BAB III METODE PENELITIAN
B. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dipertimbangkan berdasarkan kemungkinan dapat atau tidaknya dimasuki dan dikaji lebih mendalam. Hal ini penting, karena betapapun menariknya suatu kasus, tetapi jika sulit dimasuki lebih mendalam oleh seorang peneliti, maka menjadi suatu kerja yang sia-sia. Selanjutnya,
‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡ Bambang Rustanto, Penelitian Kualitatif Pekerjaan Sosial (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015), 2.
§§§§§§§§§§§ Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: CV Alfabeta, 2010), 22.
43
penting juga dipertimbangkan apakah lokasi penelitian memberikan peluang yang menguntungkan untuk dikaji.************
Di lokasi penelitian menjelaskan tentang identifikasi karakteristik, alasan memilih lokasi, bagaimana peneliti memasuki wilayah yang akan diteliti.
Dimaksud dengan lokasi penelitian yang baik adalah lokasi/obyek penelitian yang sesuai dengan obyek permasalahannya dan merupakan daerah informasi secara kualitatif maupun kuantitatif. Pada dasarnya setiap lokasi adalah baik sepanjang mampu memecahkan segala permasalahan dan dapat memberikan informasi yang dikehendaki, namun perlu diperhatikan kekhususan dari masing-masing daerah.†††††††††††† Penelitian ini pada akan dilakukan di Kelurahan Sempusari Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember. Peneliti mengambil lokasi penelitian di Rayon Ummul Quro. Dimana Rayon Ummul Quro Merupakan Salah Satu Pondok Pesantren Basis Keislaman Yang Terdapat Kegiatan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati
C. Subyek Penelitian
Pemilihan subjek penelitian ini menggunakan purposive, yaitu teknik pengambilan sumber data dengan menggunakan pertimbangan tertentu untuk menentukan informan kunci. Informan kunci yakni seseorang yang secara lengkap dan mendalam mengetahui tentang fokus penelitian.
Adapun subjek penelitian ini sebagai berikut:
************ Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kontemporer, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2017), hal. 101-102.
†††††††††††† Joko Subagyo, Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktik, ( Jakart: Rineka Cipta, 2015). hlm.36
a. Ketua Rayon Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) : Holil Rahmatullah sebagai ketua 1 dan Achmad sony sebagai ketua 2.
b. Pelatih Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) : Andre Afifuddin dan Marta Yoga.
c. Siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) : 1. Yakin Febriansyah
2. Abdul walid 3. Erdin saputra 4. Nur Faiz 5. Abdul Bari 6. Moh. Khotib 7. Abdul Wakil
8. Lukman adi Wijawa D. Tekhnik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan cara mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Teknik pengumpulan data yang lazim digunakan dalam penelitian kualitatif menurut Ibrahim ialah teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan focus group discussion.‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡ Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berikut penjelasannya:
a. Observasi
‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡ Ibrahim, Metodologi Penelitian Kualitatif, Panduan Penelitian Beserta Contoh Proposal Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2018), 80.
45
Observasi yaitu mengumpulkan data langsung dari lapangan, dapat berupa gambaran tentang sikap, kelakuan, perilaku, dan tindakan keseluruhan interaksi antar manusia.§§§§§§§§§§§§ Dalam hal ini data yang dapatkan berkaitan dengan pelaksanaan dan Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam materi kerohanian Persaudaraan Setia Hati Terate Rayon Ummul Quro.
b. Wawancara
Wawancara yaitu percakapan tatap muka (face to face) antara pewawancara dengan sumber informasi, dimana pewawancara bertanya langsung tentang suatu objek yang telah dirancang sebelumnya.*************
Dalam hal ini peneliti memperoleh data dari hasil wawancara terkait nilai nilai pendidikan dalam materi kerohanian di rayon ummul quro, data dari informan ditulis lengkap dengan ditandai kode dalam transkip wawancara.
c. Dokumentasi
Penulis mengumpulkan data dengan mengumpulkan data berupa gambar dan dokumen yang berhubungan dengan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ummul Quro. Data tersebut berupa foto tentang kegiatan yang dilaksanakan di PSHT Ummul Quro, seperti foto saat latihan, Foto saat berdoa bersama dan mengaji bersama serta dokumen seperti buku pedoman PSHT Ummul Quro dan Struktur PSht Ummul Quro.
§§§§§§§§§§§§ J.R Raco, Metode Penelitian Kualitatif (Jakarta:Grasindo, 2010), 112.
************* A. Muri Yusuf, Metode Penelitian kuantitatif, Kualitatif, Penelitian (Jakarta:
Kencana, 2017),372
E. Analisis Data
Menganalisis data yang telah diperoleh saat penelitian, data yang telah terkumpul di analisis menggunakan 2 metode analisis yaitu pertama dengan analisis Deskriptif yaitu menguraikan dan menjelaskan data yang terkumpul. Metode deskriptif dalam penelitian digunakan untuk mengetahui secara jelas tentang nilai nilai islam yang terkandung dalam materi kerohanian Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Rayon Ummul Quro.
Setelah menganalisis dengan cara deskriptif selanjutnya yaitu menganalisis dengan cara induktif yaitu diawali dengan mengemukakan teori- teori, dan pendapat yang bersifat umum selanjutnya dikemukakan kenyataan yang bersifat khusus.†††††††††††††
Dalam penelitian ini yaitu implikasi Materi kerohanian dalam Persaudaraan Setia Hati Terate Rayon Ummul Quro Cab. Jember.
Analisa data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Miles dan Huberman dalam bukunya Sugiono mengemukakan bahwa aktifitas dalam analisi data kualitatif dilakukan secara interkatif dan berlangsung secara terus-menerus samapai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh.‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡
Untuk menganalisi penelitian ini, maka di lakukan dengan langkah- langkah sebagai berikut:
††††††††††††† Consuelo G. Selvilla, Pengantar Metode Penelitian (Jakarta : UI Press, 1993), 71.
‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡ Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2012), 337.
47
1. Pengumpulan informasi
Dalam pengumpulan informasi dapat dilakukan melalui wawancara, observasi langsung maupun data base dengan lembaga-lembaga yang bersangkutan dengan demikian data yang dikumpulkan memepermudah peneliti dalam melakukan penelitian di Rayon Ummul Quro.
2. Reduksi Data
Berangkat dari lokasi penelitian, data lapangan dituangkan dalam uraian laporan yang lengkap dan terinci. Data dan laporan lapangan kemudian di reduksi, dirangkum dan kemudian dipilah-pilah hal yang pokok, di fokuskan untuk di pilih yang terpenting kemudian dicari tema dan polanya (melalui proses penyuntingan, pemberian kode dan pentabelan.
Reduksi data dilakukan secara terus menerus selama proses penelitian berlangsung. Dalam tahapan ini setelah data dipilih kemudian disederhanakan, data yang tidak diperlukan disortir agar memberi kemudahan dalam penampilan, penyajian serta untuk menarik kesimpulan sementara, sehingga peneliti bisa mendapat data yang jelas dan memberikan gambaran pada peneliti dalam melakukan penelitian di lapangan. Data yang di reduksi adalah sejarah, keberagamaan dan dinamika penerapan yang terjadi di Rayon Ummul Quro.
3. Penyajian Data
Penyajian data dimaksudkan agar lebih mempermudah bagi peneliti untuk dapat melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian-bagian
tertentu dari data penelitian. Hal ini merupakan pengorganisasian data dalam suatu bentuk tertentu sehingga kelihatan jelas sosoknya lebih utuh.
Data-data tersebut kemudian dipilah-pilah dan disisikan untuk di sortir menurut kelompoknya dan disusun sesuai dengan kategori yang sejenis untuk ditampilkan agar selaras dengan permasalahan yang dihadapi, termasuk kesimpulan-kesimpulan sementara diperoleh pada waktu data direduksi, sehingga peneliti tidak bingung dalam memilih data yang diperlukan peneliti dan bisa memercepat penelitian di Rayon Ummul Quro, dan data yang disajikan adalah tentang Nilai-Nilai Pendidikan Islam Di Dalam Materi Kerohanian Persaudaraan Setia Hati Terate Rayon Ummul Quro.
4. Penarikan kesimpulan
Dalam tahapan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti yang kuat yang mendukung pada pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan pada tahap awal di dukung oleh bukti- bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang di kemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif yang diharapakan adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih belum jelas sehingga setelah diteliti menjadi jelas. Peneliti ini menyimpulkan
49
tentang Nilai-Nilai Pendidikan Islam di dalam materi Kerohanian Persaudaraan Setia Hati Terate Rayon Ummul Quro.
F. Keabsahan Data
Pengujian keabsahan data perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat kepercayaan yang dicapai dan menunjukkan kevalidan hasil temuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan yang diteliti.Keabsahan data diuji dengan menggunakan teknik triangulasi. Dimana teknik triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.§§§§§§§§§§§§§
Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode, dimana Triangulasi sumber ialah dilakukan dengan menggunakan teknik yang sama untuk sumber yang berbeda, sedangkan triangulasi metode yaitu dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.
G. Tahap-Tahap Penelitian
Sistematika pembahasan berisi tentang deskripsi alur pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan hingga bab penutup, format penulisan sistematika pembahasan ialah dalam bentuk deskriptif naratif, bukan seperti daftar isi. Adapun sistematika pembahasannya meliputi sebagai berikut:
Bab satu merupakan pendahuluan, bab ini merupakan dasar dalam penelitian yang terdiri dari uraian tentang konteks penelitian, fokus penelitian,
§§§§§§§§§§§§§ Lexy J, Moeloeng, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya Offset, 2016),330
tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah, dan sistematika pembahasan. Bab ini menjadi pijakan awal penulis untuk mengkaji masalah pada bab selanjutnya.
Bab kedua merupakan bab yang menjelaskan tentang penelitian terdahulu yang membahas penelitian yang telah dilakukan oleh bebrapa orang, yang serupa dengan penelitian yang akan dilakukan. Sedangkan kajian teori membahas tentang teori yang terkait sehingga berguna dalam perspektif penelitian.
Bab ketiga merupakan bab yang membahas tentang metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti terkait dengan pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan, lokasi penelitian, subjek penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, analisis data dan keabsahan data, serta tahap-tahap penelitian.
Bab keempat merupakan bab yang berisi tentang penyajian data dan analisis data yang terdiri dari gambar obyek penelitian, penyajian data, dan pembahasan temuan penelitian.
51
BAB IV
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Gambaran Obyek Penelitian
1. Sejarah Persaudaraan Setia Hati Terate Rayon Ummul Quro
Pada awal berdiri Rayon Ummul Quro tanggal 10 November 2018 di dirikan oleh 2 orang anggota PSHT yaitu, Holil Rahmatullah dan Sony Dari awal buka latihan jumlah siswa pertama ada 3 siswa kemudian satu minggu selanjutnya bertambah lagi 8 siswa, jadi jumlah siswa keseluruhan pada awal latihan ada 11 siswa. Tapi dalam perjalanan selanjutnya ketika naik tingkat sabuk jambon bersisa 9 siswa kemudian naik tingkat sabuk ijo tinggal 7 siswa setelah itu naik tingkat sabuk putih pada tingkat akhir bersisa 6 siswa sampai menjadi anggota PSHT dari Rayon Ummul Quro, dan pada akhirnya dari 6 anggota baru tersebut dijadikan siswa privat dikarenakan PSHT cabang Jember khusunya Rayon Ummul Quro membutuhkan anggota untuk melanjutkan dan meneruskan ajaran – ajaran yang telah di ajarkan oleh pelatih sebelumnya. Karena pelatih yang sebelumnya dari 2 anggota yang pertama kali mendirikan sudah ada yang selesai menyelesaikan studi atau kuliahnya, artinya bisa menetap di Jember atau tidak masih tanda tanya.
Lambat laun semakin bertambah tahun untuk mengesahkan anggota yaitu ada 6 anggota PSHT yang sudah menjadi warga dari anggota pertama.
Kemudian Rayon Ummul Quro dari tahun 2018 sudah memiliki 40 lebih anggota. Tahun ini sudah ada 11 siswa polos dan 11 siswa sabuk putih dan 25 warga.**************
2. VISI DAN MISI a. Visi:
Menjadikan Persaudaraan Setia Hati Terate yang semakin guyub rukun dan produktif dalam memberi manfaat bagi warga dan masyarakat
************** Dokumen PSHT Rayon Ummul Quro Ranting Kaliwates Jember
b. Misi:
a. Seluruh warga Persaudaraan Seti Hati Terate semakin guyub rukun.
b. Mampu berprestasi dalam bidang olahraga dan seni pencak silat.
c. Mampu mengembangkan kualitas persaudaraan yang semakin produktif dalam memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat.††††††††††††††
3. Letak georafis PSHT Rayon Ummul Quro
PSHT Rayon Ummul Quro yang terletak di Krajan Sempusari Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember, Adapun batas lokasinya dalah sebagai berikut:
a. Sebelah barat : Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq Jember
b. Sebelah timur : Pemukiman warga
c. Sebelah utara : Pemukiman warga dan Persawahan d. Sebelah Selatan : Pemukiman warga dan Sungai Besar
4. Struktur Organisasi Persaudaraan Setia Hati Rayon Ummul Quro
†††††††††††††† Dokumen PSHT Rayon Ummul Quro Ranting Kaliwates Jember
Persaudaraan Seti Hati Terate Rayon Ummul Quro
Ketua 1 Holil Rahmatullah
Ketua 2 Achmad Sony Sekertaris 1
Rismi
Pelatih Tetap Andre Afifuddin
Marta Yoga Bendahara Moh. Fikril
Sekertaris 2 Ahmad Sofi
53
B. Penyajian Data dan Analisis
1. Makna Materi Kerohanian Bagi Warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Ummul Quro
Warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yakin bahwasannya penyebab utama dari munculnya rintangan dan malapetaka, serta lawan kebenaran hidup yang sesungguhnya bukanlah insan, makhluk dan kekuatan diluar dirinya, oleh sebab itu pencak silat merupakan suatu media guna mempertebal keyakinan diri sendiri dan mengenal diri pribadi menuju kesungguhan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi dapat dikatakan langkah utama dalam Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yaitu selain mengajarkan olah fisik, didalamnya juga mendidik manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan melaksanakan segala perintah dan larangannya.
Menurut Holil Rahmatullah selaku pendiri PSHT rayon Ummul Quro:
Panca dasar di PSHT merupakan kerohanian, Di Rayon Ummul Quro mental ke-SH-an mengarah pada "mengenal diri sendiri sebaik mungkin" membuat keseimbangan antara raga dan jiwa.
Dalam kondisi ini siswa dilatih untuk memperkuat kepercayaan diri sendiri dan menjadi siswa yang berakhlak baik dan tidak larut dalam kesombongan.‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡
Untuk memahami makna kerohanian, ada beberapa hal yang dapat dipahami secara mendalam tentang spiritualitas itu sendiri. Spiritualitas
‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡ Wawancara dengan pendiri PSHT Rayon Ummul Quro, 15 April 2022
adalah setia pada hati dalam hidup dan memahami pentingnya menjaga persaudaraan bagi semua makhluk Tuhan. Menurut Islam, persaudaraan memiliki dua arti, seperti yang dikatakan oleh Moh Fikri selaku pelatih rayon Ummul Quro yaitu:
Pertama, Persaudaraan yang di dasarkan pada pertalian nasab saudara kandung, jenis warna kulit, dan kebangsaan atau kesukuan, yang kita kenal sebagai ikhwanun. Kedua, Persaudaraan dalam arti pertalian hati atau iman, maksutnya adalah Persaudaraan dalam perdamaian saling menghargai, saling menghormati dan tolong menolong sesama manusi, tumbuhan, dan semua makhluk yang ada dibumi dalam kebaikan yang tersentral pada hati atau keimanan disinilah letak persaudaraan yang kekal abadi yang tak lekang oleh celakaan, penderitaan, tak lapuk oleh hujannya pujiaan dan banjirnya harta benda, dan tak akan putus oleh tajamnya pisau fitnah tak akan terpancing oleh rayuan, tak terguncang oleh meletusnya bukit hawa, tak akan terperosok oleh lubang-lubang yang tertutup oleh kain keindahan.§§§§§§§§§§§§§§
Senada dengan pegertian di atas, andre selaku koordinator latihan menambahkan bahwa:
Materi persaudaraan setia hati terate (PSHT) rayon Ummul Quro juga dapat dipahami sebagai ketaatan atau ketundukan pada organ tubuh manusia yang paling esensial, yaitu hati. Pemahaman ini melenceng dari keyakinan SH Terate terhadap tubuh yang pada dasarnya berlandaskan nilai-nilai Islam. Dalam Islam, sudah banyak penjelasan bahwa hati adalah organ yang dapat menuntun pada kebaikan diri. Hal tersebut merupakan salah satu landasan yang mendefinisikan makna spiritualitas dalam organisasi SH Terate.***************
Dalam pengertian lain juga di jelaskan oleh lukman selaku siswa di Rayon Ummul Quro bahwa:
§§§§§§§§§§§§§§ Wawancara dengan pelatih PSHT Rayon Ummul Quro, 15 April 2022
*************** Wawancara dengan Koordinator PSHT Rayon Ummul 15 Quro, 16 April 2022
55
Arti kerohanian dalam persaudaraan adalah ikatan batin melampaui saudara kandung yang dilandasi keimanan kepada Allah SWT tanpa membedakan suku, ras, warna kulit.†††††††††††††††
Memahami makna materi kerohanian bahwa materi kerohanian adalah rasa cinta yang berpusat pada hati, berlandaskan iman dan taqwa kepada Allah SWT, serta diwujudkan dalam kasih persaudaraan yang abadi dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
Pemahaman makna materi kerohanian bahwa dalam materi kerohanian adalah rasa cinta kasih yang tersentral pada hati yang di landasi iman dan takwa kepada Allah Swt, dan diwujudkan dalam persaudaraan yang kekal abadi selamanya dan tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian materi kerohanian meliputi 2 aspek, yaitu kapasitas manusia sebagai entitas sosial dan sebagai hamba Tuhan semata. Kapasitas manusia sosial dipahami sebagai sarana pengenalan diri sehingga mereka dapat secara memuaskan menentukan posisinya dalam lingkungan sosial, yang dinyatakan dalam prinsip persaudaraan. Sementara manusia berstatus sebagai hamba Tuhan, masalah mental lebih dipahami sebagai upaya untuk mewujudkan kodratnya sebagai hamba Tuhan yang bertanggung jawab, yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kedua, loyalitas merupakan landasan untuk menanamkan kepercayaan dan pengabdian pada diri seseorang.
††††††††††††††† Wawancara dengan siswa PSHT Rayon Ummul Quro, 15 April 2022
Dari penjelasan diatas, makna dari kesetiaan adalah terbentuknya keseimbagan antara hablum min Allah dan hamblum min al annas.
2. Nilai-nilai Pendididkan Islam yang Terkandung Dalam Ajaran Materi Kerohanian Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Rayon Ummul Quro
Didalam Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Ummul Quro materi kerohanian mengajarkan pendidikan yang berisi nilai pendidikan Islam didalamnya yakni mengaji, sholat berjamaah, dan Doa.
Materi tentang kerohanian Persaudaran Setia Hati Terate, dalam Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) sendiri materi kerohanian / biasa disebut dengan ke-SH-an seperti penjelasan oleh Kholil:
Proses pembinaan keSHan dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dimulai sejak awal dibukanya penerimaan siswa baru dan deberikan secara bertahap sesuai jenjang tingkatan latihan berdasarkan ban atau sabuk, ketika sabuk polos kita menanamkan pengertian dan makna ke-setia-an dalam kedisiplinan, ketertiban dan kejujuran kemudian pada tingkat sabuk jambon kita berikan kembangan dan semaiyan pengertian dan makna ke-setia-an dalam kehidupan selama dalam latihan dan kehidupan sehari-hari, pemupukan dalam menanamkan pengertian dan makna ke-setia-an pada tingkatan sabuk hijau, pada tingkat sabuk putih perawatan atau pemliharaan dalam menamkan pngertian dan makna ke-setia-an dalam rangka pematangan dan menyatunya makna dan nilai-nilai ke-setia-an dalam pemikiran perbuatan dalam jiwa yang utuh pada ke-setia- an, proses akhir dari pembinaan kesetiaan ini adalah pemberian tes pada setiap anggota untuk di sahkan menjadi pendekar tingkat 1 demikian proses tersebut berjalan. dengan harapan ke- setia-an menjadi hal yang paling penting sebagai pegangan dan dasar menjadi pendekar tingkat 1 di organisasi persaudaraan setia hati terate (PSHT) untuk terus dijaga dan dilestarikan disluruh aspek kehidupan kapanpun dan dimanapun.‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡
‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡‡ Wawancara dengan pendiri PSHT Rayon Ummul Quro, 17 April 2022
57
Diwaktu pada Tingkat sabuk putih merupakan waktu untuk persiapan pengesahan sebagai warga Persaudaran Setia Hati Terate tingkat I dalam hal ini materi yang diberikan adalah materi keseluruhan yakni meteri dari awal masuk Persaudaran Setia Hati Terate atau dengan istilah lain pemantapan materi seperti penjelasan dari Moh fikri sebagai berikut:
Selain itu kegiatan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Rayon Ummul Quro, pelatih menanamkan ajaran-ajaran Agama Islam, seperti: siswa dianjurkan sholat berjamaah bersama pelatih tetap dan pelatih pendamping sebelum latihan dimulai serta membaca do’a bersama sebelum latihan, setiap sebelum memulai latihan lebih dulu melakukan pengajian yasinan. Dengan itu kegitan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Rayon Ummul Quro sebagai pembinaan jasmani dan diimbangi dengan kegiatan pembinaan kerohanian yang mungkin akan bernilai lebih,serta menjaga kerukunan asah,asih,dan asuh sesama anggota dan persaudaraan yang semakin kuat.§§§§§§§§§§§§§§§
Selanjutnya para sesepuh Persaudaraan Setia Hati Terate juga memberikan nasehat, agar para generasi-generai dalam perbuatannya baik ketika dalam bermasyarakat tidak menyimpang dari ajaran yang diberikan di organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate. Nasehat-nasehat yang menjadi nilai luhur dan juga sebagai pegangan dalam hidupnya yang antara lain yaitu seperti:
1. “Ojo adigang, Ojo adigung, Ojo adiguno” yang artinya bahwa setiap pribadi harus memiliki sifat ksatria, tapi tidak boleh sombong.
2. “Sugih tanpo bondo, sekti tanpo aji-aji, nglurug tanpo bolo, menang tanpo ngasorake, paweweh tanpo kelangan” yang artinya bahwa setiap pribadi dalam menempuh kehidupan harus kaya tanpa harta, sakti
§§§§§§§§§§§§§§§ Wawancara dengan pelatih PSHT Rayon Ummul Quro, 17 April 2022
tanpa kekuatan, melawan tanpa teman, menang tanpa meremehkan dan memberi tanpa kehilangan.
3. Janganlah engkau mencari penghidupan di organisasi, tetapi berilah organisasi itu kehidupan, niscaya akan memberi manfaat yang hakiki yang artinya bahwa haruslah setiap pribadi memberikan penghidupan untuk organisasi.
4. “Ojo kesemsem gebyaring kadonyan kanuragan lan pengawasan dudu tujuan” yang artinya janganlah kamu tertipu indahnya dunia (yang itu hanya semu) kekuatan bukan dari sebuah tujuan akhir.
5. “Sephiro Gedhening Sengsoro Yen Tinompo Amung Dadi Coba” yang artinya sebesar apapun penderitaan apabila diterima dengan hati yang ikhlas maka hanya akan menjadi cobaan semata.
6. “Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake” artinya berani tanpa harus ada kawan dan dapat menang tanpa harus merendahkan lawan.
7. “Suro Diro Joyo Diningrat Lebur Dening Pangastuti” artinya segala kesempurnaan hidup (Kesaktian, Kepandaian, Kejayaan, dan Kekayaan) dapat diluluhkan dengan budi pekerti yang luhur.
8. “Ojo Seneng Gawe Susahe Liyan, Opo Alane Gawe Seneng Liyan”
artinya jangan suka membuat orang lain bersusah dan tiada buruknya membuat bahagia orang lain.
9. “Ojo Waton Ngomong Ning Yen Ngomong Sing Gawe Waton”
artinya jangan hanya sekedar bicara, namun apabila bicara harus bisa dibuktikan.