• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lingkungan yang mempunyai tradisi agama dengan sadar dan

Dalam dokumen +mt - Digilib IAIN Palangkaraya (Halaman 141-148)

LAMT'IRAN.LAMPIRAN

A. Kajian Teks Pasal IIL Memilih Ilmu, Guru, Teman dan Ketabahan Didalam Menuntut IImu

3) Lingkungan yang mempunyai tradisi agama dengan sadar dan

hidup dalam kehidupan agama. Lingkungan ini

memberikan

motivasi

(dorongan)

yang kuat pada anak untuk memeluk

dan

mengikuti pendidikan

agama

yang

ada.

Apabila lingkungan ini

ditunjang oleh pimpinan yang baik dan kesempatan yang memadai, maka kemungkinan besar hasilnyapun

baik."

Jika

pengertian diatas

ini

diintisarikan, maka kesimpulannya adalah lingkungan

pendidikan itu

dapat dibedakan pada

tiga

bentuk

yaitu

penganrh lingkungan yang positip, pengaruh lingkungan

negatif

dan pengaruh lingkungan yang netral.

Lingkungan

Posirrl

yaitu tentunya pengaruh lingkungan yang

memberikan dorongan atau motivasi dan

rangsangan kepada anak

untuk menerimq memahami, meyakini serta

mengamalkan ajaran Islam.

Lingkungan negatip yait:u lingkungan yang menghalangi atau

kurang menunjang kepada anak untuk menerima'

memahami,

ne Abdurrahman Saleh, Didaktik dan Methodik Pendidikon

'{gaz4

Jakarta, Bulan Bintang: 1969, h. 77-78

menyakini dan

mengamalkan

ajaran Islam atau kebalikan

dari

lingkungan positip

Sedangkan lingkungan

netral

ada;lah lingkungan yang tidak memberikan dorongan

untuk

menyakini atau mengamalkan agama' demikian

juga tidak

melarang atau menghalangi anak-anak untuk manyakini dan mengamalkan ajaran

lslam.

Lingkungan

ini

apatis,

masa bodoh terhadap keberagamaan dan perkembangan anak, dan pada saat sekarang lingkungan semacam

ini

sudah

begitu

banyak dan

nampak disekitar kita, dan diantara faktor yang membuat lingkungan semaqlm

ini

berkembang adalah adanya

sifat-sifat

individualisme yang mementingkan kepentingan pribadi serta adanya orientasi yang bersifat materialistis serta menanggalkan kepekaan dan kebersamaan dalam membangung dan memajukan dunia pendidikan terkhusus pada faktor ligkungan yang mempunyai pengaruh besar pada pembentukan kebemgamaan dan kepribadian anak didik.

c.

Keunggulen

den

Kekurangen

Faktor

Lingkungan

dari

Pendapat Syaikh

Al-Zarnuji

Pandangan

al-Zamuji mengenai lingkungan

pendidikan didasarkan pada hadist nabi Muammad Saw yang membahas tentang teori

fitroh

dinyatakan bahwa

al-Zamuji dalam

mengembangkan kemampuan p€s€rta

didik

menjadi manusi yang berkeagamaan dan berkepribadian muslim dipengaruhi oleh beberapa komponen ekstemal

yang ikut

berperan dalam proses pendidikannya, sebab anak pada

hakekatnya adalah manusia lemah, namun kelemahan

inilah

yang memberikan indikasi sosial pedagogis. Kelemahan

itu

menjadi dasar

untuk

mempersiapkan

dan membentuknya bagi

kepentingan kependidikan.

Sebagaimana diketahui bahwa pendidikan

selalu memanfaatkan dan mengaktualisasi potensi-potensi pertumbuhan dan perkembangan biologis, psikis dan sosial yang ada pada anak secara maksimal. Sehingga pendidikan tidak berproses dalam ruang hampa tetapi selalu mempertimbangkan norna-norma sosial, ekonomi dan filosofis yang berlaku didalamnya.

Memahami

dan

memperhatikan

makna

lingkungan dari penjelasan al-Zarnuji bahwa pendidikan

di

pengaruhi

oleh

faktor

lingkungan sebab anak pada hakekatnya adalah manusia lemah yang siap untuk dibina dan diarahkan, maka kelebihan dari konsep yang ditawarkan al-Zamuji tentang lingkungan pendidikan adalah:

l)

Orang

tua

selaku lingkungan

awal

yang bersentuhan langsung dengan peserta

didik

punya peran dan kesempatan seluas-luasnya

dalam

mengembangkan potensi

dan

pemahaman

pelajar

pada

materi-materi yang diajarkan kepadanyq sehingga

dalam

mengarahkan tujuan keilmuan peran tersebar ada pada masing- masing orang tua pelajar.

2)

Kepribadian seorang pelajar adatah hasil dari interaksi antara tabiat (nature) kemantsiaan

dan faktor

lingkungan, sehingga tingkah

laku

manusia merupakan

produk interaksi

antara

tabiat

dan

lingkungan sosialnya- Dan

ini

merupakan karakteristik dari sebuah proses pendidikan, tanpa interaksi

ini

maka pendidikan tidak akan berfungsi sehingqa perlu adanya freksibelitas dan elastisitas yang memungkinkan pembentukan kepribadian manusia secara benar pada sebuah pendidikan. Dan lingkungan pendidikan yang baik dapat mendukung perkembangan dan kepribadian analq sehingga proses pendidikan akan cepat membentuk kepribadian pelajar dikarenakan

faktor

lingkungannya

baik dan

mendukung untuk kegiatan belajar mengajar.

Dilihat dari

manfaat

dan

keunggulan

dari faktor

lingkungan sebagaimana penjelasan diatas, tentu tidak lepas dari sisi kelonahan yang didapd pada teori tesebut sehingga perlu adanya langkah dan usaha untuk mengidentifikasi kelemahan-kelemahan ters€but agar pros€s pendidikan

bisa berjalan

dengan

maksimal. Selanjutrya identifrkasi

kelemahan dimaksud adalah:

l) Adanya

lingkungan

yang tidak kondusif dan

menghalangi proses pembelajaran,

menjadi

penyebab t€rganggunya proses pendidikan yang membentuk keberagamaan dan kepribadian yang

baik

bahkan

lingkungan yang buruk penganrhnya lebih cepar dibandingkan dengan efek dari lingkungan yang baik.

2)

Orang tua yang tidak munpunyai latar belakang pendidikan yang baik

terkhusus pendidikan agam4 akan

mengalami

kesulitan

dalam

mendidik

anak-anakny4 sehingga

jika

permasalahan tersebut terjadi maka

nilai-nilai positip dari

pendidikan

tidak

didapat

oleh

anak dari

keluarga yang

merupakan

faktor

pertama

anak

berinteraksi dengan lingkungan ekstemal.

Dari

semua

pemikiran al-Zarnuji ,

konsep dan

ide-ide dari

al-

Zamuji ketika menyampaikan pemikirannya sebagian besar

selalu menggunakan

kata,j-pi

yang artinya seyogyanya, sepantasnya. Dengan menggunakan

kata L,i-f :l berarti al-Zamuji tidak

menekankan atau

memaksakan pendapatnya kepada siapapun. Siapa saja

yang

mendengarkan

anjuan

atau konsep

dari al-Zamuji tidak

merasa tertekan

untuk

melaksanakanny4 akan

tetapi

dengan

sendirinya

merasa

tertarik

untuk melaksanakan dengan kesadaran yang tumbuh dari

dalam sanubarinya. HaI

ini

sesuai dengan firman

Allah

SWT,

di

dalam al-Qur'an surah

Ali lmron

ayat: 159.

blr:bi",J,#i ryA&i;'&a.ii G r:4

4v;

Artinya:

"Maka

disebabkan

rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah

lembut

terhadap mereka Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati

kasar,

tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu" (Q.S. Ali

Imron:159)50

'o Departeman Agama RI, Al-Qur'an Dan Terjemahannya,t.tp, PT Syaamil Cipta Media: t.th, h. 7l

Berdasarkan ayat diatas, bahwa bertutur kata lembut merupakan senjata

yang

ampuh untuk menarik hati manusia. Sedangkan ucapan yang keras

dan

memaksa akan

ditinggalkan orang. Begitu juga

pada prinsip pendidikan seseorang tidak bisa memaksakan teori ataupun metode kepada

orang lain,

sebab

prinsip dari

sebuah

pendidikan

adalah memberikan kebebasan pada pelajar dalam menentukan keinginannya didalam

memilih

dan memakai

metode

yang dia

anggap

paling baik,

tugas

kita

adalah memberikan

petunjut

arahan bagaimana sebaiknya pelajar bersikap dalam menghadapi berbagai tawaran dalam kegiatan pendidikan yang ada pada saat

ini.

Sehingga

pelajar akan menjadi orang yang kaarnil

sempuma sesuai dengan ajaran agama Islam.

+E5ira'

I

Dalam dokumen +mt - Digilib IAIN Palangkaraya (Halaman 141-148)

Dokumen terkait