BAB 2 LANDASAN TEORI
A. Reformasi Birokrasi
5. Manajemen Birokrasi
Manajemen merupakan suatu proses dalam rangka mencapai sasaran yang efektif dan efisien, dengan cara bekerja sama dengan orang lain maupun organisasi lainnya. Dalam manajemen birokrasi ditujukan pada sistem birokrasi terutama dalam lingkup internal birokrasi untuk melaksanakan pekerjaan.
Di Indonesia, pengertian manajemen pegawai negeri sipil/aparatur sipil negara diatur di dalam Pasal 1 angka 5 UndangUndang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yang menyatakan bahwa: “Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme”.
Manajemen PNS meliputi penyusunan dan penetapan kebutuhan, peng
adaan, pangkat dan jabatan, pengembangan karier, pola karier, promosi, mutasi, penilaian kinerja, penggajian dan tunjangan, penghargaan, disiplin, pemberhen
Bab 2 Landasan Teori 51 tian, jaminan pensiun dan jaminan hari tua, serta perlindungan. Manajemen PNS ini diarahkan untuk menjamin penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil guna. Oleh karena itu, dibutuh
kan PNS yang profesional, bertanggung jawab, jujur, dan adil melalui pembinaan yang dilaksanakan berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karier yang dititikberatkan pada sistem prestasi kerja.
Merujuk pada UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 jo. UndangUndang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dapat dijelaskan bahwa manajemen kepegawaian diarahkan pada pembinaan manajemen Pegawai Negeri Sipil Daerah yang meliputi penetapan formasi, pengadaan, pengangkatan, pemindahan, pemberhentian, penetapan pensiun, gaji, tunjangan, kesejahteraan, hak dan kewajiban kedudukan hukum, pengembangan kompetensi, dan pengen dalian jumlah pegawai dilakukan oleh pemerintah pusat.
Manajemen kepegawaian telah diatur sedemikian rupa untuk menjalankan tugastugas yang telah ditetapkan di dalam peraturan perundangundangan, terutama dalam hal pelayanan publik yang baik bagi masyarakat.
Untuk mencapai pelayanan publik yang baik oleh birokrasi, tidak salah jika mencontoh konsep New Public Management untuk diterapkan di dalam birokrasi pemerintahan. Konsep New Public Management ini dapat di
pandang sebagai suatu konsep baru yang ingin menghilangkan monopoli pelayanan yang tidak efisien yang dilakukan oleh instansi dan pejabatpejabat pemerintah. Untuk lebih mewujudkan konsep New Public Mangement dalam birokrasi publik, maka diupayakan agar para pemimpin birokrasi mening kat
kan produktivitasnya dan menemukan alternatif caracara pelayanan publik berdasarkan perspektif ekonomi. Mereka didorong untuk memperbaiki dan mewujudkan akuntabilitas publik kepada pe langgan, meningkatkan kinerja, restrukturisasi lembaga birokrasi publik, merumuskan kembali misi organisasi, melakukan streamlining proses dan prosedur birokrasi, dan melakukan desentralisasi proses pengambilan kebijakan. 8
New Publik Management ini sama dengan upaya melakukan reformasi terhadap birokrasi. Pada manajemen ini, para pemimpin birokrasi tidak hanya terpacu pada aturan, namun juga harus memiliki kreativitas untuk mencari cara agar dapat melakukan pelayanan publik dengan baik. Pemerintah dapat memotong
8 Miftah Thoha, Ilmu Administrasi Publik Kontemporer, Cetakan Kedua, Kencana, Jakarta, 2008, hlm. 75.
panjangnya proses birokrasi agar lebih efektif dan efisien. Untuk setiap pelayanan publik, lebih ditata secara apik, sehingga tidak terpusat pada satu instansi dan tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan pekerjaan. Untuk meningkatkan kinerja pegawai bisa digunakan sistem reward and punishment.
Dalam upaya melakukan reformasi birokrasi pemerintahan, seringkali di
dengar istilah reinventing government. Dalam reinventing government ini, ada upaya para pejabat disertai komponen instansi publik untuk senantiasa bekerja keras dalam meningkatkan sumbersumber yang berpotensi ekonomi yang dipunyai oleh instansi pemerintah dari yang tidak produktif bisa menjadi produktif, dari yang produksinya rendah ditingkatkan ke produksi yang lebih tinggi.9
Di sini pemerintah berusaha mengubah kinerja dalam sistem birokrasinya untuk menjadi lebih efektif dan efisien. Meningkatkan sumbersumber yang berpotensi ekonomi bukan berarti meminta pungutan dari masyarakat dalam pelayanan publik, namun usaha yang dimiliki pemerintah seperti BUMN/BUMD harus lebih diupayakan untuk kepentingan masyarakat. Dengan memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat, jika pun masyarakat harus membayar lebih kepada pemerintah untuk kemajuan usaha milik pemerintah, masyarakat pun sepertinya tidak berkeberatan. Namun, jika pelayanan kepada pelanggan tidak memuaskan, namun pembayaran terus dinaikkan, masyarakat tentunya akan kecewa dan akan mencari alternatif lain daripada menggunakan jasa/layanan pemerintah.
Sebagai katalis, pemerintah bertugas untuk membuat kebijakan dan pelak
sana. Antara tugas tersebut harus konsisten, pelaksanaan harus sesuai dengan kebijakan yang dibuat. Perlu juga metode seperti memberikan hadiah, insentif, dan sebagainya bagi organisasi publik sehingga dapat meningkatkan motivasi kerja nya. Pemerintahan milik masyarakat berarti semua kinerja aparat pemerin
tahan itu diawasi oleh rakyat. Mereka harus mau menerima saran dan kritik demi kemajuan bangsa. Arti kompetitif ini, yakni adanya persaingan yang adil bagi para pegawainya. Tidak ada sifat kolusi dan nepotisme dalam organisasi. Dalam hal pemerintah berorientasi ke misi, pemerintah dapat menyederhanakan sistem administrasi yang dapat menghambat tercapainya tujuan, menghapus peraturan
peraturan yang tidak jelas dan tidak bermanfaat, serta menemukan cara terbaik untuk mewujudkan misi tersebut.
9 Ibid., hlm. 77.
Bab 2 Landasan Teori 53 Pemerintah yang berorientasi pada hasil, yakni mengubah fokus dari input ke ouput. Setiap pekerjaan pemerintah harus didasarkan pada peraturan perundangundangan dan membelanjakan anggaran sesuai dengan ketentuan, fokusnya diganti menjadi melaksanakan pekerjaan dengan prinsip akuntabilitas dengan hasil yang baik dan optimal. Dalam hal ini, bisa juga memberikan reward bagi instansi yang dapat bekerja dengan baik.
Pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada publik harus mem
perlakukan masyarakat dengan baik. Waktu yang digunakan untuk melayani dapat diselesaikan dengan cepat, dan tanpa meminta imbalan apa pun. Dengan demikian, pelayanan publik yang berorientasi pada pelanggan dapat tercapai.
Dalam hal pemerintah berwiraswasta ini, maksudnya pemerintah tidak hanya menggunakan anggaran untuk memenuhi kebutuhan instansi/lembaganya, namun juga harus menghasilkan uang. Misalnya saja pemerintah bisa meminta masyarakat untuk membayar jasa pelayanan sekadarnya saja, dan tidak ditentu
kan sehingga tidak membebani masyarakat.
Pemerintah yang antisipatif berarti pemerintah mempunyai visi dan misi ke depan. Pemerintah harus juga memikirkan upaya pencegahan apabila halhal yang dilakukan akan menimbulkan masalah. Misalnya pembuatan kebijakan yang menimbulkan pro dan kontra di dalam masyarakat. Sebelum kebijakan tersebut diterapkan, pemerintah dapat melakukan penelitian di lapangan jika kebijakan tersebut diterapkan, apakah dapat diterima masyarakat atau tidak, apa konsekuensinya, dan semua itu harus sudah dipikirkan sebelum kebijakan diterapkan dalam masyarakat.
Pemerintah desentralisasi berarti pemerintah pusat memberikan dorongan dan motivasi kepada pemerintah ke daerah dengan pelimpahan wewenang yang diberikan untuk langsung memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, sehingga pekerjaan pemerintah pusat tidak menumpuk dan cepat terselesaikan.
Pemerintah dalam melaksanakan kebijakan yang telah diambil, dapat pula memanfaatkan struktur pasar swasta dalam memecahkan permasalahan, atau mencontoh manajemen yang berorientasi pasar sehingga terjadi interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Misalnya pemerintah mengadakan penghijauan di suatu kota, maka pemerintah bisa meminta masyarakat untuk turut serta melaksanakan penghijauan tersebut. Mungkin untuk ikut menanam pohon, warga masyarakat masih enggan, maka bisa saja pemerintah menerapkan pajak sebagai dana untuk melakukan penghijauan kota.