BAB III METODE PENELITIAN
B. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Jember yang merupakan salah satu sekolah yang ada di Jalan Cendrawasih No 22, Desa Slawu, kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Pertimbangan penulis melaksanakan penelitian di lokasi tersebut antara lain adalah karena ingin mengetahui strategi afektif pola pembiasaan dan modeling yang diterapkan di sekolah umum tersebut, karena kebanyakan sekolah umum dalam penerapan kegiatan pembiasaan keislamian tidak seberapa memberikan pengaruh terhadap pembentukan akhlak siswa. Hal tersebut dapat terjadi karena dalam proses pembelajaran dan kegiatan pembiasaan tidak secara penuh di dampingi oleh guru.
Hal unik yang penting untuk diteliti yaitu diterapkan berbagai macam kegiatan afektif pola pembiasaan dan modeling di SMP Negeri 7 Jember ini, seperti membaca asmaul husna, berpakaian sopan sesuai dengan ajaran Islam, salat berjamaah, membaca Yasin, tartil dan hafalan,
65Lexy J.Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, 26.
salaman pagi, infak dan kelas bersih.Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti sekolah tersebut apakah penerapan strategi afektif pola pembiasaan dan modeling tersebut memberikan pengaruh yang kuat dalam pembentukan akhlak siswa.
C. Subyek Penelitian
Untuk menentukan informan, digunakan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel bertujuan sesuai dengan penggalian informasi yang akan dijadikan dasar dari rancangan konsep temuan- temuan.66
Informan merupakan orang yang bisa mendeskripsikan dan mampu untuk memberikan informasi berkaitan dengan penelitian. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti perlu mempertimbangkan siapa saja yang akan dijadikan sebagai informan selama proses penelitian berlangsung.
Hendaknya peneliti memilih informan yang benar-benar mengetahui lebih banyak mengenai hal yang bersangkutan dengan penelitian, sehingga informasi yang didapatkan merupakan informasi yang sesuai.
Alasan peneliti menggunakan metode purposive sampling karena informan yang ditentukan peneliti dianggap orang yang paling memahami tentang strategi pembelajaran afektif pola pembiasaan dan modeling dalam pembentukan akhlak siswa di SMP Negeri 7 Jember Tahun Pelajaran 2017/2018. Informan yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah:
66Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jakara: PT Rineka Cipta, 2007), 165
a. Kepala Sekolah b. Guru
c. Siswa.
D. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti ialah instrumen penelitian. Keberhasilan dalam pengumpulan data banyak ditentukan oleh kemampuan peneliti dalam menghayati situasi sosial yang dijadikan fokus penelitian. Peneliti tidak akan mengakhiri fase pengumpulan data, sebelum ia yakin bahwa data yang terkumpul dari berbagai sumber yang berbeda dan terfokus pada situasi sosial yang diteliti telah mampu menjawab tujuan penelitian.67 Dalam penelitian ini, penulis menggunakan tiga macam teknik pengumpulan data, yaitu:
1. Observasi
Observasi merupakan metode penelitian dengan menggunakan sebuah pengamatan. Pengamatan pada dasarnya merupakan kegiatan untuk mendapatkan informasi melalui indera penglihatan.68 Untuk itu, peneliti harus terjun langsung ke lapangan untuk melihat secara langsung obyek yang akan diteliti.
Penelitian ini menggunakan observasi partisipasi pasif, karena dalam hal ini peneliti datang pada tempat kegiatan orang yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.69 Peneliti
67Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Gabungan, (Jakarta: Prenada Media Group, 2014), 372
68M. Djamal, Paradigma Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Pustakan Pelajar, 2015), 66.
69Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2016), 310.
hanya mengamati kegiatan yang di teliti secara langsung kemudian dengan mendekatkan dirinya dengan objek yang diteliti agar lebih mudah mendapatkan data yang dibutuhkan. Data yang diperoleh dari teknik observasi diantaranya:
1) Kondisi objek penelitian 2) Aktivitas objek penelitian
3) Implementasi strategi pembelajaran afektif pola pembiasaan dan modeling dalam membentuk akhlak siswa kepada Allah.
2. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa wawancara adalah suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara pewawancara dan sumber informasi atau orang yang diwawancarai melalui komunikasi langsung, di mana pewawancara bertanya langsung tentang suatu objek yang diteliti dan telah dirancang sebelumnya.70
Terdapat tiga macam pedoman wawancara yang dapat digunakan, yaitu wawancara terstruktur, wawancara semi terstruktur, dan wawancara tidak terstruktur. Penelitian ini menggunakan wawancara sebagai salah satu teknik pengumpulan data serta menggunakan pedoman wawancara tidak terstruktur dalam pelaksanaannya, wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang
70Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, 372.
bebas dimana peneliti menggunakan pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan.71 Hal iniagar peneliti mendapatkan informasi terbaru mengenai Implementasi Strategi Pembelajaran Afektif dalam Membentuk Akhlak Siswa di SMP Negeri 7 Jember.
Data yang diperoleh dari metode wawancara adalah:
1) Implementasi pola pembiasaan dalam membentuk akhlak siswa di SMP Negeri 7 Jember tahun pelajaran 2017/2018
2) Implementasi modeling dalam membentuk akhlak siswa di SMP Negeri 7 Jember tahun pelajaran 2017/2018.
3. Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan atau karya seseorang tentang sesuatu yang sudah berlalu. Dokumentasi adalah metode untuk mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, gambar, foto, buku-buku, surat kabar, majalah, notulen, raport leger, agenda dan sebagainya.72Dibandingkan dengan metode lain, maka metode ini tidak begitu sulit, dalam arti apabila terdapat kekeliruan sumber datanya masih tetap, belum berubah, dengan metode dokumentasi yang diamati bukan benda hidup tetapi benda mati. Pada metode dokumentasi ini penulis gunakan untuk memperoleh data yang terkait dengan sekolah beserta siswanya sebagai berikut :
71Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2014), 145.
72Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), 181.
1. Sejarah SMP Negeri 7 Jember
2. Profil sekolah SMP Negeri 7 Jember.
3. Visi dan misi sekolah SMP Negeri 7 Jember.
4. Struktur organisasi sekolah
5. Data jumlah siswa SMP Negeri 7 Jember 6. Denah sekolah SMP Negeri 7 Jember.
E. Analisis Data
Analisis data merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan refleksi terus-menerus terhadap data, mengajukan pertanyaan-pertanyaan analitis, dan menulis catatan singkat sepanjang penelitian.73
Miles dan Hubermanmenawarkan pola umum analisis dengan mengikuti model alir sebagai berikut:74
1. Reduksi data
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.
Dengan reduksi, peneliti merangkum, mengambil data yang pokok dan penting, membuat kategorisasi, berdasarkan huruf besar, huruf kecil dan angka. Dalam mereduksi data setiap peneliti akan
73John W. Creswell, Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed, (Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2010), 274.
74Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, 337.
dipandu oleh tujuan yang akan dicapai. Tujuan utama dari penelitian kualitatif adalah pada temuan. Reduksi data merupakan proses berpikir sensitif yang memerlukan kecerdasan dan keluasan dan kedalaman wawasan yang tinggi. Bagi peneliti yang masih baru, dalam melakukan reduksi data dapat mendiskusikan pada teman atau orang lain yang dipandang ahli.
2. Data display (penyajian data)
Dimana penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles dan Huberman menyatakan paling sering digunakan untuk penyajian data dalam penelitian kualitatif adalah teks yang bersifat naratif.
Dengan mendisplaykan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami.
3. Conclusion drawing (penarikan kesimpulan) atau verification (verifikasi)
Penarikan kesimpulan dan verifikasi dilakukan karena kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti- bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan
mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang sesuai.
F. Keabsahan Data
Pengujian keabsahan data atau validitas data dalam penelitian ini melalui triangulasi data. Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Sedangkan teknik triangulasi yang banyak digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber lain.
Triangulasi juga merupakan sebuah teknik untuk memeriksa keabsahan data yang diperoleh dengan cara memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data tersebut sebagai pengecekan peneliti terhadap data yang diperoleh. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Triangulasi sumber adalah suatu proses penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama. Misalnya, selain menanyakan kepada siswa, peneliti juga mengkonfirmasi masalah yang sama pada guru, dan kepala sekolah.
Triangulasi teknik, berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Hasil data yang diperoleh dari wawancara tersebut, kemudian di cek dengan observasi dan dokumentasi, sehingga dapat menghasilkan data yang akurat dan sesuai dengan fakta.75
75Sugiyono, Metode Penelitan Pendidikan, 330.
G. Tahap-tahap Penelitian
Tahapan penelitian perlu diuraikan untuk mendeskripsikan keseluruhan kegiatan penelitian, sebagaimana menurut Bogdan dan Biklen menyatakan tiga tahapan, yaitu: pra lapangan, kegiatan lapangan, dan analisis data. Dengan demikian tahap-tahap yang akan dilakukan oleh peneliti, diantaranya sebagai berikut:76
a. Tahap Pra Lapangan
Ada enam kegiatan yang harus dilakukan oleh peneliti dalam tahapan ini ditambah dengan satu pertimbangan yang perlu dipahami, yaitu etika penelitian lapangan. Kegiatan dan pertimbangan tersebut diuraikan berikut ini:
1) Menyusun rancangan penelitian 2) Memilih lapangan penelitian 3) Mengurus perizinan
4) Menjajaki dan menilai keadaan lapangan 5) Memilih dan memanfaatkan informan 6) Menyiapkan perlengkapan penilaian 7) Persoalan etika penelitian.
b. Tahap Kegiatan Lapangan
Dalam tahap ini, peneliti turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data-data dengan metode observasi, wawancara, dan
76Basrowi dan Suwandi, Memahami Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), 84
dokumentasi. Uraian tentang tahap pekerjaan lapangan dibagi atas tiga bagian, yaitu:
1) Memahami latar penelitian dan persiapan diri 2) Memasuki lapangan
3) Berperan serta sambil mengumpulkan data c. Tahap Analisis Data
Setelah semua data terkumpul, peneliti menganalisa keseluruhan data dan kemudian di deskripsikan dalam bentuk sebuah laporan. Laporan tersebut diserahkan kepada dosen pembimbing untuk dikoreksi. Berdasarkan masukan-masukan dari dosen pembimbing tersebut, kemudian dilanjutkan sampai penelitian ini benar-benar terselesaikan.
1. Sejarah SMP Negeri 7 Jember
SMP Negeri 7 Jember berdiri pada tanggal 28 November 1984, yang mana nama sebelumnya adalah SMPN Patrang. Pada awal berdirinya merupakan filial dari SMP Negeri 3 Jember dan pada tahun 1986 berubah menjadi SMP Negeri 7 Jember yang beralamat di Jalan Cendrawasih 22 Slawu Patrang. Sudah beberapa kali terjadi pergantian kepemimpinan kepala sekolah, yaitu yang pertama Abdul Wahid, yang ke dua Ahmad Salam, yang ke tiga Koesmijatin, yang ke empat Sri Nurjati, yang ke lima Dra. Atiyah, S.Pd, M.Psi, yang ke enam Dra. Hj. Nuryati, yang ke tujuh Drs. Sunaryono, yang ke delapan Drs. Syaiful Bahri, M.Pd. sampai sekarang.77
2. Profil SMP Negeri 7 Jember
Adapun profil SMP Negeri 7 Jember yang merupakan salah satu sekolah terdapat di Jalan Cendrawasih No 22, Desa Slawu, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur, nomor telepon 486475,nomor fax 428567, email [email protected], tanggal SK pendirian 29 September 2015, tanggal SK akreditasi 1 Januari 2015, nama bank yaitu bank JATIM, nomor rekening
77Dokumentasi SMP Negeri 7 Jember Tahun 2018, Sub Bidang Tata Usaha SMP Negeri 7 Jember.
32920501, rekening atas nama SMP Negeri 7 Jember, dan nama kepala sekolah sekarang adalah Syaiful Bahri.78
3. Visi dan Misi Sekolah 1) Visi SMPN 7 Jember
Berakhlakul karimah, prestasi tinggi, inovatif dan berwawasan lingkungan sehat.79
2) Misi SMPN 7 Jember
Mewujudkan dan mengembangkan profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan melalui pembinaan dan diklat yang berorientasi pada penguasaan teknologi informasi; Menciptakan lulusan yang berprestasi tinggi dan berakhlakul karimah;
Mewujudkan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, dan efisien dengan melaksanakan inovasi pembelajaran berdasarkan contextualteaching dan learning (CTL); Mengembangkan kurikulum yang mendayagunakan lingkungan sekolah dan berstandar nasional dengan sistem penilaian yang transparan dan objektif; Mengembangkan semua potensi diri, bakat, minat, dan kreatifitas siswa secara terpadudan berkesinambungan melalui optimalisasi kegiatan ekstra olahraga dan seni; Mewujudkan sarana dan prasarana yang lengkap dan menunjang kegiatan pembelajaran; Mewujudkan sekolah sehat dengan menggalakkan kegiatan kebersihandan kepedulian lingkungan hidup;
78Dokumentasi SMP Negeri 7 Jember Tahun 2018, Sub Bidang Tata Usaha SMP Negeri 7 Jember.
79Dokumentasi SMP Negeri 7 Jember Tahun 2018, Sub Bidang Tata Usaha SMP Negeri 7 Jember.
Menciptakan menejemen sekolah yang transparan dalam pengelolaan dan pembiayaan sekolah dengan menggalang partisipasi sekolah.
4. Struktur Organisasi Sekolah
Adapun struktur organisasi SMP Negeri 7 Jember dijelaskan pada bagan sebagai berikut:
Bagan 4.1
Struktur Organisasi SMP Negeri 7 Jember Tahun Pelajaran 2017/2018
---
5. Keadaan Siswa SMP Negeri 7 Jember Kepala Sekolah Drs.
Syaiful Bahri, M.Pd Komite
Sekolah
Wakil Kepala Sekolah Ahmad Syafi’i, S.pd Wakil Kepala Sekolah
Agus Amir Hamzah
Urusan Humas Dra. Siti Rukayah
Kordinator Tata Usaha Gunawan Sayekti
Urusan Kesiswaan Sulistianah, S.Pd
Rini Handayani Urusan Sarana
Dwi Sugeng W., S.Pd Rasidi, S.Pd
Pembina Osis Sulastri, S.Pd
Wakil Kepala Sekolah Tulus Wijayanto, S.pd
Urusan Kurikulum Agus Salim, S.Pd
Kepala Lab. Komputer
Kepala Lab. IPA Kepala Lab. Multimedia
Kepala Perpustakaan
Guru Mata Pelajaran Guru Bimbingan Konseling Wali Kelas
Pembina Ekstrakurikuler
Siswa Keterangan
Garis Intruksi --- Garis Koordinasi Sumber: Dokumentasi SMP Negeri 7 Jember Tahun 2018.
SMP Negeri 7 Jember mempunyai jumlah siswa keseluruhan sebanyak 1177 pada tahun pelajaran 2017/2018, kelas VII siswa laki- laki sebanyak 191 sedangkan siswa perempuan 205 dan jumlahnya adalah 396 siswa, kelas VIII siswa laki-laki sebanyak 200 sedangkan siswa perempuan sebanyak 198 dan jumlahnya adalah 398 siswa, dan kelas IX siswa laki-laki sebanyak 190 sedangkan siswa perempuan sebanyak 193 dan jumlahnya adalah 383 siswa. Jika dihitung secara keseluruhan jumlah siswa laki-laki adalah 581 dan siswa perempuan adalah 596. Sehingga jika dijumlah secara keseluruhan adalah 1177 siswa.80
B. Penyajian dan Analisis Data
Penyajian memuat tentang uraian data dan temuan yang diperoleh dengan menggunakan metode dan prosedur yang diuraikan seperti bab-bab sebelumnya. Uraian ini berisi tentang deskripsi data yang disajikan dengan topik sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian dalam bentuk pola, tema, kecenderungan dan motif yang muncul dari data.
Sesuai dengan metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini, maka peneliti akan menyajikan pengumpulan data yaitu data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai alat untuk memperoleh data yang berkaitan dan mendukung penelitian ini.
80Dokumentasi SMP Negeri 7 Jember Tahun 2018, Sub Bidang Tata Usaha SMP Negeri 7 Jember.
Hasil penelitian yang dilakukan, penelitian ini memaparkan mengenai Implementasi Strategi Pembelajaran Afektif dalam Membentuk Akhlak Siswa di SMP Negeri 7 Jember Tahun Pelajaran 2017/2018.
1. Strategi Pembelajaran Afektif Pola Pembiasaan Dalam Membentuk Akhlak Siswa Di SMP Negeri 7 Jember Tahun Pelajaran 2017/2018
Telah dijelaskan bahwa peneliti disini lebih memfokuskan pada pola pembiasaan dan modeling. Di SMP Negeri 7 Jember telah mempunyai kegiatan ataupun program sekolah yang dijadikan sebagai wadah pembiasaan baik bagi siswa maupun tenaga pengajar. Hal tersebut disampaikan oleh Bapak Mukhtar selaku guru PAI:
“Strategi pembelajaran afektif ini berhubungan dengan sikap dan keterampilan, melalui proses pembelajaran yang menekankan pada aktivitas siswa sebagai subjek utamanya.
Dan sikap itu akan terbentuk oleh kebiasaan dalam keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga dalam strategi ini ada dua macam proses pembentukan sikap, yaitu pembiasaan dan modelingyang digunakan di sekolah ini”.81
Program ataupun kegiatan pembiasan yang secara langsung ditangani oleh guru PAI serta dibantu oleh tenaga pendidik yang lain, diantaranya kegiatan pembiasaan dalam membentuk akhlak siswa seperti membaca asmaul husna sebelum pelajaran dimulai, berpakaian sopan sesuai dengan ajaran Islam, salat duha dan salat Dzuhur berjamaah, membaca surah Yasin setiap hari Jum’at. Kegiatan- kegiatan tersebut wajib diikuti seluruh siswa sesuai jadwal masing- masing kegiatan.Pembiasaan membaca asmaul husna sebelum
81Mukhtar, Wawancara, Jember, 1 Maret 2018.
pelajaran serta membaca doa sebelum dan sesudah pelajaran dilakukan di dalam kelas masing-masing dengan di bimbing oleh guru mata pelajaran waktu itu dan guru juga memperhatikan kerapian siswa dalam berpakaian. Sholat duha dilaksanakan pada satu jam mata pelajaran PAI di musala yang di dampingi oleh guru PAI yang mengajar pada waktu itu dan salat zuhur berjamaah setiap kelas pada waktu istirahat kedua dan berlangsung secara bergantian setiap harinya. Pembiasaan membaca surah Yasin pada setiap hari Jum’at
ketika jam pelajaran selesai.82
Strategi pembelajaran afektif pola pembiasaan yang dilaksanakan untuk membentuk akhlak siswa, yang mana krisis moral yang sangat mengkhawatirkan bagi generasi penerus bangsa.
Pembiasaan yang dilaksanakan di sekolah dengan tujuan mengajarkan akhlak yang baik yaitu:
a) Asmaul Husna
Pembiasaan membaca asmaul husna dan surat-surat pendek pada awalnya hanya diajarkan oleh guru-guru mata pelajaran PAI saja, namun seiring berjalannya waktu semua guru juga membiasakan siswa sebelum memulai proses pembelajaran membaca do’a danasmaul husna terlebih dahulu. Hal tersebut disampaikan ketika wawancara dengan Ibu Maria selaku guru PAI sebagai berikut:
82Observasi, Strategi Pembelajaran Afektif Pola Pembiasaan dan Modeling, Jember, 22 Februari 2018.
“Setiap harinya pasti ada do’a sebelum belajar di mulai dan khusus PAI di tambahkan dengan pembacaan khususonalfatehah di khususkan kepada diri sendiri, orang tua dan guru, kemudian membaca asmaul husna. Awalnya di sekolah ini hanya ketika pelajaran PAI saja yang membiasakan seperti itu, namun lambat laun para guru lainnya juga menirukan, ketika masuk kelas membaca do’a dan asmaul husna. Nah, kemudian pembiasaan itu di rapatkan oleh kepala sekolah dan diharapkan semua guru menerapkan pembiasaan seperti itu. Ada perubahan ketika dilakukan pembiasaan berdo’a sebelum belajar, seperti perubahan sikap ketika berdo’a (khusyu’, benar-benar lillah) dan ketika pembelajaran lebih mendengarkan, lebih rajin dan lain-lain”.83
Selain itu, menurut penjelasan dari Dina Maulina siswa kelas 7A tentang pembiasaan asmaul husna, yaitu:
“Di sekolah ini memang sudah ada pembiasaan membaca asmaul husna sebelum pelajaran dimulai. Pertamanya saya masih belum terbiasa, tapi karena di dampingi guru untuk membaca, saya terus ikut baca dan lama-lama juga terbiasa dan sampai hafal. Jadi kalau guru masuk kelas dan menyuruh berdo’a, yaa kita langsung baca do’a mau belajar dan asmaul husna, kadang juga ditambah bacaan al- Fatehah”.84
Hasil wawancara di atas menjelaskan bahwa membentuk akhlak karimah kepada Allah merupakan hal penting bagi sekolah SMP Negeri 7 Jember. Ada beberapa hasil dokumentasi yang menguatkan poin tersebut. Pentingnya akhlak kepada Allah menjadi bagian utama yang kegiatannya dijadikan sebagai pembiasaan di SMP Negeri 7 Jember.
Dengan beberapa permasalah yang dipaparkan di atas kemungkinan besar membawa dampak yang begitu besar bagi
83Maria, Wawancara, Jember, 22 Februari 2018.
84Dina Maulina, Wawancara, Jember, 1 Maret 2018.
perkembangan akhlak siswa kepada Allah sehingga dapat menumbuhkan jiwa kekhusyukan dan semangat dalam beribadah walaupun tidak dengan di perintah atau pun di paksa.
Untuk menciptakan sebuah akhlak karimah kepada Allah bukanlah perkara yang gampang namun memang perlu komitmen yang besar seperti yang dijelaskan oleh Bapak Yusron selaku guru PAI:
“Kita awali dari pembelajaran PAI, yang mana pembelajaran PAI sendiri sudah mengajarkan tentang akhlak terpuji dan pembiasaan yang dilakukan sebelum pembelajran dimulai yaitu pembacaan asmaul husna dan do’a yang mana awal mula kegiatan ini diterapkan oleh para guru PAI dan itu tidaklah mudah, perlu adanya ketelatenan dan peneladanan yang benar-benar telaten dari para guru.
Namun, dengan berjalannya waktu kegiatan ini berjalan dengan lancar. Kemudian di tirukan oleh guru-guru mata pelajaran lain dalam melakukan kegiatan pembiasaan membaca do’a dan asmaul husna sebelum pembelajaran dimulai”.85
Pernyataan di atas dikuatkan oleh Bapak Amir selaku guru IPA tentang pembiasaan asmaul husna, yaitu:
“Semua harus di awali dengan peneladanan dari seorang guru jika itu di sekolah. Jadi, apabila seorang guru memperintah siswanya dalam melakukan suatu hal positif, guru seharusnya terlebih dulu melakukannya. Seperti dalam membaca asmaul husnasetiap harinya, guru harus mendampingi ketika siswa melakukan semua pembiasaan itu sampai siswa benar-benar terbiasa dan menjadi kebiasaan yang tak nyaman bila ditinggalkan. Sehingga pembiasaan membaca asmaul husna ini benar-benar diterapkan dan siswa jadi lebih mengenal Tuhan mereka”.86
85Yusron, Wawancara, Jember, 15 Februari 2018.
86Amir, Wawancara, Jember, 7 Maret 2018.
Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan tentang pembiasaan membaca asmaul husna menghayati ke dalam diri siswa. Yang semula tidak hafal menjadi hafal bahkan untuk siswa yang non muslim juga karena sering mendengar pada saat guru akan memulai pelajaran dan juga saat waktu pagi sebelum bel masuk sekolah berbunyi. Namun kepuasan guru tidak berhenti di sana, tujuan dilaksanakan pembiasaan ini adalah siswa dapat mengaplikasikan nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya pada saat menjalani kehidupan sehari-hari.87
Guru-guru SMP Negeri 7 Jember merupakan sebuah tim terlebih lagi dalam mewujudkan pembiasaan dan modeling ini.
Terkait dengan pembiasaan membaca asmaul husna ternyata juga membutuhkan guru-guru yang lain selain guru agama. Oleh karena itu selain guru agama juga membiasakan membaca asmaul husna pada saat sebelum memulai proses pembelajaran di kelas karena bagaimana pun seorang guru merupakan teladan bagi siswanya baik dari akhlaknya maupun tutur katanya. Namun tidak hanya sampai di situ saja, pembentukan akhlak kepada Allah juga bisa dilakukan oleh semua guru tanpa terkecuali melalui proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas.
Dengan pembiasaan membaca asmaul husna ini diharapkan para peserta didik dan secara umum yaitu seluruh warga sekolah
87Observasi, Pembiasaan dan Modeling Membaca Asmaul Husna, Jember, 22 Februari 2018.