TEORI SELF-REFERENCE CRITERION
C. LINGKUNGAN BUDAYA
Berkaitan dengan pola, perilaku, dan keyakinan dalam masyarakat, meliputi keyakinan, norma, nilai, asumsi, harapan, dan rencana – rencana tindakan.
a. Karakteristik Kebudayaan 1. Perspektif,
2. Memberikan jenis perilaku yang diterima di masyarakat, 3. Digunakan dan dikembangkan di masyarakat,
4. Mempermudah komunikasi,
5. Bukan bawaan sejak lahir, akan tetapi dapat dipelajari, 6. Subyektif,
7. Bersifat kekal (abadi), 8. Kumulatif,
9. Dinamis.
b. Unsur – Unsur Kebudayaan
Menurut Koentjaraningrat, unsur universal menjadi isi kebudayaan : 1. Sistem religi dan upacara keagamaan,
2. Sistem dan organisasi kemasyarakatan, 3. Bahasa,
4. Sistem pengetahuan, 5. Sistem pencaharian,
6. Sistem teknologi dan peralatan.
Menurut Terptra & Sarathy, ada 8 elem pokok dalam kebudayaan : 1. Kebudayaan material,
2. Bahasa, 3. Estetika, 4. Pendidikan, 5. Agama,
6. Sikap dan nilai, 7. Organisasi sosial, 8. Kehidupan politik.
c. Pengaruh Kebudayaan Dalam Pemasaran Global
Product : KFC diterima dengan baik di Perancis, sedangkan Mc Donald’s tidak.
Distribusi : Door to door cocok di AS, dan tidak cocok di Eropa karena mengganggu privasi.
Promosi : Kalimat dalam promosi memiliki makna yang berbeda / negatif bagi negara yang berbeda
Harga : Harga impor lebih mahal daripada harga lokal.
MATERI PERTEMUAN KE-4 M. PEMASARAN
ENY KHARMILLA 192510044
MM34B
LINGKUNGAN POLITIK HUKUM BUDAYA
Aspek politik seringkali memegang peranan dalam bisnis global, perbedaan sistem politik, perubahan politik yang menimbulkan persoalan kompleks dalam bisnis.
Ada negara yang cenderung membuka pasar untuk menarik investor, dengan demikian sebaliknya.
Ada 3 lingkup politik :
- politik asing atau host country atau negara tujuan - politik domestik atau home country atau negara asal
- politik internatsional atau interaksi antara dua negara atau lebih.
Tujuan Kebijakan Politik adalah : - mendukung industri dalam negeri - melindungi pasar lokal
- mencegah larinya devisa keluar negeri - mendorong akumulasi modal
- menjaga tingkat upah dan standar hidup
- melindungi lapangan kerja dan mengurangi pengangguran
Perspektif Politik International - tipe pemerintah
- stabilitas pemerintahan
- kualitas manajemen dan ekonomi dari pemerintah negara tujuan - perubahan dalam kebijakan pemerintah
- sikap negara tujuan terhadap investor asing - hubungan negara tujuan dengan negara lain - sikap terhadap penempatan personil asing
- pengaruh industri-industri yang dikendalikan pemerintah - keadilan dan kejujuran dalam prosedur administrasi - kedekatan hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Masalah dan Intervensi Politik
Perusahaan global dipengaruhi faktor dalam 3 aspek yaitu : - pola kepemilikan dalam perusahaan induk atau cabang - arah dan sifat perkembangan perusahaan cabang - arus produk, teknologi dan ketrampilan manajerial
Dimana permasalahan yang timbul dalam menjalankan bisnis internasional bersumber pada dua hal, yaitu kedaulatan politik dan konflik politik.
Resiko Politik
- stablitas pemerintahan dipengaruhi oleh tipe pemerintahan ( diktatorial, republik, monarki )
- sistem kepartaian ( singgle party, two party, multy party atau dominate one party ) - tingkat nasioanalisme dan patriotisme dalam negeri.
Resiko Politik digolongkan menjadi : - general instability risk
berkaitan dengan ketidakpastian kelangsungan hidup dari sistem politik negara tujuan.
- ownership atau control risk
berkaitan dengan tindakan peemrintah negara tujuan dalam membatasi dan mengendalikan perusahaan asing.
-operation risk
hambatan operasi bisnis dari pemerintah tujuan dalam segala aspek ( produksi, keuangan, pemasaran ).
-transfer risk
kemampuan cabang perusahaan untuk mentransfer pembayaran, modal, laba ke perusahaan induknya.
Upaya Meminimalisasikan Resiko Politik - merangsang pertumbuhan ekonomi lokal - memperkerjakan tenaga kerja lokal - membagi kepemilikan
- menerapkan political neutrality - lisensi
- melakukan lobying
- mengantisipasi resiko politik
- menghindari bidang usaha yang berkaitan dengan produk yang sensitif secara politik.
Lingkungan Politik
- perusahaan global akan menghadapi kondiis yang komplek karena selain mematuhi hukum di negara asal juga harus wajib mentaati hukum di negara tujuan, demikian hukum setiap negara belum tentu sama.
- ada 2 sistem hukum internasional :
1. Common law atau kebiasan atau konvensi masa lalu 2. Code law ( comercial law atau civil law atau criminal law )
Keanekaragaman Lingkungan Hukum
- lingkungan hukum domestik
Hukum yang bisa menghambat memasuki pasar negara tujuan meliputi : - tarif
- hukum anti dumping - lisensi eksport atau import - regulasi invest asing - insentif ilegal
- hukum pembatasan perdagangan
Organisasi Internasional yang mengatur Hukum Bisnis Internasional - Internasional Monetary Fund ( IMF )
- Word Bank dan World Trade Organization ( WTO yang menggantikan GATT ) Perlindungan hak cipta : paten, merek dagang
- Pakta dan konvensi PBB : WHO, ICAO, ITU, UPU, ILO, INTERSAT, ISO - Hukum European Community
Lingkunngan Hukum Internasional Masalah hukum internasional :
- peraturan tentang : kolusi, diskriminasi, metode promosi, penetapan harga dan kesepakatan daerah pemasaran.
- hukum dalam dunia perdagangan eceran - pengendalian kualitas produk
- jaminan pelayanan purna jual
- hak cipta, lisensi, paten dan merek dagang
Penyelesaian Konflik Internasional
Kedua pihak bermusyawarah dan menyelesaikan masalah yang ada bersama-sama.
Menyelesaikan konflik melalui arbitrasi ( menggunakan hakim yang tidak berpihak
pada pandangan umum yang aknan dan tidak memihak pihak yang berselisih ) Misal : a. The International Control for Settlement of investment disputes ( ICSID )
b. The Inter-american commercial arbitrasion commision.
c. The International Chamber of Commerce ( ICC )
Penyelesaian Konflik Internasional
- The American Arbitration Association ( AAA )
- The Canadian - American COmmercial Arbitration Commision ( CACAC ) - The London Court of Arbitration
Salah satu pihak menuntut pihak lain :
Penyelesaian ini seringkali dihindari karena muncul kekhawatiran akan : - image yang buruk
- perlakuan yang tak adil
- terbukanya rahasia perusahaan
Lingkungan Budaya
Konsep dan pengertian budaya,
Kebudayaan berkaitan dengan pola perilaku dan keyakinan dalam masyarakat, meliputi keyakinan, norma, nilai, asumsi, harapan dan rencana-rencana tindakan.
Dengan demikian kebudayaan memberikan kerangka bagi masyarakat untuk memandang dunia sekitarnya, menginterprestasikan kejadian-kejadian dan perilaku dan bereaksi terhadap realitas yang dirasakan. ( Graebner dalam Sexson,92 )
Karakteritik Kebudayaan
- bersifat perscriptive, memberikan jenis perilaku tertentu yang diterima oleh masyarakat tertentu
- digunakan dan dikembangkan bersama daalm masyarakat
- mempermudah komunikasi
- bukan bawaan sejak lahir, tetapi dapat dipelajari atau akulturasi - bersifat subyektif
- bersifat kekal atau abadi - bersifat kumulatf
- bersifat dinamis
Unsur-unsur Kebudayaan
Menurut koentjaraningrat, unsur universal mejadi isi kebudayaan : - sisitem religi
- sistem dan organisasi kemasyarakatan - bahasa
- sistem pengetahuan - sistem pencaharian
- sitem teknologi dan peralatan
Delapan Elemen Pokok dalam Kebudayaan Menurut Terptra dan Sarathy,
- kebudayaan material - bahasa
- estetika - pendidikan - agama
- sikap dan nilai - organisasi sosial - kehidupan politik
Pengaruh Kebudayaan dalam Pemasaran Global - produk
KFC diterima dengan baik di Perancis sedang McDonald’s tidak.
- distribusi
Dor to dor cocok di AS dan tidak cocok di Eropa karena mengganggu privacy.
- promosi
Kalimat dalam promosi memiliki makna yang berbeda atau negatif bagi negara Yang berbeda.
- harga ( harga impor > dari harga lokal )
Analysis Lingkungan Kebudayaan Teori Hiarkhi Kebutuhan Maslow ( 1943 ) Ada 5 tingkatan kebutuhan :
a. Fisiologis atau physiological b. Keamanan atau safety needs c. Sosial atau social needs
d. Penghargaan atau esteem needs
e. Aktualisasi diri atau self actualization needs
Teori Self Reference Criterion
- nilai yang dianut sebagai ukuran dan standar untuk memahami dan menanggapi kondisi yang ada.
- James Lee ( 90 ) mengemukakan 4 langkah untuk mengurangi kecenderungan penggunaan SRC :
1. Menetapkan masalah dipandang dari sudut karakteristik, kebiasaan dan norma budaya semdiri.
2. Dari sudut karakteristik, kebiasaan dan norma budaya asing.
3. Memisahkan pengaruh SRC terhadap masalah.
4. Menentukan kembali masalah tanpa pengaruh SRC dan mencari solusi bagi
Situasi dan tujuan bisnis yang optimum.
Teori Difusi Evertt M.Rogers ( 62 )
- proses mental yang dilalui seseorang dari awal suatu inovasi sampai mengadopsi Inovasi.
- proses adopsi terdiri atas 5 tahap : 1. Kesadaran ( awareness )
2. Minat ( interest ) 3. Evaluasi
4. Percobaan
5. Adopsi, dimana keberhasilan proses adopsi tergantung dari karakteristik inovasinya.
Budaya Konteks Tinggi dan Budaya Konteks Rendah ( Edward T Hall )
- budaya konteks tinggi dan budaya konteks rendah sebagai cara untuk memahami berbagai orientasi budaya, dimana penggolongannya berdasarkan komunikasi budaya.
- budaya konteks tinggi : Jepang, Arab, Amerika Latin, Keputusan Keuangan lebih didasarkan pada status sosialnya.
- budaya konteks rendah : Amerika, Swiss, Jerman, lebih didasarkan atas pertimbangan analisis formal.
Manager Multikultural
- memiliki pola pikir yang luas dan mendalam - siap menerima pergeseran pandangan
- menciptakan kembali asumsi, norma dan praktek budaya berdasarkan pandangan baru.
- siap adaptasi dengan lingkungan dan gaya hidup yang baru.
- memiliki kompetensi dan ketrampilan multikultural
- menciptakan sinergi budaya
- beroperasi secara efektif dalam lingkungan multinasional atau multikultural.
1