• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN HUKUM

Dalam dokumen LAPORAN TUGAS AKHIR (Halaman 153-163)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

E. LANDASAN HUKUM

1. Permenkes RI Nomor 28 Tahun 2017 Tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan

a. Pasal 18

Dalam penyelenggaraan Praktik Kebidanan, Bidan memiliki kewenangan untuk memberikan :

1) Pelayanan kesehatan ibu;

2) Pelayanan kesehatan anak; dan

3) Pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana b. Pasal 19

1) Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf (a) diberikan pada masa sebelum hamil, masa hamil, masa persalinan, masa nifas, masa menyusui, dan masa antara dua kehamilan.

2) Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pelayanan :

(a) Konseling pada masa sebelum hamil;

(b) Antenatal pada kehamilan normal;

(c) Persalinan normal;

(d) Ibu nifas normal;

(e) Ibu menyusui; dan

(f) Konseling pada masa antara dua kehamilan

3) Dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Bidan berwenang melakukan :

(a) Episiotomi;

(b) Pertolongan persalinan normal;

(c) Penjahitan luka jalan lahir tingkat I dan II;

(d) Penanganan kegawatdaruratan, dilanjutkan dengan perujukan;

(e) Pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil;

(f) Pemberian vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas;

(g) Fasilitasi/ bimbingan inisiasi menyusui dini dan promosi air susu ibu eksklusif;

(h) Pemberian uteroronika pada manajemen aktif kala tiga dan postpartum;

(i) Penyuluhan dan konseling;

(j) Bimbingan pada kelompok ibu hamil; dan

(k) Pemberian surat keterangan kehamilan dan kelahiran.

c. Pasal 20

(1) Pelayanan kesehatan anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 18 huruf (b) diberikan pada bayi baru lahir, bayi, anak balita, dan anak prasekolah.

(2) Dalam pemberian pelayanan kesehatan anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidan berwenang melakukan :

(a) Pelayanan neonatal esensial;

(b) Penanganan kegawatdaruratan, dilanjutkan dengan perujukan;

(c) Pemantauan tumbuh kembang bayi, anak balita, dan anak prasekolah; dan

(d) Konseling dan penyuluhan.

(3) Pelayanan neonatal esensial sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf (a) meliputi inisiasi menyusui dini, pemotongan dan perawatan tali pusat, pemberian suntikan Vit K1, pemberian imunisasi B0, pemeriksaan fisik bayi baru lahir, pemantauan tanda bahaya, pemberian tanda identitas diri, dan merujuk kasus yang tidak dapat ditangani dalam kondisi stabil dan tepat waktu ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang lebih mampu.

(4) Penanganan kegawatdaruratan, dilanjutkan dengan perujukan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf (b) meliputi :

(a) Penanganan awal asfiksia bayi baru lahir melalui pembersihan jalan nafas, ventilasi tekanan positif, dan/ atau kompresi jantung;

(b) Penanganan awal hipotermia pada bayi baru lahir dengan BBLR melalui penggunaan selimut atau fasilitasi dengan cara menghangatkan tubuh bayi dengan metode kangguru;

(c) Penanganan awal infeksi tali pusat dengan mengoleskan alkohol atau povidon iodine serta menjaga luka tali pusat tetap bersih dan kering; dan

(d) Membersihkan dan pemberian salep mata pada bayi baru lahir dengan infeksi gonore (GO)

(5) Pemantauan tumbuh kembang bayi, anak balita, dan anak prasekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf (c) meliputi kegiatan penimbangan berat badan, pengukuran lingkar kepala, pengukuran tinggi badan, stimulasi deteksi dini, dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita dengan menggunakan Kuisioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)

(6) Konseling dan penyuluhan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf (d) meliputi pemberian komunikasi, informasi, edukasi (KIE) kepada ibu dan keluarga tentang perawatan bayi baru lahir, ASI Eksklusif, tanda bahaya bayi baru lahir, pelayanan kesehatan, imunisasi, gizi seimbang, PHBS, dan tumbuh kembang.

d. Pasal 21

Dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana sebagaimana dimaksud dalam pasal 18 huruf (c), Bidan berwenang memberikan :

1) Penyuluhan dan konseling kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana; dan

2) Pelayanan kontrasepsi oral, kondom, dan suntikan.

2. Kepmenkes Nomer HK.01.07/Menkes/320/2020 tentang standar profesi Bidan

STANDAR KOMPETENSI BIDAN

Kompetensi ke 1 : Mampu melaksanakan praktik kebidanan dengan menerapkan etika, legal, dan keselamatan klien dalam seluruh praktik dan pelayanan kebidanan untuk perwujudan profesionalisme Bidan.

Lulusan Bidan Mampu

a. Berperilaku sesuai kode etik Bidan, dan pandai menempatkan diri pada kondisi dan situasi berbeda.

b. Bekerja sesuai standar pelayanan kebidanan yang telah ditetapkan.

c. Bersikap adil pada semua pihak yang berinteraksi dengan bidan, khususnya klien yaitu perempuan, bayi, balita dan anak prasekolah.

d. Menghormati mitra kerja yang memiliki kelebihan, dan menghargai setiap pihak yang memiliki keterbatasan. Menyadari keterbatasan diri, sehingga terbuka untuk berkolaborasi dengan profesi lain.

e. Senantiasa mengupayakan yang terbaik untuk klien.

f. Mengutamakan keselamatan klien di atas kepentingan pribadi, dan kelompok.

g. Cermat dan teliti dalam setiap perkataan, dan perbuatan terkait pelayanan kebidanan.

h. Sadar hukum dan senantiasa mematuhi ketentuan perundangan yang berlaku.

i. Jujur dan bertanggungjawab terhadap setiap tahap dan bagian pelayanan kebidanan yang dipercayakan kepadanya.

j. Melindungi hak asasi perempuan dalam kesehatan reproduksi dan seksualitas.

k. Menjaga rahasia yang diketahui karena keterlibatan dalam pelayanan.

l. Memperlakukan perempuan sebagai mitra yang bertanggungjawab menjaga dan memperhatikan kesehatan reproduksinya.

m. Menempatkan diri dengan tepat di masyarakat, sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat yang menjadi sasaran binaannya.

n. Mampu menjalin kerja sama dengan seluruh pihak.

3. UU Kebidanan no 4 tahun 2019 1) Pasal 1

a) Kebidanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada perempuan selama masa sebelum hamil, masa kehamilan, persalinan, pasca persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, bayi, balita, dan anak prasekolah, termasuk kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana sesuai dengan tugas dan wewenangnya.

b) Pelayanan Kebidanan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan secara mandiri, kolaborasi, dan/atau rujukan.

c) Bidan adalah seorang perempuan yang telah menyelesaikan program pendidikan Kebidanan baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang diakui secara sah oleh Pemerintah Pusat dan telah memenuhi persyaratan untuk melakukan praktik Kebidanan.

d) Praktik Kebidanan adalah kegiatan pemberian pelayanan yang dilakukan oleh Bidan dalam bentuk asuhan kebidanan.

e) Asuhan Kebidanan adalah rangkaian kegiatan yang didasarkan pada proses pengambilan keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh Bidan sesuai dengan wewenang dan ruang lingkup praktiknya berdasarkan ilmu dan kiat Kebidanan.

f) Kompetensi Bidan adalah kemampuan yang dimiliki oleh Bidan yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk memberikan Pelayanan Kebidanan.

g) Uji Kompetensi adalah proses pengukuran pengetahuan, keterampilan, dan perilaku peserta didik pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi Kebidanan.

h) Sertifikat Kompetensi adalah surat tanda pengakuan terhadap Kompetensi Bidan yang telah lulus Uji Kompetensi untuk melakukan Praktik Kebidanan.

i) Sertifikat Profesi adalah surat tanda pengakuan untuk melakukan Praktik Kebidanan yang diperoleh lulusan pendidikan profesi.

j) Registrasi adalah pencatatan resmi terhadap Bidan yang telah memiliki Sertifikat Kompetensi atau Sertifikat Profesi dan telah

mempunyai kualifikasi tertentu lain serta mempunyai pengakuan secara hukum untuk menjalankan Praktik Kebidanan.

k) Surat Tanda Registrasi yang selanjutnya disingkat STR adalah bukti tertulis yang diberikan oleh konsil Kebidanan kepada Bidan yang telah diregistrasi.

l) Surat Izin Praktik Bidan yang selanjutnya disingkat SIPB adalah bukti tertulis yang diberikan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota kepada Bidan sebagai pemberian kewenangan untuk menjalankan Praktik Kebidanan.

m) Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah suatu alat dan/atau ternpat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan baik promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang pelayanannya dilakukan oleh pemerintah dan/atau masyarakat.

n) Tempat Praktik Mandiri Bidan adalah Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang diselenggarakan oleh Bidan lulusan pendidikan profesi untuk memberikan pelayanan langsung kepada klien.

o) Bidan Warga Negara Asing adalah Bidan yang berstatus bukan Warga Negara Indonesia.

p) Klien adalah perseorangan, keluarga, atau kelompok yang melakukan konsultasi kesehatan untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan secara langsung maupun tidak langsung oleh Bidan.

q) Organisasi Profesi Bidan adalah wadah yang menghimpun Bidan secara nasional dan berbadan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

r) Konsil Kebidanan yang selanjutnya disebut Konsil adalah bagian dari Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia yang tugas, fungsi, wewenang, dan keanggotaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

s) Wahana Pendidikan Kebidanan adalah Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang digunakan sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan Kebidanan.

t) Pemerintah Pusat adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia yang dibantu oleh Wakil Presiden dan menteri sebagaimana di maksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

u) Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.

v) Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

2) Pasal 2

Penyelenggaraan Kebidanan berasaskan:

a) Perikemanusiaan;

b) Nilai ilmiah;

c) Etika dan profesionalitas;

d) Manfaat;

e) Keadilan;

f) Perlindungan; dan g) Keselamatan klien.

3) Pasal 3

a) Meningkatkan mutu pendidikan Bidan;

b) Meningkatkan mutu Pelayanan Kebidanan;

c) Memberikan pelindungan dan kepastian hukum kepada Bidan dan Klien; dan

d) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama kesehatan ibu, bayi baru lahir, bayi, balita, dan anak prasekolah

151

Dalam dokumen LAPORAN TUGAS AKHIR (Halaman 153-163)

Dokumen terkait