Lingkungan politik sangat berpengaruh dalam setiap perusahaan global , baik yang
dipengaruhi oleh lingkunganpolitik negara asal atau negara tujuan pemasaranya. Lingkungan politik yang ideal bagi perusahaan adalah pemerintah yang stabil dan bersahabat, tapi dalam dunia nyata itu semua memiliki hambatan karena adanya sejumblah peristiwa yang
diantaranya :
1. Terjadi perubahan radikal dalam pemeintahaan, dimana partai politik yang berkuasa memiliki filosofi yang berbeda dengan pendahulunya.
2. Pemerintah merespon tekanan tekanan dari kaum nasional dal selfinterest groups.
3. Melemahnya kondisi ekonomi mendorong pemerintah untuk menarik kembali komitmen daganganya .
4. Meningktnya tehadap investasi asing.
Maka dari itu setiap perusahaan global perlu menilai dan mengantisipasi setiap risiko politik yang bisa mempengaruhi kelangsungan bisnisnya.
RISIKO POLITIK
Risiko politik diklarifikasikan menjadi 4 macam , yaitu : 1. Risiko tidak stabilan umum ( general instability risk ) 2. Risiko eksprpriasi ( ekspropration risk )
3. Risiko operasi ( operation risk ) 4. Risiko keuangan ( finansial risk )
Analisa risiko politik berkaitan dengan antisipasi ketidakstabilan politik ( politival instability) . biasanya ketidakstabilan politik dianalisis atas dasar 4 asumsi pokok :
1. Kejadian polotik masa lalu bisa digunakan untuk memprediksi kejadian politik masa mendatang .
2. Devripasi eekonomi bisa mengidikasi ketidakstabilan politik . 3. Kekuasaan (power) mempengaruhi hasil politik
4. Perubahan terjadi dalam masa masa transisi.
CARA MEMINIMUKAN RISIKO POLITIK
Ada beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh perusahan global yaitu : 1. Merangsang pertumbuhan ekonomi ( host country )
2. Emperkerjakan pekerja lokal 3. Membagi kepemilikan
4. Menerapkan political neutrality 5. Lisensi
6. Melakukan lobbying
7. Mengantisipasi risiko politik
8. Menghindari bidang usaha yang berkaitan dengan produk yang sensitif secara politik
SUMBER SUMBER MASALAH POLITIK
Adapun sumber-sumber msalah politik yang mempengaruhi pemasaran internasional yaitu /;
1. Kedaulatan politik ( political sovereighty ) yang mengacu pada hasrat suatu negara untuk menunjukkan kekuasaanya atas bisnis asing dengan berbagai sanksi-sanksi yang bersifat tetap dan evolusioner sehingga dapat diperkirakan.
2. Konflik politik seperti kerusuhan (turnomoil), perang saudara ( internal a war ) persengkongkolan ( conspiirasi )
Konflik politik dapat mempengaruhi bisnis baik secara langsung ( direct effect ) maupun pengaruh yang tidak langsung ( indirec effect ) .
MODEL-MODEL POLITIK
Dalam konflik politik , campur tangaan politik ( political interventional ) merupakan suatu kebijakan pemerintah negara seteempat untuk memaksa perubahan dalam operasi,
kebijakan,dan sttrategi perusahaan asing . campur tangan tersebut bisa mermacam-macam mulai dari beberapa usaha pengendalian sampai pada pengambi alihan secara lengkap . dalam pemasaran internasional perlu juga mengenal model politik yang diterapkan pada negara sasaran. Beberapa model politik yaitu :
1. Model politik internasional negara sentris ( state centric internasional politic mode) berasumsi bahwa pemerintah suatu negara bertujuan mencari kekuasaan dan status dalam hubungan dengan negara lain .
2. Model politik nasional pluralistik ( pluralistic nasional poltics model )
mengasumsikan bahwa pemerintah suatu negara cepat tanggap terhadap pertentangan kepentingan-kepentingan dalam suatu ssistem politik .
3. Model perilaku politik organisasional birokrtis ( blureaucrayic organicational politic bahavior model ) mengasumsikan bahwa tinndakan pemerintah suatu negara adalah akibat dari suatu proses organisasional dalam birokrasi pmerintah .
4. Model politik transnasional ( transnasioanl politic model ) menekankan pada meningkatnya peran pentig yangg dimainkan dalam politik dunia oleh organisasi pemerintah nasional .
TUGAS MATA KULIAH MANAJEMEN PEMASARAN
PENGARUH POLITIK, HUKUM, DAN BUDAYA
Nama : Sukamto NIM : 195210007 Program : S2 Manajemen Kelas : Reguler B (malam) Angkatan : 34
UNIVERSITAS BINA DARMA TAHUN AJARAN
2019--2020
A. Pengaruh lingkungan politik terhadap pemasaran perusahaan.
Kondisi politik salah satu variable penting bagi perusahaan ketika mempertimbangkan perluasan pasar keluar negeri. Lingkungan politik yang tidak stabil membuat bisnis asing menghadapi resiko seperti kekerasan, pengambil alihan, pembatasan operasi dan pembatasan atas pemulangan kembali modal ke negara asal. Perusahaan perlu mengetahui cara mengantisipasi situasi politik yang sedang berjalan di suatu negara.
Sumber masalah politik.
1. Kedaulatan politik political sovereignty mengacu pada hasrat suatu negara untuk menunjukan kekuasaannya atas bisnis asing dengan berbagai cara sebagai contoh peningkatan pajak atas usaha-usaha luar negeri.
2. Konflik politik dibanyak negara mengalami dalam perkembangan politik dalam berbagai bentuk. Konflik politik dapat bersifat tidak tetap, refolusioner, dan atau terputus-putus serta pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai kerusuhan, perang dalam negeri, dan perselisihan. Perubahan politik kadang-kadang membawa iklim perdagangan yang lebih baik.
Campur tangan politik dapat diartikan sebagai suatu kebijakan pemerintah negara setempat untuk memaksa perubahan dalam operasi, kebijakan, dan strategi perusahaan asing.
1. Pengambilalihan adalah yang paling mengena dampaknya sebagaimana didefinisikan oleh Eitmen dan stonehill, berikut ini:
Penyitaan harta benda negara asing secara resmi oleh negara setempat bertujuan untuk menggunakan harta benda itu demi kepentingan umum.
Pengambilalihan diakui oleh hukum internasional sebagai hak negara yang berdaulat, asalkan perusahaan yang diambil alih itu diberi ganti rugi yang sesuai, pada nilai pasar yang wajar, dalam mata uang yang dapat ditukar.
2. Domestikasi adalah seuah proses yang mengenakan kontrol dan pembatasan terhadap perusahaan asing secara bertahap sehingga mengurangi kontrol pemiliknya sendiri.
Bentuk lain campur tangan pemerintah:
a. Pengawasan nilai tukar
b. Pembatasan impor
c. Pengendalian pasar
d. Pengendalian pajak
e. Pengendalian harga
f. Pembatasan tenaga kerja
Penaksiran resiku politik sebagai berikut :
1.Dalam rangka mengidentifikasi negara yang sedang konplik penaksiran resiko politik hendaknya memberikan tanda peringatan mengenai resiko politis yang semakin besar sehingga suatu perusahaan dapat melindungi dirinya dengan memperkecil perluasannya.
2.Mengidentifikasi suatu negara yang dapat diabaikan karena tidak sehat secara politis, misalnya Kamboja; dan mengidentifikasi negara dimana kondisi politik sudah berubah menjadi lebih baik contoh Vietnam dan Haiti.
3. Memberikan sebuah kerangka kerja untuk mengidentifikasi negara yang beresiku secara politis, tetapi tidak begitu beresiko jika secara otomatis disingkirkan.
kebanyakan negara yang sedang berkembang masuk dalam kategori ini.
Dua aspek penting dari system hukum internasional yang berhubungan dengan pemasran adalah dasar-dasar filosofis undang-undang dan yurisdiksi dari undang-undang tersebut.
1. Common law versus code law , secara filosofis dapat dibedakan dua tipe system hukum: common law dan code law didasarkan pada patokan-patokan dan prakti masa lalu dan diinterpretasikan di masa sesudahnya. Code law di dasarkan pada peraturan-peraturan yang di rinci untuk setiap peristiwa.
2. Yurisdiksi common law, seandainya konflik terjadi diantara dua kelompok bisnis yang sudah terikat kontrak , timbul pertanyaan seperti, kepada common law negara mana masalah ini harus didasarkan untuk memecahkan masalah tadi seandainya di dalam kontrak mereka itu ada ketetapan yurisdiksi yang menentukan sistem hukum negara mana yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul maka persoalan tadi dapat diselesaikan dengan cara tersebut tetapi kalau terjadi kedua kelompok ini tidak memasukkan sebuah ketetapan yurisdiksi dalam kontrak tadi, ada dua alternatif penyelesaian :
a. Menyelesaikan masalah itu dengan mengikuti undang-undang negara dimana kontrak itu di buat.
b. Menyelesaikan perselisihan dengan menerapkan undang-undang negara dimana kontrak itu dilaksanakan.
Lingkungan politik setiap negara berbeda-beda. Sebuah pasar asing yang tampaknya kaya bukanlah jaminan untuk dimasuki apabila lingkungan politiknya bercirikan ketidakstabilan dan ketidakpastian. Tinjauan menyeluruh terhadap lingkungan politik harus dilakukan sebelum memasuki suatu pasar yang baru dalam suatu negara asing.
1. Politik dan pemasaran
2. Sumber-sumber masalah politik 3. Campur tangan politik
4. Perspektif politik
5. Penaksiran risiko politik (Political Risk Assesment/PRA) 6. Tanggapan strategis
B. Pengaruh hukum terhadap pemasaran.
Merupakan latar belakang hukum dan peraturan dimana perusahaan-perusahaan menjalankan operasinya. Suatu perusahaan dalam negeri harus mengikuti hukum dan kebiasaan negara asalnya. Bisnis internasional menghadapi tugas yang lebih rumit perusahaan itu harus menaati bukan hanya undang-undang negaranya
sendiri tetapi undang – undang semua negara tujuan tempat beroperasinya.
Hukum negara asal maupun negara tujuan dapat sangat mempengaruhi cara perusahaan – perusahaan internasional menjalankan bisnisnya. Undang – undang ini menentukan pasar yang boleh dilayani perusahaan dengan harga yang dapat dikenakan untuk barang – barang mereka, dan adanya masukkan yang diperlukan seperti tenaga kerja, bahan baku, dan teknologi. Undang – undang tersebut mungkin akan mempengaruhi lokasi aktivitas ekonominya. Contohnya beberapa perusahaan internet telah memilih menempatkan usahanya di luar RRC karna peraturan – peraturan yang tampaknya diterapkan dengan sewenang – wenang oleh pemerintahnya. “E-WORLD” membahas dampak lain yang dibawah pertumbuhan pesat internet terhadap sistem hukum beberapa negara.
Lingkungan hukum merupakan latar belakang hukum dan peraturan dimana perusahaan-perusahaan menjalankan operasinya. Implikasi lingkngan hukum internasional terhadap bauran pemasaran suatu pemasaran akan adalah sebagai berikut:
a. Produk b. Harga c. Promosi d. Distribusi
C. Pengaruh budaya dalam pemasaran internasional
Dalam melakukan pemasaran yang melintasi batas negara dituntut suatu interaksi dengan orang-orang dan lembaga-lembaga serta organisasi yang dikelola dalam lingkungan kebudayaan yang berbeda. Nilai-nilai yang penting bagi sekelompok orang mungkin tidak begitu berarti bagi kelompok lain. Sebagai contoh, sikap dan persepsi khas orang Amerika terhadap berbagai macam hal mungkin sekali berbeda dengan ide dan pandangan bangsa lain untuk suatu hal tertentu.
Perbedaan kebudayaan sangat mempengaruhi perilaku pasar. Oleh karena itu pemasar internasional sangat perlu untuk mengenal ciri khas kebudayaan negara-negara tempat mengadakan hubungan bisnis.
Budaya terbentuk dengan cara yang berbeda-beda budaya meliputi segala sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai yang dipelajari dan diturunkan kepada setiap orang yang hidup dan tinggal di dalam masyarakat kebudayaan telah diungkapkan oleh Sir Edward Tylor.
Secara umum bahwa suatu kebudayaan memiliki karakteristik berikut.
1. Kebudayaan dipelajari artinya kebudayaan diperoleh setiap orang sepanjang masa melalui keanggotaan mereka di dalam suatu kelompok yang menurunkan kebudayaan dari suatu generasi ke generasi berikutnya.
2. Kebudayaan bersifat kait-mengait, artinya setiap usnur dalam kebudayaan sangat berkaitan erat satu sama lain, misalnya unsur agama berkaitan erat dengan unsur perkawinan, unsur bisnis berkaitan erat dengan unsur status sosial.
D. Analisis budaya terhadap keunggulan pandangan negara tuan rumah
Secara konseptual analisis kultural itu dapat didasarkan dari pendekatan berikut ini: etnosentrime, asimilasi, dan keunggulan pandangan negara tuan rumah.
Pendekatan etnosentrisme menganggap “kamilah yang terbaik” banyak perusahaan Amerika Serikat salah karena menganggap bahwa apa yang baik di tempat sendiri pasti baik juga di pasar luar negeri. Seperti yang dibahas dalam bagian sebelumnya telah memperlihatkan bagaimana paham etnosentrisme dapat menimbulkan kesalahan yang harus dibayar mahal. Pendekatan asimilasi menganggap bahwa karena Amerika adalah wadah percampuran budaya, maka ciri-ciri khas budaya yang tampak di masyarakat Amerika pasti cocok di manapun.
Pendekatan keunggulan pandangan negara tuan rumah memberi perhatian pada ciri khas budaya setempat budaya tuan rumah. Pendekatan ini menganggap informasi setempat sebagai pintu masuk untuk sukses dalam pasar-pasar di luar Amerika Serikat.
E. Pengaruh kebudayaan pada keputusan pemasaran
Sebuah contoh praktiks tentang pengaruh kebudayaan diilustrasikan melalui makanan yang lebih disukai orang. Dari semua unsur universal yang merupakan kebudayaan diantaranya jika ada begitu mengakar dan secara konsisten cukup kuat yaitu kebiasaan makanan kebutuhan pisiologis sehari-hari akan gizi.
Konsumsi makanan, kepemilikan, dan penyediaan juga terkait dengan
kebudayaan universal yang lain termasuk gerakan agamawi dan perayaan, kebersamaan, pesta, kebiasaan-kebiasaan rakyat, dan pembagian kerja.
TUGAS MATA KULIAH MANAJEMEN PEMASARAN
PENGARUH POLITIK, HUKUM, DAN BUDAYA
Nama : Supris Yudianto NIM : 192510006
Kelas : Reguler B (malam) Angkatan : 34
Mata Kuliah : Manajemen Pemasaran
UNIVERSITAS BINA DARMA TAHUN AJARAN
2019--2020
A. Pengaruh lingkungan politik terhadap pemasaran perusahaan.
Lingkungan politik sangat berpengaruh dalam setiap perusahaan global. Baik yang dipengaruhi oleh lingkungan politik negara asal atau negara tujuan pemasarannya. Lingkungan politik yang ideal bagi perusahaan adalah pemerintah yang stabil dan bersahabat. Kondisi politik salah satu variable penting bagi perusahaan ketika mempertimbangkan perluasan pasar keluar negeri. Lingkungan politik yang tidak stabil membuat bisnis asing menghadapi resiko seperti kekerasan, pengambil alihan, pembatasan operasi dan pembatasan atas pemulangan kembali modal ke negara asal. Perusahaan perlu mengetahui cara mengantisipasi situasi politik yang sedang berjalan di suatu negara.
Sumber masalah politik.
1. Kedaulatan politik political sovereignty mengacu pada hasrat suatu negara untuk menunjukan kekuasaannya atas bisnis asing dengan berbagai cara sebagai contoh peningkatan pajak atas usaha-usaha luar negeri.
2. Konflik politik dibanyak negara mengalami dalam perkembangan politik dalam berbagai bentuk. Konflik politik dapat bersifat tidak tetap, refolusioner, dan atau terputus-putus serta pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai kerusuhan, perang dalam negeri, dan perselisihan. Perubahan politik kadang-kadang membawa iklim perdagangan yang lebih baik.
Campur tangan politik dapat diartikan sebagai suatu kebijakan pemerintah negara setempat untuk memaksa perubahan dalam operasi, kebijakan, dan strategi perusahaan asing.
1. Pengambilalihan adalah yang paling mengena dampaknya sebagaimana didefinisikan oleh Eitmen dan stonehill, berikut ini:
Penyitaan harta benda negara asing secara resmi oleh negara setempat bertujuan untuk menggunakan harta benda itu demi kepentingan umum.
Pengambilalihan diakui oleh hukum internasional sebagai hak negara yang berdaulat, asalkan perusahaan yang diambil alih itu diberi ganti rugi yang sesuai, pada nilai pasar yang wajar, dalam mata uang yang dapat ditukar.
2. Domestikasi adalah seuah proses yang mengenakan kontrol dan pembatasan terhadap perusahaan asing secara bertahap sehingga mengurangi kontrol pemiliknya sendiri.
Bentuk lain campur tangan pemerintah:
a. Pengawasan nilai tukar
b. Pembatasan impor
c. Pengendalian pasar
d. Pengendalian pajak
e. Pengendalian harga
f. Pembatasan tenaga kerja
Penaksiran resiku politik sebagai berikut :
1.Dalam rangka mengidentifikasi negara yang sedang konplik penaksiran resiko politik hendaknya memberikan tanda peringatan mengenai resiko politis yang semakin besar sehingga suatu perusahaan dapat melindungi dirinya dengan memperkecil perluasannya.
2.Mengidentifikasi suatu negara yang dapat diabaikan karena tidak sehat secara politis, misalnya Kamboja; dan mengidentifikasi negara dimana kondisi politik sudah berubah menjadi lebih baik contoh Vietnam dan Haiti.
3. Memberikan sebuah kerangka kerja untuk mengidentifikasi negara yang beresiku secara politis, tetapi tidak begitu beresiko jika secara otomatis disingkirkan.
kebanyakan negara yang sedang berkembang masuk dalam kategori ini.
Dua aspek penting dari system hukum internasional yang berhubungan dengan pemasran adalah dasar-dasar filosofis undang-undang dan yurisdiksi dari undang-undang tersebut.
1. Common law versus code law , secara filosofis dapat dibedakan dua tipe system hukum: common law dan code law didasarkan pada patokan-patokan dan prakti masa lalu dan diinterpretasikan di masa sesudahnya. Code law di dasarkan pada peraturan-peraturan yang di rinci untuk setiap peristiwa.
2. Yurisdiksi common law, seandainya konflik terjadi diantara dua kelompok bisnis yang sudah terikat kontrak , timbul pertanyaan seperti, kepada common law negara mana masalah ini harus didasarkan untuk memecahkan masalah tadi seandainya di dalam kontrak mereka itu ada ketetapan yurisdiksi yang menentukan sistem hukum negara mana yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul maka persoalan tadi dapat diselesaikan dengan cara tersebut tetapi kalau terjadi kedua kelompok ini tidak memasukkan sebuah ketetapan yurisdiksi dalam kontrak tadi, ada dua alternatif penyelesaian :
a. Menyelesaikan masalah itu dengan mengikuti undang-undang negara dimana kontrak itu di buat.
b. Menyelesaikan perselisihan dengan menerapkan undang-undang negara dimana kontrak itu dilaksanakan.
Lingkungan politik setiap negara berbeda-beda. Sebuah pasar asing yang tampaknya kaya bukanlah jaminan untuk dimasuki apabila lingkungan politiknya bercirikan ketidakstabilan dan ketidakpastian. Tinjauan menyeluruh terhadap lingkungan politik harus dilakukan sebelum memasuki suatu pasar yang baru dalam suatu negara asing.
1. Politik dan pemasaran
2. Sumber-sumber masalah politik 3. Campur tangan politik
4. Perspektif politik
5. Penaksiran risiko politik (Political Risk Assesment/PRA) 6. Tanggapan strategis
B. Pengaruh hukum terhadap pemasaran.
Lingkungan hokum merupakan latar belakang hukum dan peraturan dimana perusahaan-perusahaan menjalankan operasinya. Suatu perusahaan dalam negeri harus mengikuti hukum dan kebiasaan negara asalnya. Bisnis internasional menghadapi tugas yang lebih rumit perusahaan itu harus menaati bukan hanya undang-undang negaranya sendiri tetapi undang – undang semua negara tujuan tempat beroperasinya. Hukum negara asal maupun negara tujuan dapat sangat mempengaruhi cara perusahaan – perusahaan internasional menjalankan bisnisnya. Undang – undang ini menentukan pasar yang boleh dilayani perusahaan dengan harga yang dapat dikenakan untuk barang – barang mereka, dan adanya masukkan yang diperlukan seperti tenaga kerja, bahan baku, dan teknologi. Undang – undang tersebut mungkin akan mempengaruhi lokasi aktivitas ekonominya. Contohnya beberapa perusahaan internet telah memilih menempatkan usahanya di luar RRC karna peraturan – peraturan yang tampaknya diterapkan dengan sewenang – wenang oleh pemerintahnya. “E-WORLD”
membahas dampak lain yang dibawah pertumbuhan pesat internet terhadap sistem hukum beberapa negara.
Lingkungan hukum dan berbagai permasalahannya membawa dampak pada setiap perusahaan yang ingin melaksanakan pemasaran global. Lingkungan hukum merupakan latar belakang hukum dan peraturan dimana perusahaan-perusahaan menjalankan operasinya. Implikasi lingkngan hukum internasional terhadap bauran pemasaran suatu pemasaran akan adalah sebagai berikut:
a. Produk;
Secara hukum tidak semua produk dapat diimpor secara bebas. Ada beberapa jenis produk yang dilarang diimpor kesebagian besar Negara di dunia. Secara umum produk yang tidak dapat diimpor secara bebas bisa dikelompokkan menjadi:
1. Produk terlarang, seperti obat-obatan terlarang, bahan/materi yang mengandung unsure pornografi, uang palsu, peralatan spionase, hewan dan tumbuhan langka.
2. Produk-produk yang harus dimodifikasi terlebih dahulu, baik modifikasi yang sangat teknis maupun modifikasi minor (seperti perubahan kemasan)
b. Harga;
Masalah harga perlu mendapatkan perhatian penting dari pada pemasar global. Setiap Negara cenderung akan melakukan pengendalian harga dengan tujuan melindungi kepentingan konsumen, mengendalikan inflasi, serta melindungi upah/gaji karyawan. Pembentukan blok-blok perdagangan akan berpengaruh besar terhadap harga setiap produk dari berbagai Negara, karena akan ada diskriminasi harga terhadap produk dari sesama anggota Negara dan terhadap bukan negara anggota.
c. Promosi
Di Amerika Serikat, setiap perusahaan bebas mengalokasikan dananya untuk melakukan promosi. Akan tetapi dibeberapa Negara, ada pajak langsung yang dikenakan atas biaya, agen, atau media periklanan. Tujuannya adalah untuk menghambat atau mengurangi jumlah iklan sehingga permintaab dan inflasi dapat ditekan. Ada pula Negara yang menggunakan pembatasan iklan sebagai hambatan non-tarif terhadap impor tertentu, misalnya jepang tidak mengizinkan rokok asing diiklankan dalam bahasa jepang.
d. Distribusi
Saluran distribusi di setiap Negara bermacam-macam. Di Amerika Serikat, suatu perusahaan bebas memilih saluran distribusi yang dikehendaki sepanjang tidak menjurus ke monopoli atau usaha menghilangkan persaingan.
Akan tetapi ketentuan di Negara-negara lain tidaklah selonggar di amerika.
Misalnya di spanyol ada larangan untuk mengirim paket ke setiap rumah.
Oleh karena itu system pemasaran langsung sulit berkembang di spanyol.
C. Pengaruh budaya dalam pemasaran internasional
Dalam melakukan pemasaran yang melintasi batas negara dituntut suatu interaksi dengan orang-orang dan lembaga-lembaga serta organisasi yang dikelola dalam lingkungan kebudayaan yang berbeda. Nilai-nilai yang penting bagi sekelompok orang mungkin tidak begitu berarti bagi kelompok lain. Sebagai contoh, sikap dan persepsi khas orang Amerika terhadap berbagai macam hal mungkin sekali berbeda dengan ide dan pandangan bangsa lain untuk suatu hal tertentu.
Perbedaan kebudayaan sangat mempengaruhi perilaku pasar. Oleh karena itu pemasar internasional sangat perlu untuk mengenal ciri khas kebudayaan negara-negara tempat mengadakan hubungan bisnis.
Budaya terbentuk dengan cara yang berbeda-beda budaya meliputi segala sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai yang dipelajari dan diturunkan kepada setiap orang yang hidup dan tinggal di dalam masyarakat kebudayaan telah diungkapkan oleh Sir Edward Tylor.
Secara umum bahwa suatu kebudayaan memiliki karakteristik berikut.
1. Kebudayaan dipelajari artinya kebudayaan diperoleh setiap orang sepanjang masa melalui keanggotaan mereka di dalam suatu kelompok yang menurunkan kebudayaan dari suatu generasi ke generasi berikutnya.
2. Kebudayaan bersifat kait-mengait, artinya setiap usnur dalam kebudayaan sangat berkaitan erat satu sama lain, misalnya unsur agama berkaitan erat dengan unsur perkawinan, unsur bisnis berkaitan erat dengan unsur status sosial.
D. Analisis budaya terhadap keunggulan pandangan negara tuan rumah
Secara konseptual analisis kultural itu dapat didasarkan dari pendekatan berikut ini: etnosentrime, asimilasi, dan keunggulan pandangan negara tuan rumah.
Pendekatan etnosentrisme menganggap “kamilah yang terbaik” banyak
perusahaan Amerika Serikat salah karena menganggap bahwa apa yang baik di tempat sendiri pasti baik juga di pasar luar negeri. Seperti yang dibahas dalam bagian sebelumnya telah memperlihatkan bagaimana paham etnosentrisme dapat menimbulkan kesalahan yang harus dibayar mahal. Pendekatan asimilasi menganggap bahwa karena Amerika adalah wadah percampuran budaya, maka ciri-ciri khas budaya yang tampak di masyarakat Amerika pasti cocok di manapun.
Pendekatan keunggulan pandangan negara tuan rumah memberi perhatian pada ciri khas budaya setempat budaya tuan rumah. Pendekatan ini menganggap informasi setempat sebagai pintu masuk untuk sukses dalam pasar-pasar di luar Amerika Serikat.
E. Pengaruh kebudayaan pada keputusan pemasaran
Sebuah contoh praktiks tentang pengaruh kebudayaan diilustrasikan melalui makanan yang lebih disukai orang. Dari semua unsur universal yang merupakan kebudayaan diantaranya jika ada begitu mengakar dan secara konsisten cukup kuat yaitu kebiasaan makanan kebutuhan pisiologis sehari-hari akan gizi.
Konsumsi makanan, kepemilikan, dan penyediaan juga terkait dengan kebudayaan universal yang lain termasuk gerakan agamawi dan perayaan, kebersamaan, pesta, kebiasaan-kebiasaan rakyat, dan pembagian kerja.