Untuk itu maka hampir semua perusahaan sekarang dituntut untuk menggunakan
pengelompokkan data pada sebuah prosedur yang formal, yang kemudian diolah menjadi informasi dan didistribusikan kepada pengguna. Dari pernyataan tersebut disimpulkan bahwa sistem informasi tidak harus berbasis komputer namun yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sistem informasi berbasis komputer (computer based information system) mengingat kegiatan sehari-hari di masa kini tidak bisa lepas dari menggunakan komputer, selanjutnya dalam tulisan ini akan disebut sebagai sistem informasi saja.
End - User Computing Satisfaction
End - User Computing (EUC) telah menjadi fenomena yang muncul dalam sistem informasi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (Benson, 1983; Lefkovits, 1979).
Peningkatan dalam industri naik dari 50 persen menjadi 90 persen, diteliti oleh (Rockart dan Flannery, 1983). Berdasarkan hal itu maka Rockart dan Flannery menyatakan bahwa perusahaan perlu meningkatkan manajemen sistem informasi. Dari hasil penelitian Henderson dan Treacy (1986) ditemukan bahwa untuk meningkatkan manajemen sistem informasi maka perlu dilakukan peningkatan pada usage dan kepuasan pengguna. Untuk mengevaluasi end-user computing dilakukan berdasarkan tingkat kegunaannya dalam proses pengambilan keputusan dan produktivitasnya.
End – user computing didefinisikan oleh Davis dan Olson (1985) adalah kombinasi dari pengguna sistem yang bertindak sebagai data entry (primary user) dan juga sebagai penerimaoutput(secondaryuser)yangdihasilkan. End–usersatisfactiondapatdiukurdari keduajenispenggunatersebut.
Pengukuran End – user computing satisfaction (EUCS) bagi kepentingan dalam pengambilan keputusan dilakukan dengan menilai saat output dari sistem informasi digunakan yang disebut produk informasi dan juga menilai apakah sistem tersebut mudah digunakan (ease of use) ( Bailey dan Pearson, 1983).
Beberapa penelitian tentang ease of use mengatakan bahwa ease of use menjadi hal penting dalam desain software (Branscomb dan Thomas, 1984). Keefektifan dari sebuah sistem sangat tergantung pada ease of use atau usability (Goodwin, 1987). Jika seorang pengguna sistem menemukan kemudahan dalam penggunaan aplikasi maka dia cenderung akan
menjadi ahli dalam menggunakan sistem tersebut. Ease of use akan meningkatkan produktivitasdanmemberibanyakalternatifbagipengambilkeputusan.
Model yang menjadi standar dalam pengukuran kepuasan pengguna adalah model yang diutarakan oleh Doll and Torkzadeh (1988) terdiri dari 5 ( lima ) first order factor yaitu Content, Accuracy, Format, Ease of Use dan Timeliness, yang diukur melalui 12 pertanyaan sebagai indikator. Second order factor diinterpretasikan sebagai End-User Computing Satisfaction (EUCS). Model ini telah banyak digunakan dalam penelitian-penelitian selanjutnya.
SystemUsage
Menurut Fishbean dan Ajzen (dalam Igbaria et all, 1997), usage diukur dengan menggunakan multiple-act indicator bukan single-act indicator. Igbaria et all (1997) menetapkan empat indikator dalam mengukur system usage, yaitu :
a) Jumlah software aplikasi yang digunakan oleh pengguna. Dalam beberapa lingkungan, perbedaan software aplikasi yang digunakan menjadi indikator yang baik dari usage secara keseluruhan
b) Jumlah dari computer supported business task
c) Waktuyangdigunakanuntukmenggunakankomputerperhari d) Frekuensi penggunaan komputer
IndividualImpact
Beberapa model pengukuran kepuasan pengguna bertujuan untuk melihat dampaknya pada pengguna. Model pengukuran dari Amoli dan Farhoomand (1996) melihat hubungan dari kepuasan pengguna, systemusage, system benefits dan job impact. Hasilnya adalah kepuasan pengguna signifikan mempengaruhi system usage, system benefit dan job impact, dalam model ini juga terlihat bahwa system usage mempengaruhi job impact.
Model dari Igbaria dan Tan (1997) menghubungkan kepuasan pengguna, system usage dan individual impact. Hasilnya adalah kepuasan pengguna signifikan mempengaruhi
Pengembangan Hipotesis
1. Hubungan kepuasan pengguna dan system usage
Berdasarkan penelitian Doll dan Torkzadeh (1988), konten berpengaruh signifikan terhadap EUCS. Ada empat indikator yang dilihat dari pengguna yaitu apakah sistem menghasilkan informasi yang tepat, apakah isi informasi yang dihasilkan memenuhi kebutuhan, apakah sistem menghasilkan laporan yang tepat dan apakah informasi yang dihasilkan cukup. Ke empat indikator itu menunjukkan bahwa konten akan mempengaruhi kepuasan pengguna.
Berdasarkan penelitian Doll dan Torkzadeh (1988), akurasi berpengaruh signifikan terhadap EUCS. Mereka melihat dua indikator yaitu keakuratan sistem dan tanggapan pengguna dengan keakuratan sistem tersebut.
Penelitian Doll dan Torkzadeh (1988), menyatakan bahwa format berpengaruh signifikan terhadap EUCS. Indikator yang dilihat untuk format ada dua yaitu apakah sistem menghasilkan bentuk output yang berguna dan apakah informasi dari output tersebut jelas.
Hasil penelitian Doll dan Torkzadeh (1988), ease of use berpengaruh signifikan terhadap EUCS. Dua pertanyaan diajukan kepada pengguna yaitu apakah sistem mudah dipelajaridanapakahsistemmudahuntukdigunakan.
Berdasarkan penelitian Doll dan Torkzadeh (1988), timeliness berpengaruh signifikan terhadap EUCS. Dua pertanyaan diajukan kepada pengguna yaitu apakah sistem menghasilkan informasi yang tepat waktu dan apakah informasi tersebut update.
Kepuasan pengguna dan system usage merefleksikan interaksi pengguna teknologi informasi. Keduanya sering digunakan untuk mengevaluasi kesuksesan implementasi teknologi informasi. Menurut Fishbein dan Ajzen (1975 dalam Igbarian dan Tan, 1997) tindakan dan kebiasaan manusia dipengaruhi oleh tingkah lakunya. Maka berdasarkan hal tersebut, dalam pengukuran teknologi informasi, para peneliti terdahulu menyatakan ada hubungan antara tingkah laku pengguna dengan penerimaan penerapan teknologi informasi.
Hubungan antara kepuasan pengguna dan system usage mengikuti Theory of Reasoned Action (TRA) oleh Davis et al (1989) dan juga penelitian oleh Ives at al (1986). Behavior dalam hal ini system usage dipengaruhi oleh attitudes dalam hal ini adalah kepuasan pengguna. Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas ditarik hipotesis yang pertama yaitu :
H1 : Kepuasan pengguna berpengaruh terhadap system usage 2.Hubungansystemusagedanindividualimpact
System usage menjadi variabel yang penting dalam pengukuran penerimaan penerapan teknologi informasi. Menurut DeLone dan McLean (1992) dalam penelitiannya bahwa system usage mempengaruhi individual impact. Maka hipotesis ke dua dalam penelitian ini dinyatakan sebagai berikut :
H2 :Systemusageberpengaruhterhadapindividualimpact