• Tidak ada hasil yang ditemukan

Latar Belakang Usaha Barang Bekas

Dalam dokumen UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM (Halaman 57-61)

Pada awalnya usaha barang bekas sangat di pandang sebelah mata oleh masyarakat di desa Pengadang. Namun seiring berkembangnya zaman pengusaha barang bekas sangat populer di kalangan masyarakat. Pak Zainal

Jumlah 57 64 1.319 1.030 735 526 578 444 47 17 93 25 2.168 2.065

Abidin adalah orang pertama yang melakukan bisnis usaha barang bekas.

Langkah awal yang dilakukan oleh pak Zainal Abidin dulunya adalah mendatangi rumah rumah warga dan toko toko untuk menanyakan apakah ada barang-barang rosokan yang bisa di beli. Kemudian hasil pembelian barang rosokan dari rumah-rumah dan toko-toko tersebut, di kumpulkan menjadi satu dalam gudang sampai menjadi banyak dari perolehan setiap harinya. Setelah barang barang tersebut menjadi banyak, beliau kemudian menyetorkan ke pengusaha barang bekas dengan menggunakan truk.

Seiring berjalan usaha yang dijalankan sama pak Zainal Abidin semakin berkembang, hingga saat ini sudah tidak perlu lagi mendatangi rumah-rumah warga dan toko ataupun bengkel untuk mencari barang rongsokan. Beliau hanya menunggu penjual barang rosokan dan menyetorkan barangnya ke gudang. Zainal abidin memulai membuka usaha barang bekas pada tahun 2013, dan sampai saat ini usaha yang dijalankan sukses, dan mampu meraih keuntungan yang sangat besar.

Pada awalnya yang ingin menjadi pengumpul barang bekas sangat sedikit, namun dengan bukti yang di hasilkan oleh pak zainal abidin mampu menarik minat masyarakat sehingga terdapat banyak dukungan untuk tetap menekuni usaha tersebut. Karena menjadi pengumpul bekas ini diberikan modal oleh pengusaha barang bekas. Hal inilah yang menarik simpati dari masyarakat. Dan rata rata sekarang pendapatan sebagai pengumpul barang bekas cukup banyak sehingga mampu memnuhi kebutuhan keluarga dan sanggup membiayai anaknya untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang

lebih tinggi. Berikut tabel pendapatan masyarakat desa Pengadang setelah adanya usaha barang bekas:

Setelah usaha pak Zainal Abidin sukses menjadi pengusaha barang bekas, maka lahirlah pesaing baru yang menjadi pengusaha barang bekas lainnya seperti bapak H.Fathurrahman dan bapak Imran. Masing masing pengusaha barang bekas ini memunculkan persaingan untuk mendapatkan pengumpul barang bekas yang banyak. Semakin banyak pengumpul barang bekas yang didapatkan, maka semakin banyak pula keuntunngan yang akan di dapatkan. Bapak H. fathurrahman dan bapak Imran membuka usaha barang bekas sekitar tahun 2016. Namun yang patut di sukuri adalah pengusaha barang bekas ini mampu mengurangi pengangguran yang ada di wilayah desa Pengadang dan mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat lebih maju lagi.

Sebelum adanya usaha barang bekas ini, masyarakat desa Pengadang sangat bergantung kepada pekerjaan menjadi seorang petani. Menjadi usaha tani dengan tingkat pendapatan yang minim, rata rata Rp. 250.00- 600.000/bulan. Dengan tingkat pendapatan yang minim kecendrungan kaum laki laki yang sudah dewasa hanya mengandalkan penghasilan pertanian musiman, itupun jika dihitung dengan kebutuhan dirasakan masih belum cukup. Keadaan inilah yang membuat pak Zainal Abidin membuat keputusan dengan membuka usaha barang bekas di Desa tersebut. Sebagaimana yang diungkapkan olehnya:

“Dulunya masyarakat desa Pengadang kebanyakan menjadi tani, dan penghasilannya sangat minim, dengan sebab inilah saya membuka usaha barang bekas ini untuk membantu mencukupi kebutuhan mereka, dan ahirnya masyarakat didesa ini sangat tertarik untuk menjalankan usaha ini dan ahirnya mampu meningkatkan ekonominya”3.

Saya juga memberikan modal kepada mereka yang ingin menjadi pengumpul barang bekas dan juga memberikan fasilitas kendaraan. Mungkin hal inilah yang membuat mereka merasa tertarik dan menikmati usaha ini.

Terbukti dengan adanya usaha barang bekas ini mampu mempekerjakan ibu ibu misalnya saja dijadikan sebagai penyutir plastik.

Karena dalam usaha barang bekas ini terdapat banyak jenis plastic yang harus di sotir misalnya saja plastik gelas, plastik oli, dan sebagainya. Plastik gelas seperti bekas minuman yang kecil tersebut dan plastik oli yakni plastik bekas oli. Kemudian plastik tersebut di kemas dalam karung yang besar kemudian dikirim langsung ke Surabaya. Sebagaimana yang di ungkapkan oleh ibu mawar:

“Usaha barang bekas ini mampu membuat saya memenuhi kebutuhan saya dan dapat membantu suami untuk menambah ekonominya, dan saya juga sangat bersukur karena dengan adanya usaha ini tidak perlu lagi mencari pekerjaan, karena pekerjaan ini sangat membantu dalam menambah penghasilan sehari hari”4.

Kemudian ada juga yang di pekerjakan di tingkat SMA misalnya saja dalam menyutir barang antik. Barang antik seperti temabaga, kuningan, almunium, perunggu dan aki. Dalam hal ini pengusaha barang bekas menyuruh untuk mennyutir almunium. Karena dalam almunium terdapat

3 Zainal Abidin Wawancara Dusun Borok 20 Juli 2018.

4 Ibu Mawar, Wawancara Dusun Montong Tinggang 20 Juli 2018.

almunium panci, almunium kaleng dan ada juga almunium tebal. Almunium panci seperti bekas perabotan rumah tanggga, almunium tebal seperti pelk mobil, dan kalau aluminum kaleng seperti bekas minuman. Hal inilah yang dilakukan oleh pekerja yang bekerja sebagai tukang sutir barang antik.

Sehingga dengan adanya usaha barang bekas ini para pengusaha barang bekas mempunyai strategi yang berbeda beda untuk mendapatkan pengumpul barang bekas. Namun dengan keberadaan usaha barang bekas ini masyarakat mampu meningkatkan ekonominya. apalagi menjadi penyutir plastik dan menjadi penyutir barang antik, semakin banyak barang yang dapat disutir maka semakin banyak pula keuntungan yang akan di dapatkan. Dalam menjadi pengusaha barang bekas ini juga harus mempunyai strategi yang kuat untuk mendapatkan pengumpul barang bekas, sehingga diantara jajaran pengusaha ini sangat menentukan keberhasilan usaha nya sekalipun mampu meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

C. Strategi Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Usaha Barang

Dalam dokumen UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM (Halaman 57-61)

Dokumen terkait