C. Organisasi Kurikulum
6. Kurikulum Lembaga Pendidikan setelah kemerdekaan
Kemerdekaan bangsa Indonesia dan terbentuknya negara Indonesia menjadi babak baru dalam perkembangan pendidikan dan lembaga pendidikan, tidak terkecuali pada lembaga INS Kayutanam,sistem penyelenggaraan pendidikan setelah kemerdekaan masih melanjutkan sistem pengajaran pada awal berdirinya INS
92│ Dr. Mindani, M.Ag Kayutanam, tetapi dikembangkan berdasarkan 3 hal yaitu:
a. Nature Paedagogisch
Di lihat dari kesadaran religius dan falsafah pendidikan Mohammad Syafe’i menamakan sistem pendidikannya yaitu Natuur Paedagogisch, yaitu pendidikan yang memetik dan menerapkan nilai-nilai esensial yang dinamis dari proses hidup makhluk yang diciptakan Allah di alam semesta ini.58 Sehubungan dengan ini maka pendidikan diwujudkan dan diselenggarakan melalui nilai-nilai yang diperoleh dari hasil perenungan tentang alam(mentaddaburi) alam yaitu :
1. Bangsa Indonesia mempunyai alam yang kaya dengan keanekaragaman fauna dan flora, dan keindahan alam bumi Indonesia.
2. Proses kerja alam yang terkandung ada keselarasan atau harmoni.
3. Alam terdapat dalil-dalil /ketentuan yang tetap.
4. Di alam terdapat realitas bantu membantu
5. Di alam bebas selalu terdapat gerak kera dan perjuangan
58 Dokumen : Penyelenggaraan Pendidikan di INS Kayutanam.(tanggal 1 April 1977),h. 3
Pemikiran Pendidikan M.Syafei Perspektif Pendidikan Islam │93 6. Pekerjaan yang berjalan di alam biasanya berlaku
atas dasar bakat
7. Benda yang ada di alam dapat diciptakan suatu baru. Maksudnya, segala sesuatu yang tersedia di alam bisa diolah menjadi suatu benda (produk) lain, seperti rotan bisa di olah menjadi kursi, lemari dan lain-lain.
8. Masyarakat yang hidup di daerah yang beriklim sedang (tidak beriklim tropis), selalu belajar dari alam sehingga memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan hasil alam menjadi suatu produk yang bermanfaat.
9. Keuletan masyarakat yang berjuang hidup di daerah beriklim sedang (seperti eropa), sehingga mampu menjadikan mereka manusia yang memiliki kreatifitas yang tinggi.
10. Masyarakat Indonesia yang memiliki iklim tropis dengan kekayaan alam yang melimpah dan tanah yang subur, memiliki kreatifitas hidup yang rendah dengan adanya sikap lalai/santai/malas.
11. Kemajuan yang telah dicapai oleh negara lain dengan masyarakatnya yang mampu berkreatifitas, ulet dan mandiri.
12. Ketertinggalan Negera Indonesia yang tertinggal
94│ Dr. Mindani, M.Ag di bandingkan negera di beriklim sedang (Eropa).
13. Manusia mempunyai otak, suatu alat yang sangat baik dan banyak gunanya. 14.Potensi yang dimiliki manusia berupa otak, yang siap untuk dikembangkan. Otak pada sebagian besar manusia mengatakan, bahwa sekalian yang ada di alam semesta tidak bisa terjadi dengan sendirinya, pasti ada penciptanya dan pengaturnya.
14. Menurut ajaran agama, Pencipta dan Pengatur itu adalah Tuhan.
15. Pendidikan sebagai alat untuk pencapaian tujuan, maka syarat yang paling utama di dalam dunia pendidikan yaitu ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan ilmu yang dapat diambil dari segala ciptaan Tuhan, karena itu merupakan sumber ilmu yang sangat berharga dan efektif. 59 16. Dari sekian banyak pokok pemikiran pendidikan
yang dikemukakan di atas, dapat dijadikan esensi nilai yang terkandung di dalam kehidupan di alam semesta yang selalu bergerak dengan harmoni, hendaknya tertanam dalam diri guruuntuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif, di dalam proses belajar mengajar
59 Ibid., 32
Pemikiran Pendidikan M.Syafei Perspektif Pendidikan Islam │95 anak lebih aktif daripada guru, dalam hal ini istilah yang digunakan Mohammad Syafe’i yaitu aktif-positif, dan kegiatan pembelajaran dikembangkan serta diselenggarakan berdasarkan bakat siswa.60
b. Pendidikan Modern
Pendidikan bukan hanya mewariskan nilai-nilai lama, tetapi merangsang anak didik untuk menemukan hal-hal baru. Berkreatifitas merupakan indikator dari esensi manusia modern, oleh karena itu pendidikan mampu merangsang peserta didik untuk kreatif berdasarkan bakatnya. Selain berkreatifitas peserta didik harus memilki cara berfikir yang logis dan rasionalis, memiliki sistem kerja yang terencana, memiliki keberanian untuk bereksperimen.
Pendidikan modern tidak hanya menuntut peserta didik memiliki berbagai ilmu pengetahuan, tapi juga mengetahui dan mampu mempraktekannya dengan aktif dan kreatif.61
60 Dokumen, Penyelenggaraan Pendidikan di INS Kayutanam.(tanggal 1 April 1977),Ibid.,h.4
61 Ibid.
96│ Dr. Mindani, M.Ag c. Gabungan ilmu pengetahuan umum dengan
keterampilan
Pendidikan yang ingin diwujudkannya adalah lembaga pendidikan yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, pendidikan yang diselenggarakan dengan membekali siswa dengan ilmu pengetahuan umum yaitu ilmu pengetahuan yang diberikan untuk kekayaan rohani, serta ilmu- ilmu yang membantu siswa untuk dapat melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.62 Bagian pendidikan kejuruan berupa keterampilan.
Keterampilan dalam hal ini, merupakan hal yang sangat esensial dan menentukan ciri khas dalam sistem pendidikan.63
Kedudukan keterampilan dalam penyelenggaraan pendidikan yang menjadi pemikirannya dijadikan sebagai dasar dan sangat prinsipil, pendidikan keterampilan merupakan alat pendidikan dan bukan tujuan pendidikan. Dalam sistem pendidikan dilaksanakannya, keterampilan merupakan unsur yang inherent di dalam sistem pendidikan.
62 Ibid
63 Ibid.,h.5
Pemikiran Pendidikan M.Syafei Perspektif Pendidikan Islam │97 Pendidikan keterampilan adalah alat untuk membina kepribadian peserta didik agar aktif, kreatif, berdisiplin terhadap pekerjaan dan diri sendiri, dinamis, berjiwa sosial, percaya diri.64
Pendidikan keterampilan memiliki peran penting dalam pendidikan yang dikelolanya, karena keterampilan dipandang memiliki nilai tinggi yang mampu mewujudkan siswa yang produkitf, karena hal berikut :
1) Keterampilan mampu merangsang atau memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyalurkan minat dan bakatnya sesuai dengan prinsip Natuut paedagogisch.
2) Keterampilan memiliki dasar-dasar keterampilan berupa sikap, mental yang diperlukan untuk segala pekerjaan.
3) Keterampilan menjadi bekal hidup bagi peserta didik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ditengah-tengah kehidupan masyarakat.65
Untuk mewujudkan peserta didik yang aktif, produktif, kreatif, mandiri, berbudi luhur dan bertakwa, tentunya peserta didik harus memiliki ilmu
64 Naskah dokumen : A.A . Navis.,h. 5
65Ibid.
98│ Dr. Mindani, M.Ag pengetahuan dan serangkaian pengalaman belajar melalui proses belajar mengajar. Pengalaman belajar di dalam sebuah sistem pendidikan disusun secara sistematis di dalam kurikulum pendidikan.
Mencermati dan menganalisa pemikiran Mohammad Syafe’i dalam perancangan kurikulum yang dilaksanakannya dapat diketahui bahwa makna dan substansi kurikulum adalah sebagai otaknya pendidikan, dalam melaksanakan arah dan tujuan pendidikan. Kurikulum adalah rencana ke depan untuk mencapai tujuan pendidikan. Esensi kurikulum tersebut bila dikonfirmasi dengan tinjauan kurikulum nasional saat ini masih cukup relevan, terutama kurikulum keterampilan yang dilaksanakan oleh sekolah kejuruan.
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan tertentu.66 Dalam UU sisdiknas no. 20 tahun 2003 Bab I tentang ketentuan umum pasal 1 ayat 19, “Kurikulum adalah separangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
66 Rusman, Manajemen Kurikulum, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2011).,h.404
Pemikiran Pendidikan M.Syafei Perspektif Pendidikan Islam │99 isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.” 67 Dari beberapa pengertian kurikulum ini, bisa diketahui bahwa kurikulum memiliki peran yang sangat urgen dalam kegiatan pendidikan.
Dalam penyususnan kurikulum filosofi pendidikan merupakan salah satu dasar dalam perumusan kurikulum. Dalam hal ini Mohammad Syafe’i sebagai tokoh dan pemikir pendidikan mempersiapkan serangkaian kegiatan pembelajaran yang termaktub di dalam kurikulum di dasari dengan falsafah pendidikan yaitu falsafah ke-Tuhanan Yang Maha ESa.68
Falsafah Ketuhanan Yang Maha Esa dan alam takambang jadi guru, didasari akan keyakinan dan ketauhidannya kepada Allah SWT. Hal ini dapat dilihat dari uraian pemikiran Mohammad Syafe’i tentang keyakinannya kepada Allah SWT, kita harus mengakui adanya Tuhan, sudah seharusnya manusia mengakui akan segala ciptaan Tuhan.
67 Farida Welly, Sistem Pendidikan INS dan perannya di masa depan, (Harian Singgalang, selasa : 12 November 1991)
68 Thalib Ibrahim, INS Kayutanam, 1978, h. 6
100│ Dr. Mindani, M.Ag Dalam hal ini manusia harus percaya bahwa Tuhan itu menciptakan bumi, langit dan alam jagat raya.
Konsep dasar kurikulum INS di rancang dan dilaksanakan berdasarkan nilai-nilai yang diperoleh dari alam sebagai ciptaan Tuhan. Setelah Indonesia merdeka Mohammad Syafe’i merumuskan beberapa dasar penyelenggaraan pendidikan sebagai dasar kurikulum, rancangan kurikulum tersebut masih sama dengan rancangan kurikulum sebelum kemerdekaan, tetapi diawali dengan dasar pancasila sebagi dasar negara Indonesia merdeka. Adapun yang menjadi dasar kurikulum yaitu :