• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN UMUM

4.1. Prospek Implementasi Local Currency Settlement Indonesia-Republik

4.1.1. Local Currency Settlement & Kemudahan Akses Uang (Forex)

Mata uang global merupakan salah satu yang diterima untuk perdagangan di seluruh dunia. Beberapa mata uang dunia diterima untuk sebagian besar transaksi internasional. Namun, yang paling banyak digunakan dalam melakukan transaksaksi ekonomi adalah Dolar Amerika.

Menurut International Monetary Fund (IMF), USD merupakan mata uang global yang paling populer. Pada kuartal keempat 2019, USD menempati lebih dari 60% cadangan devisa bank sentral yang diketahui. Itulah yang menjadikannya mata uang global de facto, meskipun tidak memilii gelar resmi.

Kekuatan relatif ekonomi Amerika serikat juga menjadii salah satu faktor yang mendukung nilai dolar sehingga menjadikan USD menjadi mata uang yang paling kuat. Terutama di pasar valuta asing, sekitar 90%

perdagangan forex melibatkan USD. Dolar hanyalah salah satu dari 185

76 mata uang dunia menurut The International Standart Organization List, tetapi sebagian besar uang tersebut hanya digunakan dalam negara mereka sendiri, berbeda dengan dolar. Hampir 40% dari proses bisnis yang melibatkan utang piutang maupun pembayaran internasional menggunakan mata uang dollar. Akibatnya, bank asing yang terlibat dalam proses bisnis tersebut, membutuhkan banyak dolar untuk dapat mengoperasionalkan hal tersebut. Hal ini terbukti semenjak krisis keuangan pada tahun 2008. Bank- bank non-Amerika memilliki kewajiban internasional sebesar USD 27 Triliun dalam mata uang asing. Dari jumlah itu USD 18 Triliun ada dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Akibatnya, US Federal Reserve harus meningkatkan swap line-nya11 karena merupakan satu-satunya cara agar bank-bank dunia tidak kehabisan dolar Amerika.

Gambar 4.1 Denominasi Perdagangan Indonesia

Sumber: Muhammad Faizal 2021, Implikasi Penerapan Local Currency Settlement Indonesia dengan RRT, CORE Indonesia.

Dalam konteks Indonesia penggunaan mata uang di Indonesia, dapat dilihat dalam gambar diatas bahwa penggunaan dolar dalam periode tahun 2010-2020 sangat

11 Perjanjian antara dua bank sentral untuk menjaga mata uang tersedia untuk bank anggota mereka di negara mitra. Kesepakatan ini menstabilkan pasar ketika pasar menjadi tertekan (Amadeo, 2021).

77 tinggi dan mendominasi jika dibandingkan dengan mata uang lainnya. Namun seiring dengan berjalannya waktu, share terhadap mata uang lain juga mulai meningkat.

Perjanjian LCS antara Indonesia dan Tiongkok ini menandai momen penting dalam memperkuat kerjasama keuangan bilateral antara kedua negara ini.

Tidak hanya kerja sama keuangan melainkan juga hubungan politik antara kedua negara semakin erat. LCS ini akan mengurangi ketergantungan Indonesia dan Tiongkok terhadap USD sebagai mata uang utama dalam dunia transaksi internasional kedua negara. Bagi Tiongkok, meninggalkan dolar berarti menghidari kemungkinan untuk tunduk pada yurisdiksi Amerika Serikat. Selain itu, kerjasama ini juga dapat membantu Tiongkok untuk mengamankan salah satu tujuan utamanya yaitu mendominasi perdagangan internasional sebagai produsen terbesar dunia. Disamping itu, Indonesia yakin dengan adanya kesepakatan ini, dapat membantu Indonesia untuk mengurangi resiko terhadap fluktuasi USD dikarenakan dolar AS menyumbang sekitar 90% (Webinar - Local Currency Settlement Framework Indonesia - Tiongkok - YouTube, 2021) dari transaksi luar negeri Indonesia 10 tahun terakhir (lihat gambar 4.1).

Gambar 4.2 Perbandingan Fluktuasi Nilai Tukar RMB dan USD

Sumber: Muhammad Faizal 2021, Implikasi Penerapan Local Currency Settlement Indonesia dengan RRT, CORE Indonesia.

78 Dapat dilihat pada gambar diatas, fluktuasi nilai tukar rupiah dengan RMB dan USD sebenarnya tidak jauh berbeda. Namun, ada beberapa waktu tertentu yang dimana nilai fluktuasi USD lebih besar dibandingkan RMB. Dapat diketahui bahwa fluktuasi nilai tukar yang lebih stabil dan lebih rendah akan lebih mempermudah perdagangan karena dapat mengurangi exchange cost dalam perdagangan internasional.

Untuk mengatasi masalah besarnya exchange cost dalam transaksi yang dilakukan Indonesia dan Tiongkok maka kehadiran Local Currency Settlement ini sangat memudahkan pelaku usaha di Indonesia maupun di Tiongkok untuk menggunakan mata uang masing-masing negara.

Gambar 4.3 Framework Local Currency Settlement

Sumber: Agustina 2022, Kerangka Penyelesaian Transaksi dalam Mata Uang Lokal (LCS) untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional, South

Sulawesi Economic Forum

Dapat dilihat pada gambar diatas, mekanisme dalam kesepakatan Local Currency Settlement. Setelah penandatanganan MoU antara Bank

79 Indonesia dan People’s Bank of China, masing-masing bank di Indonesia maupun di Tiongkok menunjuk bank ACCD (appointer cross currency dealer) yaitu bank yang ditunjuk oleh otoritas kedua negara untuk memfasilitasi LCS melalui pembukaan rekening mata uang lokal di masing- masing negara. Sehingga bank ACCD tersebut dapat memberikan fasilitas seperti diantaranya pembukaan rekening eksportir/importis/investor/individu;

transaksi spot12, forward13, swap14, DNDF15, hedging16; transfer/overbooking (pindah buku); direct quotation; dan trade financing17.

Gambar 4.4 Kemudahan LCS

Sumber: Agustina 2022, Kerangka Penyelesaian Transaksi dalam Mata Uang Lokal (LCS) untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional, South

Sulawesi Economic Forum

12 Transaksi jual beli antara valuta asing terhadap rupiah dengan penyerahan dana selama 2 hari kerja setelah transaksi (PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 18/18/PBI/2016, TENTANG and DOMESTIK, 2016).

13 Transaksi jual beli antara valuta asing terhadap rupiah dengan penyerahan dana dalam waktu 90 hari setelah kesepakatan dibuat dengan nilai tukar tetap pada tanggal tersentu di masa depan (Pintu, 2022)

14 Transaksi pertukaran 2 valuta melalui pembelian spot atau penjualan kembali secara berjangka yang dilakukan secara simultan dengan bank yang sama dan pada tingkat premi atau diskon dan kurs yang dibuat disepakati pada tanggal transaksi dilakukan (Bank Indonesia, 2020b)

15 Transaksi derivatif valas terhadap rupiah yang standar berupa transaksi forward dengan mekanisme fixing yang dilakukan di pasar domestik (Bank Mandiri, 2019).

16 Strategi yang digunakan para investor/trader untuk melindungi nilai mata uang dengan mengurangi resiko kerugian (OCBC NISP, 2022)

17 Fasilitas yang diberikan untuk membiayai perdagangan yang dilakukan oleh debitur yang berkaitan dengan transaksi perdagangann luar negeri seperti ekspor-impor maupun perdsgangan dalam negeri (Bank DKI, 2022)

80 Dapat dilihat dari gambar diatas, selain fasilitas yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat pula beberapa kemudahan yang diberikan oleh LCS diantaranya adalah dapat meningkatkan efisiensi transaksi FX dan Hedging, dapat membuka rekening IDR di Tiongkok, dapat melakukan remitansi antara Indonesia dengan Tiongkok, proses underlying18 bisa dilakukan di masing-masing negara, bisa mendapatkan pembiayaan untuk perdagangan dan investasi via Bank ACCD, dan pengiriman dana lebih cepat dikarenakan menggunakan Asian Time Zone). Dengan demikian, Indonesia dan Tiongkok akan jadi lebih mudah untuk mengakses mata uang satu sama lain sehingga transaksi yang akan dilakukan Indonesia dan Tiongkok setelah terimplementasikannya LCS ini akan akan memberikan keuntungan bagi kedua negara dalam melakukan transaksi, dengan adanya direct quotation maka akan mengurangi exchange cost sebelum terimplementasikannya LCS ini.

Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa dengan terimplementasikannya Local Currency Settlement antara Indonesia dan Tiongkok, juga akan lebih memudahkan kedua negara untuk masing- masing mencapai national interest-nya masing-masing. Seperti kemudahan akses uang antara IDR/CNY yang lebih murah dan lebih menguntungkan dalam melakukan perdagangan maupun investasi antara

18 Suatu kegiatan yang mendasari penjualan atau pembalian valuta asing terhadap rupiah

(PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 18/18/PBI/2016, TENTANG and DOMESTIK, 2016)

81 keduanya. Selain kepentingan masing-masing negara, kesepakatan kerjasama ini juga akan mempererat hubungan antara Indonesia dan Tiongkok baik dari segi hubungan diplomatik, maupun hubungan politik kedua negara. LCS juga hadir untuk mengurangi volatilitas nilai tukar rupiah dan meningatkan efisiensi transaksi di pasar valas. Oleh karena terdapat kemudahan dalam mengakses mata uang lokal masing-masing negara, kerjasama pembangunan infrastruktur serta perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok juga terkena dampak positif. Hal ini akan dijelaskan pada kedua bagian selanjutnya.