langsung keobjek penelitian. Adapun metode yang digunakan sebagai berikut:

1. Kuesioner,

Suharsimi (2013:194) mengatakan bahwa: Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan atau pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal lain yang di ketahuinya.

Kuesioner yang digunakan bersifat tertutup, yang ditujukan kepada guru SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima untuk mengungkap kompetensi guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013.Kuisioner penelitian disusun dengan cara mengajukan pertanyaan yang disusun menurut inditator penelitian yang dikembangkan dari kajian pustaka. Penyusunan kuesioner menggunakan skala Likert, Sugiyono (2012:73).

2. Observasi

Ridwan (2004:104) mengatakan: Observasi adalah teknik pengumpulan data dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung keobjek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan.

Pedoman observasi berisi daftar jenis kegiatan yang mungkin timbul dan akan diamati, dalam prosesnya, peneliti tinnggal memberikan tanda pada kolomlem barobservasi. Adapun observasi dilakukan terhadap aktivitas guru SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima.

3. Metode Dokumentasi

Irawan Soehartono, (1999:70) mengatakan bahwa: Dokumentasi adalah pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subyek penelitian.

Metode ini dipergunakan untuk mengumpulkan data prestasi guru dalam profesinyadan data-data lain yang diperlukan seperti struktur organisasi sekolah, jumlah guru, jumlah siswa dan sebagainya.

F. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data menggunakan teknik analisis statistic deskriptif yaitu dengan menggunakan skala likert. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan gambaran yang jeias tentang kompetensi guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 ,maka dilakukan pengelompokan.

"Pengelompokan tersebut dilakukan kedalam lima kategori, yaitu: tinggi sekali, tinggi, cukup, rendah, sangat rendah sekali.

Kategori tersebut diterjemahkan kedalam angka-angka kemudian dianalisis dengan perhitungan presentase sebagai berikut:

P = × 100%

Keterangan

F = Frekwensi yang akan dicari prosentasinya N = Banyaknya responden

P = Prosentasi. Anas Sudiono, (2001: 40).

27 A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskritif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendesripsikan fenomena-fenomena yang ada baik fenomena alamiah,maupun fenomena buatan manusia,Sukmadinata (2006:72).

B. Lokasi, Waktu dan Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima, sedangkan waktu dilaksanakan penelitian ini adalah Semester Ganjil Tahun Ajaran 2015/2016 tepat bulan Oktober sampai November 2015. Sedangkan subjek penelitian, penelitian ini di pusatkan untuk meneliti guru sebagai responden.

SMP Negeri 3 Belo KabupatenBima didirikan pada tahun 2006, dimana Bapak Junaidin, S.Pd sebagai Kepala Sekolah, Hafsa,S.Pd sebagai Wakasek Kurikulum. Abdul Samad,S.Pd sebagai Wakasek Kesiswaan dan Sudirman, S.Pd.

sebagai bidang Humas. Sekolah ini memiliki siswa sebanyak 330 orang. Dimana kelas VII sebanyak 4 kelas, kelas VIII sebanyak 4 kelas dan kelas IX sebanyak 3 kelas.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Suharsimi(2013:173) mengatakan bahwa: Popilasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima. Sebuah sekolah yang dibangun pada tahun 2012, dengan Kepala Sekolah pertama pada SMP Negeri 3 Belo bernama Junaidin, S.pd., Waka Humas adalah Sutaryono, S.Pd. dan Waka Sarpras adalah Usman Abdullah. Sera Hafsah, S.Pd., selaku Waka Kurikulumseperti yang disebutkan di atas, SMP Negeri 3 Belo merupakan sekolah baru yang masih sangat butuh perhatian berbagai pihak dalam proses pengembangan ke arah yang lebih baik.

1. Visi dan Misi SMP Negeri 3 Belo

Pada dasarnya setiap sekolah diwajibkan menetapkan dan memiliki satu visi yaitu pandangan atau impian yang akan dicapai pada kurung waktu ke depan melalui proses yang terprogram untuk mencapai impian tersebut. Sedangkan misi adalah merupakan rangkaian program kegiatan pada setiap sekolah yang harus dilakukan untuk mencapai visi yang telah ditetapkan. Seperti SMP Negeri 3 Belo memiliki visi dan misi :

a. Visi

Terwujudnya lembaga pendidikan yang handal untuk menghasilkan tenaga kerja professional yang beriman dan bertaqwa serta produk unggulan yang berdaya saing tinggi memasuki era pasar bebas teknologi.berbasis teknologi.

b. Misi

1) Melaksanakan pendidikan yang efektif bersama dunia usaha dan industri untuk mempersiapkan tamatan yang kompeten, terampil, mandiri, produktif dengan part time.

2) Memberdayakan potensi sekolah untuk pengembangan TIK sebagai tempat latihan siswa pada khususnya dan masyarakat Dinas Pendidikan pada umumnya.

3) Meningkatkan kualitas organisasi dan manajemen sekolah dalam menumbuhkan semangat keunggulan dan kompetitif.

4) Meningkatkan kualitas kompetensi guru dan pegawai dalam mewujudkan standar pelayanan minimal (SPM).

5) Meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam mencapai kompetensi siswa yang berstandar nasional dan internasional.

6) Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan dalam mendukung penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

7) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kualitas pembinaan kesiswaan dalam mewujudkan iman dan taqwa (IMTAQ) dan sikap kemandirian.

8) Meningkatkan kualitas pengelolaan unit produksi dalam menunjang kualitas sumber daya manusia (SDM).

9) Memberdayakan lingkiungan sekolah dalam mewujudkan wawasan wiyatamandala.

2. Keadaan Guru dan Siswa

a. Tugas pokok dan peranan guru

1) Guru sebagai fasilitator, berperan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran.

2) Guru sebagai pengelola, berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara aman.

3) Guru sebagai demostrator, berperan untuk menjadi teladan dan acuan bagi siswa.

4) Guru sebagai evaluator, berperan untuk mengontrol dan mengumpulkan informasi tentang berbagai kelemahan dalam proses pembelajaran sebagai umpan balik untuk perbaikan selanjutnya.

Tugas pokok guru tersebut diemban oleh 48 orang guru, dengan berbagai jenis status kepegawaian. Adapun daftar guru seperti pada tabel berikut:

Tabel 4.1 Daftar nama Guru Di SMP Negeri 3 Belo Kabupaten Bima

No Nama L/P Status

Kepegawaian Jabatan

1 Junaidin, S.Pd L PNS Kepala Sekolah

2 Sutaryono, S.Pd L PNS Waka Humas

3 ST. Nuni P PNS Guru

4 Sahrudin L PNS Guru

5 Usman Abdullah L PNS Waka Sarpras

6 Hafsah, S.Pd P PNS Waka Kurikulum

7 Abdul Samad L PNS Guru

8 Abdul Muis, S.Pd L PNS Guru

9 Dahlia,S.Pd P PNS Guru

10 Nimal Hari Utami, S.Pd P PNS Guru

11 Zainudin, S.Pd L PNS Guru

12 ST. Maryam, S.PdI P PNS Guru

13 Baharuddin, S.Pd L Honda Guru

14 Drs Sudirman L Honda Guru

15 St. Hawah, A.Md P Honda Guru

16 Dra. Siti Nurjanah P Sukarela Guru

17 Ibrahim, AR L Sukarela Guru

18 Fa'izah, S.Sos P Sukarela Guru

19 Astuti, SE P Sukarela Guru

20 ST. Mujnah, B.A P Sukarela Guru

21 Hafsah, SE P Sukarela Guru

22 Idris, S.Pd L Sukarela Guru

23 Mariamah, S.PdI P Sukarela Guru

24 Siti Hawa, S.Pd P Sukarela Guru

25 Mas'ud, S.Pd L Sukarela Guru

26 Nurhaidah, S.Pd P Sukarela Guru

27 Sanusi, S.Pd L Sukarela Guru

28 Abubakar, S.Pd L Sukarela Guru

29 Sri Endang, S.Pd P Sukarela Guru

30 Muhdar, S.Pd L Sukarela Guru

31 Ati Zikra, S.Pd P Sukarela Guru

32 Juhriatin, S.Pd P Sukarela Guru

33 Siti Nuryanti, S.Pd P Sukarela Guru

34 Abidin, S.Pd L Sukarela Guru

35 Kalisom, S.Pd P Sukarela Guru

36 Asni, S.Pd P Sukarela Guru

37 Nurhayati, S.Pd P Sukarela Guru

38 Saadiah, S.Pd P Sukarela Guru

39 Yuliarna, S.Pd P Sukarela Guru

40 Asni, S.Pd P Sukarela Guru

41 Arsina, S.Pd P Sukarela Guru

42 Aminah, S.Pd P Sukarela Guru

43 Arabiah, S.Pd P Sukarela Guru

44 Ardiansyah, S.Pd L Sukarela Guru

45 Abdin, S.Pd L Sukarela Guru

46 Yasin Saputra,S.Pd L Sukarela Guru

47 Khairunnisa, S.Pd P Sukarela Guru

48 Arifin, S.Pd L Sukarela Guru

Dokumen terkait