3.4 Prosedur Perhitungan
3.4.5 Langkah D: Menetapkan Kinerja Lalu Lintas
Untuk jalan tak terbagi, semua analisis (kecuali analisis kelandaian khusus) dilakukan pada kedua arah. Untuk jalan terbagi, analisis dilakukan pada masing-masing arah. Untuk segmen khusus, lanjutkan langsung ke Langkah D.4.
Gunakan data masukan yang ditentukan dalam Langkah A.3 (Formulir JLK-I), vB, dan C yang dihitung dalam Langkah B dan C (Formulir JLK-II) untuk menentukan DJ, vMP, wT, dan DI. Gunakan Formulir JLK-II untuk analisis kinerja ini.
3.4.5.1 Langkah D.1: Derajat Kejenuhan
a. Salin nilai arus lalu lintas dalam satuan SMP/jam dari Formulir JLK-I ke dalam Formulir JLK-II (kolom 13). Untuk jalan tak terbagi q adalah qTOTAL untuk 2 arah (dalam Gambar 3-21 ditandai dengan lingkaran garis terputus-putus), untuk jalan terbagi q adalah arus untuk masingmasing arah dari jalan terbagi qARAH 1 dan qARAH 2.
Gambar 3-21 Contoh qARAH 1, qARAH 2, atau qTOTAL untuk analisis
b. Dengan menggunakan nilai C dari kolom 12 Formulir JLK-II, hitung DJ dengan cara membagi qTOTAL (kolom 13) oleh C, dan masukkan nilainya ke dalam kolom 14 (lihat contoh pada Gambar 3-21).
3.4.5.2 Langkah D.2: Kecepatan dan Waktu Tempuh Mobil Penumpang
a. Tentukan vMP berdasarkan nilai DJ yang diperoleh dari perhitungan (kolom 14) dan nilai vB,MP dari kolom 6, dengan bantuan Gambar 3-1 (untuk tipe jalan 2/2-TT) atau Gambar 3-2 (untuk tipe jalan 4/2-T). Tetapkan titik DJ pada sumbu X, buat garis vertikal sejajar dengan sumbu Y dari titik ini sampai memotong kurva vB,MP, buat garis horizontal sejajar dengan sumbu X sampai memotong sumbu Y dan baca nilai vMP. Masukkan nilai ini ke Kolom 15 Formulir JLK-II.
Kapasitas Jalan Luar Kota
b. Tulis panjang segmen P (km) pada Kolom 17 (Formulir JLK-I), hitung WT dalam satuan jam, dengan cara membagi P dengan v, dan masukkan hasilnya ke dalam Kolom 18 (lihat contoh dalam Gambar 3-22).
3.4.5.3 Langkah D.3: Derajat Iringan (DI)
DI hanya diperhitungkan pada tipe jalan 2/2-TT. Tentukan DI berdasarkan DJ dalam kolom 14 dengan menggunakan Gambar 3-3, dan masukkan nilainya ke dalam Kolom 19 Formulir JLK- II (lihat contoh dalam Gambar 3-22).
Gambar 3-22 Contoh perhitungan dan penulisan C, vMP, wT, dan DI
3.4.5.4 Langkah D.4: Kecepatan dan Waktu Tempuh Pada Segmen Khusus a. Segmen khusus tanpa lajur pendakian
1) Pada umumnya fokus dari segmen khusus adalah kecepatan arus pada arah mendaki. Untuk perhitungan ini, gunakan Formulir JLK-II. Hitung DJ dengan cara yang sama dalam Langkah D.1 (contoh lihat Gambar 3-23).
2) Kecepatan mendaki pada kondisi kapasitas (VC,NAIK, km/jam) ditentukan berdasarkan kecepatan mendaki arus bebas (vB) dari Langkah B.6 dengan bantuan Gambar 3-1.
Tentukan kecepatan pada kapasitas sebagai berikut:
a) Plot nilai DJ pada sumbu horizontal x pada bagian bawah Gambar 3-1.
b) Buat garis vertikal sejajar dengan sumbu vertikal (y) dari titik ini sampai memo- tong curva vB yang sesuai dengan dari langkah B.6.
c) Buat garis horizontal sejajar dengan sumbu x sampai memotong sumbu vertikal y dan baca nilai vC,NAIK.
d) Masukkan nilai ini ke dalam Kolom 18 Formulir JLK-III (lihat contoh pada Gambar 3-23, vC,NAIK= 42).
2. KAPASITAS, DERAJAT KEJENUHAN, KECEPATAN MP C= C0 x FCL x FCPA x FCHS
Lebar jalur FCL
(Tabel 3-4)
Pemisahan arah FCPA
(Tabel 3-5)
Hambatan samping
FCHS
(Tabel 3-8)
(7) (8) (9) (10) (11) (14) (15)
Awal 4000 0,91 0,97 0,99 0,63 44,6
6th y.a.d 4000 0,91 0,97 0,99 0,94 36,8
6th+lebar 4000 1,21 0,97 0,99 0,70 46,4
3. KECEPATAN MP, WAKTU TEMPUH, dan DERAJAT IRINGAN
(16) (17) (18) (19)
Awal 5 0,112 0,79
6th y.a.d 5 0,136 0,89
6th+lebar 5 0,108 0,82
3495 3270
4648 3270
Arah
Panjang segmen jalan
P
km
Waktu tempuh WT
(17)/(15) jam
Derajat Iringan
DI
3495 2195
Arus lalu lintas
qTOTAL SMP/jam
(12) (13)
Arah
Kapasitas dasar
C0
(Tabel 3-1) SMP/jam
Faktor koreksi akibat Kapasitas
C {(2)+(3)}x(4)x(5)
SMP/jam
Derajat kejenuhan
DJ
(14)/(12)
Kecepatan MP VMP
Gambar 3-1 dan Gambar 3-2
km/jam
Kapasitas Jalan Luar Kota
76 dari 326
Dokumen ini tidak dikendalikan jika di unduh/Uncontrolled when downloaded
3) Hitung perbedaan kecepatan antara vB,NAIK dengan vC,NAIK. vB,NAIK telah dihitung pada langkah B.6 (lihat Gambar 3-19, nilai vB,NAIK=48,7 km/jam) dan telah dimasukkan ke dalam Formulir JLK-III Kolom 7, arah 1. Masukkan perbedaan kecepatan (vB,NAIK - vC,NAIK) dalam kolom 20 Formulir JLK-III (dalam Gambar 3-23 tertulis 6,7 km/jam).
4) Hitung kecepatan mendaki MP menggunakan Persamaan 3-17.
vNAIK = vB,NAIK−DJ×(vB,NAIK−vC,NAIK) 3-17
Masukkan hasilnya dalam kolom 21 Formulir JLK-III.
5) Waktu tempuh rata-rata dihitung dengan cara yang sama seperti pada Langkah D.2 di atas. Gunakan Kolom 22 dan 23 Formulir JLK-III.
6) Tentukan kecepatan TB pada kondisi lapangan menggunakan Gambar 3-2 dan persamaan 3-18 dan masukkan hasilnya ke dalam Kolom 18 Formulir JLK-III:
vTB,NAIK= vB,TB,NAIK− DJ× (vB,TB,NAIK− vC,NAIK) 3-18 Keterangan:
vTB,NAIK adalah kecepatan truk besar pada kondisi lapangan, km/jam.
vB,TB,NAIK adalah kecepatan arus bebas mendaki truk besar, km/jam.
vK,NAIK adalah kecepatan arus mendaki pada kondisi kapasitas mobil penumpang, km/jam.
7) Jika kecepatan keseluruhan untuk kedua arah dikehendaki, maka Gambar 3-1 dalam Langkah D.2 dapat digunakan dengan ketelitian yang layak dengan menggunakan kombinasi kecepatan arus bebas mendaki dan menurun seperti dihitung pada Lang- kah B.6, dan isikan hasilnya pada Formulir JLK-III.
Gambar 3-23 Contoh perhitungan kinerja pada segmen khusus dalam formulir JLK-III
2. KAPASITAS, DERAJAT KEJENUHAN, KECEPATAN MENANJAK PADA KAPASITAS C= C0 x FCL x FCPA x FCHS Lebar jalur
FCL (Tabel 3-4)
Pemisahan arah FCPA (Tabel 3-5)
Hambatan samping
FCHS (Tabel 3-8)
(10) (11) (12) (13) (14) (17) (18)
Saat ini 3550 0,96 0,96 0,95 0,55 38
dengan lajur
pendakian 2x1800 0,98 1 0,95 0,18 47
3. KECEPATAN MP, WAKTU TEMPUH, dan DERAJAT IRINGAN
(19) (20) (21) (22) (23)
Saat ini 10,7 43 3 0,070
dengan lajur
pendakian 47 3 0,064
Arah
Beda kecepatan vB,NAIK-vC,NAIK
km/jam
Kecepatan menanjak
vNAIK
km/jam
Panjang segmen jalan khusus (naik)
PK km
Waktu tempuh naik
WT (22)/(21)
jam
Kecepatan naik pada kondisi
kapasitas VC,NAIK Gambar 3-1 dan
Gambar 3-2 km/jam
(15) (16)
3105 1703
3352 603
Arah
Kapasitas dasar
C0 (Tabel 3-1)
SMP/jam
Faktor koreksi akibat Kapasitas
C {(2)+(3)}x(4)x(5)
SMP/jam
Arus lalu lintas
qTOTAL
SMP/jam
Derajat kejenuhan
DJ (16)/(15)
Kapasitas Jalan Luar Kota
b. Segmen khusus dengan lajur pendakian
Jika segmen khusus dilengkapi dengan lajur pendakian, anggaplah arah yang mendaki sebagai jalur satu arah (dua lajur) dari jalan empat lajur tak terbagi (4/2-TT) pada alinemen gunung. Prosedur perhitungan kapasitas dan kinerja lalu lintas adalah sebagai berikut:
1) Hitung arus lalu lintas satu lajur arah mendaki (q, SMP/jam) dari jalan eksisting;
2) Hitung C (SMP/jam) menggunakan langkah C.6 dan DJ;
3) Kecepatan mendaki arus bebas (vB,NAIK) diperoleh dari Langkah B.6, dengan bantuan Gambar 3-2 (tipe jalan 4 (empat) lajur) dan DJ maka dapat diperoleh kecepatan mendaki saat kapasitas (vC,NAIK);
4) Kecepatan mendaki (vNAIK) ditentukan dengan menggunakan Persamaan 3-17; dan 5) Waktu tempuh didapat dari membagi panjang segmen jalan khusus dengan kecepatan
mendaki.
3.4.5.5 Langkah D.5: Penilaian Kinerja Lalu Lintas
Cara tercepat menilai kinerja lalu lintas adalah dengan menilai DJ selama umur pelayanan jalan yang dikehendaki. Jika nilai DJ selama umur fungsinya cukup rendah atau sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, maka kinerja lalu lintas dapat diterima. Tetapi, jika DJ yang pada masa usia pelayanannya didapat terlalu tinggi (misal >0,85), maka perlu dipertimbangkan untuk mengubah (meningkatkan) penampang melintang jalan dan memulai lagi perhitungan baru.
Untuk jalan terbagi, penilaian kinerja lalu lintas harus dikerjakan untuk setiap arah terlebih dahulu agar dapat sampai pada penilaian secara menyeluruh.