• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen topik material

Dalam dokumen Consolidated Set of GRI Standards - Indonesian (Halaman 122-134)

Menggunakan Standar ini

Pengungkapan 3-3 Manajemen topik material

Untuk setiap topik material yang dilaporkan berdasarkan Pengungkapan 3-2, organisasi harus:

PERSYARATAN

menjelaskan dampak aktual dan potensial, negatif dan positif mereka terhadap

ekonomi, lingkungan, dan masyarakat, termasuk dampak terhadap hak asasi manusia;

a.

melaporkan apakah organisasi terlibat dengan dampak negatif melalui aktivitas mereka atau sebagai akibat dari hubungan bisnis mereka, serta menjelaskan aktivitas atau hubungan bisnis tersebut;

b.

menjelaskan kebijakan atau komitmen mereka mengenai topik material;

c.

menjelaskan tindakan yang diambil untuk mengelola topik dan dampak terkait, termasuk:

tindakan untuk mencegah atau memitigasi potensi dampak negatif;

i.

tindakan untuk menangani dampak negatif aktual, termasuk tindakan untuk memberikan atau bekerja sama dalam tindakan pemulihan dampak tersebut;

ii.

tindakan untuk mengelola dampak positif aktual dan potensial;

iii.

d.

melaporkan informasi berikut tentang pelacakan efektivitas tindakan yang dilakukan:

proses yang digunakan untuk melacak efektivitas tindakan;

i.

tujuan, target, dan indikator yang digunakan untuk mengevaluasi kemajuan;

ii.

efektivitas tindakan, termasuk kemajuan terhadap tujuan dan target;

iii.

pelajaran yang dipetik dan bagaimana pelajaran ini telah dimasukkan ke dalam kebijakan dan prosedur operasional organisasi;

iv.

e.

menjelaskan bagaimana keterlibatan pemangku kepentingan telah memberikan masukan pada tindakan yang diambil (3-3-d) dan bagaimana keterlibatan tersebut telah memberikan informasi apakah tindakan tersebut efektif (3-3-e).

f.

Pengungkapan ini mewajibkan organisasi untuk menjelaskan cara mereka mengelola masing- masing topik material mereka. Ini berarti bahwa organisasi diwajibkan untuk melaporkan pengungkapan ini untuk setiap topik material mereka. Persyaratan dalam pengungkapan ini berlaku untuk setiap topik material.

Selain pengungkapan ini, mungkin juga ada pengungkapan dan panduan dalam Standar Topik dan Standar Sektor yang membahas pelaporan informasi tentang cara organisasi mengelola suatu topik. Misalnya, beberapa Standar Topik berisi pengungkapan tentang tindakan atau metode tertentu untuk mengelola suatu topik. Organisasi tidak perlu mengulangi informasi ini berdasarkan Pengungkapan 3-3 jika mereka sudah melaporkan informasi tersebut

berdasarkan pengungkapan lain. Organisasi dapat melaporkan informasi sekali dan memberikan rujukan ke informasi ini untuk memenuhi persyaratan terkait dalam Pengungkapan 3-3.

Jika pendekatan organisasi terhadap pengelolaan suatu topik material, seperti kebijakan mereka atau tindakan yang diambil, diterapkan untuk topik material lainnya, organisasi tersebut tidak perlu mengulangi informasi ini untuk setiap topik. Organisasi dapat melaporkan informasi ini sekali, dengan penjelasan jelas tentang semua topik yang dicakup.

Jika organisasi tidak dapat melaporkan informasi yang diwajibkan tentang suatu item yang disebutkan dalam pengungkapan ini karena pokok perihal tersebut (misalnya, kebijakan, tindakan) tidak ada, mereka dapat mematuhi persyaratan dengan melaporkan hal ini sebagai masalahnya. Organisasi dapat menjelaskan alasan tidak mencantumkan pokok perihal tersebut atau menguraikan setiap rencana untuk mengembangkannya. Pengungkapan tidak mewajibkan organisasi untuk mengimplementasikan pokok perihal tersebut (contohnya, mengembangkan kebijakan), tetapi melaporkan bahwa pokok perihal tersebut tidak ada.

Jika organisasi tidak mengelola suatu topik material, mereka dapat mematuhi persyaratan berdasarkan pengungkapan ini dengan menjelaskan alasan tidak mengelola topik atau menjelaskan rencana untuk mengelolanya.

PANDUAN

Panduan untuk 3-3-a

Persyaratan 3-3-a memungkinkan organisasi menunjukkan jika suatu topik bersifat material karena dampak negatif, dampak positif, atau keduanya. Mereka tidak memerlukan daftar semua dampak yang diidentifikasi atau penjelasan terperinci tentang dampak-dampak. Sebaliknya, organisasi dapat memberikan ikhtisar tingkat tinggi tentang dampak-dampak yang telah mereka identifikasi.

Menjelaskan dampak negatif Organisasi dapat menjelaskan:

Melaporkan informasi tentang dampak negatif dapat membantu organisasi menunjukkan bahwa mereka mengetahui dampak-dampak ini dan telah mengambil tindakan atau berencana menanganinya. Organisasi mungkin memiliki kekhawatiran mengenai pelaporan informasi tentang dampak negatif meskipun dampak negatif ini sudah diketahui publik. Dalam kasus di mana dampak negatif sudah diketahui publik, kegagalan mengakui dampak-dampak ini dan menjelaskan cara dampak negatif tersebut ditangani dapat memberikan konsekuensi finansial, operasional, dan reputasi bagi organisasi. Jika organisasi tidak dapat mengungkapkan informasi tertentu (misalnya, karena hak privasi pemangku kepentingan), mereka dapat memberikan informasi dalam bentuk gabungan atau anonim, atau mereka dapat membuat rujukan untuk dampak-dampak yang biasanya berkaitan dengan sektor, produk, atau lokasi geografis mereka. [11]

Menjelaskan dampak positif Organisasi dapat menjelaskan:

Panduan untuk 3-3-b

Cara organisasi terlibat dengan dampak negatif menentukan bagaimana mereka sebaiknya menangani dampak-dampak tersebut dan apakah mereka punya tanggung jawab untuk memberikan atau bekerja sama dalam tindakan pemulihan (lihat bagian 2.3 dalam GRI 1:

Landasan 2021). Persyaratan 3-3-b menyediakan informasi kontekstual yang membantu memahami tindakan yang diambil oleh organisasi untuk mengelola dampak negatif mereka.

Tindakan yang diambil dilaporkan berdasarkan 3-3-d-i dan 3-3-d-ii.

Berdasarkan persyaratan 3-3-b, organisasi diwajibkan untuk melaporkan apakah organisasi terlibat dengan dampak negatif melalui aktivitas mereka atau sebagai akibat dari hubungan bisnis mereka. Apabila memungkinkan, organisasi sebaiknya juga melaporkan:

Lihat Kotak 3 dalam Standar ini untuk informasi lebih lanjut tentang hal yang menyebabkan, berkontribusi, atau terkait secara langsung dengan dampak negatif

apakah dampak negatif tersebut bersifat aktual atau potensial;

kerangka waktu dampak negatif (yaitu, apakah dampak negatif bersifat jangka pendek atau jangka panjang dan kapan dampak negatif tersebut kemungkinan muncul);

apakah dampak negatif bersifat sistemik (misalnya, tenaga kerja anak atau tenaga kerja paksa di negara tempat organisasi beroperasi atau mengambil material) atau berkaitan dengan insiden tertentu (misalnya, tumpahan minyak);

sumber daya ekonomi, sumber daya lingkungan, dan pemangku kepentingan (tanpa mengidentifikasi individu tertentu) yang terpengaruh atau dapat terpengaruh secara negatif, termasuk lokasi geografis mereka.

apakah dampak positif tersebut bersifat aktual atau potensial;

kerangka waktu dampak positif (yaitu, apakah dampak positif bersifat jangka pendek atau jangka panjang dan kapan dampak positif tersebut kemungkinan muncul);

aktivitas yang menyebabkan dampak positif (misanya, produk, layanan, investasi, pengadaan, praktik);

sumber daya ekonomi, sumber daya lingkungan, dan pemangku kepentingan (tanpa mengidentifikasi individu tertentu) yang terpengaruh atau dapat terpengaruh secara positif, termasuk lokasi geografis mereka.

apakah mereka menyebabkan atau dapat menyebabkan, atau berkontribusi atau dapat berkontribusi, pada dampak negatif melalui aktivitas mereka; atau

apakah dampak-dampak tersebut berkaitan atau dapat berkaitan secara langsung dengan operasional, produk, atau layanan organisasi karena hubungan bisnis mereka, meskipun hubungan bisnis tersebut tidak berkontribusi pada dampak negatif tersebut.

Berdasarkan persyaratan 3-3-b, organisasi juga diwajibkan untuk menjelaskan aktivitas atau hubungan bisnis tersebut. Ini memungkinkan organisasi untuk mengindikasikan apakah dampak-dampak yang berkaitan dengan suatu topik material tersebar luas dalam aktivitas atau hubungan bisnis organisasi, atau apakah dampak-dampak tersebut berkaitan dengan aktivitas atau hubungan bisnis tertentu.

Jika dampak berkaitan dengan aktivitas tertentu, organisasi sebaiknya menjelaskan jenis aktivitasnya (misalnya, manufaktur, ritel) dan lokasi geografisnya. Jika dampak berkaitan dengan hubungan bisnis tertentu, organisasi sebaiknya menjelaskan jenis hubungan bisnisnya (misalnya, pemasok bahan mentah, pemegang waralaba), posisi mereka dalam rantai nilai, dan lokasi geografis mereka.

Misalnya, jika organisasi telah mengidentifikasi bahwa aktivitas mereka di tempat tertentu dapat menyebabkan polusi air, mereka sebaiknya menjelaskan jenis aktivitas yang dilaksanakan di tempat ini dan lokasi geografis dari tempat ini. Atau, jika organisasi telah mengidentifikasi bahwa itu berkaitan secara langsung dengan pekerja anak karena hubungan bisnis dalam rantai pasokan mereka, mereka sebaiknya menyebutkan jenis pemasok yang menggunakan tenaga kerja anak (misalnya, subkontraktor yang melakukan pekerjaan bordir untuk produk organisasi) dan lokasi geografis dari pemasok ini.

Organisasi dapat memberikan informasi konteks tambahan untuk memahami seberapa luas dampak mereka. Sebagai tambahan untuk contoh sebelumnya, organisasi dapat melaporkan berapa banyak lokasi mereka yang dapat menyebabkan polusi air (misalnya, 60% dari lokasi, lima dari 12 lokasi) atau proporsi produksi yang diwakili oleh lokasi ini, atau mereka dapat melaporkan perkiraan jumlah subkontraktor yang menggunakan tenaga kerja anak yang melakukan pekerjaan bordir untuk organisasi.

Panduan untuk 3-3-c

Persyaratan 3-3-c memerlukan penjelasan kebijakan atau komitmen yang telah dikembangkan secara khusus oleh organisasi untuk topik, selain komitmen kebijakan yang dilaporkan berdasarkan Pengungkapan 2-23 dalam GRI 2: Pengungkapan Umum 2021. Jika organisasi telah menjelaskan kebijakan mereka untuk topik material berdasarkan Pengungkapan 2-23, mereka dapat memberikan rujukan ke informasi ini berdasarkan 3-3-c dan tidak perlu

mengulangi informasinya. Lihat Pengungkapan 2-23 dalam GRI 2 untuk mendapatkan panduan mengenai cara melaporkan informasi tentang kebijakan.

Ketika melaporkan komitmen mereka mengenai topik material, organisasi sebaiknya memberikan pernyataan kehendak untuk mengelola topik atau menjelaskan:

Panduan 3-3-d

Persyaratan 3-3-d memungkinkan organisasi menjelaskan cara mereka menanggapi dampak- dampak mereka. Persyaratan ini tidak mewajibkan penjelasan tindakan yang diambil secara terperinci untuk setiap dampak. Sebaliknya, organisasi dapat memberikan ikhtisar tingkat tinggi tentang cara mereka mengelola dampak-dampak.

Organisasi sebaiknya melaporkan cara mereka mengintegrasikan penemuan-penemuan dari identifikasi dan penilaian dampak mereka di seluruh fungsi dan proses internal yang relevan, termasuk:

Pengungkapan 2-12 dan Pengungkapan 2-13 dalam GRI 2 memerlukan informasi tentang peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasi manajemen dampak organisasi dan tentang cara mereka mendelegasikan tanggung jawab untuk hal ini.

Organisasi sebaiknya juga melaporkan cara mereka mengelola dampak aktual yang pendirian organisasi pada topik;

apakah komitmen untuk mengelola topik berdasarkan pada kepatuhan terhadap peraturan atau lebih dari itu;

kepatuhan terhadap instrumen resmi antarpemerintah yang terkait dengan topik.

level dan fungsi di dalam organisasi yang telah diberi tanggung jawab untuk mengelola dampak-dampak;

pengambilan keputusan internal, alokasi anggaran, dan proses pengawasan (misalnya, audit internal) untuk memungkinkan tindakan yang efektif untuk mengelola dampak- dampak.

diidentifikasi dalam periode pelaporan sebelumnya dan dampak mana yang terus dikelola selama periode pelaporan saat ini.

Panduan untuk 3-3-d-i

Organisasi sebaiknya melaporkan:

Lihat Panduan untuk 2-23-a-iii dalam GRI 2 untuk informasi lebih lanjut tentang 'prinsip kehati- hatian’.

Panduan untuk 3-3-d-ii

Organisasi sebaiknya melaporkan:

Lihat Pengungkapan 2-25 dalam GRI 2 untuk informasi lebih lanjut tentang proses untuk memperbaiki dampak negatif.

Panduan untuk 3-3-e

Persyaratan 3-3-e memungkinkan organisasi untuk melaporkan informasi tentang efektivitas tindakan mereka untuk mengelola dampak mereka. Melacak efektivitas tindakan diperlukan bagi organisasi untuk mempelajari apakah kebijakan dan proses mereka diimplementasikan dengan optimal. Juga perlu diketahui apakah organisasi telah menanggapi dampak mereka secara efektif atau untuk mendorong perbaikan berkelanjutan.

Organisasi sebaiknya juga melaporkan informasi tentang efektivitas tindakan mereka untuk mengelola dampak aktual dari periode pelaporan sebelumnya. Ini berlaku dalam kasus di mana organisasi telah menilai efektivitas tindakan ini atau memetik pelajaran selama periode pelaporan saat ini.

Panduan untuk 3-3-e-i

Proses yang digunakan untuk melacak efektivitas tindakan dapat meliputi audit atau verifikasi internal dan eksternal, penilaian dampak, sistem pengukuran, masukan dari pemangku kepentingan, mekanisme pengaduan, penilaian kinerja eksternal, dan penentuan tolok ukur.

Panduan untuk 3-3-e-ii

Ketika membuat laporan tentang tujuan dan target, organisasi sebaiknya melaporkan:

contoh tindakan yang diambil untuk mencegah atau memitigasi potensi dampak negatif (misalnya, tindakan penyesuaian/modifikasi, peningkatan fasilitas, pelatihan, sistem peringatan);

pendekatan yang diterapkan untuk mencegah atau memitigasi dampak negatif sistemik;

cara organisasi menerapkan prinsip kehati-hatian, termasuk:

cara organisasi memberi tahu publik secara proaktif tentang potensi dampak negatif dari aktivitas, produk, dan layanan mereka, serta cara mereka menangani pertanyaan dan keluhan terkait;

-

dukungan atau kontribusi organisasi pada penelitian ilmiah yang berkaitan dengan evaluasi potensi dampak negatif aktivitas, produk, dan layanan mereka;

-

partisipasi organisasi dalam upaya bersama untuk berbagi pengetahuan dan untuk mencegah dampak negatif dari aktivitas, produk, dan layanan mereka;

-

cara organisasi menggunakan atau meningkatkan pengaruh mereka untuk mendorong hubungan bisnis mereka untuk mencegah atau memitigasi potensi dampak negatif.

Misalnya, apakah organisasi menggunakan atau meningkatkan pengaruh mereka dengan memberlakukan persyaratan kontrak, mengimplementasikan insentif seperti untuk pesanan mendatang, menyediakan pelatihan dan dukungan, atau berkolaborasi secara aktif dengan pihak lain untuk mendorong hubungan bisnis mereka dalam mencegah atau memitigasi potensi dampak negatif;

apakah organisasi telah menghentikan hubungan bisnis karena mereka tidak memiliki pengaruh untuk mencegah atau memitigasi potensi dampak negatif dan, jika demikian, apakah mereka telah menilai jika penghentian hubungan dapat menyebabkan dampak negatif.

contoh tindakan yang diambil untuk memperbaiki dampak negatif aktual, termasuk contoh tindakan pemulihan spesifik atau jenis pemulihan yang diberikan;

bagaimana mekanisme pengaduan atau proses pemulihan lainnya (dilaporkan berdasarkan Pengungkapan 2-25 dalam GRI 2) memungkinkan diperbaikinya dampak negatif aktual.

cara tujuan dan target ditentukan;

Target dapat bersifat kualitatif (misalnya, mengimplementasikan sistem manajemen pada tanggal tertentu) atau kuantitatif (misalnya, mengurangi emisi gas rumah kaca dengan persentase tertentu pada tanggal tertentu).

Indikator yang digunakan untuk mengevaluasi kemajuan juga dapat bersifat kualitatif atau kuantitatif. Indikator kuantitatif dapat menghadirkan presisi dan memungkinkan dilakukan perbandingan. Informasi kualitatif seringkali diperlukan agar informasi kuantitatif memiliki konteks, agar dapat dilakukan interpretasi, dan menentukan perbandingan dan kesimpulan mana yang kemungkinan paling valid. Standar Topik dan Standar Sektor mencakup indikator kualitatif dan kuantitatif.

Panduan untuk 3-3-e-iii

Persyaratan 3-3-e-iii memungkinkan organisasi untuk menunjukkan sejauh mana efektivitas tindakan yang telah diambil. Informasi tentang efektivitas tindakan dapat diperoleh, misalnya, dari hasil audit atau verifikasi internal atau eksternal, data yang dikumpulkan melalui sistem pengukuran, dan masukan dari pemangku kepentingan. Organisasi sebaiknya menunjukkan bahwa ada hubungan meyakinkan antara tindakan tertentu yang diambil oleh organisasi dan manajemen dampak yang efektif.

Misalnya, untuk menunjukkan efektivitas tindakan organisasi untuk mendukung pemasok dengan meningkatkan kondisi kerja mereka, organisasi dapat melaporkan umpan balik survei dari pekerja pemasok yang menunjukkan bahwa kondisi kerja telah meningkat. Informasi tambahan yang dapat diberikan oleh organisasi mencakup data yang menunjukkan berkurangnya jumlah insiden yang diidentifikasi melalui audit independen.

Demikian juga, untuk menunjukkan efektivitas tindakan organisasi dalam meningkatkan kualitas pembuangan air, organisasi dapat melaporkan data yang menunjukkan adanya penurunan dalam konsentrasi total padatan terlarut (mg/L) dalam pembuangan air.

Saat melaporkan kemajuan terhadap tujuan dan target mereka, organisasi sebaiknya

melaporkan apakah kemajuannya memuaskan atau tidak. Jika suatu tujuan atau target belum tercapai, organisasi sebaiknya menjelaskan alasannya.

Panduan untuk 3-3-e-iv

Mengelola dampak biasanya merupakan proses terus-menerus yang memerlukan peningkatan berkelanjutan berdasarkan pada konsep belajar dari praktik.

Organisasi tidak diwajibkan untuk memberikan penjelasan terperinci tentang pelajaran yang dipetik terkait dengan setiap topik material. Sebaliknya, organisasi dapat memberikan contoh bagaimana mereka memadukan pelajaran yang dipetik untuk mengelola dampak dengan lebih berhasil di masa mendatang.

Misalnya, organisasi dapat menjelaskan pelajaran yang dipetik secara singkat yang telah menghasilkan perubahan dalam kebijakan atau praktiknya (misalnya, pelatihan untuk pekerja, lebih memperhatikan kinerja pemasok), atau yang telah menghasilkan rencana untuk

perubahan yang akan mengelola dampak dengan lebih berhasil di masa mendatang.

Pelajaran yang dipetik dapat berasal dari proses organisasi sendiri (misalnya, analisis akar masalah), dari hubungan bisnis mereka, atau dari masukan pemangku kepentingan atau pakar.

apakah dan bagaimana tujuan dan target mempertimbangkan konteks keberlanjutan tempat terjadinya dampak (misalnya, tujuan dan kondisi pembangunan berkelanjutan, batasan dan kebutuhan yang ditetapkan pada sumber daya lingkungan). Lihat Prinsip konteks keberlanjutan dalam GRI 1 untuk informasi lebih lanjut;

apakah tujuan dan target didapat dari harapan yang ada dalam instrumen resmi antarpemerintah dan, apabila relevan, dari konsensus ilmiah;

apakah tujuan dan target bersifat wajib (berdasarkan undang-undang) atau sukarela. Jika wajib, organisasi dapat mencantumkan perundang-undangan yang relevan;

aktivitas atau hubungan bisnis organisasi yang menjadi sasaran tujuan dan target;

kondisi awal untuk tujuan dan target;

kerangka waktu untuk mencapai tujuan dan target.

Panduan untuk 3-3-f

Organisasi dapat menjelaskan, misalnya, apakah dan bagaimana pemangku kepentingan yang terpengaruh telah terlibat dalam menentukan tindakan pemulihan yang tepat untuk dampak negatif atau bagaimana masukan dari pemangku kepentingan digunakan untuk menilai efektivitas tindakan yang diambil.

Daftar Istilah

Daftar Istilah ini memberikan definisi untuk istilah yang digunakan dalam Standar ini. Organisasi diwajibkan untuk menerapkan definisi-definisi ini saat menggunakan Standar GRI.

Definisi-definisi yang dicakup di dalam daftar istilah ini mengandung istilah-istilah yang diperjelas lebih lanjut dalam Daftar Istilah Standar GRI lengkap. Semua istilah yang didefinisikan ditulis dengan garis bawah. Jika ada istilah yang tidak didefinisikan dalam Daftar Istilah ini atau dalam Daftar Istilah Standar GRI yang lengkap, maka berlaku definisi yang secara umum digunakan dan dimengerti.

anak

orang yang berusia di bawah 15 tahun, atau di bawah usia selesai wajib belajar, tergantung mana yang lebih tinggi

Catatan 1: Pengecualian dapat dilakukan di negara-negara tertentu dengan fasilitas

pendidikan dan perekonomian yang tidak berkembang secara mencukupi dan usia minimal 14 tahun diberlakukan. Negara-negara yang dikecualikan ini disebutkan oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO) dalam tanggapan terhadap penerapan khusus oleh negara-negara bersangkutan dan dengan berkonsultasi dengan organisasi perwakilan pemberi kerja dan pekerja.

Catatan 2: Konvensi Usia Minimum ILO, 1973, (No.138), mengacu pada buruh anak dan pekerja muda.

badan tata kelola

kelompok individu resmi yang bertanggung jawab atas panduan strategis organisasi,

pemantauan manajemen yang efektif, dan akuntabilitas manajemen terhadap organisasi yang lebih luas dan pemangku kepentingannya

badan tata kelola tertinggi

badan tata kelola dengan otoritas tertinggi dalam organisasi

Catatan: Di beberapa yurisdiksi, sistem tata kelola terdiri dari dua tingkat, di mana pengawasan dan pengelolaan dipisahkan atau ketika hukum lokal menyediakan dewan pengawas yang diambil dari noneksekutif untuk memantau dewan

pengelolaan eksekutif. Dalam kasus seperti itu, kedua tingkatan tersebut termasuk dalam definisi badan tata kelola tertinggi.

dampak

efek yang dimiliki atau dapat dimiliki organisasi terhadap ekonomi, lingkungan, dan masyarakat, termasuk pada hak asasi manusia mereka, yang pada gilirannya dapat menunjukkan kontribusinya (negatif atau positif) terhadap pembangunan berkelanjutan Catatan 1: Dampak dapat bersifat aktual atau potensial, negatif atau positif, jangka pendek

atau jangka panjang, disengaja atau tidak disengaja, dan dapat dipulihkan atau tidak dapat dipulihkan.

Catatan 2: Lihat bagian 2.1 dalam GRI 1: Landasan 2021 untuk informasi lebih lanjut tentang 'dampak'.

eksekutif senior

anggota manajemen organisasi berpangkat tinggi, seperti Pejabat Eksekutif Tertinggi (CEO) atau individu yang melapor langsung kepada CEO atau badan tata kelola tertinggi

hak asasi manusia

hak yang melekat pada semua manusia, yang mencakup, setidaknya, semua hak yang diatur dalam Undang-undang Hak Asasi Manusia Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan prinsip-prinsip tentang hak-hak dasar yang ditetapkan dalam Deklarasi Organisasi Buruh Internasional (ILO) tentang Prinsip-Prinsip Dasar dan Hak-Hak di Tempat Kerja

Sumber: United Nations (UN), Guiding Principles on Business and Human Rights:

Implementing the United Nations “Protect, Respect and Remedy” Framework, 2011;

diubah

A

B

D

E

H

Catatan: Lihat Panduan untuk 2-23-b-i dalam GRI 2: Pengungkapan Umum 2021 untuk informasi lebih lanjut tentang 'hak asasi manusia'.

hubungan bisnis organisasi

hubungan yang dimiliki organisasi dengan mitra bisnis, dengan entitas di dalam rantai nilainya termasuk yang berada di luar tingkat pertama, dan dengan entitas lain yang terkait langsung dengan operasi, produk, atau layanannya

Sumber: United Nations (UN), Guiding Principles on Business and Human Rights:

Implementing the United Nations “Protect, Respect and Remedy” Framework, 2011;

diubah

Catatan: Contoh entitas lain yang terkait langsung dengan operasi, produk, atau layanan organisasi adalah organisasi nonpemerintah yang dengannya organisasi tersebut memberikan dukungan kepada masyarakat lokal atau pasukan keamanan negara bagian yang melindungi fasilitas organisasi.

karyawan

individu yang berada dalam hubungan kepegawaian dengan organisasi, berdasarkan hukum atau penerapan nasional

karyawan paruh waktu

karyawan yang jam kerjanya per minggu, bulan, atau tahun kurang dari jumlah jam kerja untuk karyawan purnawaktu

karyawan purnawaktu

karyawan yang jam kerjanya per minggu, bulan, atau tahun ditentukan menurut hukum atau praktik nasional mengenai waktu kerja

karyawan sementara

karyawan dengan kontrak untuk jangka waktu terbatas (yaitu, kontrak jangka waktu tetap) yang berakhir ketika jangka waktu tertentu berakhir, atau ketika tugas atau peristiwa tertentu yang memiliki perkiraan waktu terlampir selesai (misalnya, akhir proyek atau kembalinya karyawan yang digantikan)

karyawan tanpa jaminan jam kerja

karyawan yang tidak memiliki jaminan jumlah jam kerja minimum atau tetap per hari, minggu, atau bulan, tetapi yang mungkin perlu menyediakan diri untuk bekerja sesuai kebutuhan Sumber ShareAction, Workforce Disclosure Initiative Survey Guidance Document, 2020;

diubah

Contoh: karyawan lepas, karyawan tanpa jam kontrak, dan karyawan panggilan karyawan tetap

karyawan dengan kontrak untuk jangka waktu yang tidak ditentukan (yaitu, kontrak tidak terbatas) untuk karyawan purnawaktu atau paruh waktu

kelompok rentan

sekelompok individu dengan kondisi atau karakteristik tertentu (misalnya, ekonomi, fisik, politik, sosial) yang dapat mengalami dampak negatif sebagai hasil dari kegiatan organisasi dengan lebih parah daripada populasi umum

Contoh: anak-anak dan pemuda; lansia; mantan gerilyawan; keluarga yang terpengaruh HIV/AIDS; pembela hak asasi manusia; masyarakat adat; pengungsi dalam negeri;

pekerja migran dan keluarga mereka; minoritas nasional atau etnis, agama dan bahasa; orang-orang yang mungkin didiskriminasi berdasarkan orientasi seksual, identitas gender, ekspresi gender, atau karakteristik seks mereka (misalnya, lesbian, gay, biseksual, transgender, interseks); penyandang disabilitas;

pengungsi atau pengungsi yang kembali; perempuan

Catatan: Kerentanan dan dampak dapat berbeda bergantung pada jenis kelamin.

keparahan (dari suatu dampak)

K

Dalam dokumen Consolidated Set of GRI Standards - Indonesian (Halaman 122-134)