• Tidak ada hasil yang ditemukan

Management of Energy Consumption Outside the Organization [302-2]

6. Secara Korporate PKT telah berhasil mengurangi konsumsi energi sebesar 2.439.133 GJ (2022: 2.637.559 GJ) atau setara 5,12%

dan telah mencapai target 3,4% yang tertuang dalam Dokumen Perencanaan Energi tahun 2023..

Berkat pengurangan konsumsi energi tersebut, Emisi CO2 di tahun 2023 juga berhasil diturunkan sebesar 122.667 Metrik ton ekivalen CO2 (2022: 132.646 Metrik ton ekivalen CO2.

Selain penghematan energi, manfaat utama lainnya dari penerapan SMEn adalah kesadaran karyawan mengenai konsumsi energi dan kinerja efisiensi energi yang berkorelasi langsung dengan penghematan beban produksi, sehingga mendorong karyawan untuk selalu berinovasi. [302-4] [302-5]

Sebagai bagian dari upaya penghematan energi, Pupuk Kaltim menerapkan program konservasi energi dan pemetaan energi.

Beberapa program konservasi energi yang telah dilakukan antara lain, mengganti proses desalinasi thermal dengan Reverse Osmosis (RO) dan pemanfaatan gas buang pabrik Amoniak menggunakan HRU. Dengan menerapkan program konservasi energi tersebut pada tahun 2023, Perusahaan kembali berhasil menghemat konsumsi energi sebesar 3.293.014 GJ (2022: 4.312.499 GJ). [302-5]

Pupuk Kaltim menjalankan program pemetaan energi secara berkala untuk memantau tingkat efisiensi pemakaian energi. Dari pemetaan tersebut, dilakukan gap analysis dan diberikan rekomendasi untuk perbaikannya, baik yang bersifat operasional harian, investasi maupun melalui implementasi program improvement dalam melakukan pemetaan energi.

Pengelolaan Konsumsi Energi di Luar

Pengelolaan dan Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca

[3-3][SEOJK F.11]

Management and Reduction of Greenhouse Gas Emissions

[3-3][SEOJK F.11]

Dalam menyusun inventarisasi Gas Rumah Kaca, Pupuk Kaltim menggunakan pendekatan konsolidasi (Consolidation Approach) kontrol operasi (Operational Control) yang artinya semua aktivitas perusahaan yang dikontrol secara langsung, emisinya diperhitungkan sebagai emisi perusahaan.

Aktivitas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK) dari kegiatan operasional Pupuk Kaltim terdiri atas 3 kategori, yaitu emisi GRK langsung (cakupan 1), emisi GRK tidak langsung (cakupan 2), dan emisi GRK tidak langsung lainnya (cakupan 3).

Emisi langsung meliputi emisi dari segala aktivitas yang dimiliki atau dikontrol langsung oleh Perusahaan seperti penggunaan bahan bakar fosil untuk proses produksi, transportasi dalam pabrik, emisi dari pengolahan limbah cair industri, penggunaan refrigerant, pembakaran pada unit flare, penggunaan alat berat, dan energi listrik fasilitas umum serta perumahan karyawan. Emisi kategori tidak langsung yaitu emisi yang diimpor Pupuk Kaltim dari pihak ke-3 baik dalam bentuk listrik maupun steam. Sedangkan emisi tidak langsung lainnya yaitu emisi yang berasal dari unit yang tidak dimiliki atau dikontrol langsung oleh PKT seperti dari kegiatan penerbangan pesawat PKT, energi pergudangan di lini 2 & 3, transportasi produk dan bahan baku menggunakan kapal, dan emisi dari penggunaan produk pupuk oleh petani. Gas yang masuk dalam perhitungan emisi GRK PKT yaitu CO2, CH4, N2O, PFC, dan HCF dalam satuan CO2 equivalen.

Tahun dasar perhitungan Gas Rumah Kaca PKT ditetapkan pada tahun 2020, dengan pertimbangan tahun 2020 lebih konsisten dan relevan digunakan sebagai base year untuk dibandingkan dengan emisi tahun-tahun selanjutnya. Hal ini dikarenakan beberapa pendirian dan akuisisi pabrik sudah terjadi sebelum tahun 2020.

Emisi scope 1, 2, dan 3 pada base year adalah sebesar 6.349.703,46 ton CO2eq.

Base year akan direkalkulasi apabila terdapat:

1. Perubahan struktural yang berdampak pada emisi base year.

2. Merger, akuisi, dan/atau divestment.

3. Outsourcing dan in-sourcing dari aktivitas yang menghasilkan emisi.

4. Perubahan metodologi perhitungan atau peningkatan akurasi dari faktor emisi atau data aktivitas yang menghasilkan dampak signifikan pada riwayat emisi data terutama pada base year.

5. Penemuan error yang dapat menjadi signifikan secara kolektif.

In compiling the Greenhouse Gas (GHG) inventory, Pupuk Kaltim uses a consolidation approach to operational control, meaning that all company-controlled activities directly contributing to emissions are accounted for as company emissions.

Activities that generate GHG emissions from Pupuk Kaltim’s operational activities consist of three categories: direct GHG emissions (Scope 1), indirect GHG emissions (Scope 2), and other indirect GHG emissions (Scope 3).

Direct emissions include emissions from all activities owned or directly controlled by the Company, such as the use of fossil fuels for production processes, on-site transportation, emissions from industrial wastewater treatment, refrigerant use, flare unit combustion, heavy equipment use, and electricity consumption in public facilities and employee housing. Indirect emissions include emissions imported by Pupuk Kaltim from third parties in the form of electricity or steam. Other indirect emissions include emissions from units not directly owned or controlled by Pupuk Kaltim, such as emissions from PKT aircraft flights, warehousing energy in lines 2

& 3, product and raw material transportation by ship, and emissions from fertilizer product use by farmers. The gases included in Pupuk Kaltim’s GHG emission calculations are CO2, CH4, N2O, PFC, and HCF in CO2 equivalent units.

The base year for Pupuk Kaltim’s GHG calculations is set in 2019, considering it is more consistent and relevant for comparison with emissions in subsequent years. This is because several plant establishments and acquisitions occurred before 2019. Scope 1, 2, and 3 emissions in the base year amounted to 6,349,703.46 tons CO2eq.

The base year will be recalculated if there are:

1. Structural changes affecting base year emissions.

2. Mergers, acquisitions, and/or divestments.

3. Outsourcing and in-sourcing of emission-generating activities.

4. Changes in calculation methodology or increased accuracy of emission factors or activity data significantly impacting emission history, especially in the base year.

5. Discovery of errors that may collectively be significant.

• ●Sektor Energi

• ●Sektor IPPU

• ●Sektor Pengelolaan Limbah

• ●Pembakaran Flare

• ●Refrigerant

• ●Transportasi dan alat berat

• ●Fasilitas pendukung

• ●Energi Sector

• ●IPPU Sector

• ●Waste Management Sector

• ●Flare Combustion

• ●Refrigerant

• ●Transportation and heavy equipment

• ●Supporting facilities EMISI LANGSUNG

(CAKUPAN 1) DIRECT EMISSIONS (SCOPE 1)

• ●Energi yang diimpor (Listrik dan Steam)

• ●Imported Energi (Electric and Steam)

EMISI TIDAK LANGSUNG (CAKUPAN 2) INDIRECT EMISSIONS (SCOPE 2)

• ●Emisi dari Pesawat PKT

• ●Emisi dari Pergudangan dan Wilayah Pemasaran PKT

• ●Emisi dari Kapal Pembawa Produk

• ●Emisi dari penggunaan produk pupuk

• ●Emisi dari pembuangan sampah ke landfill

• ●Emission of Pupuk Kaltim Airplane

• ●Emission of Product Storage Activity

• ●Emission of Product Shipping

• ●Emission from product use

• ●Emission from landfill EMISI TIDAK LANGSUNG

(CAKUPAN 3) INDIRECT EMISSIONS (SCOPE 3)

Sumber-sumber Emisi Gas Rumah Kaca PT Pupuk Kaltim berdasarkan Scope Emission Sources of Greenhouse Gases at PT Pupuk Kaltim based on Scope

v

Emisi Gas Rumah Kaca dari sumber langsung yang dimiliki dan dikontrol

perusahaan.

Greenhouse Gas Emissions from sources directly owned and controlled

by the company.

Emisi Gas Rumah Kaca dari sumber tidak langsung seperti pembelian

listrik, steam, atau heat.

Greenhouse Gas Emissions from indirect sources such as purchased

electricity, steam, or heat.

Impor listrik dan steam dari pihak ketiga untuk proses produksi Imported electricity and steam from third parties for production processes

Emisi Gas Rumah Kaca dari sumber tidak langsung dan tidak dikontrol langsung oleh perusahaan namun berhubungan dengan kegiatan

upstream atau downstream perusahaan.

Greenhouse Gas Emissions from indirect sources not directly controlled

by the company but related to upstream or downstream activities of

the company.

EMISI LANGSUNG (CAKUPAN 1) DIRECT EMISSIONS (SCOPE 1)

EMISI TIDAK LANGSUNG (CAKUPAN 2) INDIRECT EMISSIONS (SCOPE 2)

EMISI TIDAK LANGSUNG (CAKUPAN 3) INDIRECT EMISSIONS (SCOPE 3)

Pabrik 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 1A (direct) Plant 2, 3, 4, 5, 6, 7, and 1A (direct)

Pesawat PKT PKT aircraft

Pergudangan lini 2 & 3 Warehousing lines 2 & 3

Penggunaan pupuk NPK dan Urea oleh petani

Use of NPK and Urea fertilizers by farmers

Emisi sampah operasi di landfill Operational waste emissions in

landfills Transportasi darat

Land transportation

Fasilitas pendukung (direct) Supporting facilities (direct) Emergency Pond A & B

Flare

Refrigerant