BAB III METODE PENELITIAN
G. Tahap-tahap Penelitian
Bagian ini menguraikan rencana pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya dan sampai pada penulisan laporan.52
51 Ibid, 274.
52 Tim Penyusun, Pedoman Karya Tulis Ilmiah IAIN Jember, 48.
1. Tahap Pra Penelitian
Dalam tahap pra penelitian terdapat enam tahapan. Tahapan tersebut juga dilalui peneliti sendiri, adapun enam tahapan tersebut adalah:
a. Menyusun Rancangan Penelitian
Pada tahap ini peneliti membuat rancangan penelitian terlebih dahulu, dimulai dari pengajuan judul, penyusunan matrik yang dilanjutkan dengan penyusunan proposal dan seminar proposal.
b. Memilih lapangan penelitian
Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti harus terlebih dahulu memilih lapangan penelitian. Lapangan penelitian yang dipilih yaitu SMA BIMA Ambulu Jember.
c. Mengurus perizinan
Dengan surat pengantar yang ditentukan program studi, peneliti memohon izin kepada sekolah di SMA BIMA Ambulu Jember. Dengan demikian peneliti telah mendapat perizinan untuk melakukan penelitian di lembaga tersebut.
d. Menjajaki dan menilai lapangan
Setelah diberikan izin, peneliti mulai melakukan penjajakan dan menilai lapangan untuk lebih mengetahui latar belakang objek penelitian, lingkungan social, adat istiadat, kebiasaan, agama dan pendidikannya. Hal ini dilakukan agar memudahkan peneliti dalam menggali data.
e. Memilih dan memanfaatkan informan
Pada tahap ini peneliti mulai memilih informan untuk mendapatkan informasi yang dipilih, informan yang diambil dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah dan guru agama terkait.
f. Menyiapkan perlengkapan penelitian
Setelah semua selesai mulai dari rancangan penelitian hingga memilih informan, maka peneliti menyiapkan perlengkapan penelitian sebelum terjun ke lapangan yakni mulai dari menyiapkan buku catatan, kertas dan sebagainya.
2. Tahap Pekerjaan Lapangan
Setelah persiapan dianggap matang, maka tahap selanjutnya adalah melaksanakan penelitian. Dalam tahap ini, peneliti mulai mengadakan kunjungan langsung ke lokasi penelitian dan mulai mengumpulkan data-data yang diperlukan yaitu dengan menggunakan beberapa metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.
3. Tahap Analisis Data
Setelah kegiatan penelitian selesai, peneliti mulai menyusun langkah-langkah berikutnya yaitu:
a. Menyusun kerangka laporan hasil penelitian dengan menganalisis data yang telah dikonsultasikan kepada dosen pembimbing karena kemungkinan masih ada yang perlu direvisi untuk mencapai hasil penelitian yang maksimal.
b. Laporan yang sudah selesai sudah siap dipertanggung jawabkan di depan penguji yang kemudian digandakan untuk diserahkan kepada pihak terkait.
A. Gambaran Obyek Penelitian
Obyek dari penelitian yaitu SMA BIMA Ambulu. Sebagai kelengkapan obyek ini, akan dikemukakan tentang SMA BIMA Ambulu yang meliputi:
1. Profil SMA BIMA Ambulu
Adapun profil SMA BIMA Ambulu adalah sebagai berikut:53
a. NPSN : 20523815
b. NSS : 304052426034
c. Nama : SMA BIMA
d. Akreditasi : Akriditasi A
e. Alamat : Jl. Pendidikan No.11
f. Kodepos : 68172
g. Nomer Telepon : 0336881415
h. Email : [email protected]
i. Jenjang : SMA
j. Status : Swasta
k. Lintang : -8.359522366802691
l. Bujur : 113.60407635569575
m. Ketinggian : 23
53 Dokumentasi, Sumber data dari TU SMA BIMA Ambulu, 11 Oktober 2018
n. Waktu Belajar : Sekolah Pagi 2. Sejarah SMA BIMA Ambulu
Awal mula berdirinya SMA BIMA sejak SMA FIP menjadi SMA Negeri maka berdirilah SMA SENJA / SMA SORE yang dipelopori oleh bapak Drs. EC. Urep S, bapak Drs. EC. Maskur, bapak Drs. Sarbini, dan kawan-kawannya. Setelah itu membentuk yayasan yang diberi nama yayasan pendidikan Setya Budhi, ketua yayasan bapak Drs. EC. Maskur dan bapak Drs. Sarbini ditunjuk sebagai kepala sekolahnya.
Maka sejak tanggal 01 Juni tahun 1980 resmi bediri SMA SENJA / SMA SORE, yang bertempat menempati digedung SMA FIP diutara Polsek Ambulu. Berdasarkan hasil rapat pengurus yayasan dan dewan guru bahwa nama SMA SENJA / SMA SORE dirasa kurang baik maka diganti menjadi SMA BIMA. Pengambilan nama BIMA itu sendiri diambil dari tokoh pewayangan pandawa yang bernama BIMA SENA / singkatan dari Sarbini dan Maskur. Dan SMA BIMA pernah menempati di SD Ambulu 02 kemudian mulai tahun 1983 sudah bisa membeli tanah dibawah gunung kunthul dan didirikan gedung, yang awalnya mendirikan gedung Cuma 2 lokal, dan dari sejarah perkembangan dari tahun ke tahun bisa mendirikan gedung lagi dan siswanya semakin bertambah-bertambah sampai sekarang.54
54 Dokumentasi, Sumber data dari TU SMA BIMA Ambulu, 11 Oktober 2018
3. Visi, Misi dan Tujuan SMA BIMA Ambulu
Adapun visi, misi dan tujuan dari SMA BIMA Ambulu adalah sebagai berikut:55
a. Visi sekolah
“Terwujudnya peserta didik yang berbudipekerti luhur, beriman, bertaqwa, berbudaya, berwawasan lingkungan, unggul dalam prestasi, serta kompetitif dalam dunia global”
b. Misi sekolah
1) Mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Unggul dan Berbudi Pekerti Luhur.
2) Meningkatkan mutu pendidikan yang mengintegrasikan sistem nilai, agama dan budaya dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3) Mengembangkan seluruh potensi siswa secara optimal baik dalam bidang akademismaupun non akademis.
4) Mengoptimalkan seluruh potensi sumberdaya manusia dan sara prasarana yang ada disekolah dan mensinergikan seluruh potensi guna mewujudkan visi sekolah secaraoptimal.
5) Menjalin hubungan yang harmonis antara sekolah dengan wali peserta didik, masyarakat, instansi dan lembaga terkait dalam rangka pencapaian visi sekolah yang optimal
55 Dokumentasi, Sumber data dari TU SMA BIMA Ambulu, 11 Oktober 2018
c. Tujuan sekolah
1) Menumbuhkan kesadaran pengalaman ajaran agama sehingga menjadi sumber kearifandalam bertindak.
2) Menciptakan peserta didik yang mandiri, kreatif, inovatif, berprestasi akademik dan nonakademik.
3) Membudayakan kegiatan belajar mengajar yang aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan berstandart nasional.
4) Membekali tenaga pendidik dan kependidikan yang handal dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksankan, dan mengevaluasi kegiatan pendidikan.
5) Melengkapi sarana dan prasarana pendidikan yang representative dan memenuhi standartNasional.
6) Menciptakan manajemen sekolah yang bermutu, kokoh, mampu menggerakkan segenappotensi sekolah.
7) Menciptakan sekolah yang unggul, transparan, efektif, efisien, dan kompetitif.
8) Melaksanakan system penilaian yang sistematis dan holistic meliputi pengumpulan informasi, analisis dan interprestasi.
9) Menciptakan rasa memiliki dan pedulian terhadapan kelestarian hidup56
56 Dokumentasi, Sumber data dari TU SMA BIMA Ambulu, 11 Oktober 2018
4. Data Ekstrakurikuler
Adapun kegiatan ekstrakuriler di SMA BIMA Ambulu adalah sebagai berikut:57
Tabel 4.1 Data Ekstrakurikuler
NO. BIDANG JENIS
EKSTRAKURIKULER PEMBINA
1.
Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Bela Negara
1. Dakwah Drs. Nurhalim W.
2. Qiro’ah Helmi Ramadhani, S.Pd.I 3. Kitab Kuning Munif Nadhrul A, S.Pd 4. Paskibraka Drs. Moh. Shohib 5. Pramuka Moh nur ali, S.Pd
6. PMR Yuli Masruroh, S.Pd
7. Pecinta Alam Dedi Eko Afrianto, S.Pd, M.Pd
8. Jurnalistik Anik Ifadatul Husna, S.Pd 9. Multimedia Drs. Suhartoyo
10. Tarjih Munif Nadhrul A, S.Pd 2.
Kesegararan Jasmani
1. Futsal
Haris Sulaiman,S.Pd 2. Sepak Bola
3. Bulutangkis
Drs. H. Kusnandi 4. Volly Ball
5. Pencak Silat 6. Atletik
Chamim Thohari, S.Pd 7. Basket
8. Karate 3.
Apresiasi Seni
1. Band Drs. Bambang Sugianto
2. Marching Band Erwina Mawarni, S.Pd 3. Tari Tradisional Evelin Evindia Ratih, S.Pd 4. Al – Banjari dan
Samroh
Teguh Irawan
5. Reog Nur Kholik, S.Pd
6. Musik Patrol Nur Kholik, S.Pd 7. Karawitan Drs. Miyarto 4.
Akademi
1. Matematika Sulikah, S.Pd
2. Biologi Atik Rizqi Amalia, S.Pd
3. Fisika Samiran S.Pd
4. Kimia Drs. Dwi Susanto
5. Bhs Inggris Sigit Gatot W. S. Pd
57 Dokumentasi, Sumber data dari TU SMA BIMA Ambulu, 11 Oktober 2018
6. Ekonomi Ana Mariatul Azizah, S.Pd
7. TIK Ari Purnomo Aji
8. Geografi Nur afifah, S.Pd B. Penyajian dan Analisis Data
Penyajian data dan analisis data merupakan bagian yang memuat tentang uraian hasil penelitian di SMA BIMA Ambulu, dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, penyajian data didasarkan pada fokus penelitian yang telah di tetapkan yaitu: 1) Bagaimana pelaksanaan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Pembiasaan Shalat Dhuhur Berjama’ah di Sekolah Menengah Atas Bima Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2018/2019, 2) Bagaimana evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan Shalat Dhuhur Berjama’ah di Sekolah Menengah Atas BIMA Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2018/2019.
1. Pelaksanaan Pendidikan Karakter Religius di Sekolah Menengah Atas BIMA Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2018/2019
Pelakasanaan kegiatan shalat dhuhur berjama’ah adalah suatu kegiatan yang dapat dijadikan sebagai teknik atau metode. Hal ini sangat penting sekali ditumbuhkan dalam lingkungan, baik itu lingkungan masyarakat, keluarga, maupun di sekolah. Selain terdapat nilai pembentuk kedisiplinan dan kebersamaan, shalat yang dilakukan secara berjama’ah juga senantiasa mengajarkan kepada umat Islam untuk disiplin, taat waktu, sekaligus menghargai waktu itu sendiri dan kerja keras. Sebagai mana dikatakan bahwa disiplin membawa dampak yang baik dalam
kehidupan, karena dengan disiplin memiliki peranan penting dalam kegiatan pembelajaran. Seperti dengan disiplin membiasakan siswa untuk mengerjakan tugas tepat pada waktunya, mematuhi peraturan, yang telah diharapkan siswa dapat membiasakan diri untuk hidup teratur khususnya dalam pembelajaran.
Pada dasarnya pelaksanaan kegiatan keagamaan di SMA BIMA Ambulu memiliki latar belakang tersendiri yaitu merealisasikan visi SMA BIMA itu sendiri. Sebagaimana hasil wawancara dengan Bapak Drs. H.
Abd. Wahab HS, M. Pd. I selaku Kepala Sekolah SMA BIMA Ambulu terkait dengan latar belakang program kegiatan keagamaan :
“Merealisasikan visi SMA BIMA Ambulu, karena visinya itu adalah masalah keimanan dan ketaqwaan salah satunya dengan menggerakkan keimanan dengan sholat berjamaah dan kajian islam, dan untuk itu maka pengembanganya adalah di adakannya kegiatan keagamaan dengan melaksanakan kegitana sholat dhuhur berjama’ah dan kajian dengan menggunakan buku Risalah haidl”.58 Latar belakang dilaksanakannya sholat berjama’ah seperti yang dipaparkan oleh bapak wahab selaku kepala sekolah menyatakan bahwa :
”Jadi yang melatar belakangi di adakannya sholat berjamaah adalah yang pertama sholat sendiri itu adalah perintah ajaran agama Islam bahwa sholat itu sebaiknya dilakukan di awal waktu dan dikerjakan secara berjama’ah oleh karena itu di SMA Bima ini untuk mewujudkan visi misi SMA Bima itu perlu gerakan bersama dalam pengamalan ajaran agama Islam khususnya sholat lima waktu di masjid Bima suci dilakukan secara berjama’ah kemudian setelah sholat jama’ah dilakukan dengan pengisian kajian Islam membaca kitab fadhoidul amal oleh petugas kelas itu yang melatar belakangi sma Bima melaksanakan sholat berjama’ah di masjid BIMA Suci. Kemudian yang kedua, bahwa sholat itu dilakukan sebaiknya di awal waktu dan dikerjakan secara berjama’ah sebagaiman yang di contohkan oleh Nabi kita
58Abd Wahab, Wawancara, 01 Oktober 2018.
Muhammad SAW disamping itu dalam rangka merealisasikan mewujudkan masalah keimanan dan ketakwaan kepada Allah”. 59 Sama seperti apa yang paparkan oleh Bapak Nur Halim selaku guru agama, beliau menyatakan bahwa:
“Begini karena kondisi mushola yang kita miliki ini tidak terlalu besar sedangkan siswa siswi di sekolah ini lumayan banyak maka pelaksanaan kegiatan shalat dhuhur berjama’ah dilaksanakan secara terjadwal setiap hari senin sampai kamis jam 11.30 selain hari jum’at dan hari sabtu karena hari jumat siswa-siswi pulangnya pagi dan hari sabtu siswa siswi pulang jam 10.00.
Pelaksanaan kegiatan shalat dhuhur berjama’ah yakni pada saat dhuhur tiba. Pelaksaannya sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah. Dan dilakukan tiga gelombang sampai dengan empat gelombang tergantung dengan banyaknya jama’ah yang ada. Seiap pagi saya akan mengumumkan hari ini kelas mana yang akan bertugas, wali kelas juga berperan penting dalam terlaksanaanya kegiatan tersebut, karena jika kelas tersebut mendapatkan giliran untuk shalat berjama’ah maka wali kelas akan mengambilkan absen khusus untuk diberikan kepada ketua kelas dan ketua kelas akan mengabsen masing-masing anggotanya. Jika siswi perempuan yang berhalangan karena menstruasi maka di absen tetap di titik tidak di alpa yang terpenting mereka tetap datang ke masjid untuk mengikuti ceramah dan membantu siswi lain unruk melipat mukenah pada waktu selesai jama’ah. Dari situ akan ketahuan siapa saja siswa yang rajin dan yang tidak rajin. Wali kelas juga akan memilih siswa yang akan bertugas pada hari itu seperti tugas adzan, kultum dan bagian melipat mukenah seluruh siswa perempuan.60
Dalam kegiatan shalat dhuhur berjma’ah peneliti mendapatkan informasi dari Bapak Halim selaku guru Agama. Beliau mengatakan dalam wawancara yang dilakukan didalam ruang WAKA.
“Kegiatan shalat dhuhur berjama’ah ini satu kelas biasanya hanya mendapatkan giliran dua bulan satu kali atau dua kali saja karena kelas di sini sangat banyak yaitu 29 kelas jadi untuk mendapatkan giliran dalam waktu dua bulan hanya mendapatkan giliran satu kali atau dua kali saja. Selain itu sudah terpotong harinya karena
59 Wahab , Wawancara, Ambulu, 02 Oktober 2019.
60 Nur Halim, Wawancara, Ambulu, 02 Oktober 2019.
pulang pagi yakni hari jum’at dan hari sabtu. Lalu jika pada hari itu tiba-tiba pulang pagi karena guru-guru rapat atau ada kegiatan lain maka pada saat itu kelas mana yang terjadwal pada hari itu tidak bisa melakukan gilirannya dan keesokan harinya akan dilakukan kelas lain sesuai jadwal yang telah ditentukan. 61
”Pelaksanaan sholat berjama’ah sendiri di SMA BIMA sudah terlaksana sejak kedatangan majelis tabligh akbar tepatnya kurang lebih 22 tahun yang lalu. Memang sebelumnya di SMA BIMA sudah melaksanakan shalat berjama’ah tetapi lebih kuatnya lagi setelah kedatangan majelis tabligh tersebut. Setelah kedatangan majelis tabligh rujukan siswa pada saat melaksanakan kultum yakni merujuk pada buku majelis tablig tersebut.”62
“Peran guru agama sendiri. Begini di SMA Bima ini adalah sekolah umum tetapi nuansa keagamaannya sangat tampak sehingga guru agama sangat berperan selain itu di tunjang oleh guru-guru lain seperti guru matematika guru sosiologi seperti bapak shohib. Hampir semua guru di sini melaksanakan shalat berjama’ah karena untuk memberikan keteladanan. Untuk siswa yang non muslim sendiri tetap mengikuti pelajaran agama, tetapi ada juga pelajaran agama untuk mereka yang non muslim yakni pada hari jum’at setlah pulang sekolah tempatnya di SMA Negri Ambulu. Jika pada saat guru yang non muslim tersebut sakit akhir-akhir ini karena usianya yang sudah tua maka siswa akan belajar di gereja. Jadi dikumpulkan jadi satu siswa SMA Bima, siswa SMA Negri, dan siswa SMA Pancasila Ambulu semua jadi satu belajar di SMA Negri Ambulu pada hari jum’at sepulang sekolah. Keseluruhan ssiwa yang non muslim di sini kurang lebih ada 10 anak”. 63
Adapun hambatan-hambatan pelaksanaan sholat berjama’ah ini sesuai dengan yang dipaparkan oleh bapak munif selaku waka dan wali kelas untuk kelas 11 ipa 2 bahwa:
“Hambatannya karna yang pertama fasilitas kita masih kurang karena masjidnya masih kurang luas untuk menampung seluruh siswa. Kesulitan dari anak-anak kkesadaran berjama’ah masih rendah jadi kita piket per kelas. Ada tiga gelombang minimal penuh-penuh. Lalu untuk yang tidak mengikuti sholat berjama’ah apa ada hukuman? Sekedar takzir, takzir itu hukumannya mendidik jadi untuk efek jera saja seperti membersihkan masjid,
61Nur Halim, Wawancara, Ambulu, 02 Oktober 2019.
62 Nur Halim, Wawancara, Ambulu, 02 Oktober 2019.
63 Nur Halim, Wawancara, Ambulu, 02 Oktober 2019.
merapikan mukenah,membaca al-qur’an biasanya. Bagi anak yang sudah ditunjuk lalu tidak jama’ah ada sanksi tetapi sifatnya mendidik. Rata-rata semua siswa mengikuti sholat berjama’ah karena ada wali kelas yang mendampingi walaupun yang udzur yang tidak sholat tetap ke masjid untuk memberi semangat untuk yang lain kalau ada dikelas nanti takutnya yang sholat ngakunya tidak sholat atau lagi berhalangan bagi perempuan jadi semuanya ikut ke masjid walaupun disana tidak sholat tetap hadir”. 64
Adapun hambatan dilaksakannya kegiatan sholat berjama’ah sama seperti dipaparkan oleh bapak wahab selakuk kepala sekolah yakni :
“Yang pertama keberagaman siswa tingkaat pengetahuan pendidikan agama sehingga ada yang sadar dan ada yang tidak sadar mengamalkan ajara agama Islam itu hambatan yang pertama disiplin ilmu agamanya kurang. Yang kedua tidak terbiasa sholat berjama’ah dirumah dan yang ketiga, masjidnya kurang besar jadi terbatas sehingga harus bergelombang, gelombang satu, gelombang dua, dan gelombang tiga”.65
Apa ada keterkaitan dengan diadakannya sholat berjama’ah dengan pembentukan sikap karakter siswa :
“Jelas ada jadi dalam pembentukan karakter siswa salah satu upaya yang dilakukan oleh sekolah adalah melaksanakan sholat berjama’ah sehingga timbul rasa kesadaran untuk melaksanakan kewajiban sholat lima waktu utaanya sholat dhuhur di sekolah kenapa di sekolah karena jam istirahat jam kedua itu bertepatan dengan waktu sholat”.66
Peneliti juga menggali informasi dengan siswa yang sedang beristirahat di depan kelas.
“Antusias para siswa sendiri lumayan bagus biasanya hampir seluruh siswa mengikuti kegiatan shalat berjama’ah jika waktu kelas kita mendapatkan giliran. Mungkin hanya dua tiga anak saja yang tidak mengikutinya, biasanya siswi perempuan itu dikarenanakan berhalangan dan ada beberapa yang lain itu yang
64 Munif Nadrul Anam, Wawancara, Ambulu, 02 Oktober 2019.
65Abdul Wahab, Wawancara, Ambulu, 02 Oktober 2019.
66 Abdul Wahab, Wawancara, Ambulu, 02 Oktober 2019.
tidak mengikuti karena tidak ada halangan apa pun bisa di bilang karena di sengaja tidak mengikuti”.67
Wawancara ini juga dipaparkan oleh seorang siswi pada saat peneliti mengajak wawancara diluar jam pelajaran saat siswa tersebut sedang santai didepan kelasnya.
“Kalau wali kelas sendiri menurut saya memang berperan dalam kegiatan ini tetapi tergantung individu dari masing-masing wali kelas karena biasanya ada wali kelas yang disiplin dan ada juga wali kelas yang santai dan kebetulan wali kelas kami sendiri tergolong orang yang santai.”68
Peneliti juga melakukan observasi pada tanggal 15 Oktober di SMA BIMA Ambulu terkait kegiatan sholat dhuhur berjama’ah.
“Pada hari rabu tanggal 15 oktober 2019 saya melakukan observasi di SMA BIMA Ambulu. Pada jam 11.15 menjelang adzan dhuhur saya dudukdiserambi masjid. Menjelang adzan dhuhur para siswa bergegas keluar kelas. Pada waktu istirahat kedua ini kegiatan siswa bermacam-macam didepan kelas. Ada yang pergi ke kantin dan ada yang bergegas menuju masjid. Pada hari ini kebetulan yang bertugas dalam persispan sholat berjma’ah yakni kelas X11 IPA 2.Dan yang betugas sebagai muadzin dan khatib yakni Mohammad Robet Fuadi, lalu imamnya adalah bapak nur ali dan wali kelas untuk kelas X11 IPA 2 adalah Ibu Anik Ifadatul Husna.”69
Dari paparan diatas sangat jelas bahwa dalam pelaksanaan kegiatan shalat dhuhur berjama’ah dilakukan setiap hari selain hari jum’at dan hari sabtu, pelaksanaannya pada saat dhuhur telah tiba dan sudah terjadwal dari pihak sekolah. Tetapi masing-masing kelas hanya kebagian dua bulan satu kali dalam jadwal yang sudah kada karena jumlah keseluruhan kelas di SMA BIMA Ambulu sangat banyak dan itu
67 Nailah Salsabila Fitri, Wawancara, Ambulu, 15 April 2019.
68 Diah firlia khumairoh, Wawancara, Ambulu, 15 April 2019.
69 Observasi, Ambulu, 10 Oktober 2019.
membuat masing-masing hanya terkena jadwal dua bulan hanya satu kali atau dua kali saja.
2. Pelaksanaan Pendidikan Karakter Disiplin di Sekolah Menengah Atas BIMA Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2018/2019
Pada dasarnya pendidikan karakter disiplin sering dialami dan dirasakan oleh guru dan siswa, mulai dari hal kecil sampai besar, contohnya kedisiplinan memarkirkan kendaraan sampai tanggung jawab siswa mengerjakan tugas. Di SMA BIMA sendiri ada hal menarik agar membentuk karakter disiplin siswa yakni aturan untuk memilih kegiatan ekstrakulikuler. Kegiatan apa yang harus dipilih para siswa yakni kegiatan ekstrakulikuler yang sifatnya umum satu dan kegiatan ekstrakulikuler keagamaan satu. Para siswa wajib memilih kegiatan tersebut dan mengikutinya sesuai dengan pilihan mereka masing-masing.
Hal ini selaras dengan pemaparan Bapak Halim selaku waka sekaligus guru agama di SMA BIMA Ambulu.
“ Di SMA bima ini memang sekolah umum tetapi nuansa kagamaannya sangat kuat bisa dilihat dari beberapa kegiatan keagamaan seperti dakwah, qiro’ah, kajian kitab kuning, samroh. Lalu sekolah kita memberikan aturan uuntuk para siswa agar memilih salah satu kegiatan ekstrakuliker keagamaan tersebut satu dan ekstrakulikuler yang sifatnya umum juga memilih satu seperti paskibra, pramuka, PMR, pecinta alam, reog, musik patrol karawitan dll. Siswa di wajibkan memilih dua kegiatan tersebut jika lebih dari itu boleh tetai tidak boleh lebih dari tiga kegiatan karena bisa mengganggu kegiatan belajar mereka. Karena itu prestasi SMA BIMA sendiri di bidang ekstrakulikuler sangat maju dikarenakan kegiatan tersebut di pembinai oleh guru yang ahli di bidangnya masing-masing.
Jadi siswa terus di bina dan di latih dengan sangat baik sesuai dengan bakat dan kemampuannya"
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan, bahwa kegiatan untuk membentuk karakter disiplin siswa, kepala sekolah memberikan aturan kepada siswa agar memilih kegiatan yang sifatnya umum seperti paskibra, pramuka, PMR, pecinta alam, reog, musik patrol karawitan itu memilih satu dan kegiatan yang sifatnya kegamaan juga satu seperti dakwah, qiro’ah, kajian kitab kuning, samroh. Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang disiplin dengan apa yang mereka pilih dan bisa mempertanggung jawabkannya dengan baik.
3. Pelaksanaan Pendidikan Karakter Jujur di Sekolah Menengah Atas BIMA Ambulu Jember Tahun Pelajaran 2018/2019
Pada dasarnya pendidikan karakter jujur sering kita jumpai mulai dari hal kecil sampai besar, salah satu contoh nilai kejujuran adalah pada saat ujian harus mengerjakan soal dengan jujur, tidak perlu mencontek atau memberikan contekan kepada temannya, dimanapun kita harus menjadi orang yang jujur agar dipercaya oleh orang lain. Kepala sekolah juga menekankan bahwa nilai baik saja tidak cukup, tetapi harus diserai dengan sikap dan perilaku yangbaik/jujur. Kepala sekolah juga mengajak dan mengingatkan kepada seluruh warga sekolah dan siswa-siswauntuk membiasakan jujur. Di SMA BIMA sendiri juga menerapkan kegiatan agar siswa terbiasa bersikap jujur yakni dengan mengabsen para siswa pada saat kegiatan sholat dhuhur berjama’ah karena dengan hal tersebut jika siswa benar-benar hadir di absen siswa juga harus ada waktu pelaksanaan kegiatan tersebut.